Liputan6.com, Jakarta - Trend arsitektur Indonesia modern saat ini semakin mengarah pada penerapan konsep tradisional yang dipadukan dengan teknologi dan material kontemporer. Model teras rumah adem ala rumah kampung modern menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin mempertahankan identitas budaya lokal tanpa mengorbankan kenyamanan hidup masa kini. Konsep ini sangat relevan untuk iklim tropis Indonesia yang membutuhkan solusi arsitektur yang dapat memberikan kesejukan alami dan ventilasi optimal.
Keunggulan model teras rumah adem ala rumah kampung modern terletak pada kemampuannya mengintegrasikan wisdom arsitektur nenek moyang dengan kebutuhan praktis rumah tinggal kontemporer. Elemen-elemen seperti atap tinggi dengan genteng tanah liat, pilar kayu solid, anyaman bambu, dan penataan tanaman tropis menciptakan microclimate yang sejuk dan nyaman. Pendekatan desain ini tidak hanya memberikan kenyamanan thermal tetapi juga nilai estetika yang tinggi dengan sentuhan budaya nusantara.
Berikut ini telah Liputan6.com, ulas sembilan model teras rumah adem ala rumah kampung modern yang terinspirasi dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap model menggabungkan kearifan arsitektur tradisional dengan finishing dan material modern untuk menciptakan hunian yang sesuai dengan gaya hidup urban.
1. Model Teras Joglo Mini Jawa Tengah: Elegance Tradisional dalam Kemasan Modern
Konsep teras Joglo mini menghadirkan keagungan arsitektur Jawa Tengah dalam ukuran yang sesuai untuk rumah modern tipe 36-70. Empat tiang saka guru dari kayu jati dengan ukiran motif kawung yang sederhana menjadi unsur utama yang memberikan karakter khas Jawa.
Atap limasan dengan kemiringan 45 derajat dan tinggi 4 meter menciptakan volume ruang yang megah sekaligus memaksimalkan aliran udara vertikal. Bahan genteng tanah liat merah memberikan penyekatan panas yang sangat baik sambil mempertahankan keaslian tampilan.
Detail penyelesaian modern terlihat pada penggunaan lantai keramik bermotif batik parang yang menggantikan lantai tanah tradisional, memberikan kemudahan perawatan tanpa kehilangan jati diri budaya. Perabotan rotan anyam ijuk hijau dipilih untuk memberikan aksen alami yang selaras dengan tiang kayu jati.
Tanaman sirih gading yang merambat pada tiang tidak hanya berfungsi sebagai hiasan tetapi juga membantu menyaring udara dan menciptakan suasana teduh. Perpaduan cahaya matahari pagi yang lembut dengan bayangan ukiran kayu menciptakan permainan terang dan gelap yang menenangkan.
2. Model Teras Balinese Anyam: Harmoni Alam dan Spiritualitas
Desain teras Bali anyam menghadirkan falsafah Tri Hita Karana dalam bentuk arsitektur yang menyelaraskan hubungan manusia, alam, dan spiritualitas. Atap rumbia kering dengan anyaman hijau yang bergelombang memberikan tekstur organik yang unik sambil menyediakan penyekatan alami yang baik.
Bahan ini dipilih karena kemampuannya menyerap panas dan memberikan efek pendinginan alami. Dinding batu paras Jogja yang dipoles halus menciptakan kontras visual yang menarik dengan tekstur kasar atap rumbia.
Unsur pagar tembok rendah setinggi 80 cm dengan ukiran motif subak tidak hanya berfungsi sebagai pembatas visual tetapi juga mencerminkan sistem pengairan tradisional Bali yang selaras dengan alam. Tanaman puring hijau yang lebat di sepanjang pagar memberikan privasi alami sekaligus menciptakan iklim mikro yang sejuk.
Perabotan kayu ulin dengan bantal batik Bali menambahkan sentuhan mewah yang tetap mempertahankan rasa asli. Pencahayaan senja yang tembus melalui anyaman rumbia menciptakan suasana ajaib yang menjadi ciri khas desain Bali yang meditatif dan damai.
3. Model Teras Rumah Gadang Minangkabau: Prestise Arsitektur Tanduk Kerbau
Teras rumah Gadang Minangkabau menampilkan kebanggaan arsitektur Sumatera Barat melalui atap gonjong yang terkenal. Tiga tingkatan gonjong dengan genteng hitam mengkilap dan tinggi 5 meter menciptakan siluet yang dramatis dan berkesan.
Enam tiang kayu meranti dengan ukiran bintang joang yang geometris memberikan dukungan struktur yang kuat sekaligus dampak visual yang kuat. Motif ukiran ini memiliki makna filosofis yang mendalam dalam budaya Minangkabau, melambangkan kekuatan dan keberanian.
Dinding bilik bambu dengan cat coklat tanah dan lubang ventilasi anyam menciptakan sistem pendinginan alami yang cerdas. Ventilasi ini dirancang untuk memaksimalkan aliran udara silang sambil menjaga privasi penghuni. Lantai kayu jati yang dipoles memberikan kehangatan dan keanggunan yang sesuai dengan kedudukan sosial tinggi dalam tradisi Minangkabau.
Perabotan kursi goyang bambu menambahkan unsur santai yang sempurna untuk menikmati sore hari. Detail tanduk kerbau pada ujung gonjong menjadi mahkota yang menunjukkan arsitektur Minangkabau asli dengan pernyataan yang membanggakan.
4. Model Teras Limasan Jawa Timur: Perpaduan Heritage dan Practicality
Arsitektur teras Jawa Timur menampilkan tafsiran modern dari limasan tradisional dengan penekanan pada fungsi dan keseimbangan estetika. Atap limasan dengan genteng tuiles merah dan tinggi 4,2 meter memberikan proporsi yang ideal untuk rumah semi modern. Dinding kayu kelapa tua yang diekspos dengan patina alami memberikan karakter yang asli dan berkelanjutan. Bahan ini dipilih karena ketersediaan lokal dan ketahanan terhadap iklim tropis yang lembab.
Tiang beton bulat berdiameter 30 cm dengan plester motif keris memberikan kekuatan struktur modern dengan sentuhan dekoratif tradisional. Motif keris yang diterapkan pada tiang menunjukkan penghormatan terhadap budaya seni senjata Jawa Timur.
Tanaman kamboja putih yang harum di area pagar tidak hanya memberikan daya tarik visual tetapi juga makna spiritual dalam tradisi Jawa. Lantai keramik Madura berwarna krem dipilih untuk memberikan perawatan mudah sambil mempertahankan identitas lokal. Bangku kayu kelapa sebagai area duduk memberikan konsistensi dalam penggunaan bahan dan menciptakan bahasa desain yang padu.
5. Model Teras Rumah Bolon Batak: Kekuatan Spiritual dalam Arsitektur
Teras Rumah Bolon Batak menghadirkan kekuatan dan spiritualitas yang menjadi ciri khas arsitektur Sumatera Utara. Atap sadulang dengan bentuk segitiga curam dan bahan ijuk coklat alami memberikan perlindungan maksimal dari hujan tropis sambil menciptakan drama visual yang mengesankan.
Tinggi 4,5 meter memberikan kemegahan yang sesuai dengan status arsitektur ini sebagai rumah tradisional bangsawan. Bahan ijuk dipilih karena keberlanjutan dan kinerja yang telah terbukti selama berabad-abad.
Tiang batu andesit abu dengan ukiran motif gorga horizontal menampilkan keahlian tingkat tinggi yang menjadi merek dagang arsitektur Batak. Motif gorga yang geometris dan simbolis ini tidak hanya berfungsi sebagai unsur dekoratif tetapi juga perlindungan spiritual bagi penghuni.
Dinding kayu ulin dengan ekspos alami dan cat abu tua memberikan daya tahan luar biasa sambil mempertahankan keindahan alami kayu premium ini. Ornamen sigale-gale kayu setinggi 50 cm di area pintu menjadi titik fokus budaya yang menunjukkan warisan seni Batak. Lantai batu kali yang dipoles memberikan efek pendinginan alami dan perawatan mudah untuk iklim tropis.
6. Model Teras Bola Sumbu Bugis: Elegance Kurva dalam Arsitektur Maritim
Desain teras Bola Sumbu Bugis menampilkan kecanggihan arsitektur Sulawesi Selatan melalui garis atap melengkung yang anggun dan khas. Atap bola sumbu yang melengkung dengan genteng logam biru laut menciptakan aliran visual yang halus dan modern sambil mempertahankan proporsi tradisional. Tinggi 3,8 meter memberikan skala yang akrab namun tetap mengesankan. Pemilihan warna biru laut mencerminkan budaya bahari yang kuat dalam tradisi Bugis sebagai pelaut ulung.
Empat tiang kayu appa silindris dengan ukiran motif barong memberikan dukungan struktur yang estetis sekaligus makna budaya. Kayu appa dipilih karena kekuatan dan ketahanan terhadap kelembaban tinggi di daerah pesisir. Dinding bata ekspos merah muda dengan plester kasar menciptakan kontras tekstur yang menarik dengan kehalusan atap logam.
Jendela ventilasi sorban anyam menjadi solusi inovatif untuk ventilasi tropis sambil memberikan privasi optimal. Tanaman pandan wangi yang harum menambahkan pengalaman indera yang lengkap, menciptakan iklim mikro yang menyegarkan dan berkesan.
7. Model Teras Lopo Flores NTT: Rusticity dengan Natural Ventilation
Teras Lopo Flores menampilkan kesederhanaan dan fungsi arsitektur Nusa Tenggara Timur yang disesuaikan untuk kehidupan modern. Atap lopo ijuk dengan kemiringan runcing 50 derajat dan tinggi 4 meter dirancang untuk perlindungan hujan maksimal sekaligus pembelokan panas yang efektif.
Bahan ijuk dipilih karena ketersediaan lokal dan kinerja yang terbukti dalam kondisi tropis yang keras. Bentuk runcing ini juga memiliki daya tarik estetis yang khas dan berkesan.
Dinding anyaman rotan ilalang coklat tebal memberikan penyekatan alami sambil memaksimalkan aliran udara silang. Teknik anyaman tradisional ini tidak hanya berfungsi tetapi juga memamerkan keahlian lokal yang berharga. Tiang kayu Manggarai dengan ukiran mbaru gendang geometris menampilkan warisan seni NTT yang kaya dan simbolis.
Lantai bambu anyam yang dipoles memberikan keberlanjutan optimal sambil menciptakan pengalaman sentuhan yang menyenangkan. Perabotan kursi anyaman ati-ati menambahkan konsistensi dalam penggunaan bahan dan keaslian budaya yang lengkap.
8. Model Teras Rumah Betang Dayak: Elevated Living untuk Tropic
Arsitektur teras Rumah Betang Dayak menghadirkan konsep hunian tinggi yang praktis untuk lingkungan tropis. Atap panjang miring dengan seng fiber coklat dan tinggi 3,5 meter memberikan perlindungan maksimal dari hujan sambil memungkinkan pelepasan panas yang efektif.
Bentuk memanjang ini khas untuk kehidupan komunal tradisional Dayak yang disesuaikan untuk keluarga inti modern. Tangga kayu dengan 7 anak tangga setinggi 1 meter memberikan akses yang nyaman sambil perlindungan dari banjir dan kelembaban permukaan tanah.
Dinding kayu ulin tua ekspos dengan ukiran motif mandau dan tarian menampilkan kekayaan budaya Kalimantan yang dilestarikan dalam konteks modern. Kayu ulin dipilih karena daya tahan luar biasa dan ketahanan terhadap hama tropis dan kelembaban. Tiang beton lingkar dengan plester memberikan kestabilan struktur modern sambil mempertahankan proporsi estetis tradisional.
Tanaman pakis Arnoldii yang lebat di area pagar menciptakan tabir alami yang efektif sambil menambah suasana tropis yang rimbun. Pencahayaan senja yang tembus melalui celah ventilasi menciptakan permainan bayangan dramatis yang menambah daya tarik arsitektur.
9. Model Teras Honai Papua: Harmoni Lingkaran dengan Sentuhan Modern
Teras Honai Papua menghadirkan geometri lingkaran yang unik dalam lanskap arsitektur Indonesia. Bentuk honai bulat dengan diameter 4 meter dan atap ilalang runcing setinggi 4 meter menciptakan efisiensi struktur yang luar biasa sambil memberikan makna simbolis tentang persatuan dan kesempurnaan dalam budaya Papua. Bahan ilalang dipilih karena sifat penyekatan yang sangat baik dan keberlanjutan yang sesuai dengan filosofi masyarakat asli Papua tentang keselarasan dengan alam.
Dinding batu kali lokal dengan plester coklat tanah memberikan massa termal yang efektif untuk pengaturan suhu sambil mencerminkan lanskap Papua yang bergunung. Pintu kayu jati dengan ukiran motif koteka suku menjadi titik fokus seni yang merayakan identitas budaya Papua dengan bangga dan asli.
Jendela ventilasi anyam daun sagu memamerkan penggunaan inovatif bahan lokal untuk pengaturan iklim yang alami. Lantai keramik motif Papua memberikan kepraktisan modern sambil mempertahankan identitas visual budaya. Perabotan kayu anyam menambahkan kekayaan tekstur yang konsisten dengan keseluruhan palet bahan alami yang berkelanjutan dan sadar lingkungan.
TANYA JAWAB (QnA)
T: Apakah model teras rumah kampung modern ini cocok untuk semua tipe rumah?
J: Model-model ini sangat cocok untuk rumah tipe 36-70 meter persegi. Untuk rumah yang lebih kecil, unsur dapat disederhanakan dengan mempertahankan proporsi yang sesuai. Sementara untuk rumah yang lebih besar, unsur dapat diperbesar atau ditambahkan detail untuk mempertahankan keseimbangan visual dan fungsi.
T: Berapa perkiraan biaya untuk membuat teras rumah kampung modern?
J: Biaya bervariasi tergantung model dan bahan yang dipilih, berkisar Rp 25-75 juta untuk area teras 3x4 meter. Model dengan bahan premium seperti kayu jati atau ulin lebih mahal, sementara model dengan bahan alternatif seperti bambu atau kayu kelapa lebih ekonomis namun tetap asli.
T: Bahan mana yang paling tahan lama untuk iklim tropis Indonesia?
J: Kayu ulin, kayu jati, dan batu alam adalah pilihan paling tahan lama. Untuk anggaran lebih ekonomis, kayu kelapa yang diberi perlakuan anti rayap, bambu berkualitas, dan beton dengan penyelesaian alami juga memberikan daya tahan yang baik jika dirawat dengan benar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473664/original/073472300_1768452138-Teras_dengan_Kanopi_Kaca__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474157/original/075486600_1768467804-unnamed__14_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314592/original/032084300_1755096405-shiona-das-16eeXVh8od8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455604/original/079642800_1766719911-Jualan_kue_basah_di_depan_rumah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474256/original/088622300_1768470217-pexels-kampus-6605163.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474018/original/004020400_1768464817-Dasaran_Kolam_Ikan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474341/original/017840500_1768473324-teras_mini_dekat_dapur_rumah_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474398/original/029183700_1768475903-akuarium_dari_galon_bekas_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474003/original/068265300_1768464654-model_teras_rumah_sempit_tanpa_pagar__jadi_kebun_mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791067/original/049651900_1711977504-WhatsApp_Image_2024-04-01_at_19.39.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2910268/original/047318100_1568355676-irene-kredenets-zNsSGYXaeP8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/730423/original/015950200_1409506754-selada_air2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474060/original/058191000_1768465683-kandang_ayam7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473921/original/083316700_1768461673-Ide_Jualan_Berbahan_Cendol.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474196/original/058448600_1768469002-gamis_rok_bertingkat1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469360/original/079402100_1768113479-Ide_Kandang_Ayam_Semi_Terbuka_dengan_Ventilasi_Maksimal_di_Samping_Rumah_Anti_Bau_Model_Dinding_Bertingkat_Ventilasi_Silang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473779/original/055132400_1768456608-Kandang_Burung_Lovebird_dari_Botol_Bekas_Model_dengan_Alas_Laci.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473805/original/012510800_1768457925-i_love_u1.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469996/original/061154600_1768193928-Ide_Jualan_Lauk_Pauk_Rumahan_untuk_Buka_Puasa_Bulan_Ramadan_2026_yang_Menyegarkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4093894/original/027943300_1658232135-Sayuran-Hidroponik-Iqbal-4.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)