9 Ide Ternak Unik yang Bisa Dilakukan di Rumah, Hobi Menguntungkan Jadi Cuan

1 day ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pilihan tersedia bagi mereka yang ingin mencoba alternatif berbeda dari peternakan konvensional. Ide ternak unik yang bisa dilakukan di rumah menawarkan peluang belajar, hiburan dan potensi tambahan ekonomi bagi pemilik hunian. Aktivitas ini tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga menambah pemahaman tentang siklus hidup dan kebutuhan makhluk hidup.

Selain menghibur, ternak di rumah mampu meningkatkan kemandirian pangan. Terdapat banyak jenis hewan atau organisme yang bisa dibudidayakan di lahan terbatas, seperti halaman kecil, rooftop, atau bahkan dalam wadah indoor. Konsep ternak unik yang bisa dilakukan di rumah memungkinkan pemula mencoba skala kecil, sebelum memutuskan untuk mengembangkannya lebih luas. 

Kegiatan peternakan rumah juga menawarkan nilai estetika dan dekoratif. Beberapa jenis hewan hias atau ikan bisa menambah keindahan lingkungan rumah, sekaligus menjadi sarana relaksasi. Mengelola ternak unik yang bisa dilakukan di rumah memberikan kepuasan tersendiri saat hewan atau organisme tumbuh sehat, memberi hasil atau sekadar interaksi harian yang menenangkan. 

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (6/1/2026).

Maggot Black Soldier Fly (BSF)

Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu ide ternak unik yang bisa dilakukan di rumah dengan beragam manfaat. Larva ini dikenal sebagai pengurai sampah organik yang efisien, sehingga berkontribusi dalam mengurangi limbah rumah tangga. Sebanyak 15 ribu larva maggot BSF mampu menghabiskan sekitar 2 kg sampah organik hanya dalam waktu 24 jam.

Selain sebagai pengurai limbah, maggot BSF juga merupakan sumber pakan ternak yang kaya akan protein. Kandungan protein dalam maggot BSF dapat mencapai 30% hingga 50%, menjadikannya pakan yang sangat bergizi untuk berbagai jenis ternak seperti ikan predator, bebek, dan entok. Budidaya maggot BSF dapat dilakukan di mana saja dengan skala yang sesuai dengan kemampuan peternak, dan tidak memerlukan kandang yang luas.

Untuk memulai budidaya maggot BSF, peternak perlu memahami siklus hidup lalat BSF, mulai dari fisik hingga teori perawatannya. Bahan yang diperlukan relatif sederhana, seperti ember, air, EM4 atau Yakult, kantong plastik, Royco, gula pasir, dan dedak. Proses budidaya melibatkan pembuatan kandang lalat BSF untuk reproduksi, media penetasan telur dari boks kardus atau tripleks, dan biopond sebagai media pembesaran larva.

Kroto: Telur Semut Rangrang Bernilai Jual Tinggi

Kroto, atau telur semut rangrang, adalah komoditas ternak unik yang bisa dilakukan di rumah dan memiliki permintaan pasar yang stabil, terutama dari kalangan pecinta burung kicau. Kroto biasa dijadikan pakan burung untuk meningkatkan kualitas kicauan atau pakan ikan karena mengandung banyak protein. Karena permintaannya selalu meningkat, ide usaha ternak ini cocok dijadikan lahan cuan.

Salah satu keunggulan besar dari beternak kroto adalah tidak membutuhkan biaya mahal. Peternak dapat menggunakan toples atau rak khusus sebagai media rumah kroto, dan makanannya pun relatif terjangkau. Kunci keberhasilan dalam beternak kroto adalah menjaga agar semut rangrang tidak kabur, misalnya dengan mengoleskan oli atau minyak di bagian luar toples.

Proses beternak kroto tidak hanya sederhana, tetapi juga memiliki potensi keuntungan yang menarik. Kroto dapat dipanen setiap 15-20 hari sekali, karena telur semut rangrang memiliki daur hidup yang cepat. Dengan biaya produksi yang rendah, hasil penjualan kroto dapat memberikan keuntungan yang menggembirakan, serta fleksibilitas untuk dijalankan di rumah tanpa lahan luas.

Jangkrik: Pakan Ternak yang Mudah Dibudidayakan

Ternak jangkrik adalah ide ternak unik yang bisa dilakukan di rumah dengan modal awal yang terjangkau dan prospek cerah. Jangkrik banyak digunakan sebagai pakan burung dan ikan, sehingga permintaannya terus meningkat. Usaha ini dapat dilakukan di lahan sempit, seperti pekarangan rumah atau ruangan tertutup.

Modal awal untuk merintis peternakan jangkrik cukup terjangkau. Sebagai contoh, telur jangkrik dapat dibeli seharga sekitar Rp200 ribu per kilogram, dan kotak tempat hidup jangkrik seharga Rp20 ribu - Rp100 ribu. Pakan jangkrik berupa sayuran dan konsentrat ayam juga relatif murah, mulai dari Rp15 ribu. Jangkrik memiliki siklus hidup yang cepat dan mudah berkembang biak, sehingga hasil panen bisa didapatkan dalam waktu singkat.

Pada umumnya, jangkrik bisa dipanen pada usia 35 hari, namun dengan pemberian pakan yang baik, panen bisa lebih cepat. Keberhasilan dalam penetasan dan pembesaran jangkrik bisa mencapai 90% asalkan dirawat dengan sungguh-sungguh dan pakan tidak terlambat diberikan. Lokasi budidaya jangkrik harus tenang, teduh, mendapat sirkulasi udara yang baik, jauh dari kebisingan, dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Ide Ternak Kelinci

Kelinci adalah hewan ternak serbaguna yang dapat dimanfaatkan sebagai ternak pedaging maupun ternak hias, menjadikannya pilihan ternak unik yang bisa dilakukan di rumah. Kelinci pedaging dipelihara untuk menghasilkan produk daging, sementara kelinci hias dirawat sebagai hewan peliharaan. Selain itu, kotoran kelinci juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ayam dan pupuk.

Reproduksi kelinci tergolong cepat, di mana induk kelinci bisa kawin hingga 4-6 kali dalam setahun, dan sekali melahirkan bisa menghasilkan 1-6 ekor anak kelinci. Beberapa jenis kelinci pedaging populer antara lain New Zealand, Chinchilla, California, dan Rex, yang memiliki pertumbuhan cepat dan perbandingan daging-tulang yang bagus. Kelinci Rex, misalnya, dapat melahirkan 6 hingga 12 anak kelinci sekaligus dan memiliki berat 3 sampai 5 kilogram.

Untuk beternak kelinci, penting untuk menentukan tujuan ternak terlebih dahulu (pedaging, hias, atau bulu) karena akan mempengaruhi pemilihan bibit dan jenis kandang. Kandang kelinci bisa berupa sistem tertutup atau terbuka, disesuaikan dengan tujuan dan jumlah kelinci. Perawatan kelinci hias memerlukan perhatian khusus pada bulunya untuk menjaga nilai jual.

Ikan Cupang: Kecantikan yang Menghasilkan Cuan

Ikan cupang adalah jenis ikan air tawar yang sangat populer dan banyak digandrungi di Indonesia karena bentuk ekornya yang unik dan cantik. Hobi memelihara ikan cupang dapat diubah menjadi peluang usaha baru yang menguntungkan, karena ikan ini memiliki prospek bisnis yang sangat bagus dan digemari banyak orang dari berbagai usia.

Bisnis budidaya ikan cupang menjanjikan karena tidak akan pernah sepi peminat, dan dengan modal awal yang relatif kecil, seperti Rp200 ribu, seseorang bisa memulai ternak dan menghasilkan hingga jutaan rupiah. Penting untuk memahami jenis-jenis ikan cupang, baik cupang adu maupun cupang hias, karena beberapa spesies memiliki harga tinggi. Bergabung dengan komunitas pecinta cupang dapat membantu peternak pemula mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

Proses ternak ikan cupang melibatkan penyediaan wadah yang tepat (akuarium atau wadah lain), pengisian air yang sudah diendapkan, dan proses pemijahan. Ikan cupang memiliki sifat teritorial, sehingga penanganan saat mengawinkan indukan perlu hati-hati agar tidak bertengkar. Indukan yang siap kawin biasanya berusia 4-8 bulan, dan pemijahan bisa menghasilkan ribuan bibit, meskipun tingkat kematian burayak cukup tinggi.

Burung Puyuh: Unggas Mungil dengan Panen Rutin

Ternak burung puyuh merupakan salah satu ide ternak unik yang bisa dilakukan di rumah, bahkan di teras rumah, dengan modal kecil namun potensi panen rutin dan keuntungan maksimal. Puyuh petelur mampu menghasilkan telur hampir setiap hari apabila perawatan berjalan stabil, sehingga pelaku usaha dapat memperoleh hasil panen secara rutin tanpa harus menunggu waktu lama.

Permintaan pasar telur puyuh selalu tinggi karena rasanya yang lezat dan kaya nutrisi, serta harganya yang terjangkau. Selain telur, daging puyuh juga bisa menjadi peluang bisnis tambahan. Burung puyuh mudah dibudidayakan karena termasuk hewan yang tangguh dan tidak membutuhkan lahan luas. Untuk satu ekor puyuh, setidaknya membutuhkan ruang sekitar 0,05 hingga 0,1 meter persegi.

Untuk memulai ternak puyuh, peternak perlu mempersiapkan kandang dengan desain rak bersusun, menjaga suhu kandang stabil antara 20-25°C, dan memilih bibit puyuh yang sehat dan unggul. Puyuh sudah bisa bertelur pada usia 35 hari, dengan usia paling produktif antara 40 hingga 50 hari. Perawatan kesehatan rutin, pemberian pakan bergizi, dan kebersihan kandang sangat penting untuk menjaga produktivitas puyuh.

Ide Ternak Lebah Madu

Ternak lebah madu adalah ide ternak unik yang bisa dilakukan di rumah dan menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan, terutama karena permintaan madu yang terus meningkat. Madu memiliki segudang manfaat untuk kesehatan dan kecantikan, sehingga pasarnya tidak pernah surut. Meskipun berisiko tersengat lebah, budidaya lebah madu memiliki banyak kelebihan dibandingkan hewan ternak lainnya.

Modal utama dalam ternak lebah madu adalah pengetahuan dasar siklus hidup lebah madu, bukan biaya operasional bulanan seperti pakan atau vitamin yang tinggi pada ternak lain. Namun, untuk skala yang lebih besar, peternak pemula mungkin perlu menyiapkan dana sekitar Rp600.000 untuk merawat 4 kotak sarang lebah. Lokasi budidaya sangat penting; harus tersedia pakan lebah yang memadai sepanjang tahun, dekat sumber air, jauh dari polusi, dan terhindar dari angin kencang serta sinar matahari langsung.

Langkah-langkah budidaya meliputi pemahaman jenis-jenis lebah madu (seperti Apis mellifera dan Apis cerana), menyiapkan lokasi ideal, pengadaan bibit lebah unggul, dan persiapan sarang (stup) dari kotak kayu. Manajemen koloni lebah, pemeriksaan rutin, dan pengendalian hama juga krusial untuk keberhasilan ternak lebah madu.

Belut: Si Licin Kaya Gizi di Lahan Sempit

Belut merupakan komoditas ternak unik yang bisa dilakukan di rumah dengan permintaan konsumsi yang cukup tinggi di pasaran dan nilai gizi yang baik. Fakta ini menjadikan usaha ternak belut sebagai peluang bisnis yang menguntungkan. Budidaya belut dapat dilakukan di lahan sempit dengan menggunakan drum atau kolam terpal.

Menariknya, budidaya belut tidak membutuhkan banyak air karena hidup di ekosistem berlumpur. Peternak perlu memastikan air kolam selalu bersih dan bebas dari hama penyakit. Pakan belut bisa berupa cacing, ikan kecil, atau pelet khusus belut.

Sebagai langkah awal, peternak bisa menyiapkan lokasi pembibitan untuk menampung 50 hingga 100 ekor belut dan memilih bibit belut yang unggul agar pertumbuhannya optimal. Belut bisa dipanen setelah berumur 4-6 bulan. Dengan modal awal yang relatif kecil dan perawatan yang tidak terlalu rumit, ternak belut menawarkan potensi keuntungan yang menjanjikan.

Lele: Ikan Air Tawar yang Cepat Panen dan Menguntungkan

Ternak lele adalah salah satu ide ternak unik yang bisa dilakukan di rumah yang sangat populer karena dianggap mudah dirawat dan memerlukan modal yang relatif kecil. Budidaya lele dapat dilakukan di kolam buatan di belakang rumah, kolam terpal, atau bahkan drum/tong.

Membudidayakan lele juga bisa menjadi alternatif ide bisnis peternakan yang mendatangkan cuan dengan modal minim. Harga satu ekor bibit ikan lele terbilang sangat murah, dengan Rp450 saja bisa mendapatkan yang berukuran 9-10 cm. Untuk awal pembibitan, peternak bisa membeli 50-100 ekor saja. Pakan lele juga terjangkau, bisa berupa pelet apung atau cacing sutra.

Masa panen lele tergolong cepat, sekitar 40-50 hari, atau bahkan 50 hari saja untuk lele mutiara agar mencapai ukuran konsumsi 6-10 ekor/kg. Keuntungan lainnya adalah biaya pakan yang terjangkau, bahkan dapat menggunakan pakan limbah tanpa mengurangi gizi lele. Permintaan pasar untuk lele cukup stabil karena banyak dibutuhkan rumah makan, warung pecel lele, hingga restoran.

FAQ Seputar Topik

Apa saja jenis ternak unik yang bisa dilakukan di rumah?

Beberapa jenis ternak unik yang bisa dilakukan di rumah antara lain maggot BSF, jangkrik, kelinci, lele, burung puyuh, ikan cupang, lebah madu, belut, dan ulat hongkong.

Bagaimana cara memulai ternak maggot BSF di rumah?

Anda bisa memulai ternak maggot BSF dengan menyiapkan wadah, pakan limbah organik, serta memahami siklus hidup lalat BSF untuk reproduksi dan pembesaran larva.

Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk ternak ikan cupang?

Modal awal untuk memulai ternak ikan cupang relatif kecil, sekitar Rp200 ribu, dengan potensi hasil penjualan yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Apa keuntungan beternak kelinci di rumah?

Keuntungan beternak kelinci meliputi reproduksi yang cepat, potensi daging bernilai tinggi, dan kotorannya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ayam atau pupuk.

Mengapa ternak burung puyuh cocok untuk skala rumahan?

Ternak burung puyuh cocok karena modal kecil, tidak membutuhkan lahan luas, mudah dirawat, dan menghasilkan telur secara rutin setiap hari.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |