9 Cara Merawat AC Inverter agar Tetap Awet, Hemat Listrik, dan Dingin Maksimal

1 week ago 8

Liputan6.com, Jakarta - AC inverter semakin banyak digunakan karena dikenal lebih hemat listrik dan bekerja lebih stabil dibanding AC konvensional. Namun, keunggulan tersebut hanya bisa dirasakan maksimal jika perawatannya dilakukan dengan benar. Banyak pengguna masih mengira AC inverter tidak memerlukan perawatan rutin karena teknologinya lebih modern. Padahal, tanpa perawatan yang tepat, performa AC tetap bisa menurun.

Memahami cara merawat AC inverter bukan hanya membantu menjaga kesejukan ruangan, tetapi juga memperpanjang usia mesin. AC yang terawat akan bekerja lebih ringan, suara lebih halus, dan konsumsi listrik tetap efisien. Selain itu, biaya servis besar juga bisa ditekan jika perawatan dilakukan secara rutin. Berikut sembilan cara merawat AC inverter agar tetap awet dan bekerja optimal.

1. Bersihkan Filter Udara Secara Rutin

Filter udara menjadi bagian pertama yang menahan debu dan kotoran. Jika filter kotor, aliran udara akan terhambat dan AC bekerja lebih berat. Kondisi ini membuat pendinginan kurang maksimal. Dalam jangka panjang, mesin bisa cepat aus.

Cara merawat AC inverter yang paling mudah adalah membersihkan filter minimal dua minggu sekali. Filter cukup dicuci dengan air bersih lalu dikeringkan. Pastikan filter benar-benar kering sebelum dipasang kembali. Kebiasaan ini sangat berpengaruh pada performa AC.

2. Jaga Kebersihan Unit Indoor

Unit indoor sering menjadi tempat menumpuknya debu halus. Debu ini dapat mengganggu sirkulasi udara dan menurunkan kualitas udara ruangan. Selain itu, tampilan AC juga menjadi kurang bersih. Hal ini sering diabaikan oleh pengguna.

Lap bagian luar unit indoor dengan kain kering atau sedikit lembap. Hindari penggunaan cairan kimia keras. Bersihkan kisi-kisi udara secara perlahan agar tidak rusak. Langkah ini termasuk bagian penting dari cara merawat AC inverter.

3. Perhatikan Kebersihan Unit Outdoor

Unit outdoor berperan besar dalam proses pembuangan panas. Jika bagian ini kotor, AC inverter tidak bisa bekerja maksimal. Sirkulasi panas menjadi terhambat dan mesin lebih cepat panas. Akibatnya, konsumsi listrik bisa meningkat.

Pastikan unit outdoor tidak tertutup debu, daun, atau lumpur. Bersihkan secara berkala dengan air bertekanan rendah. Jangan menutup unit outdoor dengan barang apa pun. Unit outdoor yang bersih membantu AC bekerja lebih efisien.

4. Gunakan Suhu yang Ideal

Pengaturan suhu terlalu rendah membuat AC inverter bekerja lebih berat. Mesin harus beroperasi lebih lama untuk mempertahankan suhu ekstrem. Hal ini bisa mempercepat keausan komponen. Selain itu, konsumsi listrik juga meningkat.

Suhu ideal berkisar antara 24 hingga 26 derajat Celsius. Suhu ini sudah cukup sejuk dan nyaman untuk tubuh. Cara merawat AC inverter ini sangat sederhana namun sering diabaikan. Pengaturan suhu yang tepat membantu menjaga usia AC lebih panjang.

5. Jangan Sering Mematikan AC Secara Mendadak

AC inverter dirancang untuk bekerja stabil dalam waktu lama. Jika sering dimatikan dan dinyalakan dalam waktu singkat, sistem kerja kompresor bisa terganggu. Kebiasaan ini membuat mesin lebih cepat lelah. Akibatnya, performa AC menurun.

Gunakan AC sesuai kebutuhan dengan durasi yang wajar. Jika ingin mematikan, tunggu hingga suhu ruangan cukup stabil. Cara merawat AC inverter ini membantu menjaga kompresor tetap awet. Mesin pun bekerja lebih optimal.

6. Tutup Pintu dan Jendela Saat AC Menyala

Udara dingin akan mudah keluar jika pintu dan jendela terbuka. Hal ini membuat AC inverter harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan. Beban kerja mesin menjadi lebih berat. Kondisi ini dapat mempercepat kerusakan.

Pastikan ruangan tertutup rapat saat AC digunakan. Gunakan tirai untuk mengurangi panas matahari masuk. Sirkulasi udara yang terkontrol membuat pendinginan lebih efisien. Ini merupakan bagian penting dari cara merawat AC inverter.

7. Lakukan Servis Berkala

Servis berkala membantu mendeteksi masalah sejak dini. Teknisi dapat membersihkan bagian dalam yang tidak bisa dijangkau sendiri. Selain itu, tekanan freon dan kondisi komponen juga bisa diperiksa. Hal ini mencegah kerusakan besar.

Lakukan servis minimal setiap 3 hingga 6 bulan sekali. Jangan menunggu AC rusak baru diservis. Cara merawat AC inverter ini sangat efektif menjaga performa jangka panjang. AC pun tetap dingin dan awet.

8. Hindari Beban Listrik Berlebih

AC inverter sangat sensitif terhadap kondisi listrik. Tegangan yang tidak stabil dapat merusak komponen elektronik. Jika sering terjadi lonjakan listrik, risiko kerusakan semakin besar. Hal ini bisa memperpendek usia AC.

Gunakan stabilizer jika listrik di rumah sering tidak stabil. Pastikan instalasi listrik sesuai standar. Cara merawat AC inverter ini membantu melindungi sistem elektronik di dalamnya. Perlindungan listrik sangat penting untuk AC modern.

9. Gunakan AC Sesuai Kapasitas Ruangan

Memasang AC inverter dengan kapasitas tidak sesuai ruangan membuat mesin bekerja tidak optimal. Jika terlalu kecil, AC akan terus bekerja keras. Jika terlalu besar, energi terbuang percuma. Keduanya sama-sama tidak efisien.

Sesuaikan PK AC dengan ukuran ruangan. Konsultasikan dengan teknisi sebelum pemasangan. Cara merawat AC inverter ini sering dilupakan, padahal sangat menentukan usia pakai. Kapasitas yang tepat membuat AC lebih awet dan hemat.

Pertanyaan seputar Cara Merawat AC Inverter

1. Berapa lama usia AC inverter jika dirawat dengan baik?

AC inverter bisa bertahan 10 hingga 15 tahun dengan perawatan rutin.

2. Apakah AC inverter harus sering diservis?

Idealnya diservis setiap 3–6 bulan untuk menjaga performa optimal.

3. Apakah AC inverter lebih boros jika jarang dibersihkan?

Ya, AC kotor membuat mesin bekerja lebih berat sehingga konsumsi listrik meningkat.

4. Apakah AC inverter boleh menyala seharian?

Boleh, asalkan suhu diatur ideal dan AC dirawat dengan baik.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |