Apakah Cuka Bisa Mengusir Cicak dari Rumah? Ketahui Penggunaan yang Efektif

3 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang mulai mencari solusi alami untuk menghadapi hewan kecil di rumah, termasuk cicak yang sering muncul di dapur maupun ruang tamu. Pertanyaan apakah cuka bisa mengusir cicak pun kerap dibahas, terutama oleh mereka yang ingin menghindari penggunaan bahan kimia keras. Tren penggunaan bahan dapur sebagai pengusir hama membuat topik ini semakin menarik untuk ditelusuri lebih jauh.

Masyarakat juga kerap mempertimbangkan efektivitas setiap bahan rumah tangga sebelum dipakai, terutama bahan beraroma tajam. Pembahasan tentang apakah cuka bisa mengusir cicak menjadi relevan, mengingat cicak sering muncul akibat adanya serangga kecil. Upaya mencegah kedatangan cicak melalui aroma tertentu pun menjadi alternatif yang dinilai praktis untuk diterapkan sehari-hari.

Kesadaran akan pentingnya menjaga area rumah tetap nyaman terus meningkat, sehingga topik apakah cuka bisa mengusir cicak semakin banyak dicari. Banyak orang ingin memahami mekanisme kerja cuka, seperti efek aromanya atau tingkat keasaman cairannya. Dari pemahaman tersebut, masyarakat dapat menilai apakah metode ini layak dicoba sebagai langkah awal mengurangi kehadiran cicak di dalam rumah.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (25/11/2025).

Mengapa Cuka Dapat Mengusir Cicak?

Pemanfaatan cuka sebagai pengusir cicak bukanlah sekadar trik rumah tangga tanpa dasar. Sifat alami cuka, mulai dari aromanya hingga tingkat keasamannya, memberikan efek yang cukup kuat bagi sistem sensorik cicak, sehingga keberadaannya dapat diminimalkan tanpa metode ekstrem.

1. Aroma Cuka Terlalu Menyengat bagi Indera Penciuman Cicak

Cuka dikenal memiliki bau yang tajam dan menusuk hidung, terutama bila digunakan dalam jumlah tidak terlalu sedikit. Aroma ini memang relatif aman dan tidak mengganggu manusia, sebab indera penciuman manusia tidak sepeka hewan kecil seperti cicak.

Cicak memiliki kemampuan mendeteksi bau secara lebih intens melalui organ sensorik di tubuhnya, sehingga aroma cuka yang kuat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Ketika suatu area mengeluarkan bau cuka, cicak cenderung menjauh demi menghindari ketidaknyamanan tersebut dan mencari tempat lain yang lebih netral aromanya.

2. Keasaman Cuka Mengganggu Kenyamanan Kulit Cicak

Selain aromanya, keasaman cuka juga memberikan pengaruh signifikan terhadap respons cicak. Cuka memiliki sifat asam yang cukup tinggi, sehingga ketika mengenai permukaan tempat cicak berjalan, cairan tersebut dapat menyebabkan sensasi tidak menyenangkan pada kulitnya yang sangat sensitif.

Bagian kaki cicak yang berfungsi untuk menempel pada dinding atau permukaan lainnya dapat terganggu, ketika bersentuhan dengan residu cuka. Rasa perih atau ketidaknyamanan inilah yang membuat cicak menghindari area tertentu setelah disemprot larutan tersebut.

3. Permukaan yang Terkena Cuka Menjadi Kurang Ideal untuk Cicak Menempel

Selain mengganggu kulit cicak, cuka juga dapat mengubah karakter permukaan tempat cicak biasa berjalan atau menempel. Setelah disemprot atau dilap memakai cuka, permukaan seperti keramik, kaca, atau meja dapur sering kali menjadi lebih licin.

Cicak sangat bergantung pada kemampuan kakinya untuk menahan tubuh di permukaan vertikal, sehingga perubahan tekstur sekecil apa pun bisa mempersulit pergerakan mereka. Kondisi licin ini membuat cicak kehilangan daya cengkeram, sehingga mereka memilih menghindari wilayah tersebut dan berpindah ke area lain yang memberikan pijakan lebih aman.

