8 Trik Menyimpan Keju yang Sudah Dibuka agar Tidak Keras, Begini Cara Menjaga Teksturnya

1 week ago 10

Liputan6.com, Jakarta Keju adalah bahan makanan yang hampir selalu berhasil memperkaya rasa masakan, dari yang sederhana hingga paling rumit. Namun, banyak orang sering kecewa saat mendapati keju yang belum habis terpakai justru mengering, mengeras, bahkan berjamur ketika disimpan sembarangan di kulkas. Keju yang tadinya lembut dan nikmat bisa berubah teksturnya hanya dalam beberapa hari.

Sebagian besar kasus keju menjadi keras sebenarnya disebabkan oleh paparan udara, kelembapan yang tidak seimbang, dan cara penyimpanan yang kurang tepat. Padahal, dengan langkah sederhana, kita bisa menjaga keju tetap lembut lebih lama. Trik-trik ini tidak hanya menghindarkan pemborosan, tetapi juga memastikan kita selalu mendapatkan kualitas terbaik saat ingin menggunakannya kembali.

Memahami cara penyimpanan yang benar adalah kunci. Baik keju keras, semi-keras, maupun keju segar memiliki karakter penyimpanan masing-masing. Liputan6.com merangkum trik menyimpan keju yang sudah dibuka agar tidak keras, Kamis (20/11/2025).

1. Bungkus dengan Kertas Lilin atau Kertas Roti, Lalu Lapisi Plastik

Untuk keju keras seperti Parmesan, Gouda tua, atau aged Cheddar, metode ini sangat efektif. Kertas lilin menjaga sirkulasi udara sehingga keju tidak berubah tekstur dan berubah rasanya, sementara lapisan plastik luar menjaga kelembapan. Teknik ini juga direkomendasikan oleh berbagai panduan penyimpanan keju tradisional.

2. Simpan dalam Wadah Kedap Udara

Untuk keju semi-keras seperti Cheddar, Swiss, dan Gruyere, wadah kedap udara adalah pilihan tepat. Keju tipe ini masih memiliki kadar air cukup tinggi, dan kehilangan kelembapan akan membuat permukaannya cepat mengeras. Cheshire Cheese Company bahkan menyebutkan bahwa wadah sederhana seperti Tupperware atau ziplock sudah sangat memadai.

3. Jauhkan dari Bahan Berbau Kuat

Keju sifatnya mudah menyerap aroma lain. Karena itu, hindari meletakkannya dekat bawang, durian, atau bahan berbau tajam lainnya di kulkas. Selain menjaga kelembapan, menjaga kualitas aroma juga penting agar keju tetap lezat saat digunakan kembali.

4. Gunakan Trik Cuka Putih untuk Mencegah Keju Cepat Berjamur

Situs Allrecipes membagikan trik menarik yang sangat efektif untuk keju keras dan semi-keras. Caranya:

  1. Ambil tisu atau paper towel bersih.
  2. Basahi dengan sedikit cuka putih lalu peras hingga hanya lembap.
  3. Bungkus seluruh permukaan keju dengan tisu tersebut.
  4. Masukkan ke dalam kantong ziplock atau wadah kedap udara.

Asam asetat pada cuka memiliki sifat antimikroba dan antifungal, sehingga mencegah pembentukan jamur serta menjaga kelembapan tepat agar keju tidak mengering. Menurut ulasan Allrecipes, trik ini dapat membuat keju bertahan hingga tiga kali lebih lama dibanding penyimpanan biasa.

Teknik ini aman digunakan pada keju keras seperti Parmesan, Pecorino, atau Cheddar tua. Namun untuk keju lembut seperti Brie, Camembert, atau mozzarella, metode ini kurang direkomendasikan karena berisiko mengubah teksturnya menjadi lembek.

5. Simpan Keju Segar dalam Air Garam/Basah Alami

Untuk mozzarella atau feta, simpan dalam air garam atau cairan asli kemasannya. Gantilah air setiap dua hari agar tidak berbau dan tetap higienis. Keju segar memiliki kelembapan tinggi dan cepat rusak, sehingga tidak cocok disimpan dengan metode kering atau menggunakan cuka.

6. Gunakan Cheese Dome untuk Penyimpanan Singkat

Jika Anda ingin keju tetap pada suhu ruang, misalnya untuk acara dalam beberapa hari, cheese dome dapat digunakan. Biasanya berbentuk kaca dengan alas marmer, cheese dome menjaga kelembapan dan suhu cukup stabil. Namun, keju tidak akan bertahan lama dibanding ketika disimpan di kulkas.

7. Jaga Suhu Stabil dan Hindari Fluktuasi

Menyimpan keju bukan sekadar memasukkannya ke kulkas. Keju adalah produk hidup yang dapat berubah teksturnya jika kelembapan dan temperaturnya tidak stabil. Situs kuliner seperti Cheshire Cheese Company menjelaskan bahwa keju yang sudah dibuka sebaiknya langsung disimpan pada suhu rendah, idealnya 5–10°C, dan ditempatkan pada bagian kulkas yang kelembapannya relatif stabil seperti laci sayur. Tujuannya adalah menjaga keju tetap lembap tetapi tidak terlalu basah, sehingga tidak cepat mengeras.

8. Biarkan Keju Kembali ke Suhu Ruang Sebelum Dikonsumsi

Cheshire Cheese Company menyarankan untuk mengeluarkan keju dari kulkas sekitar 30–40 menit sebelum dimakan agar rasanya lebih optimal.

FAQ Seputar Keju

1. Apakah keju boleh dibekukan?

Boleh. Keju keras dan semi-keras dapat dibekukan hingga 12 bulan tanpa banyak perubahan rasa. Namun keju segar seperti ricotta atau cream cheese tidak dianjurkan untuk dibekukan karena dapat merusak tekstur.

2. Bagaimana cara mengetahui keju sudah tidak layak makan?

Jika ada jamur tidak normal (di luar jamur alami seperti pada blue cheese), bau menyengat, atau tekstur berlendir, keju sebaiknya dibuang.

3. Apakah keju yang sudah berjamur bisa dipotong bagian luarnya saja?

Untuk keju keras, Anda bisa memotong sekitar 2–3 cm di sekitar area jamur. Untuk keju lembut, jamur biasanya menyebar ke seluruh bagian, sehingga tidak aman dikonsumsi.

4. Mengapa keju cepat mengeras setelah dibuka?

Karena terkena paparan udara dan hilangnya kelembapan. Itulah mengapa teknik pembungkusan dan penyimpanan kedap udara sangat penting.

5. Apakah trik cuka aman bagi rasa keju?

Ya. Cuka hanya bekerja menahan pertumbuhan bakteri di permukaan. Selama tisu tidak terlalu basah dan keju dibungkus dengan benar, rasa keju tidak akan berubah.

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |