Liputan6.com, Jakarta - Memilih ikan segar di pasar tradisional menjadi langkah penting untuk mendapatkan bahan makanan yang berkualitas dan aman dikonsumsi. Ikan yang masih segar tidak hanya memiliki rasa yang lebih lezat, tetapi juga mengandung nutrisi yang tetap terjaga.
Sayangnya, tidak semua ikan yang dijual di pasar memiliki tingkat kesegaran yang sama. Karena itu, memahami ciri-ciri ikan segar dapat membantu Anda menghindari pembelian ikan yang sudah mengalami penurunan kualitas dan memastikan hasil masakan lebih nikmat.
Simak tips memilih ikan segar di pasar tradisional, dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (21/7).
1. Perhatikan Kondisi Mata Ikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458174/original/090843100_1767073055-ikan_segar_dan_tidak_segar.jpg)
Perbesar
Mata merupakan salah satu indikator paling mudah untuk menilai kesegaran ikan. Ikan yang baru ditangkap umumnya memiliki mata yang jernih, cembung, dan tampak mengilap. Bola mata juga terlihat penuh tanpa adanya tanda-tanda kerutan.
Sebaliknya, ikan yang sudah lama disimpan biasanya memiliki mata yang cekung, kusam, bahkan berwarna keabu-abuan. Kondisi tersebut menandakan bahwa kualitas ikan mulai menurun akibat proses penyimpanan yang terlalu lama.
Saat berbelanja di pasar tradisional, usahakan memilih ikan dengan mata yang masih bening dan tidak tertutup lapisan putih. Cara sederhana ini dapat membantu Anda memperoleh ikan dengan tingkat kesegaran yang lebih baik.
2. Cek Warna dan Kondisi Insang
Insang menjadi bagian yang sangat penting untuk diperiksa karena mampu menunjukkan kondisi ikan secara lebih akurat. Insang ikan segar umumnya berwarna merah cerah atau merah muda, serta tampak bersih tanpa lendir berlebihan.
Apabila insang berubah menjadi cokelat tua, kehitaman, atau terlihat pucat, kemungkinan ikan sudah disimpan terlalu lama. Aroma yang muncul dari bagian insang juga dapat menjadi petunjuk apakah ikan masih layak dibeli atau tidak.
Mintalah izin kepada pedagang untuk melihat bagian insang jika posisinya tertutup. Pedagang umumnya tidak keberatan karena pemeriksaan ini sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh pembeli.
3. Cium Aroma Ikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4236836/original/050521100_1669195425-indian-mackerel-rastrelliger-kanagurta.jpg)
Perbesar
Aroma ikan segar seharusnya tidak terlalu menyengat. Ikan yang baru ditangkap biasanya hanya memiliki bau laut atau air yang ringan dan tidak mengganggu penciuman.
Sebaliknya, bau amis yang sangat tajam, asam, atau bahkan menyerupai bau busuk menunjukkan bahwa proses pembusukan sudah mulai terjadi. Kondisi tersebut menandakan kualitas ikan telah menurun sehingga sebaiknya dihindari.
Lakukan pemeriksaan aroma dari jarak dekat, tetapi tetap sewajarnya. Jangan hanya mengandalkan penampilan luar karena beberapa ikan masih tampak bagus meskipun aromanya sudah berubah.
4. Tekan Daging Ikan dengan Jari
Tekstur daging juga menjadi penentu penting dalam memilih ikan segar di pasar tradisional. Daging ikan yang masih segar terasa padat, kenyal, dan akan kembali ke bentuk semula setelah ditekan menggunakan jari.
Jika bekas tekanan tetap terlihat atau daging terasa lembek, kemungkinan ikan sudah kehilangan kesegarannya. Hal ini terjadi karena struktur jaringan daging mulai mengalami kerusakan.
Pemeriksaan sederhana ini dapat dilakukan dengan lembut agar tidak merusak ikan. Hindari menekan terlalu keras karena dapat mengurangi kualitas tampilan ikan yang akan dibeli.
5. Amati Sisik dan Kulit Ikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423946/original/065227900_1764125961-Pilih_Ikan_Segar__Kunci_Awal_Tekstur_Terjaga.jpg)
Perbesar
Sisik ikan segar biasanya masih melekat kuat pada tubuh dan tampak mengilap. Permukaan kulit juga terlihat cerah dengan lapisan lendir bening yang berfungsi melindungi tubuh ikan.
Apabila sisik mudah rontok atau kulit terlihat kusam dan kering, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa ikan sudah cukup lama berada di tempat penyimpanan. Lendir yang berubah menjadi keruh juga patut diwaspadai.
Memeriksa sisik dan kulit sangat membantu, terutama pada ikan yang dijual utuh. Pilih ikan dengan tampilan alami tanpa banyak kerusakan pada permukaannya.
6. Periksa Kondisi Perut Ikan
Perut ikan yang masih segar biasanya tampak utuh, tidak sobek, dan tidak menggembung. Bentuknya tetap proporsional sesuai ukuran tubuh ikan.
Perut yang pecah, terlalu lunak, atau membengkak dapat menjadi tanda bahwa proses pembusukan telah berlangsung. Pada beberapa kasus, kondisi tersebut juga menunjukkan penanganan ikan yang kurang baik selama penyimpanan maupun pengangkutan.
Selain memperhatikan bentuknya, pastikan tidak ada cairan berwarna gelap yang keluar dari bagian perut. Hal tersebut dapat menjadi indikasi kualitas ikan yang sudah menurun.
7. Pilih Pedagang yang Menjaga Kebersihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4992015/original/093659400_1730806799-ilish-fish-southeast-asia_1417-137.jpg)
Perbesar
Kebersihan lapak turut memengaruhi kualitas ikan yang dijual. Pedagang yang rutin membersihkan meja dagangan, menggunakan es dalam jumlah cukup, dan menjaga kebersihan wadah penyimpanan umumnya lebih memperhatikan mutu produk.
Ikan yang diletakkan di atas lapisan es akan lebih lama mempertahankan kesegarannya dibandingkan ikan yang dibiarkan pada suhu ruang dalam waktu lama. Es membantu memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab pembusukan.
Selain itu, perhatikan apakah pedagang menangani ikan dengan peralatan yang bersih. Lingkungan jualan yang higienis dapat mengurangi risiko kontaminasi sehingga ikan yang Anda beli lebih aman untuk diolah.
8. Datang Lebih Awal ke Pasar
Waktu berbelanja juga memengaruhi peluang mendapatkan ikan yang masih segar. Di pasar tradisional, ikan hasil tangkapan biasanya mulai dijual sejak pagi sehingga kondisinya masih sangat baik.
Semakin siang, persediaan ikan segar umumnya mulai berkurang. Sebagian ikan juga sudah lebih lama terpapar suhu lingkungan sehingga kualitasnya perlahan mengalami penurunan meskipun masih layak dijual.
Jika memungkinkan, datanglah saat pasar baru buka. Selain pilihan ikan lebih banyak, Anda juga memiliki kesempatan untuk memilih ukuran dan jenis ikan terbaik sebelum stok favorit habis.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tips Memilih Ikan Segar di Pasar Tradisional
1. Bagaimana cara paling mudah mengetahui ikan masih segar?
Cara paling mudah adalah memperhatikan mata, insang, aroma, dan tekstur daging ikan. Keempat bagian tersebut menjadi indikator utama tingkat kesegaran ikan.
2. Apakah ikan yang berbau amis pasti tidak segar?
Tidak selalu. Ikan segar memang memiliki aroma khas laut atau air, tetapi tidak berbau busuk, asam, atau sangat menyengat.
3. Mengapa insang menjadi bagian penting saat memeriksa ikan?
Karena perubahan warna insang terjadi cukup cepat setelah ikan tidak lagi segar. Insang merah cerah umumnya menunjukkan kondisi ikan masih baik.
4. Kapan waktu terbaik membeli ikan di pasar tradisional?
Pagi hari merupakan waktu terbaik karena ikan biasanya baru datang dari pemasok atau nelayan sehingga kondisinya masih lebih segar dibandingkan siang atau sore hari.
5. Apakah ikan yang disimpan di atas es pasti lebih segar?
Belum tentu, tetapi penyimpanan menggunakan es dapat membantu mempertahankan kesegaran ikan lebih lama dibandingkan dibiarkan pada suhu ruang. Tetap periksa mata, insang, aroma, dan tekstur sebelum membeli.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568648/original/071668600_1777366731-pexels-rdne-8363772.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303398/original/063751700_1784629768-96c1e27e-28de-45b8-8331-664c04473caa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303341/original/016854700_1784627284-Greenhouse_Botol.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303235/original/064858700_1784623098-jametlene-reskp-C-Oi6NoQXDQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5149698/original/056670500_1741003888-medium-shot-man-looking-fridge.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/730366/original/096060300_1409492095-Lomba__foto_4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4674439/original/063778600_1701756971-Trailer_1_Illustration__16x9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303022/original/006239700_1784616244-akuarium_galon_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303004/original/013455800_1784615563-HL_tanaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303015/original/044368900_1784616130-12067212937931097404.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303185/original/099664000_1784621187-HL_lomba.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302971/original/091983900_1784615162-4b789e54-ae3d-473a-8a22-70f8def58135.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405074/original/039171000_1762423610-Guru_dan_Murid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302927/original/052389200_1784613542-10235523659823088691.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302859/original/067278800_1784610128-Menanam_Pothos_di_Botol_Kaca_Bekas_untuk_Dekorasi_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302964/original/031932300_1784615073-15344223892694501281.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3934854/original/013210600_1644918542-20220215-PENCAIRAN-JHT-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5002260/original/093287900_1731388996-electric-rice-cooker-wooden-countertop-kitchen_154515-8668.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302861/original/011779400_1784610250-pindah_pot_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672783/original/063916300_1778494889-Gantung_di_Tempat_dengan_Sinar_Matahari_4-6_Jam_Sehari.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552830/original/094815200_1775832773-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534966/original/037393500_1773906231-Rak_Susun_Minimalis_di_Sudut_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508983/original/035798900_1771646536-desain_kebun_sayur__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551751/original/092211600_1775740607-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545675/original/091145500_1775204582-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536889/original/019012800_1774348758-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4955220/original/019136200_1727495901-pexels-mareefe-932577.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541563/original/023593700_1774868056-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521871/original/058370700_1772702607-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538055/original/006041700_1774499757-Gamis_Brokat_Bridesmaid_Terbaru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537684/original/000893000_1774433253-43136ce3-700b-4a55-ad89-c17e130f5510.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536947/original/082994500_1774358477-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538379/original/088050200_1774513870-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536847/original/042126200_1774345805-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538137/original/059427300_1774503915-unnamed_-_2026-03-26T124415.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541835/original/099746700_1774921684-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536362/original/016392800_1774322406-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537905/original/028562000_1774492777-1.jpg)