Cara Menggunakan Cuka untuk Mengusir Cicak

Pemanfaatan cuka sebagai pengusir cicak dapat dilakukan melalui beberapa langkah sederhana, namun hasilnya akan jauh lebih optimal jika prosesnya dilakukan secara teratur dan pada area yang tepat. Cuka tidak hanya bekerja melalui aromanya yang menyengat, tetapi juga melalui sifat keasamannya yang mampu memberikan efek tidak nyaman bagi cicak. Untuk itu, diperlukan metode penerapan yang benar agar hasilnya maksimal dan wilayah rumah terbebas dari hewan kecil tersebut.

1. Membuat Larutan Semprot Cuka yang Konsentrasinya Tepat

Langkah pertama melibatkan pembuatan larutan cuka yang akan digunakan sebagai semprotan pengusir cicak. Anda bisa menggunakan cuka dapur jenis apa pun, baik cuka putih maupun cuka apel, selama memiliki tingkat keasaman cukup tinggi.

Campurkan cuka murni dan sedikit air ke dalam botol semprot, lalu aduk sampai merata. Konsentrasi tidak harus terlalu pekat, namun idealnya tetap cukup kuat agar aroma dan sifat asamnya tetap terasa. Larutan ini akan menjadi alat utama untuk menghalau cicak dari area tertentu di rumah.

2. Menyemprot Area yang Sering Menjadi Tempat Cicak Beraktivitas

Setelah larutan siap, aplikasikan cairan tersebut pada titik-titik yang kerap menjadi jalur lalu-lintas cicak. Biasanya lokasi tersebut meliputi sudut ruangan, dinding dekat lampu, area dapur, belakang lemari, serta permukaan dekat sumber makanan.

Ketika permukaan tersebut terkena cuka, cicak akan merasakan ketidaknyamanan ketika mencoba mendekat, sehingga perlahan-lahan mereka akan berhenti menjadikan lokasi itu sebagai tempat bersinggah. Penyemprotan sebaiknya dilakukan secara berkala agar aroma cuka tetap bertahan.

3. Mengelap Permukaan Tertentu untuk Meninggalkan Aroma dan Keasaman

Selain disemprot, cuka dapat digunakan sebagai cairan pembersih yang meninggalkan residu aroma cukup kuat. Caranya ialah menuangkan sedikit cuka pada kain lap, kemudian mengusapkannya pada permukaan yang sering dipanjat cicak, seperti kusen jendela, permukaan meja dapur, atau daerah dekat ventilasi.

Metode ini membuat permukaan memiliki aroma cuka yang tahan lebih lama dibanding semprotan, sekaligus meninggalkan lapisan tipis bersifat asam yang tidak disukai cicak. Cara ini ideal diterapkan di area yang tidak ingin terlalu basah.

4. Menaruh Kapas atau Wadah Kecil Berisi Cuka pada Area Tertentu

Selain metode semprot dan lap, Anda juga dapat memanfaatkan cuka sebagai pengusir pasif. Cukup rendam kapas dalam cuka atau tuang sedikit cuka ke dalam wadah kecil, lalu letakkan di lokasi strategis. Aroma pekat yang keluar dari kapas atau wadah akan menyebar ke area sekitar dan membuat cicak enggan mendekat. Teknik ini sangat membantu untuk menjaga sudut ruangan tetap bebas cicak tanpa harus menyemprot ulang terlalu sering.

5. Mengulang Proses Secara Konsisten untuk Efek Jangka Panjang

Meskipun cuka cukup efektif, efektivitas ini bergantung pada konsistensi penggunaannya. Aroma cuka akan berkurang seiring waktu, sehingga perlu dilakukan pengaplikasian ulang setiap beberapa hari, terutama jika ruangan sering dibersihkan atau terkena angin. Pemakaian rutin memastikan cicak tidak pernah merasa nyaman lagi di area tersebut, sehingga akhirnya mereka pindah ke tempat lain yang tidak mengganggu lingkungan rumah Anda.

Kekurangan Menggunakan Cuka untuk Mengusir Cicak

Meskipun cuka sering dianggap sebagai bahan rumah tangga yang praktis dan mudah dijangkau, pemanfaatannya untuk mengusir cicak sebenarnya memiliki sejumlah keterbatasan. Beberapa kekurangan ini perlu diperhatikan agar pengguna tidak menaruh ekspektasi berlebih, sebab efektivitas cuka sangat bergantung pada kondisi rumah, kebiasaan penghuni, serta tingkat keberadaan cicak di suatu area. Penjelasan berikut memberi gambaran menyeluruh tentang berbagai sisi negatif penggunaan cuka sebagai pengusir cicak.

1. Efektif Hanya Bersifat Sementara

Aroma cuka memang cukup kuat pada awal penggunaan, tetapi seiring menguapnya cairan, efeknya akan memudar dalam waktu relatif singkat. Cicak bisa kembali muncul setelah aroma mereda, terutama pada area yang memiliki sirkulasi udara baik atau sering terkena angin. Oleh sebab itu, penggunaan cuka membutuhkan pengaplikasian berulang agar hasilnya tetap terasa, dan hal ini tentu memakan waktu serta tenaga tambahan.

2. Kurang Efektif untuk Ruangan Luas atau Cicak dalam Jumlah Banyak

Pada rumah besar atau ruangan luas, efek cuka tidak akan menyebar secara merata. Cicak dapat berpindah ke tempat lain dalam ruangan tanpa sepenuhnya pergi dari rumah. Jika jumlah cicak cukup banyak, kemampuan cuka dalam membuat mereka menjauh menjadi lebih rendah. Dalam situasi seperti ini, cuka hanya mampu berperan sebagai pengusir lokal pada titik tertentu, bukan solusi menyeluruh untuk mengatasi infestasi cicak.

3. Dapat Meninggalkan Aroma Kurang Nyaman bagi Penghuni Rumah

Walaupun aroma cuka aman dan tidak berbahaya, sebagian orang merasa terganggu oleh baunya yang tajam. Terutama bila cuka diaplikasikan pada area dapur, kamar tidur, atau ruang keluarga, bau asam yang bertahan cukup lama dapat membuat ruangan terasa kurang nyaman. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi mereka yang sensitif terhadap aroma kuat.

4. Berpotensi Merusak Permukaan Tertentu

Keasaman cuka berisiko merusak beberapa jenis material, terutama permukaan yang sensitif terhadap zat asam. Beberapa kayu finishing, marmer, ubin tertentu, serta permukaan logam tertentu dapat berubah warna, kusam, atau terkikis jika terus menerus terkena cuka. Pengguna harus selektif dalam memilih lokasi penyemprotan agar tidak menimbulkan kerusakan jangka panjang.

5. Tidak Menyentuh Sumber Masalah Sebenarnya

Cicak muncul terutama karena adanya makanan seperti serangga kecil. Cuka hanya menakuti cicak lewat aroma dan keasaman, tanpa menyelesaikan akar permasalahan, di mana  banyaknya sumber makanan di rumah. Jika serangga tetap hadir, cicak akan terus kembali mencari tempat aman meskipun beberapa titik telah diberi cuka. Untuk menghilangkan cicak secara permanen, kebersihan rumah tetap menjadi faktor utama.

6. Penggunaan Rutin Membutuhkan Waktu dan Konsistensi

Mengusir cicak menggunakan cuka bukan metode instan. Dibutuhkan kesabaran serta konsistensi dalam mengaplikasikannya, mulai dari menyemprot, mengelap, hingga menaruh cuka di wadah kecil di beberapa sudut ruangan. Proses yang harus diulang berkali-kali ini bisa menjadi kurang praktis untuk orang yang memiliki aktivitas padat.

Alternatif Alami Lainnya untuk Mengusir Cicak

Selain cuka, terdapat berbagai bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk membantu mengurangi kehadiran cicak di dalam rumah. Setiap bahan memiliki karakteristik, aroma, dan mekanisme kerja berbeda, sehingga pengguna dapat memilih metode yang paling sesuai kondisi ruangan maupun preferensi pribadi.

Beberapa bahan berikut bekerja melalui aroma kuat, sensasi pedas, hingga efek yang membuat cicak merasa tidak nyaman berada di area tertentu. Seluruh alternatif ini relatif aman untuk manusia dan hewan peliharaan, sekaligus lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan bahan kimia keras.

1. Bawang Putih dan Bawang Merah

Aroma bawang, terutama bawang putih, memiliki senyawa sulfur yang cukup kuat dan tidak disukai cicak. Beberapa cara penggunaannya meliputi:

  • Menumbuk bawang putih lalu meletakkannya di area dinding atau sudut tempat cicak sering muncul.
  • Menggosok permukaan tertentu menggunakan bawang hingga aromanya menempel.
  • Mencampurkan bawang halus ke dalam air kemudian menyemprotkannya ke area rawan cicak.
  • Efek aroma menyengat ini sering kali membuat cicak menjauh dalam waktu cepat.

2. Kopi Bubuk atau Ampas Kopi

Bau kopi yang tajam, terutama kopi hitam pekat, bisa membuat cicak enggan mendekat. Cara penggunaannya juga sangat mudah:

  • Letakkan bubuk kopi kering di wadah kecil pada beberapa titik strategis.
  • Sebarkan ampas kopi pada dekat pintu, sudut dapur, atau tempat serangga sering muncul.
  • Selain membantu menahan cicak, kopi juga dapat mengurangi aroma tidak sedap di ruangan.

3. Lada atau Cabai (Larutan Pedas)

  • Larutan cabai atau lada hitam dapat menghasilkan sensasi pedas menyengat yang cenderung mengganggu indera cicak. Penggunaannya cukup sederhana:
  • Rebus cabai rawit atau campurkan bubuk lada ke dalam air.
  • Tuang larutan tersebut ke dalam botol semprot.
  • Semprotkan ke permukaan tempat cicak sering berjalan.
  • Cicak umumnya akan menghindari area yang terasa pedas pada telapak kakinya.

4. Kulit Telur Kering

Meski terdengar tidak biasa, kulit telur kering sering digunakan sebagian orang untuk menghalau cicak. Aroma khas dari sisa protein pada kulit telur memberikan sinyal bahaya bagi cicak, seolah ada predator di sekitar. Caranya:

  • Cuci kulit telur, jemur hingga kering, lalu letakkan di sudut dapur atau rak tinggi.
  • Ganti kulit telur setelah aromanya hilang.
  • Metode ini sangat murah dan memanfaatkan sisa dapur.

5. Daun Pandan atau Sereh

Cicak kurang menyukai aroma wangi tajam dari daun pandan maupun sereh. Dua bahan ini mengandung minyak atsiri yang memengaruhi sensitivitas penciuman cicak. Pengguna cukup:

  • Mengikat beberapa helai daun pandan lalu menaruhnya di tempat-tempat tertentu.
  • Menumbuk sereh agar aromanya keluar, kemudian meletakkannya di sudut ruangan.
  • Aromanya membuat ruangan harum sekaligus mengurangi cicak.

6. Minyak Kayu Putih atau Essential Oil

Beberapa minyak esensial memiliki aroma kuat yang tidak disukai cicak, seperti:

  • Tea tree oil
  • Peppermint oil
  • Eucalyptus oil
  • Lavender oil

Cara penggunaan:

  • Campurkan 5–10 tetes essential oil ke dalam air.
  • Masukkan ke botol semprot.
  • Semprotkan ke dinding, ventilasi, atau sekitar lampu tempat cicak sering menunggu mangsa.
  • Aroma intens dari minyak atsiri dapat membuat cicak sulit bertahan lama di area tersebut.

FAQ Seputar Topik

Apakah cuka bisa mengusir cicak dari rumah?

Ya, cuka sangat efektif mengusir cicak karena aroma kuat dan tajamnya yang tidak disukai oleh indra penciuman cicak yang sensitif.

Bagaimana cara membuat cairan pengusir cicak menggunakan cuka?

Campurkan 3 sendok makan sabun cuci piring, 3 sendok makan cuka, dan 250 ml air, lalu aduk rata dan masukkan ke botol semprot.

Seberapa sering cairan cuka harus disemprotkan untuk mengusir cicak?

Disarankan untuk menyemprotkan cairan cuka secara teratur, sekitar 2-3 kali seminggu, untuk menjaga efektivitasnya.

Selain cuka, bahan alami apa lagi yang bisa digunakan untuk mengusir cicak?

Bahan alami lain seperti bawang putih, lada, kopi, kapur barus, serai, mint, eucalyptus, dan cangkang telur juga efektif mengusir cicak.

Apakah penggunaan cuka aman untuk mengusir cicak di rumah?

Ya, penggunaan cuka sebagai pengusir cicak relatif aman bagi manusia dan hewan peliharaan jika digunakan dengan benar, menjadikannya alternatif yang lebih disukai daripada insektisida kimia.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |