Anak Kampung Juga Bisa Cuan: 15 Usaha Sederhana yang Dicari Warga Sekitar 2026

21 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Perubahan pola konsumsi masyarakat desa dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang semakin jelas, di mana warga kampung mulai mengutamakan kemudahan akses, kedekatan lokasi, serta ketersediaan kebutuhan pokok yang dapat diperoleh dengan cepat tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pergi ke kota.

Memasuki tahun 2026, kecenderungan tersebut diperkirakan akan semakin menguat seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital, bertambahnya aktivitas ekonomi rumah tangga, serta tekanan kebutuhan hidup yang membuat warga desa mencari layanan dan produk yang praktis, terjangkau, dan selalu tersedia di lingkungan sekitar.

Situasi ini membuka peluang besar bagi anak kampung untuk membangun usaha sederhana yang relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat, karena bisnis yang tumbuh dari permasalahan sehari-hari warga cenderung memiliki pasar yang stabil, risiko yang lebih terkendali, dan potensi cuan yang berkelanjutan.

1. Toko Kelontong Tetap Menjadi Penopang Utama Ekonomi Kampung

Toko kelontong masih menjadi usaha yang paling dicari warga kampung karena menyediakan berbagai kebutuhan pokok harian seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan dapur lain yang dibeli secara rutin dan tidak bisa ditunda.

Usaha ini umumnya dimulai dari skala kecil dengan memanfaatkan ruang rumah sendiri, lalu berkembang secara bertahap seiring meningkatnya kepercayaan warga terhadap kelengkapan barang, kestabilan harga, dan kemudahan akses yang ditawarkan.

Dengan pengelolaan stok yang rapi, pencatatan sederhana, serta penambahan layanan pembayaran digital, toko kelontong mampu beradaptasi dengan perubahan kebiasaan belanja warga desa tanpa kehilangan karakter usaha lokalnya.

2. Pulsa dan Token Listrik Menjadi Kebutuhan Digital yang Terus Dibutuhkan

Kebutuhan pulsa dan token listrik di kampung terus meningkat seiring meluasnya penggunaan ponsel pintar, perangkat elektronik rumah tangga, serta aktivitas digital yang semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Usaha ini relatif mudah dijalankan karena hanya membutuhkan perangkat ponsel, aplikasi penjualan resmi, serta saldo awal yang dapat disesuaikan dengan kemampuan modal pelaku usaha.

Kecepatan pelayanan, ketersediaan saldo setiap waktu, dan keakuratan transaksi menjadi faktor utama yang membuat warga lebih memilih membeli pulsa dan token listrik di lingkungan terdekat.

3. Agen LPG dan Air Minum Isi Ulang Menjawab Kebutuhan Dasar Warga

Gas LPG dan air minum bersih merupakan kebutuhan pokok rumah tangga yang selalu dibutuhkan setiap hari, sehingga permintaannya cenderung stabil dan tidak terpengaruh musim.

Usaha ini biasanya diawali dengan pengurusan izin, penyediaan tempat penyimpanan yang aman, serta pengaturan distribusi agar pasokan tetap terjaga dan tidak mengganggu aktivitas warga.

Dengan pelayanan yang konsisten dan ketersediaan stok yang terjamin, agen LPG dan air minum isi ulang mampu menjadi sumber pendapatan rutin dalam jangka panjang.

4. Jualan Makanan dan Jajanan Memiliki Perputaran Uang Harian

Makanan siap santap seperti gorengan, takjil, dan camilan sehat selalu memiliki pasar di kampung karena menjadi solusi praktis bagi warga yang membutuhkan konsumsi cepat dengan harga terjangkau.

Usaha ini dapat dimulai dari dapur rumah dengan fokus pada kebersihan, cita rasa yang konsisten, serta porsi yang sesuai dengan selera masyarakat sekitar.

Seiring berkembangnya usaha, variasi menu, jam jualan yang fleksibel, serta pemanfaatan promosi dari mulut ke mulut dapat meningkatkan jumlah pelanggan secara bertahap.

5. Laundry Kiloan Rumahan Menjawab Kebutuhan Gaya Hidup Praktis

Kesibukan warga desa yang semakin meningkat membuat layanan laundry kiloan rumahan menjadi alternatif praktis bagi keluarga yang tidak memiliki banyak waktu untuk mencuci pakaian sendiri.

Usaha ini umumnya dimulai dengan mesin cuci sederhana, pengaturan alur kerja yang efisien, serta penetapan tarif yang disesuaikan dengan daya beli warga sekitar.

Kualitas hasil cucian, ketepatan waktu pengerjaan, dan komunikasi yang baik dengan pelanggan menjadi kunci agar usaha ini terus digunakan secara rutin.

6. Jasa Pangkas Rambut Sederhana Selalu Dibutuhkan Sepanjang Tahun

Kebutuhan potong rambut bersifat rutin dan tidak tergantung musim, sehingga jasa pangkas rambut sederhana tetap memiliki pasar yang stabil di lingkungan kampung.

Usaha ini dapat dimulai dengan peralatan dasar dan keterampilan yang diasah melalui praktik langsung serta penyesuaian dengan selera potongan warga sekitar.

Pelayanan yang ramah, hasil potongan yang rapi, dan harga yang terjangkau akan memperkuat loyalitas pelanggan dari waktu ke waktu.

7. Budidaya Lele dan Ikan Air Tawar Menjadi Pilihan Cepat Panen

Budidaya ikan air tawar seperti lele banyak diminati karena proses perawatannya relatif mudah dan masa panennya lebih singkat dibandingkan jenis ternak lainnya.

Usaha ini dimulai dari pemilihan bibit berkualitas, pengelolaan kolam yang sesuai, serta pemberian pakan secara teratur agar pertumbuhan ikan optimal.

Hasil panen dapat dijual langsung ke warga sekitar, warung makan, atau pengepul lokal untuk mempercepat perputaran modal.

8. Ternak Ayam Kampung dan Ayam Petelur Memberikan Pendapatan Berkelanjutan

Usaha ternak ayam kampung dan ayam petelur memberikan peluang pendapatan ganda karena hasilnya dapat dijual dalam bentuk telur maupun daging.

Tahapan awal usaha meliputi pembangunan kandang sederhana, pemilihan bibit unggul, serta pengaturan pakan agar biaya operasional tetap efisien.

Permintaan ayam dan telur yang stabil di kampung membuat usaha ini cocok dijalankan sebagai sumber penghasilan jangka panjang.

9. Jual Bibit Tanaman dan Pupuk Mendukung Aktivitas Pertanian Lokal

Sebagian besar warga kampung masih bergantung pada sektor pertanian sehingga kebutuhan bibit tanaman dan pupuk terus berulang setiap musim tanam.

Usaha ini dimulai dengan memahami jenis tanaman yang paling banyak dibudidayakan oleh warga serta menyesuaikan stok dengan kebutuhan lapangan.

Ketersediaan produk yang lengkap dan berkualitas akan membuat usaha ini menjadi rujukan utama bagi petani lokal.

10. Sayuran Organik dan Hidroponik Mengikuti Tren Konsumsi Sehat

Kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat mendorong meningkatnya minat terhadap sayuran organik dan hidroponik, termasuk di lingkungan desa.

Usaha ini dapat dimulai di lahan terbatas dengan sistem tanam sederhana namun terkontrol agar kualitas hasil panen tetap terjaga.

Hasil panen yang segar dan konsisten menjadi nilai jual utama bagi konsumen yang mengutamakan kesehatan.

11. Reseller dan Dropshipper Produk Lokal Memperluas Pasar Usaha Kampung

Perkembangan teknologi digital membuat warga kampung memiliki peluang untuk memasarkan produk lokal ke pasar yang lebih luas, sehingga model usaha reseller dan dropshipper menjadi semakin relevan dan diminati menjelang 2026.

Usaha ini biasanya dimulai dengan memilih produk yang memiliki permintaan stabil seperti makanan khas daerah, kerajinan sederhana, atau kebutuhan rumah tangga, lalu memasarkan produk tersebut melalui media sosial, marketplace, dan jaringan pertemanan.

Dengan sistem reseller dan dropship, pelaku usaha tidak perlu menyimpan stok besar, dapat mengelola pesanan dari rumah, serta memiliki fleksibilitas waktu yang membuat usaha ini cocok dijalankan bersamaan dengan aktivitas utama lainnya.

12. Jasa Titip dan Pengiriman Menjadi Solusi Akses Barang dari Kota

Keterbatasan akses warga kampung terhadap pusat perbelanjaan dan toko besar membuat jasa titip dan pengiriman semakin dibutuhkan, terutama untuk barang yang tidak tersedia di lingkungan sekitar.

Usaha ini umumnya dimulai dengan memanfaatkan perjalanan rutin ke kota, mencatat pesanan warga secara sistematis, serta menetapkan biaya jasa yang jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Seiring meningkatnya kepercayaan pelanggan, jasa titip dapat berkembang menjadi layanan pengiriman rutin yang membantu warga kampung memenuhi kebutuhan tanpa harus bepergian jauh.

13. Loket Pembayaran Tagihan dan Voucher Game Mempermudah Kehidupan Digital Warga

Meningkatnya penggunaan layanan digital membuat warga kampung membutuhkan akses mudah untuk pembayaran tagihan listrik, air, internet, hingga pembelian voucher hiburan.

Usaha loket pembayaran biasanya dijalankan dengan menggabungkannya pada toko kelontong atau konter pulsa agar lebih efisien dan mudah dijangkau oleh warga sekitar.

Kemudahan transaksi, kecepatan layanan, dan keakuratan pembayaran menjadi faktor utama yang membuat usaha ini terus digunakan secara rutin oleh masyarakat desa.

14. Bengkel Motor Sederhana Tetap Dibutuhkan sebagai Layanan Esensial Desa

Motor menjadi sarana transportasi utama warga kampung untuk bekerja, beraktivitas, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga kebutuhan servis dan perawatan tidak pernah berhenti.

Usaha bengkel motor sederhana dapat dimulai dari layanan dasar seperti ganti oli, servis ringan, dan perbaikan kecil dengan peralatan yang relatif terjangkau.

Kejujuran dalam memberikan layanan, ketelitian dalam pengerjaan, serta kemampuan menjelaskan kondisi motor kepada pelanggan akan membangun kepercayaan jangka panjang.

15. Warkop Kekinian Berubah Menjadi Ruang Sosial dan Ekonomi Kampung

Perubahan gaya hidup dan kebiasaan berkumpul warga membuat warkop kekinian dengan konsep sederhana namun nyaman semakin diminati di lingkungan kampung.

Usaha ini biasanya dimulai dengan menu dasar seperti kopi, minuman sachet, dan camilan ringan, lalu dikembangkan secara bertahap mengikuti selera pengunjung.

Selain menjadi tempat nongkrong, warkop juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang mendorong perputaran ekonomi kecil di tingkat desa.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Usaha Kampung 2026

1. Apa usaha paling stabil di kampung pada 2026?

Usaha berbasis kebutuhan harian seperti sembako, makanan, dan layanan digital diperkirakan paling stabil.

2. Apakah usaha kampung masih menguntungkan?

Usaha kampung tetap menguntungkan karena menyasar kebutuhan langsung masyarakat sekitar.

3. Usaha apa yang bisa dimulai dengan modal kecil?

Pulsa, jajanan, laundry rumahan, dan reseller produk lokal dapat dimulai dengan modal terbatas.

4. Bagaimana memilih usaha yang tepat di desa?

Pemilihan usaha sebaiknya berdasarkan kebutuhan warga dan potensi lingkungan sekitar.

5. Apakah usaha pertanian masih relevan di 2026?

Usaha pertanian tetap relevan karena kebutuhan pangan bersifat berkelanjutan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |