Liputan6.com, Jakarta Memasuki musim hujan 2025, sejumlah laporan tentang ular yang masuk ke rumah kembali meningkat di berbagai daerah Indonesia. Perubahan cuaca ekstrem, naiknya kelembapan tanah, serta meningkatnya populasi mangsa seperti tikus membuat ular lebih aktif berpindah tempat, termasuk ke area hunian manusia. Fenomena ini kerap terjadi pada periode awal musim hujan, saat ular mencari lokasi aman dan hangat untuk bertelur.
Banyak warga tidak menyadari bahwa area rumah seperti kolong lemari, gudang, dan bahkan dapur menjadi tempat ideal bagi ular untuk bersarang. Lingkungan lembap dan tertutup memberi rasa aman bagi reptil ini. Jika tidak diwaspadai, situasi ini bisa menimbulkan risiko gigitan, terutama bila ular merasa terganggu.
Artikel ini mengulas 8 jenis ular yang paling sering masuk ke rumah saat musim hujan untuk bertelur, lengkap dengan ciri, perilaku, dan langkah pencegahan agar rumah tetap aman. Simak selengkapnya, dirangkum Liputan6, Selasa (11/11).
1. Ular Kobra
Merujuk situs pengendalian ular dan hewan liar, Critter Guard, hewan ular akan mencari tempat yang aman untuk bertelur. Area yang dijangkau oleh hewan melata itu di ataranya tempat yang lembap, gelap dan basah terlebih saat musim hujan. Salah satu yang paling sering ditemukan di titik-titik tersebut adalah kobra.
Ular kobra menjadi salah satu spesies paling berbahaya yang sering muncul di lingkungan permukiman saat musim hujan. Hewan ini biasanya keluar dari sarangnya karena area tanah menjadi tergenang air, memaksanya mencari tempat kering seperti kolong rumah atau kamar mandi.
Kobra betina yang sedang mencari tempat bertelur akan memilih lokasi tertutup, gelap, dan hangat seperti tumpukan pakaian, kardus, atau sela perabot. Saat merasa terancam, ular ini dapat membuka tudung dan menyemburkan bisa dari jarak jauh. Itulah sebabnya, ruangan yang lembap sebaiknya selalu dibersihkan secara rutin. Untuk mencegah kobra masuk rumah, pastikan ventilasi bawah ditutup rapat dan lantai tidak dibiarkan basah dalam waktu lama. Selain itu, hindari menimbun pakaian kotor atau kain lembap yang dapat menarik perhatian ular ini.
2. Ular Tikus
Ular tikus (Ptyas mucosa) adalah jenis ular tidak berbisa yang sering ditemukan di rumah. Seperti namanya, ular ini tertarik pada keberadaan tikus yang banyak hidup di area dapur, gudang, atau atap rumah. Saat musim hujan, populasi tikus meningkat karena mereka mencari tempat kering dan ular tikus pun ikut masuk mengejar mangsa.
Meski tidak berbisa, ular tikus dapat menggigit jika terpojok. Bentuknya panjang dan warnanya kecokelatan, sering kali dikira ular kobra muda. Ular ini juga dikenal pandai memanjat, sehingga bisa masuk dari ventilasi atau sela atap. Hewan melata ini juga akan menjadikan tempat sumber pangannya di area rumah, sebagai tempat untuk berkembang biak jika dirasa aman.
Langkah pencegahan paling efektif adalah dengan menjaga kebersihan dapur dan membasmi tikus secara rutin. Tutup makanan rapat, singkirkan sisa nasi atau remah yang dapat mengundang hewan pengerat, karena kehadiran tikus pasti mengundang ular tikus datang.
3. Ular Hijau
Ular hijau (Trimeresurus albolabris) sering ditemukan di daerah tropis termasuk Indonesia. Warna tubuhnya yang mencolok hijau terang membuatnya sulit terlihat di dedaunan sekitar rumah. Ketika hujan deras disertai angin, ular ini bisa terbawa hingga ke pekarangan atau masuk rumah melalui jendela yang terbuka.
Ular ini dikenal berbisa dan memiliki serangan cepat, terutama jika merasa terancam. Betina biasanya bertelur di area lembap seperti pot tanaman, tumpukan kayu, atau sela pagar. Karena bentuknya kecil, ular hijau bisa bersembunyi di balik tirai atau sudut lemari tanpa disadari.
Untuk mencegahnya, pastikan jendela tertutup saat hujan dan lakukan penyemprotan insektisida ringan di area taman untuk mengurangi populasi katak, mangsa utama ular hijau. Periksa pot dan tanaman hias sebelum dibawa masuk ke dalam rumah.
4. Ular Tanah
Ular tanah (Indotyphlops braminus) dikenal kecil, ramping, dan sering dikira cacing besar. Ular jenis ini tidak berbisa, tetapi bisa mengejutkan karena kerap muncul di kamar mandi atau dapur saat musim hujan. Mereka mencari area lembap dengan tanah gembur untuk bertelur dan bersembunyi.
Ular ini biasanya muncul malam hari setelah hujan deras, keluar dari lubang drainase atau celah lantai. Karena bentuknya kecil, ia mudah lolos ke dalam rumah tanpa disadari. Meski tidak berbahaya, keberadaannya menandakan sistem drainase rumah kurang baik.
Cara mengatasinya cukup sederhana: pastikan semua lubang pembuangan air ditutup dengan saringan logam, jaga kebersihan saluran air, dan hindari genangan di sekitar rumah. Dengan begitu, ular tanah tidak akan menemukan jalur masuk lagi.
5. Ular Sanca
Sudah banyak kasus ular sanca (Python reticulatus) muncul di area permukiman dekat sawah atau rawa. Ketika musim hujan tiba, habitat alaminya tergenang air sehingga ular sanca mencari tempat kering dan hangat untuk menetaskan telur. Gudang rumah, hingga kloset yang terhubung ke septictank menjadi lokasi favorit karena gelap dan jarang diganggu.
Ular ini tidak berbisa, tetapi memiliki sistem pertahanan melalui lilitan yang sangat kuat. Ukurannya bisa mencapai beberapa meter, dan biasanya ditemukan menggulung di balik tumpukan barang. Betina sanca akan menjaga telurnya hingga menetas, sehingga bisa bertahan di satu lokasi selama berminggu-minggu.
Warga disarankan tidak mencoba mengusir sendiri. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau komunitas reptil lokal untuk evakuasi. Bersihkan gudang secara rutin agar tidak menjadi tempat aman bagi ular bertelur.
6. Blue Coral Snake (Ular Cabai)
Ular cabai (Calliophis bivirgatus) memiliki warna mencolok biru metalik dengan ekor merah seperti cabai. Meski tampak indah, ular ini sangat berbisa dan kerap muncul setelah hujan malam hari di pekarangan rumah atau teras yang lembap. Beberapa laporan mendapati bahwa ular ini bersembunyi di balik tumpukan batu bata atau genteng yang disimpan di halaman rumah dan lama dibiarkan.
Ular ini biasanya tidak menyerang kecuali merasa terancam. Namun, karena sering mencari tempat hangat di sela sepatu, karung, atau tumpukan kain, manusia bisa terkena gigitan tanpa sengaja. Ular cabai bertelur di tanah lembap atau di bawah dedaunan yang membusuk, termasuk sekitar pekarangan rumah.
Hindari menumpuk barang di lantai dan selalu periksa sepatu sebelum dipakai, terutama setelah hujan. Pastikan area sekitar rumah tidak dipenuhi sampah organik yang menjadi sarang ideal bagi ular jenis ini.
7. Ular Copperhead
Ular Copperhead (Agkistrodon contortrix) jarang ditemukan di Indonesia, namun kasus kemunculannya di area perkotaan meningkat karena faktor cuaca dan perpindahan habitat. Ular ini tertarik pada area dengan banyak serangga dan tikus, dua sumber makanan utama.
Warna kulitnya menyerupai daun kering, membuatnya sulit terlihat saat bersembunyi di taman atau tumpukan daun di sekitar rumah. Betina Copperhead biasanya bertelur di area lembap dekat sumber air seperti selokan atau pot besar.
Meski racunnya tidak sekuat kobra, gigitan ular ini tetap berbahaya. Gunakan sepatu tertutup saat berjalan di luar rumah setelah hujan, dan hindari menumpuk daun atau ranting di pekarangan terlalu lama agar tidak menarik perhatian ular Copperhead.
8. Ular Tropidolaemus Wagleri
Ular Tropidolaemus wagleri, atau yang dikenal sebagai ular hijau ekor merah, sering muncul di sekitar rumah karena tertarik pada cahaya lampu yang menarik serangga. Ular ini menunggu mangsanya di dahan atau area terbuka dekat jendela yang terang.
Pada musim hujan, mereka cenderung mencari tempat bertelur di area lembap seperti pot tanaman atau ventilasi. Karena berwarna hijau terang dengan ekor merah, ular ini sering disangka ular daun biasa. Padahal, racunnya bisa menyebabkan pembengkakan parah pada manusia.
Untuk mencegahnya, matikan lampu luar rumah saat tidak diperlukan, bersihkan area taman secara rutin, dan hindari menanam tanaman terlalu rapat di dekat tembok. Hal ini membantu mengurangi peluang ular mendekat ke area tempat tinggal.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa ular sering masuk ke rumah saat musim hujan?
Karena habitat alaminya tergenang air. Ular mencari tempat kering dan hangat untuk bertelur serta mencari mangsa.
2. Apakah semua ular yang masuk rumah berbahaya?
Tidak. Beberapa ular seperti ular tikus tidak berbisa, tetapi tetap perlu diwaspadai karena bisa menggigit jika terpojok.
3. Bagaimana cara mencegah ular bertelur di sekitar rumah?
Bersihkan area lembap, tutup celah di lantai dan tembok, serta hindari menumpuk barang atau kain di lantai yang bisa jadi sarang ular.
4. Apa tanda-tanda ular bersarang di rumah?
Biasanya ada kulit ular yang berganti, bau khas, serta suara gesekan di balik perabot atau tumpukan barang.
5. Siapa yang harus dihubungi jika menemukan ular bertelur di rumah?
Hubungi petugas pemadam kebakaran, BPBD, atau komunitas reptil lokal yang memiliki peralatan aman untuk evakuasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)