9 Jenis Ular yang Suka Makan Hewan Ternak dan Fakta Menariknya

2 weeks ago 15

Liputan6.com, Jakarta Ular selalu menjadi salah satu hewan yang memancing rasa takut sekaligus rasa ingin tahu. Tubuhnya yang panjang tanpa kaki, gerakannya yang tenang namun mematikan, serta kemampuannya menelan mangsa utuh membuat banyak orang waspada jika bertemu di alam liar. Namun, tidak semua ular berbahaya bagi manusia—sebagian justru lebih tertarik pada hewan ternak seperti ayam, kambing, atau bahkan sapi muda.

Di pedesaan tropis seperti Indonesia, kasus hewan ternak hilang atau mati secara misterius sering dikaitkan dengan serangan ular besar. Meski jarang disaksikan langsung, jejak tubuh besar yang tertinggal di tanah atau bentuk tubuh ular yang menggembung sering menjadi bukti kuat. Fenomena ini biasanya melibatkan ular pemangsa besar dari keluarga piton dan boa.

Liputan6.com akan membahas jenis ular yang suka makan hewan ternak. Beberapa di antaranya bahkan dikenal cukup kuat untuk memangsa rusa, kambing, atau babi hutan dalam sekali telan, Senin (10/11/2025).

1. Reticulated Python (Sanca Batik)

Sanca batik atau Reticulated python dikenal sebagai ular terpanjang di dunia, dapat mencapai panjang 7–8 meter dan berat lebih dari 70 kilogram. Ular ini tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dalam catatan sejarah, sanca batik dikenal memangsa hewan besar seperti babi, kambing, hingga anjing peliharaan.

Menurut laman A-Z Animals, sanca batik adalah spesies yang sering terlibat dalam kasus memangsa ternak. Ular ini membunuh mangsanya dengan cara lilitan kuat (konstriksi) hingga kehabisan napas. Setelah itu, ia akan menelan mangsa utuh, bahkan ada laporan yang menyebutkan ular ini dapat menelan manusia dewasa, meskipun kasus tersebut sangat langka.

2. African Rock Python

African rock python adalah salah satu ular terbesar di Afrika, dengan panjang mencapai 6 meter dan berat hingga 90 kilogram. Habitatnya meliputi sabana, tepi sungai, hingga kawasan peternakan. Karena sering berburu di malam hari, ular ini kerap memangsa kambing atau domba yang terlepas dari kandang.

Spesies ini dikenal agresif dan tidak segan melawan jika merasa terancam. Menurut A-Z Animals, beberapa laporan di Afrika Selatan mencatat ular jenis ini memangsa kambing dewasa bahkan anak sapi. Dalam kondisi ekstrem, ular ini dapat hidup hingga dua tahun tanpa makan setelah memangsa hewan besar, seperti dijelaskan oleh Biomedical Sciences – University of Melbourne.

3. Burmese Python (Sanca Burma)

Sanca Burma atau Burmese python berasal dari Asia Tenggara, terutama Myanmar, Thailand, dan sebagian Indonesia. Di alam liar, ular ini bisa mencapai panjang lebih dari 5 meter dan berat hingga 90 kilogram.

Sebagai predator oportunistik, ular ini memakan berbagai jenis hewan, termasuk ayam, bebek, babi kecil, dan bahkan rusa. Menurut data National Geographic, spesies ini kini juga menjadi masalah di Florida, Amerika Serikat, setelah dilepaskan dari penangkaran. Di sana, sanca Burma memangsa satwa liar lokal dan hewan ternak hingga populasi mamalia kecil menurun drastis.

4. Green Anaconda (Anakonda Hijau)

Green anaconda atau anakonda hijau adalah ular terberat di dunia, dengan panjang rata-rata 6–7 meter dan berat bisa lebih dari 100 kilogram. Meskipun berasal dari Amerika Selatan, perilakunya serupa dengan piton besar di Asia dan Afrika.

Anakonda hijau merupakan pemburu penyergap (ambush predator). Ia biasanya bersembunyi di perairan dangkal, menunggu mangsa seperti kapibara, rusa, atau babi hutan. Dalam situasi tertentu, ular ini juga dilaporkan memangsa hewan ternak yang datang ke tepi sungai untuk minum.

Meskipun belum ada bukti ilmiah anakonda memangsa manusia, kemampuan fisiknya memungkinkan untuk menelan hewan seukuran sapi muda. Karena itu, ular ini termasuk dalam daftar jenis ular yang suka makan hewan ternak di habitat alaminya.

5. Boa Constrictor

Berbeda dari piton, boa melahirkan anak hidup (bukan bertelur). Spesies ini hidup di Amerika Tengah dan Selatan, biasanya memangsa hewan kecil hingga sedang seperti ayam, kelinci, atau anak kambing.

Meskipun tidak sebesar anakonda, boa tetap menjadi ancaman bagi peternakan kecil. Menurut National Geographic, boa menggunakan teknik lilitan kuat untuk membunuh mangsa sebelum menelannya utuh. Ukurannya yang lebih kecil membuatnya sering menargetkan hewan ternak berukuran menengah yang lebih mudah ditaklukkan.

6. King Cobra (Ular Tedung Raja)

Meskipun lebih dikenal sebagai ular berbisa, King cobra (Ophiophagus hannah) juga kadang menyerang hewan ternak kecil seperti anak ayam atau burung di sekitar area hutan. Ular ini lebih sering memangsa ular lain (termasuk sesama kobra), tetapi saat sumber makanan langka, ia tidak segan berburu hewan peliharaan.

Dengan panjang hingga 5 meter, kobra raja memiliki bisa yang sangat kuat dan dapat melumpuhkan mangsa dalam hitungan menit. Meskipun tidak termasuk dalam kategori pemburu ternak utama, ular ini tetap penting disebut karena berpotensi menyerang hewan peliharaan di daerah pedalaman Asia Tenggara.

7. Indian Python

Indian python atau sanca India merupakan saudara dekat sanca Burma. Ular ini juga dikenal memangsa kambing, babi, dan ayam di sekitar pedesaan India dan Bangladesh. Menurut laporan lapangan, ular ini sering mendekati peternakan saat malam hari, tertarik oleh bau hewan ternak.

Dengan panjang bisa mencapai 6 meter, ular ini mampu menelan kambing utuh dan bertahan hidup berbulan-bulan tanpa makan setelahnya. Ini sesuai dengan penelitian dari Biomedical Sciences – University of Melbourne bahwa ular besar bisa memperlambat metabolisme hingga 70% saat berpuasa.

8. Amethystine Python (Sanca Ametis)

Sanca ametis berasal dari Papua dan Australia bagian utara. Ukurannya bisa mencapai 6 meter, menjadikannya salah satu ular terbesar di Oseania. Di Papua, ular ini sering memangsa ayam, burung, bahkan anak babi. Karena itu, masyarakat lokal kerap melindungi kandang ternak dengan pagar kawat atau api unggun di malam hari.

9. Carpet Python (Sanca Karpet)

Sanca karpet lebih kecil, dengan panjang rata-rata 2–3 meter, namun masih mampu memangsa ayam dan bebek. Spesies ini banyak ditemukan di Australia, Papua, dan sebagian wilayah Indonesia bagian timur.

Meskipun tidak berbahaya bagi manusia, ular ini termasuk jenis yang paling sering memasuki area pemukiman untuk mencari makanan, terutama di peternakan unggas.

Bagaimana Ular Mampu Menelan Hewan Besar?

Menurut National Geographic, rahang bawah ular tidak menyatu seperti mamalia. Struktur tulang dan ligamennya lentur, memungkinkan ular membuka mulut selebar lebih dari tiga kali diameter kepalanya. Gigi ular yang mengarah ke dalam membantu mendorong mangsa ke tenggorokan tanpa bisa mundur.

Proses pencernaannya pun unik. Setelah menelan mangsa besar, tubuh ular dapat meningkatkan metabolisme hingga 45 kali lipat untuk mencerna makanan selama berminggu-minggu. Inilah alasan mengapa ular besar seperti piton bisa bertahan hidup lama tanpa makan setelah memangsa satu ekor kambing.

FAQ Seputar Ular

1. Apakah semua ular berbahaya bagi manusia?

Tidak. Dari lebih dari 3.000 spesies ular di dunia, hanya sekitar 200 yang berpotensi mematikan bagi manusia.

2. Apakah ular bisa menelan manusia?

Secara teori bisa, namun sangat jarang terjadi. Hanya beberapa jenis piton dan anakonda besar yang memiliki kemampuan fisik untuk melakukannya.

3. Mengapa ular jarang makan?

Karena ular memiliki metabolisme sangat rendah dan dapat memperlambat fungsi tubuh saat tidak aktif. Beberapa spesies bisa berpuasa hingga dua tahun setelah makan besar.

4. Bagaimana cara mencegah ular memangsa ternak?

Pastikan kandang tertutup rapat, bersih dari sisa makanan, dan diberi pencahayaan cukup pada malam hari untuk menghindari kedatangan ular.

5. Apakah ular dilindungi?

Sebagian besar spesies ular dilindungi hukum karena perannya penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama sebagai pengendali hama tikus.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |