9 Ide Ternak Rumahan untuk Menghadapi Harga Pangan Naik, Datangkan Keuntungan

6 days ago 11
  • Apa manfaat utama ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik?
  • Jenis ternak apa saja yang cocok untuk pemula dengan lahan terbatas?
  • Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai ternak ayam kampung?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik kini semakin banyak dicari. Ya, sekadar diketahui, harga pangan dunia memang mengalami kenaikan sejak Maret 2026 imbas dari konflik di Timur Tengah. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dilansir dari laman Anadolu, telah mengumumkan rata-rata harga pangan dunia naik harga pangan 2,4 persen pada Maret 2026 dari Februari akibat tingginya biaya energi.

Sementara di Indonesia, melansir data SP2KP Kementerian Perdagangan, per 9 April 2026, beberapa harga pangan nasional di Indonesia mengalami kenaikan. Dari sektor peternakan, daging sapi paha belakang mengalami kenaikan 0.09 persen di harga Rp138.570. Begitupun dengan komoditas lain seperti beras premium, minyak goreng, hingga tepung terigu.

Di tengah kenaikan harga yang tak terduga, seringkali membebani anggaran rumah tangga, mendorong pencarian solusi kreatif untuk menjaga ketahanan pangan. Dalam situasi seperti ini, mengembangkan ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik menjadi pilihan yang sangat relevan dan menjanjikan. Ternak rumahan tidak selalu membutuhkan lahan luas atau modal besar. Beberapa jenis ternak bahkan bisa dipelihara di halaman sempit, samping rumah, atau pekarangan belakang. '

Dengan perawatan yang tepat, ternak kecil ini dapat membantu keluarga menghadapi kenaikan harga pangan. Bahkan hasil ternak juga bisa dijual untuk dijadikan tambahan penghasilan.  Artikel ini akan mengulas sembilan ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (10/4/2026).

1. Ternak Ayam Kampung

Ayam kampung dikenal sebagai pilihan unggas yang sehat dan lezat, menjadi favorit banyak keluarga dibandingkan ayam broiler. Usaha ternak ayam kampung sangat cocok untuk skala rumahan karena kemudahan pengelolaan, tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas, serta modal awal yang relatif terjangkau. Permintaan pasar terhadap daging dan telur ayam kampung terus meningkat seiring kesadaran masyarakat akan produk yang lebih alami dan sehat.

Keunggulan utama ayam kampung terletak pada daya tahan tubuhnya yang baik terhadap penyakit serta kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Dengan modal awal sekitar Rp300 ribu, Anda sudah bisa memulai usaha ini untuk membeli bibit dan pakan. Proses panen pun relatif cepat, bisa dilakukan dalam waktu 3 hingga 6 bulan, menjadikannya salah satu ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik yang efektif.

Untuk memulai, pilihlah bibit ayam kampung yang berkualitas, aktif, lincah, dengan bulu bersih dan mata jernih. Siapkan kandang yang memiliki ventilasi baik, aman dari predator, dan jauh dari kebisingan agar ayam merasa nyaman. Pemberian pakan bergizi sesuai usia ayam dan menjaga kebersihan kandang secara rutin adalah kunci keberhasilan dalam beternak ayam kampung.

2. Ternak Burung Puyuh

Burung puyuh merupakan unggas kecil yang produktif menghasilkan telur dan daging dengan siklus produksi yang cepat, menjadikannya pilihan menarik untuk ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik. Ternak puyuh sangat menjanjikan karena tidak memerlukan lahan yang luas, dapat dipelihara dalam kandang bertingkat yang hemat ruang, serta membutuhkan modal awal yang relatif kecil. Perawatannya yang mudah juga menjadi nilai tambah bagi pemula.

Keunggulan puyuh terlihat dari kemampuannya mulai bertelur pada usia 35-42 hari dan menghasilkan 250-300 butir telur per tahun. Telur puyuh memiliki nilai gizi tinggi dan permintaan pasar yang stabil, menjamin keberlangsungan usaha. Selain itu, kotoran puyuh juga dapat diolah menjadi pupuk kandang yang bernilai ekonomis, menciptakan siklus keberlanjutan.

Tips penting dalam beternak puyuh adalah memilih bibit yang sehat, aktif, dan berasal dari pembibit terpercaya. Siapkan kandang yang bersih dengan suhu dan kelembaban yang tepat, serta hindari lokasi yang bising. Jangan lupa untuk memberikan pakan berkualitas dan melakukan vaksinasi sejak dini untuk menjaga kesehatan puyuh Anda.

3. Ternak Bebek Petelur

Telur bebek memiliki pangsa pasar tersendiri dan banyak diolah menjadi berbagai hidangan populer seperti telur asin, martabak, atau aneka kue tradisional. Oleh karena itu, ternak bebek petelur menjadi pilihan menarik sebagai ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik yang dapat memberikan penghasilan rutin dari penjualan telur.

Pasar untuk telur bebek cukup luas dan stabil. Beberapa jenis bebek petelur populer seperti Mojosari, Alabio, dan Tegal dikenal memiliki produktivitas telur yang tinggi, mendukung potensi keuntungan yang maksimal. Selain dari penjualan telur, peternak juga bisa mendapatkan keuntungan tambahan dari penjualan bebek afkir yang sudah tidak produktif. Ini memberikan diversifikasi pendapatan dari satu jenis usaha ternak.

Untuk menjaga keberhasilan ternak bebek petelur, kebersihan kandang menjadi faktor krusial agar bebek tidak mudah terserang penyakit. Selain itu, perhatian terhadap kualitas pakan sangat penting untuk memastikan produksi telur tetap optimal baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

4. Budidaya Ikan Lele

Ikan lele dikenal sebagai salah satu komoditas perikanan yang mudah dibudidayakan dan memiliki daya tahan tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan, serta siklus panen yang cepat. Budidaya lele dapat dilakukan di lahan sempit menggunakan kolam terpal, drum, atau bahkan sistem bioflok, menjadikannya ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik yang sangat fleksibel dan efisien.

Keunggulan budidaya lele meliputi siklus panen yang relatif cepat, sekitar 2-3 bulan, serta permintaan pasar yang sangat tinggi dan stabil. Modal awal untuk memulai usaha ini juga relatif terjangkau, mulai dari Rp300.000 hingga Rp1-2 juta untuk skala pemula dengan sistem bioflok. Penggunaan kolam bulat dengan terpal juga sangat praktis dan hemat tempat.

Pilihlah bibit lele yang aktif bergerak, ukurannya seragam, dan tidak cacat untuk memastikan pertumbuhan yang optimal. Kualitas air kolam harus selalu dijaga dengan penggantian air berkala dan penggunaan probiotik. Pemberian pakan yang tepat dan disiplin waktu pemberian pakan juga merupakan kunci keberhasilan dalam budidaya ikan lele.

5. Budidaya Ikan Nila

Ikan nila adalah jenis ikan air hangat yang kuat dan mudah dibudidayakan, sangat cocok bagi pemula dengan modal terbatas. Dengan pertumbuhan yang cepat, ketahanan terhadap kondisi lingkungan yang beragam, dan nilai jual yang baik, budidaya ikan nila merupakan ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik yang menjanjikan.

Keunggulan ikan nila adalah kemampuannya untuk dibudidayakan di berbagai jenis kolam, mulai dari kolam tanah, kolam terpal, hingga kolam beton, bahkan di lahan terbatas. Permintaan akan ikan nila segar sangat tinggi untuk konsumsi rumahan, restoran, dan gerai makanan laut. Menariknya, ikan nila juga dapat diintegrasikan dengan budidaya sayuran dalam sistem akuaponik, di mana limbah ikan menjadi nutrisi bagi tanaman.

Untuk memulai, siapkan kolam dengan kondisi air ideal, yaitu pH 6-8 dan suhu 25-30°C. Pilihlah benih berkualitas dan lakukan pemantauan pertumbuhan ikan secara berkala. Pemberian pakan berkualitas dan pengelolaan kualitas air yang baik adalah faktor penting untuk memastikan ikan nila tumbuh sehat dan produktif.

6. Budidaya Belut

Budidaya belut rumahan semakin diminati karena potensi keuntungannya yang menjanjikan dan modal yang relatif terjangkau. Belut memiliki permintaan konsumsi yang tinggi di pasaran, menjadikannya salah satu ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik yang patut dipertimbangkan. Usaha ini dapat dilakukan di lahan sempit, memanfaatkan drum, kolam terpal, atau ember.

Keunggulan utama budidaya belut adalah siklus panen yang relatif singkat, yaitu setelah berumur 4-6 bulan, dan permintaan pasar yang stabil. Hal ini memungkinkan perputaran modal yang cukup cepat. Selain itu, belut juga dikenal memiliki nilai gizi yang baik, menambah daya tarik konsumen.

Dalam memulai budidaya belut, pilihlah bibit dengan ukuran seragam, aktif, lincah, dan tidak cacat. Siapkan media kolam yang teduh dan lumpur yang baik, seperti campuran jerami fermentasi, tanah berlumpur, dan pupuk kandang. Berikan pakan berupa pelet, cacing, atau bekicot, sekitar dua kali sehari untuk mendukung pertumbuhan optimal.

7.  Ternak Kambing Skala Kecil 

Bagi yang memiliki lahan lebih luas di samping atau belakang rumah, memelihara kambing dapat menjadi investasi jangka panjang.

Kambing tidak hanya dapat dijual ketika harganya sedang tinggi, tetapi juga menghasilkan pupuk kandang yang bermanfaat untuk kebun. Ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik dengan kambing memang membutuhkan modal lebih besar, tetapi keuntungannya juga cukup menjanjikan.

8. Ternak Entok

Entok mulai banyak dipilih sebagai ternak rumahan karena lebih tahan penyakit dan tidak terlalu rewel dibanding bebek. Hewan ini bisa dipelihara di halaman belakang dengan kandang sederhana.

Daging entok memiliki permintaan yang cukup tinggi, terutama di daerah pedesaan dan rumah makan. Selain itu, biaya pakannya juga relatif lebih murah karena entok dapat memakan sisa sayuran dan dedaunan. Ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik dengan entok cocok bagi keluarga yang ingin memiliki cadangan lauk sekaligus peluang usaha kecil.

9. Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly Larvae)

Maggot BSF, atau larva lalat Black Soldier Fly, adalah organisme luar biasa yang mampu mengurai limbah organik, khususnya sisa makanan rumah tangga, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Budidaya maggot BSF tidak menimbulkan bau busuk dan bukan pembawa sumber penyakit, menjadikannya ide ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik yang inovatif dan ramah lingkungan.

Keunggulan utama maggot BSF adalah efektivitasnya dalam mengurai sampah organik, mengubahnya menjadi pupuk kompos (kascing). Maggot sendiri memiliki kandungan protein tinggi (30-45%), sangat cocok sebagai pakan ternak ikan, bebek, ayam, dan burung, bahkan dapat menjadi pengganti pakan komersial yang mahal. Biaya pakan maggot juga gratis karena memanfaatkan limbah organik rumah tangga.

Modal awal untuk skala rumah tangga sekitar Rp2 juta untuk kandang dan telur BSF, dengan siklus hidup cepat sehingga panen maggot segar dapat dilakukan sekitar 15 hari. Siapkan kandang lalat BSF sebagai tempat bertelur dan media penetasan telur. Gunakan limbah rumah tangga seperti sayuran atau buah sebagai media ternak maggot, dan pahami fase hidup maggot (sekitar 40 hari dari telur hingga lalat dewasa) untuk panen yang optimal.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa manfaat utama ternak rumahan untuk menghadapi harga pangan naik?

Manfaat utamanya adalah mengurangi ketergantungan pada pasar yang fluktuatif, menekan pengeluaran belanja, serta memastikan ketersediaan protein dan pangan sehat secara mandiri.

2. Jenis ternak apa saja yang cocok untuk pemula dengan lahan terbatas?

Beberapa jenis ternak yang cocok untuk pemula dan lahan terbatas antara lain ayam kampung, burung puyuh, budidaya ikan lele, budidaya ikan nila, budidaya belut, budidaya cacing tanah, budidaya jangkrik, dan budidaya maggot BSF.

3. Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai ternak ayam kampung?

Modal awal untuk memulai usaha ternak ayam kampung cukup terjangkau, sekitar Rp300 ribu, yang bisa digunakan untuk membeli bibit ayam dan pakan.

4. Bagaimana budidaya maggot BSF dapat membantu mengurangi limbah rumah tangga?

Maggot BSF sangat efektif dalam mengurai sampah organik, terutama sisa makanan rumah tangga, mengubahnya menjadi pupuk kompos dan protein tinggi untuk pakan ternak.

5. Selain protein, manfaat lain apa yang bisa didapatkan dari ternak rumahan?

Selain sumber protein, ternak rumahan juga dapat menghasilkan pupuk organik (misalnya dari kotoran puyuh atau kascing cacing tanah), serta potensi pendapatan tambahan dari penjualan hasil ternak.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |