Liputan6.com, Jakarta Pernahkah Anda sedang asyik membersihkan kamar mandi atau memindahkan pot tanaman, lalu tiba-tiba melihat makhluk kecil berwarna hitam mengkilap meliuk-liuk dengan cepat? Sekilas, makhluk ini terlihat persis seperti cacing tanah yang sehat. Namun, jika diperhatikan lebih teliti, gerakannya jauh lebih gesit dari cacing dan tubuhnya tidak memiliki cincin-cincin segmen. Ya, itu adalah ular kawat, atau dalam bahasa ilmiah dikenal sebagai Indotyphlops braminus. Namun yang jadi pertanyaan, apakah ular kawat berbahaya?
Menurut buku Keanekaragaman Amfibi dan Reptil di Kampus Universitas Gadjah Mada Oleh Donan Satria Yudha, dkk ( 2023:163), Indotyphlops braminus atau Ular Kawat memiliki Tubuh kecil dan ramping, moncong membulat, mata mereduksi, nostril terletak di sisi lateral, terdapat 4 sisik supralabial, sisik kepala berukuran lebih besar dibanding dengan sisik tubuh, dan terdapat duri di bagian ujung ekor.
Pertanyaan utamanya adalah: apakah ular kawat berbahaya? Apakah ukurannya yang kecil hanyalah tipuan untuk menyimpan racun yang mematikan, ataukah ia sebenarnya makhluk yang polos? Berikut Liputan6.com mengupas tuntas segala hal tentang ular kawat, Minggu (23/11/2024).
Apakah Ular Kawat Berbahaya
Sebelum kita menjawab inti pertanyaan apakah ular kawat berbahaya?, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan karakteristik fisiknya. Ular kawat sering juga disebut sebagai ular pot, ular cacing, atau dalam bahasa Inggris disebut Brahminy Blind Snake. Ukurannya sangat mungil, rata-rata hanya sepanjang 10 hingga 15 cm saja, dengan tubuh yang sangat ramping.
Warna tubuhnya dominan hitam, cokelat tua, atau abu-abu arang dengan kilauan metalik yang khas. Berbeda dengan cacing yang tubuhnya lunak dan bersegmen, tubuh ular kawat dilapisi sisik halus yang membuatnya terasa keras dan licin saat disentuh. Matanya nyaris tidak terlihat, hanya berupa titik kecil yang tertutup sisik transparan, membuatnya hampir buta dan hanya bisa membedakan intensitas cahaya. Inilah alasan mengapa ia disebut blind snake (ular buta).
Ular kawat sama sekali tidak berbahaya. Banyak orang bertanya-tanya apakah ular kawat berbahaya? karena takut digigit atau disembur bisa. Faktanya, ular ini tidak memiliki kelenjar bisa (non-venomous).
Mulutnya pun sangat kecil dan posisinya berada di bawah kepala, dirancang khusus untuk memakan mangsa yang sangat kecil seperti telur semut, bukan untuk menggigit manusia. Jadi, Anda bisa bernapas lega. Namun, untuk memahami lebih dalam kenapa ular ini sangat aman dan justru bermanfaat, mari simak 7 fakta unik berikut ini.
Fakta Unik Tentang Ular Kawat yang Wajib Anda Tahu
Agar tidak salah kaprah lagi dalam menilai hewan unik ini, berikut adalah penjelasan mendalam mengenai karakteristik dan perilakunya.
1. Tidak Memiliki Taring dan Bisa (Aglypha)
Kekhawatiran terbesar saat bertanya apakah ular kawat berbahaya? adalah tentang racunnya. Ular kawat masuk dalam kategori ular Aglypha, yang artinya tidak memiliki taring bisa. Sistem pertahanan dirinya bukanlah gigitan beracun. Jika merasa terancam, ia hanya akan menggeliat hebat, mengeluarkan bau yang sedikit tidak sedap dari kelenjar analnya, atau mencoba menusukkan ujung ekornya yang runcing. Tapi tenang saja, tusukan ekor ini tidak tajam dan tidak akan melukai kulit manusia, hanya memberikan sensasi geli atau kaget.
2. Mulut yang Terlalu Kecil untuk Menggigit Manusia
Secara anatomis, struktur rahang ular kawat sangat berbeda dengan ular pemangsa besar. Mulutnya sangat kecil dan kaku. Sekalipun ia ingin menggigit Anda, mulutnya tidak akan bisa terbuka cukup lebar untuk menjepit kulit manusia. Jadi, pertanyaan apakah ular kawat berbahaya? dalam konteks gigitan fisik pun jawabannya adalah negatif. Ia tidak akan bisa melukai kulit Anda sedikitpun.
3. Sering Dikira Cacing (Mimikri Alami)
Bentuknya yang silindris dan hidup di dalam tanah membuatnya sering lolos dari perhatian atau justru salah diidentifikasi sebagai cacing. Perbedaan utamanya ada pada sisik dan lidah. Jika Anda melihatnya menjulurkan lidah bercabang yang sangat halus, itu adalah ular kawat. Kesalahpahaman ini sering membuat orang bertanya apakah ular kawat berbahaya? karena kaget "cacing" yang mereka lihat bergerak sangat lincah seperti ular.
4. Satu-satunya Ular yang Semuanya Betina (Partenogenesis)
Ini adalah fakta sains yang paling mencengangkan dari Indotyphlops braminus. Spesies ini adalah satu-satunya ular di dunia yang diketahui berkembang biak secara partenogenesis. Artinya, mereka tidak memerlukan pejantan untuk membuahi telur. Semua populasi ular kawat adalah betina! Mereka bertelur, dan telur tersebut akan menetas menjadi ular betina yang identik secara genetik dengan induknya (kloning alami). Hal ini menjelaskan mengapa penyebarannya sangat luas di seluruh dunia, karena satu ekor saja yang terbawa di dalam pot tanaman bisa melahirkan koloni baru.
5. Sahabat Terbaik Tukang Kebun
Alih-alih bertanya apakah ular kawat berbahaya?, kita seharusnya bertanya apa manfaatnya. Ular kawat adalah pengendali hama alami yang sangat efektif. Makanan utamanya adalah telur semut, telur rayap, larva, dan serangga lunak kecil lainnya.
Jika Anda memiliki masalah dengan rayap di kebun atau di struktur kayu rumah, kehadiran ular kawat sebenarnya membantu mengurangi populasi rayap tersebut. Mereka menyusup ke dalam sarang semut atau rayap dan memakan telurnya. Jadi, bagi ekosistem taman Anda, mereka adalah sahabat, bukan musuh.
6. Mitos Masuk ke Dalam Telinga
Di Indonesia, beredar mitos yang sangat kuat bahwa ular kawat bisa masuk ke dalam telinga manusia saat tidur dan memakan otak. Mitos ini sering memicu ketakutan berlebih sehingga orang terus mencari tahu apakah ular kawat berbahaya?.
Secara logis, ular kawat menyukai tempat yang lembap, gelap, dan berisi tanah gembur untuk bersembunyi. Telinga manusia bukanlah habitat yang ideal bagi mereka. Kasus masuknya serangga atau hewan kecil ke telinga memang mungkin terjadi, namun probabilitas ular kawat secara sengaja masuk ke telinga sangatlah kecil dan hampir mustahil terjadi jika Anda tidur di kasur yang bersih. Mereka lebih memilih bersembunyi di bawah pot bunga atau celah keramik kamar mandi yang lembap.
7. Indikator Lingkungan yang Lembap
Jika Anda sering menemukan ular kawat di dalam kamar mandi, itu adalah indikator bahwa ada celah di lantai atau dinding rumah Anda yang terhubung langsung dengan tanah yang lembap. Mereka sering terbawa masuk melalui saluran air atau celah ubin yang rusak. Jadi, ketika Anda panik dan berpikir apakah ular kawat berbahaya?, cobalah ubah pola pikirnya menjadi: "Oh, sepertinya ada celah di kamar mandi saya yang perlu ditambal."
Apa yang Harus Dilakukan Jika Menemukan Ular Kawat?
Setelah mengetahui jawaban dari apakah ular kawat berbahaya?, Anda tidak perlu lagi mengambil sapu untuk memukulnya. Membunuh ular kawat tidak disarankan karena mereka bermanfaat bagi keseimbangan ekosistem mikro di sekitar rumah Anda. Berikut adalah langkah bijak yang bisa Anda lakukan:
- Jangan Panik: Ingat, dia tidak bisa menggigit atau meracuni Anda.
- Gunakan Serok atau Kertas: Karena ukurannya kecil, Anda bisa dengan mudah menyeroknya menggunakan pengki kecil atau selembar kertas tebal.
- Pindahkan ke Taman: Bawa ular tersebut keluar rumah dan lepaskan di area tanah yang gembur, di bawah pohon, atau di dalam pot tanaman yang besar. Biarkan dia memakan hama di sana.
- Bersihkan Area Lembap: Jika Anda menemukannya di kamar mandi, bersihkan lantai dengan karbol wangi (ular tidak suka bau menyengat) dan perbaiki celah-celah ubin yang terbuka.
Cara Mengusir Ular Kawat dari Rumah Secara Alami
Meskipun kita sudah tahu jawabannya bahwa apakah ular kawat berbahaya? adalah tidak, tetap saja bagi sebagian orang, menemukan hewan melata di lantai kamar mandi bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Apalagi jika Anda memiliki anak kecil yang mungkin kaget atau justru penasaran ingin memegangnya.
1. Gunakan Wewangian Menyengat (Karbol atau Kapur Barus)
- Karbol Wangi Sereh/Pinus: Rajin-rajinlah mengepel lantai kamar mandi atau teras dengan pembersih lantai beraroma kuat seperti karbol sereh atau pinus. Aroma ini sangat dibenci ular.
- Kapur Barus: Hancurkan sedikit kapur barus dan taburkan di sudut-sudut saluran pembuangan air atau celah yang dicurigai menjadi pintu masuk mereka.
2. Hilangkan Sumber Makanan (Semut dan Rayap)
- Bersihkan remah-remah makanan agar semut tidak datang.
- Jika semut pergi, ular kawat pun akan ikut pergi mencari lahan perburuan baru.
3. Kendalikan Kelembapan Ruangan
- Pastikan ventilasi kamar mandi atau gudang Anda cukup baik agar tidak terlalu lembap.
- Perbaiki keran bocor yang membuat tanah atau lantai terus-menerus basah. Jika area tersebut kering, ular kawat akan otomatis menghindarinya.
4. Tutup Celah Lantai (Re-grouting)
- Periksa lantai kamar mandi dan area cuci baju. Apakah ada semen nat keramik yang terkelupas atau berlubang?
- Segera tambal celah-celah tersebut dengan semen putih atau sealant tahan air. Ini akan memutus akses mereka dari tanah di bawah rumah untuk naik ke permukaan lantai.
5. Pindahkan Pot Tanaman
- Jika Anda ingin menaruh tanaman di dalam rumah (indoor plant), cek dulu kondisi tanahnya.
- Berikan alas piringan di bawah pot agar ular tidak langsung turun ke lantai jika mereka keluar dari lubang drainase pot.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)