Apa Itu Siklon Senyar? Siklon Tropis Langka Penyebab Bencana di Aceh-Sumut

2 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta Siklon Tropis Senyar menjadi perhatian masyarakat setelah menerjang wilayah Semenanjung Malaysia, Thailand Selatan, dan Sumatra, Indonesia pada November 2025.

Fenomena cuaca ekstrem ini dikenal sebagai siklon tropis yang langka. Kehadirannya menimbulkan dampak signifikan berupa hujan deras, angin kencang, serta banjir bandang di sejumlah area terdampak.

Kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Senyar adalah mencapai 49 mph atau sekitar 80 km/jam, hal tersebut menunjukkan kekuatan anginnya yang dapat menyebabkan kerusakan.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait siklon ini, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Peristiwa ini juga menyoroti anomali iklim di wilayah Selat Malaka yang secara teoritis kurang mendukung pembentukan siklon tropis.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan apa itu seklon senyar, Kamis (27/11/2025).

Definisi dan Pembentukan Siklon Tropis Senyar

Siklon Tropis Senyar adalah fenomena cuaca langka yang pertama kali teridentifikasi pada November 2025. Sistem ini berasal dari Bibit Siklon 95B yang telah terdeteksi sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, tepatnya di Selat Malaka.

Bibit siklon tersebut mengalami penguatan bertahap, mulai dari depresi tropis hingga akhirnya berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar pada 26 November 2025 pukul 07.00 WIB.

Melansir laman BMKG, bibit Siklon 95B berpotensi menimbulkan gelombang tinggi (2.5-4.0 m) di Selat Malaka bagian Tengah, Perairan Timur Sumatra Utara, serta Samudera Hindia barat Aceh hingga Nias. Sementara itu, gelombang sedang (1.25-2.5 m) berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara, Perairan Rokan Hilir, Dumai-Bangkalis.

Pusat Siklon Tropis Senyar berada di sekitar 5.0° Lintang Utara (LU) dan 98.0° Bujur Timur (BT), dengan tekanan udara minimum mencapai 998 hPa.

Tekanan rendah tersebut menandakan intensitas siklon yang cukup kuat. Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat sistem tercatat mencapai 43 knot atau sekitar 80 km/jam, sehingga berpotensi menimbulkan dampak signifikan baik di wilayah daratan maupun perairan.

Dengan karakteristik tersebut, Siklon Tropis Senyar menjadi ancaman serius bagi area yang berada di jalur pergerakannya. Kondisi atmosfer yang mendukung memungkinkan proses pembentukannya berlangsung cukup cepat.

Pemantauan dan analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjadi elemen penting untuk memahami dinamika, arah pergerakan, serta potensi dampaknya bagi masyarakat.

Pergerakan dan Fenomena Langka

Mengutip kajian yang dipublikasikan di Environmental Science Journal (ESJo): Jurnal Ilmu LingkunganVolume 2 No. 1 Desember 2023, badai siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Biasanya beradius rata-ratanya sekitar 150-200 km. Siklon tropis ini terbentuk dari atas laut yang suhu air lautnya hangat, lebih dari 26,5 derajat celcius, dan angin kencang yang putarannya memiliki kecepatan 63km/jam.

Pada awalnya, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 10 km/jam dan sempat mendekati daratan Aceh. Namun, pembaruan data menunjukkan adanya perubahan pola gerak. Siklon ini kemudian berbelok menuju timur, kembali ke area Selat Malaka, dan diperkirakan akan melintas ke wilayah Malaysia.

Kehadiran Siklon Tropis Senyar menjadi fenomena yang jarang terjadi di kawasan Selat Malaka. Indonesia berada sangat dekat dengan garis khatulistiwa, sehingga secara teori kurang mendukung pembentukan maupun lintasan siklon tropis. Hal ini karena gaya Coriolis — yang menjadi faktor penting dalam pembentukan siklon — sangat lemah di area dekat ekuator.

Meski demikian, anomali iklim global dan dinamika atmosfer regional dapat meningkatkan peluang munculnya sistem tekanan rendah dan bibit siklon di sekitar Indonesia.

Kondisi inilah yang memungkinkan bibit siklon berkembang menjadi siklon tropis meskipun berada di wilayah yang kurang ideal. BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat mengingat fenomena atmosfer yang tidak lazim ini.

Dampak Luas di Tiga Negara

Siklon Tropis Senyar menimbulkan dampak signifikan di tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

  • Indonesia

Di Indonesia, siklon ini memicu hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di Aceh dan Sumatra Utara, serta hujan sedang–lebat di sebagian Sumatra Barat dan Riau. Banjir dan tanah longsor melanda 11 kabupaten di Sumatra Utara, termasuk Kota Sibolga dan Tapanuli Selatan.

Melansir dari laman resmi BMKG, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, Siklon Tropis Senyar memberikan dampak berupa hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di wilayah Aceh dan Sumut, hujan sedang-lebat di sebagian wilayah Sumbar dan Riau.

Selain itu, angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, Kep. Riau, dan Riau; serta gelombang kategori sedang (1.25 – 2.5 m) di wilayah Selat Malaka bagian tengah, Perairan Sumatera Utara, dan Perairan Rokan Hilir. Gelombang kategori tinggi (2.5 – 4.0 m) di wilayah Selat Malaka bagian utara, Perairan Aceh, dan Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias.

  • Malaysia

Di Malaysia, Siklon Tropis Senyar menyebabkan banjir besar di Semenanjung Malaysia hingga memaksa lebih dari 21.000 warga dievakuasi di 10 negara bagian. Setidaknya satu orang dinyatakan meninggal akibat bencana ini.

  • Thailand

Sementara itu di Thailand, banjir bandang yang dipicu siklon melanda wilayah Thailand Selatan, menewaskan sedikitnya 46 orang dan berdampak pada 3,2 juta penduduk. Banjir parah terjadi di 20 provinsi, dengan Hat Yai menjadi wilayah terdampak paling parah, di mana ketinggian air mencapai hingga 2 meter.

Q & A Seputar Topik

Apa itu Siklon Tropis Senyar?

Siklon Tropis Senyar adalah siklon tropis langka dan mematikan yang menerjang Semenanjung Malaysia, Thailand Selatan, dan Sumatra, Indonesia pada November 2025, dengan kecepatan angin maksimum 80 km/jam.

Kapan dan di mana Siklon Tropis Senyar terbentuk?

Siklon Tropis Senyar terbentuk dari Bibit Siklon 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka, dan menguat menjadi siklon pada 26 November 2025.

Mengapa Siklon Tropis Senyar dianggap fenomena langka?

Siklon ini dianggap langka karena terbentuk di wilayah Selat Malaka yang dekat khatulistiwa, di mana secara teoritis kurang mendukung pembentukan siklon tropis karena lemahnya gaya Coriolis.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |