Liputan6.com, Jakarta Banyak orang menganggap semua ular berbahaya, padahal tidak semua spesies memiliki bisa mematikan. Namun, bagaimana jika ular yang dikenal berbisa kehilangan gigi taringnya? Apakah ia masih tetap berbahaya? Pertanyaan ini sering muncul, terutama karena banyak orang tidak memahami anatomi dan mekanisme gigitan ular secara detail.
Gigi taring (fangs) adalah bagian penting dalam sistem pertahanan dan berburu ular berbisa. Melalui taring inilah racun disalurkan ke tubuh mangsa. Kehilangan taring tentu akan memengaruhi kemampuan ular untuk menyuntikkan bisa, tetapi bukan berarti ular tersebut sepenuhnya tidak berbahaya. Untuk memahami jawabannya secara ilmiah, kita perlu melihat bagaimana struktur gigi dan bisa bekerja pada berbagai jenis ular.
Liputan6.com akan mengulas lebih dalam tentang “Apakah ular berbisa tetap berbahaya jika gigi taringnya tidak ada?” berdasarkan rujukan dari laman African Snakebite Institute dan environment.qld.gov.au, dua sumber terpercaya yang membahas anatomi, klasifikasi, dan perilaku ular di alam liar, Senin (3/11/2025).
Mengenal Struktur Gigi dan Taring Ular
Menurut African Snakebite Institute, hampir semua ular memiliki gigi yang tipis, tajam, dan melengkung ke belakang untuk mencengkeram mangsa. Ular berbisa memiliki tambahan berupa taring khusus (fangs) yang berfungsi menyuntikkan racun. Taring ini terhubung dengan kelenjar bisa melalui saluran kecil seperti jarum suntik hipodermik.
Taring ular tidak bersifat permanen. Sama seperti gigi pada hiu, taring ular akan rontok dan tumbuh kembali sepanjang hidupnya. Setiap ular berbisa memiliki 4–6 taring di setiap sisi rahang atas dalam berbagai tahap perkembangan. Ketika satu taring lepas, taring lain yang sudah matang akan maju menggantikannya dan langsung tersambung ke saluran bisa. Inilah sebabnya, meskipun seekor ular kehilangan satu atau dua taring aktif, biasanya masih ada taring cadangan yang siap digunakan.
Jenis dan posisi taring pada ular juga bervariasi, dan ini berpengaruh pada seberapa berbahaya mereka:
- Aglyphous – Tidak memiliki taring dan tidak berbisa (misalnya python, ular rumah).
- Opisthoglyphous – Taring di bagian belakang mulut (seperti boomslang), bisa lemah dan hanya berbahaya bila ular menggigit lama.
- Proteroglyphous – Taring pendek di depan mulut dan bisa kuat (misalnya kobra, mamba).
- Solenoglyphous – Taring panjang dan dapat dilipat (misalnya adder, viper).
Apakah Ular Berbisa Tetap Berbahaya Jika Gigi Taringnya Tidak Ada?
Secara logis, hilangnya gigi taring berarti ular tidak dapat menyuntikkan bisa ke mangsa atau musuh. Namun, jawabannya tidak sesederhana itu.
Menurut penjelasan African Snakebite Institute, selama masih ada taring cadangan atau taring pengganti yang terhubung ke saluran bisa, ular tetap berpotensi berbahaya. Proses penggantian taring terjadi secara bergantian antara sisi kiri dan kanan mulut. Jadi, meskipun satu sisi kehilangan taring aktif, sisi lainnya masih bisa berfungsi.
Namun, dalam kondisi ekstrem, misalnya jika seekor ular benar-benar kehilangan semua taring aktif dan cadangan, maka ia tidak dapat menyuntikkan racun. Dalam keadaan seperti ini, ular mungkin hanya bisa menggigit secara mekanis (seperti gigitan tanpa racun). Gigitan itu tetap menyakitkan, bisa menimbulkan infeksi, tetapi tidak menyebabkan envenomasi (keracunan bisa).
Walau begitu, menurut laman environment.qld.gov.au, para ahli tetap menyarankan masyarakat tidak menganggap ular tanpa taring sebagai hewan yang aman. Ada beberapa alasan ilmiah di balik ini:
- Taring Ular Mudah Tumbuh Kembali: Karena taring terus beregenerasi, sulit memastikan apakah ular benar-benar kehilangan semua taring berbisa pada saat seseorang mendekatinya.
- Refleks Pertahanan Tetap Kuat: Ular berbisa tetap akan menunjukkan perilaku defensif, seperti melilit, menyambar, atau bahkan “menyemprot” bisa (seperti pada kobra penyembur). Jadi, meskipun tidak bisa menyuntikkan racun, ular masih bisa menimbulkan bahaya melalui kontak fisik atau stres yang menyebabkan cedera.
- Risiko Salah Identifikasi: Seperti dijelaskan dalam laman Queensland Environment, warna dan bentuk ular sering menipu. Banyak orang tidak bisa membedakan antara spesies berbisa dan tidak berbisa hanya dengan melihat warna atau pola tubuhnya. Akibatnya, tindakan mendekat atau mencoba memegang ular yang dianggap “tak bertaring” bisa berujung fatal.
- Efek Racun Tak Selalu Terlihat dari Luka Gigitan: African Snakebite Institute mencatat bahwa bekas gigitan ular berbisa bisa sangat kecil, kadang hanya berupa goresan halus. Artinya, seseorang bisa mengalami gejala envenomasi meskipun tidak melihat bekas dua tusukan taring khas. Jadi, hilangnya taring tidak selalu berarti gigitan itu aman.
Dengan demikian, meskipun kehilangan gigi taring dapat menurunkan kemampuan ular berbisa dalam menyuntikkan racun, ular tersebut tetap berbahaya karena potensi taring cadangan, refleks agresif, dan risiko salah identifikasi.
Hati-hati Tetap yang Utama
Dari sisi ekologi, ular memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan populasi mangsa seperti tikus, burung kecil, dan amfibi. Karena itu, penting bagi manusia untuk tidak membunuh ular, tetapi menjaga jarak aman dan memanggil penangkap ular profesional bila perlu.
Laman environment.qld.gov.au juga mengingatkan bahwa sebagian besar kasus gigitan terjadi karena manusia mencoba menangkap atau membunuh ular. Prinsip paling aman adalah biarkan ular pergi dengan sendirinya.
Jadi, ketika ditanya “Apakah ular berbisa tetap berbahaya jika gigi taringnya tidak ada?” jawabannya adalah: ➡ Ya, ular berbisa tetap berbahaya. Kehilangan taring aktif tidak berarti kehilangan seluruh kemampuan berbisa, karena ular memiliki taring cadangan, refleks pertahanan kuat, dan bisa tumbuh kembali dengan cepat.
FAQ Seputar Ular Berbisa
1. Apakah semua ular berbisa memiliki taring?
Ya. Ular berbisa memiliki taring khusus yang tersambung dengan kelenjar bisa. Namun, struktur dan posisi taring berbeda pada tiap kelompok ular.
Proses penggantian taring berlangsung terus-menerus sepanjang hidup ular. Saat satu taring tanggal, taring baru yang sudah matang akan segera menggantikan posisinya.
3. Apakah ular tanpa taring bisa menggigit manusia?
Bisa. Ular tetap dapat menggigit menggunakan gigi lainnya, meskipun tanpa taring. Gigitan semacam ini bisa menyebabkan luka dan infeksi meski tidak beracun.
4. Apakah gigitan ular berbisa selalu menimbulkan dua bekas tusukan?
Tidak selalu. Kadang hanya terlihat satu luka kecil atau bahkan goresan halus, tetapi racun sudah masuk ke jaringan tubuh.
5. Apa yang harus dilakukan jika melihat ular di rumah?
Jangan panik dan jangan mencoba menangkapnya. Tutup akses keluar-masuk ruangan, lalu hubungi petugas atau penangkap ular profesional untuk menanganinya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427690/original/075840300_1764408573-model_gamis_batik_motif_lembut__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427679/original/036104300_1764407253-nasi_rp5000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)