:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339134/original/079007700_1788402366-HL_Kamar.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Penyebab kamar terasa lebih panas daripada ruangan lain di rumah bisa berasal dari posisi ruangan, paparan sinar matahari, hingga sirkulasi udara yang kurang lancar. Kondisi tersebut membuat suhu di dalam kamar terasa lebih gerah, terutama pada siang hari.
Selain faktor lingkungan, penyebab kamar terasa lebih panas daripada ruangan lain di rumah juga dapat berkaitan dengan atap, dinding, jendela, atau insulasi yang kurang optimal. Panas yang masuk kemudian tersimpan lebih lama sehingga kamar sulit terasa sejuk.
Penggunaan perangkat elektronik dan pendingin ruangan yang kurang maksimal turut menjadi penyebab kamar terasa lebih panas daripada ruangan lain di rumah. Mengenali sumbernya penting agar solusi yang dipilih sesuai dan kamar kembali nyaman ditempati.
Berikut Liputan6.com merangkum dari Chapman Heating tentang penyebab kamar terasa lebih panas daripada ruangan lain di rumah, Kamis (3/9/2026).
1. Kamar Mendapat Paparan Sinar Matahari Langsung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5391083/original/062979400_1761296586-desain_kamar_tidur_ala_pinterest__5_.jpg)
Perbesar
Salah satu penyebab paling umum adalah kamar menerima terlalu banyak panas dari sinar matahari. Jendela yang berukuran besar atau menghadap langsung ke arah datangnya matahari memungkinkan lebih banyak cahaya dan panas masuk ke dalam ruangan. Kondisi ini semakin terasa jika jendela tidak dilengkapi tirai, gorden, kanopi, atau peneduh yang memadai.
Pada siang hingga sore hari, panas yang masuk melalui kaca dapat membuat suhu kamar meningkat secara perlahan. Jika panas tersebut tidak segera keluar karena sirkulasi udara terbatas, kamar dapat terasa lebih gerah dibandingkan ruangan lain yang berada di sisi rumah yang lebih teduh.
2. Kamar Berada di Lantai Atas
Kamar yang terletak di lantai atas cenderung lebih panas dibandingkan ruangan di lantai bawah. Salah satu alasannya berkaitan dengan sifat udara panas yang bergerak ke atas, sehingga area lantai atas dapat menjadi tempat berkumpulnya udara hangat.
Selain itu, lantai atas biasanya lebih banyak menerima pengaruh panas dari atap dan lingkungan luar. Karena itu, kamar di lantai dua atau lantai paling atas dapat tetap terasa panas ketika ruangan di bawah sudah mulai terasa lebih nyaman. Kondisi ini akan semakin terasa pada rumah yang tidak memiliki perlindungan panas yang cukup di bagian atap dan plafon.
3. Kamar Tepat Berada di Bawah Atap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5391078/original/028817200_1761296584-desain_kamar_tidur_ala_pinterest__2_.jpg)
Perbesar
Posisi kamar yang langsung berada di bawah atap juga dapat memengaruhi suhu di dalam ruangan. Atap menerima paparan sinar matahari selama berjam-jam dan menyerap sebagian panas tersebut. Jika tidak ada ruang atau lapisan yang cukup untuk menghambat perpindahan panas, suhu dari atap dapat memengaruhi plafon dan membuat kamar di bawahnya terasa lebih gerah.
Masalah ini biasanya lebih terasa pada siang hingga sore hari setelah atap menerima panas cukup lama. Bahkan setelah matahari mulai terbenam, kamar masih dapat terasa hangat karena panas yang tersimpan pada bagian atap dan plafon belum langsung hilang.
4. Sirkulasi Udara di Kamar Kurang Baik
Kamar yang memiliki pertukaran udara terbatas akan lebih mudah terasa pengap dan panas. Misalnya, kamar hanya memiliki satu jendela kecil, pintu sering tertutup, atau tidak terdapat bukaan lain yang memungkinkan udara panas keluar.
Berbeda dengan ruangan yang memiliki dua bukaan berseberangan sehingga udara dapat mengalir, kamar dengan sirkulasi terbatas cenderung lebih sulit membuang udara hangat. Akibatnya, panas dari luar maupun panas yang dihasilkan di dalam kamar dapat bertahan lebih lama.
5. Insulasi Ruangan Kurang Optimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5391077/original/081168500_1761296583-desain_kamar_tidur_ala_pinterest__9_.jpg)
Perbesar
Insulasi membantu mengurangi perpindahan panas antara bagian luar dan dalam rumah. Jika perlindungan terhadap panas kurang optimal, suhu dari luar akan lebih mudah memengaruhi kondisi di dalam kamar. Hal ini dapat membuat kamar terasa panas ketika cuaca di luar sedang terik.
Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan kamar tetap terasa hangat hingga sore atau malam hari. Panas yang sudah masuk ke dalam ruangan membutuhkan waktu untuk berkurang, terutama jika dinding, plafon, atau bagian rumah lainnya ikut menyerap panas sepanjang hari.
6. Dinding dan Plafon Menyimpan Panas
Beberapa material bangunan dapat menyerap panas sepanjang hari dan melepaskannya kembali secara perlahan. Dinding, lantai, dan plafon yang terus-menerus terkena panas dapat membuat kamar tetap terasa hangat meskipun matahari sudah tidak terlalu terik.
Itulah sebabnya suhu kamar terkadang masih terasa tinggi pada malam hari. Udara di luar mungkin sudah lebih sejuk, tetapi panas yang tersimpan pada bagian bangunan belum sepenuhnya dilepaskan. Kondisi ini bisa semakin terasa jika kamar berada di sisi rumah yang menerima paparan matahari dalam waktu lama.
7. Jendela atau Celah Ruangan Kurang Rapat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5391080/original/003879900_1761296585-desain_kamar_tidur_ala_pinterest__8_.jpg)
Perbesar
Jendela yang sudah lama, celah pada kusen, atau bagian rumah yang kurang tertutup rapat dapat memengaruhi suhu kamar. Udara panas dari luar dapat lebih mudah masuk melalui celah tersebut, terutama ketika suhu lingkungan sedang tinggi.
Selain membuat panas lebih mudah masuk, kondisi jendela yang kurang baik juga dapat mengurangi efektivitas penggunaan AC atau kipas. Udara dingin lebih mudah keluar, sementara udara panas dari luar terus masuk sehingga kamar membutuhkan waktu lebih lama untuk terasa sejuk.
8. Terlalu Banyak Peralatan Elektronik di Dalam Kamar
Peralatan elektronik juga dapat menjadi sumber panas tambahan di dalam kamar. Televisi, komputer, laptop, lampu, adaptor, dan berbagai perangkat elektronik lainnya menghasilkan panas ketika digunakan atau tetap menyala.
Satu perangkat mungkin tidak langsung memberikan perbedaan suhu yang besar. Namun, jika beberapa perangkat digunakan secara bersamaan, terutama di kamar yang berukuran kecil dan minim sirkulasi udara, panas yang dihasilkan dapat membuat ruangan terasa lebih gerah. Mematikan perangkat yang tidak digunakan dapat membantu mengurangi sumber panas tambahan tersebut.
9. AC Tidak Bekerja atau Mendistribusikan Udara Dingin Secara Optimal
Pada rumah yang menggunakan AC, masalah pada sistem pendingin juga dapat menyebabkan satu kamar terasa lebih panas daripada ruangan lain. Filter yang kotor, aliran udara yang terhambat, atau kemampuan AC yang tidak sesuai dengan ukuran ruangan dapat membuat proses pendinginan menjadi kurang optimal.
Kamar yang memiliki beban panas lebih besar, misalnya karena terkena matahari langsung atau memiliki banyak perangkat elektronik, juga membutuhkan lebih banyak pendinginan. Jika kondisi ini terus terjadi meskipun AC sudah dinyalakan dan dirawat, pemeriksaan pada unit serta aliran udara dapat membantu menemukan penyebabnya.
Mengapa Suhu Setiap Ruangan Bisa Berbeda?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5391085/original/068251300_1761296587-desain_kamar_tidur_ala_pinterest__3_.jpg)
Perbesar
Perbedaan suhu antarruangan biasanya bukan disebabkan oleh satu faktor saja. Posisi kamar, arah dan ukuran jendela, paparan sinar matahari, kondisi atap dan dinding, sirkulasi udara, hingga penggunaan peralatan elektronik dapat bekerja secara bersamaan.
Sebagai contoh, kamar yang berada di lantai atas, memiliki jendela besar yang terkena matahari sore, serta minim ventilasi akan lebih mudah terasa panas dibandingkan ruang tamu yang berada di lantai bawah dan lebih teduh. Dengan mengetahui sumber panasnya, langkah untuk membuat kamar lebih sejuk pun dapat disesuaikan dengan kondisi rumah.
Pertanyaan Seputar Penyebab Kamar Terasa Lebih Panas
Mengapa kamar terasa lebih panas daripada ruangan lain di rumah?
Kamar bisa terasa lebih panas karena mendapat lebih banyak sinar matahari, berada di lantai atas, memiliki sirkulasi udara yang kurang baik, atau panas dari atap dan dinding lebih mudah masuk ke dalam ruangan.
Apakah posisi kamar memengaruhi suhu di dalamnya?
Ya. Kamar yang menghadap arah datangnya sinar matahari, terutama pada siang hingga sore hari, cenderung menerima panas lebih banyak. Letaknya di bawah atap juga dapat membuat suhu ruangan meningkat.
Mengapa kamar tetap panas meski sudah menggunakan AC?
AC mungkin kurang optimal karena filter kotor, aliran udara terhambat, kapasitas tidak sesuai ukuran ruangan, atau udara dingin tidak tersebar dengan baik. Kondisi kamar yang terus menerima panas dari luar juga dapat membuat AC bekerja lebih keras.
Apakah barang elektronik bisa membuat kamar semakin panas?
Bisa. Perangkat seperti komputer, televisi, lampu, dan charger menghasilkan panas saat digunakan. Jika jumlahnya cukup banyak dan sirkulasi udara terbatas, panas tersebut dapat membuat kamar terasa semakin gerah.
Bagaimana cara membuat kamar yang panas terasa lebih sejuk?
Kurangi paparan sinar matahari dengan tirai atau peneduh, pastikan ventilasi tidak terhalang, gunakan kipas untuk membantu pergerakan udara, dan rutin membersihkan AC jika tersedia. Menutup celah pada jendela juga dapat membantu mengurangi masuknya udara panas dari luar.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2887278/original/001566000_1566293636-rainbow-made-colorful-paper-clips_23-2148092020freepika.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339118/original/088794200_1788401039-tungart7-plant-8733953_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549010/original/094739800_1775559171-Ide_Teras_dengan_Pagar_Tanaman_Sirih_Gading_Rambat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339083/original/015741200_1788397678-80d95185-1a8f-4a0f-89fd-8831ff1a7611.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338890/original/032180600_1788348096-254c3cc9-2b8e-45fb-89c5-afb5f5803248.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338830/original/036190200_1788343073-Gemini_Generated_Image_3z5uj03z5uj03z5u.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338848/original/048274100_1788343823-dcvsdvfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338799/original/008910800_1788342442-676dd342-b0ba-409c-b680-80a9dea420fb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338757/original/009159000_1788340126-511cf69b-1fac-4935-88dc-6be9b1c51e94.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3257729/original/081597800_1601863530-pexels-alleksana-4113868__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329586/original/085368600_1787285437-tlI0fUjsqkLcylo6sAflEvf2ujexs3Tsi3T4oI3C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338833/original/045949200_1788343247-30ed6094-d34e-4e1c-aac0-3ca55fec0ac1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338773/original/076427800_1788340662-661b5d5c-d1e7-4505-8185-80efd573f28a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338743/original/086711500_1788339872-Rumah_kampung_dengan_kayu_dan_batu_alam_yang_nyaman_untuk_masa_tua.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551201/original/045409600_1775720561-pexels-miriam-alonso-7622504.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338887/original/085520900_1788348057-e854f34f-d283-4532-bc9e-55c7069b864b__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338746/original/072112200_1788340089-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338576/original/016353800_1788334587-Gemini_Generated_Image_fucjkffucjkffucj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3281524/original/092081200_1603957248-Su.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472792/original/040400600_1768376185-Partisi_Kisi_dengan_Tanaman_Rambat__Vertical_Garden_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6707818/original/004530300_1779526004-1779525648.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514575/original/008264000_1772095176-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182742/original/004905700_1779978836-pexels-bulat-5678622.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7165476/original/043708000_1779955747-pokcoy_gantung_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7026414/original/064378700_1779801039-Gemini_Generated_Image_bb1cq2bb1cq2bb1c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5705844/original/009190100_1778588694-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316073/original/003239600_1785911946-4a6a1927-74d8-4e22-969b-481bc272e8f6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4032683/original/036421800_1653408621-Kereta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328999/original/060089100_1787216842-e5350e11-51f0-4417-92bf-1ffbc675b1e7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7259728/original/067836900_1780045811-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321015/original/052454100_1786423967-Kedung_Sepur_SMT.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753994/original/053180300_1778655561-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9331931/original/062978300_1787587337-0L5A4215.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331784/original/002265000_1787564182-Screenshot_2026-08-24_163013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333725/original/034956100_1787804858-Gemini_Generated_Image_ne79j9ne79j9ne79.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8220930/original/095004600_1781080823-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4800603/original/002466100_1712984425-pexels-krizjohn-rosales-761297.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4589360/original/016391200_1695725396-pexels-keira-burton-6147143.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6993537/original/086898800_1779763129-lele_sayur_4.jpeg)