Liputan6.com, Jakarta - Saat mencuci beras sebelum dimasak, banyak orang langsung membuang airnya yang keruh. Padahal, air cucian beras bisa menjadi pupuk cair alami yang murah dan mudah dibuat di rumah untuk tanaman Anda.
Air beras mengandung nutrisi penting yang dapat membantu tanaman tumbuh lebih subur dan sehat. Kandungan ini membuatnya sering dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk DIY yang ramah di kantong dan mudah diaplikasikan.
Namun, penggunaan air beras juga tidak boleh berlebihan. Jika salah cara atau terlalu sering digunakan, manfaatnya bisa berubah menjadi masalah bagi tanaman.
Karena itu, penting memahami cara dan metode terbaik agar hasilnya tetap optimal. Berikut ini ulasannya yang dilansir Liputan6.com dari The Spruce, Kamis (8/1/2026).
Apa Itu Air Beras dan Apakah Baik untuk Tanaman?
Air beras adalah air sisa cucian atau rendaman beras yang mengandung nutrisi penting bagi tanaman. Jika digunakan dalam takaran yang tepat, air beras sangat bermanfaat karena membantu tanaman tumbuh lebih besar dan rimbun. Kandungan pati di dalamnya berfungsi sebagai sumber energi cadangan yang mendukung pertumbuhan dan proses reproduksi tanaman.
Selain itu, air beras dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami karena mengandung unsur hara utama yang dibutuhkan semua tanaman, yaitu NPK: nitrogen untuk pertumbuhan daun, fosfor untuk akar dan bunga, serta kalium untuk daya tahan tanaman dan hasil panen.
Tak hanya itu, pati dalam air beras juga mendorong perkembangan mikroba baik di tanah, seperti bakteri lactobacilli dan jamur mycorrhizae, yang membantu penyerapan nutrisi. Seluruh manfaat ini menjadikan air beras pilihan pupuk ramah lingkungan dan mudah diterapkan di rumah.
Perlengkapan yang Dibutuhkan untuk Membuat Air Beras
Air beras sangat mudah dibuat dan hanya membutuhkan beras, air, serta peralatan dapur sederhana seperti mangkuk, panci, dan saringan halus. Semua jenis beras bisa digunakan—mulai dari beras pendek, panjang, jasmine, hingga basmati—selama tidak diberi bumbu atau tambahan apa pun.
Secara umum, ada tiga metode pembuatan air beras untuk tanaman, yaitu dengan cara mencuci (rinsing), merebus (boiling), dan fermentasi. Masing-masing metode menghasilkan kadar pati yang berbeda, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman Anda.
Pemilihan metode tergantung pada seberapa banyak nutrisi dan pati yang ingin diberikan. Semakin tinggi kandungan pati, semakin kuat pula efeknya, namun tetap perlu digunakan secara bijak agar tidak berdampak buruk bagi tanaman.
Cara Membuat Air Beras untuk Tanaman
Air Beras Fermentasi
Air beras fermentasi adalah jenis air beras yang paling efektif karena proses fermentasi mendorong pertumbuhan bakteri baik. Namun, metode ini juga membutuhkan waktu paling lama dibandingkan cara lainnya.
- Masukkan beberapa sendok nasi matang ke dalam toples kaca, lalu isi dengan air suling.
- Tutup toples menggunakan kain tipis (cheesecloth) dan simpan di tempat gelap selama 1–2 minggu untuk proses fermentasi.
- Periksa toples setiap beberapa hari. Jika muncul jamur putih, itu masih normal. Namun, jika terlihat jamur berwarna hitam, cokelat, atau oranye, segera buang dan ulangi proses dari awal.
- Setelah fermentasi selesai, saring air beras fermentasi ke dalam wadah bersih atau botol semprot.
- Encerkan air beras fermentasi dengan air biasa dengan perbandingan 1:2 sebelum digunakan pada tanaman.
Air Beras Rebusan
Merebus beras akan melepaskan pati dan nutrisi ke dalam air, yang kemudian bisa dimanfaatkan untuk menutrisi tanaman.
- Rebus dua cangkir air (tanpa garam) dalam panci kecil.
- Masukkan setengah cangkir beras mentah ke dalam air mendidih.
- Rebus hingga air berubah keruh, lalu angkat dan biarkan dingin.
- Saring beras menggunakan saringan halus, simpan air beras yang kaya pati ke dalam toples atau mangkuk.
- Pastikan air beras sudah benar-benar dingin sebelum digunakan untuk menyiram tanaman.
Air Beras Hasil Cucian
Mencuci beras adalah cara paling mudah dan cepat untuk membuat air beras bagi tanaman. Hasilnya memang tidak terlalu pekat, tetapi tetap memberikan manfaat nutrisi.
- Isi panci atau rice cooker dengan beras dan air, idealnya dengan perbandingan air dan beras 3:1.
- Rendam selama 20–30 menit, atau aduk beras dengan tangan agar pati dan nutrisi lebih cepat larut.
- Saring air beras menggunakan saringan halus ke dalam wadah bersih atau botol semprot.
- Kocok terlebih dahulu sebelum diaplikasikan ke tanaman.
Risiko Air Beras bagi Tanaman
Seperti pupuk lainnya, penggunaan air beras yang berlebihan bisa merugikan tanaman. Jika terlalu sering atau salah cara, air beras dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur berbahaya, membuat tanah mengeras, serta menarik serangga. Untuk mencegah masalah ini, air beras sebaiknya digunakan maksimal satu kali dalam sebulan.
Tanaman yang Cocok dan Tidak Dianjurkan Diberi Air Beras
Air beras sebenarnya bisa digunakan untuk hampir semua tanaman, tetapi beberapa jenis mendapatkan manfaat lebih besar. Untuk tanaman hias dalam ruangan, sukulen tertentu, lili paris (spider plant), anggrek, dan pakis cenderung tumbuh lebih baik. Di kebun, tanaman seperti cabai, tomat, kol, dan terong dapat menghasilkan panen lebih banyak jika disiram air beras.
Air beras aman untuk tanaman yang ditanam di media tanah. Namun, tidak disarankan untuk sistem hidroponik, karena kandungan pati dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dan jamur berlebihan di air, yang justru membahayakan tanaman.
FAQ
Apakah air cucian beras benar-benar bermanfaat untuk tanaman?
Ya, air beras mengandung nutrisi dan mikroba baik yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Metode air beras mana yang paling efektif?
Air beras fermentasi paling efektif, tetapi membutuhkan waktu dan harus diencerkan.
Seberapa sering air beras boleh digunakan untuk tanaman?
Maksimal satu kali dalam sebulan agar tidak merusak tanah dan tanaman.
Tanaman apa yang paling cocok diberi air beras?
Anggrek, pakis, spider plant, tomat, cabai, terong, dan kol sangat diuntungkan.
Apakah air beras aman untuk semua sistem tanam?
Tidak. Air beras tidak disarankan untuk tanaman hidroponik karena memicu jamur dan bakteri.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4647405/original/021478500_1699921826-young-woman-using-home-technology.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468448/original/054808600_1767950967-unnamed_-_2026-01-09T162824.673.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468393/original/055330000_1767949011-Gemini_Generated_Image_h50cyrh50cyrh50c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468060/original/050521800_1767940801-Teras_terasa_lapang_dengan_Penerapan_Cermin_Dinding_Outdoor__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434026/original/021848500_1764909430-unnamed_-_2025-12-05T112718.671.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467985/original/090479700_1767939578-Gamis_Rompi_Lepas_Kerah_Sanghai__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467996/original/087988900_1767939643-Gemini_Generated_Image_reah22reah22reah_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463710/original/077328100_1767668817-ilustrasi_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467952/original/027714200_1767937940-Gemini_Generated_Image_grueubgrueubgrue_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1352023/original/042981900_1474457725-youtube.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467649/original/079820400_1767926279-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467739/original/025612700_1767929070-Ibu_anggota_Kelompok_Wanita_Tani_berjualan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467938/original/050070500_1767936717-kebun_modal_0_1a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467697/original/078364900_1767927866-Toples_lebaran_bahan_Kristal__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465242/original/081309400_1767762336-tutup_nasi7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468116/original/033157100_1767942039-bersihkan_rambut_rontok3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468072/original/001477000_1767941077-ChatGPT_Image_9_Jan_2026__13.44.00.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467857/original/058811500_1767933328-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468051/original/071008000_1767940675-Gemini_Generated_Image_bspk5zbspk5zbspk.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468036/original/060095500_1767940283-ide_usaha.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347981/original/048168500_1757749990-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)