8 Ternak Unggas yang Paling Menguntungkan untuk Pemula, Cepat Panen dan Minim Modal

14 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Ternak unggas yang paling menguntungkan untuk pemula kini semakin banyak diminati karena peluang pasarnya terus berkembang. Selain bisa dimulai dari skala kecil, usaha ini juga memiliki siklus produksi yang relatif cepat sehingga perputaran modal bisa berlangsung lebih singkat dibandingkan beberapa jenis usaha peternakan lainnya.

Bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan, usaha ternak unggas juga dinilai fleksibel. Banyak jenis unggas yang dapat dipelihara di lahan terbatas dengan sistem kandang sederhana. Hal ini membuat bisnis ternak unggas menjadi pilihan yang realistis bagi pemula yang ingin mencoba usaha di sektor peternakan.

Namun, sebelum memulai usaha ini, penting untuk mengetahui ternak unggas yang paling menguntungkan untuk pemula agar modal dan tenaga yang dikeluarkan dapat memberikan hasil maksimal. Beberapa jenis unggas memiliki potensi keuntungan lebih besar karena permintaan pasar tinggi dan biaya perawatannya relatif rendah. Berikut informasi selengkapnya dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (9/3/2026).

1. Ayam Kampung

Usaha ternak ayam kampung dapat menghasilkan keuntungan yang cukup menjanjikan karena harga jualnya relatif tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat. Anda dapat menjualnya dalam berbagai bentuk, seperti telur, daging, dan anakan ayam. Daging ayam kampung dikenal memiliki cita rasa gurih dan kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan ayam broiler, menjadikannya pilihan favorit konsumen.

Ayam kampung merupakan pilihan yang menguntungkan bagi pemula karena memiliki permintaan pasar yang tinggi dan cita rasa daging yang gurih. Usaha ini dapat dimulai dengan modal awal yang relatif kecil dan pemeliharaannya tergolong mudah, serta tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas. Ayam kampung juga lebih tahan terhadap penyakit dibandingkan ayam ras komersial, sehingga membutuhkan perawatan kesehatan yang lebih sedikit.

Meskipun masa tumbuh jenis ayam ini umumnya lebih lama, yaitu sekitar 4-6 bulan untuk dipanen, kecepatan masa panen ini mempercepat pengembalian modal peternak dan mengurangi biaya perawatan. Potensi keuntungan dari ternak ayam kampung bisa mencapai 100 persen dengan pengelolaan yang tepat.

2. Bebek

Ternak bebek merupakan salah satu sektor bisnis yang menjanjikan dengan peluang besar baik dalam produksi telur maupun daging, dengan potensi keuntungan yang menggiurkan. Permintaan pasar untuk telur dan daging bebek terus meningkat, dan telur bebek memiliki nilai nutrisi yang lebih tinggi serta harga yang lebih mahal dibandingkan telur ayam.

Bebek relatif mudah diternakkan, tidak mudah mati seperti ayam, dan perawatannya sederhana, sehingga cocok untuk pemula dengan modal awal yang terjangkau. Memulai dari skala rumahan memberikan beberapa keuntungan, seperti modal awal yang terjangkau dan risiko yang mudah dikelola. Selain itu, beternak bebek tidak memerlukan skill yang terlalu rumit dan proses produksinya tergolong cepat.

Bebek petelur memiliki produktivitas tinggi, dengan rata-rata produksi telur mencapai 250 hingga 300 butir per ekor per tahun. Telur bebek juga memiliki pangsa pasar luas dan seringkali dihargai lebih tinggi dari telur ayam.

3. Burung Puyuh

Beternak burung puyuh sangat menguntungkan karena harga telurnya stabil dan permintaan dagingnya terus meningkat. Puyuh mulai bertelur pada usia sekitar 38-45 hari dan dapat terus berproduksi hingga 18 bulan dengan produktivitas tinggi mencapai 250-300 butir per ekor per tahun.

Modal awal untuk ternak puyuh relatif kecil, bahkan bisa dimulai dengan sekitar Rp300.000 untuk skala rumahan. Perawatannya mudah, cepat berkembang, dan tidak membutuhkan lahan yang luas.

Siklus hidup puyuh yang singkat memungkinkan perputaran modal lebih cepat, menjadikannya komoditas peternakan yang efisien. Selain telur dan daging, kotoran burung puyuh juga banyak dicari para petani dan peternak ikan karena kandungan protein serta nitrogen yang tinggi dapat menyuburkan tanah dan pakan yang bergizi.

4. Entok (Bebek Muscovy)

Ternak entok memiliki potensi pasar yang menjanjikan karena dagingnya rendah lemak, kaya protein, dan banyak diminati. Konsumen semakin menyadari manfaat nutrisi dari daging entok, dan krisis pangan mendorong masyarakat mencari alternatif sumber protein yang lebih ekonomis. Selain daging, telurnya juga memiliki nilai jual tinggi.

Entok dikenal tahan terhadap penyakit dan cuaca ekstrem, memiliki siklus reproduksi yang cepat, serta mudah dalam perawatan dengan pakan yang mudah didapat dan biaya operasional yang rendah. Mereka juga menghasilkan telur dalam jumlah besar, mengurangi risiko kerugian dalam usaha ternak.

Peluang bisnis ternak entok cukup besar, bahkan bisa dimulai dengan modal kecil dan menghasilkan keuntungan jutaan rupiah dalam sebulan. Entok dapat diberi makan dengan pakan yang mudah didapat seperti azolla, eceng gondok, maggot, sayuran reject, dan sisa-sisa makanan rumah tangga, sehingga menekan biaya operasional.

5. Ayam Petelur

Usaha ternak ayam petelur menjanjikan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan karena permintaan telur yang terus meningkat di pasar. Telur merupakan kebutuhan pokok semua orang dan dapat digunakan untuk berbagai olahan makanan, sehingga kebutuhan telur oleh masyarakat selalu tinggi.

Modal awal yang dibutuhkan relatif rendah dibandingkan peternakan lain, dan usaha ini fleksibel untuk dimulai dalam skala kecil, misalnya 100 ekor ayam. Ayam petelur dapat menghasilkan telur setiap hari hingga usia sekitar 90 minggu, memberikan potensi keuntungan yang optimal.

Selain telur, produk turunan seperti ayam afkir dan kotoran ayam juga bernilai ekonomi. Kunci keberhasilan terletak pada pemilihan bibit berkualitas, pakan bernutrisi seimbang, serta manajemen kandang yang baik untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ayam.

6. Ayam Broiler

Ayam pedaging merupakan pilihan yang menguntungkan karena pertumbuhannya sangat pesat, menjadikannya pilihan favorit bagi para pengusaha yang baru memulai usaha peternakan. Jenis ayam ini dipelihara khusus untuk produksi daging, dengan masa panen yang relatif singkat, yaitu sekitar 28 hingga 35 hari sejak menetas.

Hal ini memungkinkan perputaran modal yang cepat, bahkan dalam kurun waktu sekitar satu bulan, peternak sudah dapat melihat hasil dari usaha ini. Permintaan pasar terhadap daging ayam sangat tinggi dan dikonsumsi hampir setiap hari, menjadikannya usaha yang menjanjikan.

Potensi keuntungan dari ternak ayam broiler cukup menarik, dan manajemen pemeliharaan ayam broiler tidak memerlukan peralatan canggih, sehingga cocok untuk pemula. Dengan perawatan yang tepat, termasuk pemberian pakan dan menjaga kebersihan kandang, usaha ini dapat dikelola dengan mudah.

7. Kalkun

Beternak kalkun dapat sangat menguntungkan, dengan anakan kalkun bisa dijual dengan harga pasaran minimal Rp100.000 per ekor dalam waktu 1,5 bulan. Permintaan daging kalkun meningkat karena rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang bermanfaat, serta masih jarang peternak kalkun di Indonesia.

Biaya pakan kalkun relatif murah karena dapat memanfaatkan tanaman liar seperti eceng gondok dan kangkung yang tumbuh liar di sekitar pedesaan. Hal ini menyebabkan ongkos produksi secara umum lebih murah, sehingga mampu mendongkrak penghasilan peternak.

Meskipun budidaya ayam kalkun mungkin masih terkesan awam bagi sebagian masyarakat, jika ditekuni, keuntungan yang diperoleh bisa mencapai jutaan rupiah. Dengan persaingan yang masih minim, beternak ayam kalkun memiliki prospek yang cerah.

8. Angsa

Ternak angsa memiliki potensi usaha yang menguntungkan, terutama karena jumlah peternak yang masih sedikit, sehingga persaingan lebih rendah dibandingkan jenis unggas lain. Angsa diternakkan untuk diambil daging dan telurnya, serta bulunya dapat dimanfaatkan untuk isian bantal.

Angsa mudah dipelihara, tahan terhadap penyakit, dan dapat mencari makan sendiri, menjadikannya pilihan yang baik untuk pemula. Budidaya angsa sebenarnya jauh lebih mudah dibanding dengan unggas lain karena angsa bisa mencari makan sendiri dan memiliki daya tahan tumbuh lebih baik terhadap penyakit.

Angsa memiliki nilai jual yang lebih tinggi, bahkan satu ekor anak angsa saja sudah bisa memiliki nilai di atas Rp100.000. Dengan perencanaan yang baik dan perhatian terhadap detail, budidaya angsa dapat menjadi usaha yang sukses dan menguntungkan.

Tips Memulai Usaha Ternak Unggas

Agar usaha berjalan lancar, pemula perlu memperhatikan beberapa hal penting berikut:

  1. Mulai dari skala kecil terlebih dahulu
  2. Pilih bibit unggas berkualitas
  3. Perhatikan kebersihan kandang
  4. Gunakan pakan yang sesuai kebutuhan unggas
  5. Pelajari pasar sebelum produksi besar

Dengan perencanaan yang baik, peluang sukses dalam menjalankan ternak unggas yang paling menguntungkan untuk pemula akan semakin besar.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa saja 8 ternak unggas yang paling menguntungkan untuk pemula?

8 ternak unggas yang paling menguntungkan untuk pemula meliputi Ayam Kampung, Bebek, Burung Puyuh, Entok, Ayam Petelur, Ayam Pedaging (Broiler), Kalkun, dan Angsa.

2. Mengapa ayam kampung menguntungkan bagi pemula?

Ayam kampung menguntungkan karena permintaan pasar tinggi, cita rasa daging gurih, gizi baik, modal awal relatif kecil, perawatan mudah, tahan penyakit, dan dapat dipanen dalam 4-6 bulan.

3. Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk ternak burung puyuh skala rumahan?

Modal awal untuk ternak burung puyuh skala rumahan relatif kecil, bahkan bisa dimulai dengan sekitar Rp300.000.

4. Apa keunggulan ternak entok dibandingkan unggas lain?

Ternak entok unggul karena dagingnya rendah lemak dan kaya protein, tahan penyakit dan cuaca ekstrem, siklus reproduksi cepat, serta mudah dalam perawatan dengan pakan yang murah dan mudah didapat.

5. Mengapa ayam pedaging (broiler) cocok untuk pemula?

Ayam pedaging cocok untuk pemula karena pertumbuhannya sangat pesat dengan masa panen singkat (28-35 hari), memungkinkan perputaran modal yang cepat, serta permintaan pasar yang tinggi dan stabil.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |