9 Ide Rumah Sederhana tapi Nyaman untuk Tinggal Bersama Orang Tua di Masa Tua, Mudahkan Aktivitas Sehari-hari

1 week ago 14

Liputan6.com, Jakarta Memiliki rumah sederhana tapi nyaman untuk tinggal bersama orang tua di masa tua menjadi impian sejumlah kalangan. Konsep rumah multigenerasi ini biasanya unik, karena interior serta perabotannya memiliki fungsi ganda untuk memudahkan aktivitas harian antar anggota keluarga. Meski tampak serupa dengan rumah pada umumnya, menciptakan tempat tinggal jenis ini memerlukan pertimbangan khusus sehingga seluruh penghuninya nyaman.

Poin penting dari hunian model demikian adalah, harus terpenuhinya sisi keamanan, privasi juga fungsi yang tidak menyulitkan dalam setiap elemen desain. Tujuannya adalah menghadirkan sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal sekaligus pusat interaksi di sana.

Jika saat ini, Anda, berencana akan membuat rumah sederhana yang nyaman untuk tinggal bersama orang tua nantinya, Liputan6, coba merekomendasikan 9 ide desain yang cocok. Simak informasi selengkapnya, dirangkum untuk pembaca semua, Sabtu (22/11).

1. Desain Rumah Satu Lantai

Rumah satu lantai menjadi pilihan tepat untuk hunian multigenerasi. Desain ini menghilangkan kebutuhan untuk naik turun tangga, yang dapat menjadi tantangan bagi orang tua. Tanpa tangga, risiko jatuh berkurang, sehingga meningkatkan keamanan bagi penghuni lansia.

Konsep rumah satu lantai mendukung kemudahan akses ke seluruh area rumah. Kamar tidur, kamar mandi, dan dapur dapat dijangkau tanpa hambatan. Hal ini memungkinkan lansia untuk bergerak bebas dan mandiri, yang berkontribusi pada kesehatan mereka.

Perencanaan tata letak tetap penting untuk memastikan efisiensi ruang. Penempatan kamar tidur utama di lantai dasar memberikan akses mudah bagi lansia. Ruang keluarga yang luas dapat menjadi pusat aktivitas bersama, menciptakan suasana hangat di rumah.

2. Tata Letak Terbuka (Open-Plan Layout)

Tata letak terbuka menciptakan suasana lapang dan memfasilitasi interaksi antar anggota keluarga. Minimnya sekat dinding memungkinkan cahaya alami menyebar ke seluruh ruangan. Konsep ini juga memudahkan pengawasan terhadap lansia yang membutuhkan bantuan.

Ruang terbuka memungkinkan pergerakan yang lebih bebas. Jalur gerak yang luas meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi penghuni yang menggunakan alat bantu. Desain ini mendukung fleksibilitas dalam penataan furnitur sesuai kebutuhan keluarga.

Penting untuk tetap menyediakan area pribadi bagi setiap generasi. Tata letak terbuka dapat diimbangi dengan penempatan kamar tidur yang strategis. Keseimbangan antara ruang bersama dan ruang pribadi adalah kunci untuk menciptakan hunian yang harmonis.

3. Kamar Mandi Minim Risiko Kecelakaan Lansia

Kamar mandi memerlukan perhatian khusus dalam desain rumah multigenerasi. Risiko kecelakaan tinggi bagi lansia, sehingga desain yang aman sangat penting. Penggunaan lantai anti-slip dapat mencegah terpeleset, bahkan saat lantai basah.

Pemasangan pegangan tangan di area penting seperti toilet dan shower sangat diperlukan. Ketinggian toilet yang nyaman juga direkomendasikan untuk memudahkan lansia. Penggunaan shower tanpa bak mandi mengurangi risiko tersandung.

Pencahayaan yang cukup di kamar mandi membantu lansia melihat dengan jelas. Ventilasi yang baik diperlukan untuk mengurangi kelembapan. Pintu kamar mandi sebaiknya dirancang agar mudah dijangkau, seperti pintu geser.

4. Aksesibilitas di Dalam Rumah Tidak Menyulitkan Ruang Gerak Orang Tua

Aksesibilitas universal berarti menciptakan lingkungan yang dapat diakses oleh semua orang. Ini mencakup pintu masuk tanpa anak tangga dan lebar pintu minimal 90 cm. Jalur setapak yang rata dan lebar juga penting untuk prinsip ini.

Mobilitas di dalam rumah perlu diperhatikan dengan menyediakan ruang gerak yang cukup. Radius putar minimal 150 cm untuk kursi roda harus dipertimbangkan. Penempatan perabot yang tidak menghalangi jalur gerak dapat mengurangi risiko cedera.

Fungsionalitas juga menjadi bagian dari aksesibilitas universal. Penempatan sakelar lampu dan stop kontak pada ketinggian yang mudah dijangkau sangat penting. Desain ini bermanfaat bagi lansia dan semua anggota keluarga.

5. Wajib Ada Ruang Pribadi dan Area Kumpul Bersama

Penting untuk menciptakan keseimbangan antara ruang bersama dan ruang pribadi. Ruang keluarga yang luas dan dapur dapat dirancang sebagai area komunal. Area outdoor seperti taman juga dapat menjadi ruang santai bagi seluruh anggota keluarga.

Setiap generasi memerlukan ruang pribadi untuk bersantai. Kamar tidur pribadi menjadi area utama untuk menjaga privasi individu. Penempatan kamar tidur lansia di lantai dasar memberikan akses mudah dan kemandirian.

Desain yang menyediakan ruang pribadi dapat mengurangi potensi konflik. Fleksibilitas tata letak, seperti penggunaan sekat geser, dapat membantu mengoptimalkan penggunaan ruang. Hal ini menjaga kebutuhan akan privasi setiap individu.

6. Furnitur yang Ergonomis dan Ramah Orang Tua

Pemilihan furnitur yang tepat meningkatkan kenyamanan dan keamanan lansia di rumah. Sofa dan kursi dengan sandaran tinggi dan pegangan tangan memudahkan proses duduk dan berdiri. Kasur dengan ketinggian ideal membantu mengurangi tekanan pada sendi saat berbaring maupun bangun.

Hindari furnitur yang memiliki sudut tajam untuk mencegah cedera. Sudut dapat ditambahkan pelindung jika diperlukan. Pilihan material ringan juga mempermudah pengaturan ulang furnitur tanpa usaha berlebihan.

Furnitur modular memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan kebutuhan ruang yang berubah seiring waktu. Pilihan desain sederhana tetap dapat terlihat estetis tanpa mengabaikan aspek keamanan. Furnitur ergonomis menjadi investasi yang mendukung kenyamanan dan kemandirian lansia di rumah.

7. Material Rendah Perawatan

Pemilihan material bangunan yang rendah perawatan sangat penting. Material yang mudah dibersihkan dan tahan lama mengurangi beban pekerjaan rumah tangga. Ini juga dapat mengurangi biaya perawatan jangka panjang.

Contoh material rendah perawatan meliputi beton ekspos dan lantai keramik. Pemilihan material yang sesuai dengan iklim juga penting untuk ketahanan. Desain minimalis dengan material tahan lama memudahkan perawatan harian.

Material lokal seringkali lebih terjangkau dan mudah didapatkan. Desain yang menggunakan material alami menciptakan kesan harmonis. Pemilihan material yang bijak dapat menciptakan rumah yang fungsional.

8. Area Outdoor yang Aman dan Bersifat Therapeutic

Ruang luar rumah memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Taman sederhana dengan kursi santai dapat menjadi tempat untuk relaksasi dan aktivitas ringan. Kehadiran tanaman hijau juga membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

Jalur taman sebaiknya dibuat rata dan tidak licin. Penambahan pegangan di beberapa titik dapat meningkatkan keamanan saat berjalan. Pemilihan tanaman yang tidak berduri dan tidak beracun menjadi langkah bijak untuk mencegah kecelakaan.

Ruang outdoor idealnya memiliki pencahayaan malam yang cukup. Lampu taman tenaga surya dapat menjadi pilihan hemat energi. Dengan desain yang baik, area outdoor dapat menjadi ruang santai favorit yang aman bagi seluruh anggota keluarga.

9. Dapur Fungsional dengan Tingkat Keamanan Tinggi

Dapur merupakan salah satu ruang yang harus diperhatikan untuk kenyamanan lansia. Penataan peralatan memasak pada ketinggian yang mudah dijangkau dapat mengurangi risiko cedera. Penyimpanan laci geser lebih aman dibandingkan rak tinggi yang sulit dicapai.

Material meja dapur sebaiknya tidak licin dan tahan panas. Kompor induksi dapat menjadi pilihan untuk mengurangi risiko api terbuka. Penempatan sakelar dan soket listrik jauh dari sumber air juga menjadi perhatian penting.

Penerangan dapur perlu dibuat maksimal untuk memastikan visibilitas saat memasak. Karpet anti selip di bagian bawah wastafel dapat membantu mencegah terpeleset. Dapur yang aman dan ergonomis memungkinkan orang tua tetap aktif menjalankan aktivitas memasak tanpa kekhawatiran.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ide Rumah Sederhana tapi Nyaman untuk Tinggal Bersama Orang Tua di Masa Tua

Q: Apa saja pertimbangan utama dalam mendesain rumah untuk lansia?

A: Pertimbangan utama dalam mendesain rumah untuk lansia meliputi aksesibilitas, keamanan, dan kenyamanan.

Q: Mengapa rumah satu lantai direkomendasikan untuk orang tua?

A: Rumah satu lantai direkomendasikan karena menghilangkan kebutuhan untuk naik turun tangga.

Q: Fitur apa yang harus ada di kamar mandi ramah lansia?

A: Kamar mandi ramah lansia harus memiliki lantai anti-slip dan pegangan tangan.

Q: Bagaimana teknologi smart home dapat membantu lansia?

A: Teknologi smart home dapat meningkatkan keamanan dan memberikan kenyamanan bagi lansia.

Q: Apa manfaat pencahayaan alami yang optimal di rumah multigenerasi?

A: Pencahayaan alami yang optimal dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental penghuni.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |