Liputan6.com, Jakarta Usaha olahan ikan kini menjadi salah satu sektor UMKM yang terus bertumbuh karena pasarnya luas dan bahannya mudah didapat. Ikan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi, mulai dari camilan hingga lauk siap saji, sehingga cocok untuk pemula yang ingin memulai bisnis berbasis dapur rumahan. Dengan pengelolaan sederhana, usaha ini memungkinkan pelaku UMKM mendapatkan margin keuntungan yang besar tanpa perlu modal yang terlalu tinggi.
Dalam beberapa tahun terakhir, produk olahan ikan bahkan semakin populer di platform online karena konsumen menginginkan makanan yang praktis, sehat, dan tahan lama. Oleh sebab itu, banyak usaha rumahan yang berhasil berkembang hanya dengan memanfaatkan freezer kecil, peralatan memasak seadanya, dan kemasan sederhana. Peluang pertumbuhan yang cepat ini membuat usaha olahan ikan menarik untuk dicoba, terutama bagi mereka yang ingin memulai bisnis dengan risiko rendah.
Artikel ini merinci delapan ide usaha olahan ikan yang potensial, lengkap dengan proses produksi, estimasi modal awal, harga jual, hingga potensi keuntungan dalam seminggu. Simak informasi selengkapnya, dirangkum untuk Anda yang ingin memulai usaha, Sabtu (22/11).
1. Abon Ikan
Abon ikan menjadi salah satu produk olahan yang paling mudah dibuat dan memiliki daya tahan lama, sehingga cocok untuk usaha rumahan dengan modal terbatas. Bahan yang digunakan biasanya berupa ikan tongkol atau kembung yang harganya relatif stabil dan murah. Proses pembuatannya pun sederhana: ikan direbus, disuwir, kemudian dimasak kembali dengan bumbu hingga benar-benar kering. Keunggulan abon ikan adalah aromanya yang khas serta teksturnya yang ringan, membuat produk ini disukai berbagai kalangan.
Modal awal untuk memulai usaha abon ikan sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp250.000 untuk menghasilkan 30 kemasan ukuran kecil. Komponen modal mencakup ikan, bumbu, minyak, serta plastik kemasan. Harga jual abon ikan berkisar antara Rp20.000–Rp35.000 per bungkus, tergantung ukuran dan branding. Dengan penempatan label yang menarik serta pengemasan rapi, produk dapat masuk ke pasar oleh-oleh, toko kelontong, atau dijual secara online melalui media sosial.
Jika seluruh 30 bungkus terjual dalam seminggu, omzet yang didapatkan mencapai sekitar Rp750.000 dengan potensi laba bersih kurang lebih Rp500.000. Keuntungan ini bisa lebih tinggi jika pelaku usaha meningkatkan skala produksi atau menawarkan varian rasa seperti pedas manis, original, dan gurih pedas. Siklus produksi yang cepat dan bahan yang mudah ditemukan membuat abon ikan menjadi produk yang sangat mungkin memberikan balik modal dalam waktu singkat.
2. Pempek Ikan Beku
Pempek merupakan salah satu makanan khas yang disukai banyak orang dan memiliki pasar yang sangat luas, baik untuk konsumsi harian maupun sebagai oleh-oleh. Produk ini semakin diminati dalam bentuk frozen karena lebih praktis dan tahan lama. Dengan modal sekitar Rp300.000, pelaku usaha sudah dapat membuat sekitar 10 paket pempek lengkap dengan cukonya. Ikan yang digunakan tidak harus mahal; ikan dori atau ikan laut lokal pun sudah cukup untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang lezat.
Di pasaran, harga jual pempek frozen berkisar Rp45.000–Rp55.000 per paket kecil. Kemasan yang rapi, higienis, dan dilengkapi instruksi cara memasak membuat produk lebih mudah diterima pasar modern. Penjual dapat memaksimalkan pemasaran melalui layanan pesan-antar makanan, marketplace, atau menitipkan produk ke toko-toko kecil di sekitar tempat tinggal. Karena pempek merupakan makanan yang sudah dikenal masyarakat luas, tingkat minat pembeli cenderung stabil setiap minggu.
Jika seluruh 10 paket terjual dalam satu minggu, omzet yang diperoleh mencapai Rp500.000 dengan potensi laba sekitar Rp300.000. Produk ini sangat cocok bagi pemula karena tidak membutuhkan banyak peralatan dan prosesnya cukup cepat. Selama stok bahan terjaga dan teknik pengemasan benar, pempek frozen dapat menjadi sumber pendapatan rutin dengan risiko kerugian yang rendah.
3. Otak-Otak
Otak-otak merupakan salah satu produk olahan ikan yang proses pembuatannya jauh lebih cepat dibandingkan produk lainnya. Dengan hanya mencampurkan ikan giling, bumbu sederhana, dan sedikit tepung, adonan otak-otak dapat langsung dibungkus daun pisang dan dikukus. Jika ingin versi yang lebih tahan lama, pelaku usaha bisa menggorengnya sebelum dikemas. Proses ini membuat otak-otak menjadi pilihan ideal bagi pemula yang ingin memulai usaha tanpa perlu keahlian khusus.
Dari segi modal, sekitar Rp170.000 sudah cukup untuk memproduksi hingga 150 potong otak-otak ukuran kecil. Bahan baku ikan yang digunakan tidak harus mahal; ikan kembung, tongkol, atau bahkan ikan campuran bisa menghasilkan rasa yang lezat jika bumbunya seimbang. Produk dapat dijual dalam kondisi hangat untuk pembeli sekitar rumah atau dikemas dan dijual beku bagi pelanggan yang ingin menyimpannya lebih lama. Dengan promosi sederhana di media sosial, penjualan otak-otak biasanya meningkat dengan cepat karena harganya terjangkau.
Jika 150 potong terjual dalam seminggu dengan harga Rp8.000 per potong, omzet dapat mencapai sekitar Rp1,2 juta. Setelah dikurangi biaya produksi, potensi keuntungan mencapai sekitar Rp825.000 per minggu. Angka ini membuat otak-otak sering dianggap sebagai salah satu usaha modal kecil dengan tingkat perputaran uang paling cepat. Produk yang lezat, murah, dan mudah dibuat ini sangat potensial dijadikan usaha harian.
4. Kerupuk Ikan
Kerupuk ikan memiliki pasar yang luas dan stabil karena menjadi camilan sekaligus pelengkap makanan sehari-hari. Proses pembuatannya cukup sederhana: ikan diolah menjadi adonan bersama tepung tapioka dan bumbu, lalu dicetak dan dikeringkan. Setelah kering, kerupuk dapat digoreng atau dijual dalam bentuk mentah. Konsumen menyukai produk ini karena rasanya gurih dan dapat bertahan lama tanpa bahan pengawet.
Modal awal sekitar Rp170.000 sudah cukup untuk memproduksi sekitar 40 kemasan kerupuk ikan ukuran kecil. Bahan yang digunakan mudah ditemukan di pasar tradisional, dan tidak diperlukan peralatan khusus selain wajan dan kompor. Harga jual kerupuk ikan berada di kisaran Rp15.000–Rp30.000 per kemasan, tergantung ukuran dan jenis ikan yang digunakan. Dengan kemasan ziplock atau vacuum, produk terlihat lebih profesional dan tahan lama, sehingga cocok dijual online maupun offline.
Jika dalam seminggu semua 40 kemasan terjual dengan harga rata-rata Rp20.000, omzet bisa mencapai Rp800.000. Setelah dikurangi biaya produksi, potensi keuntungan mencapai sekitar Rp560.000. Kerupuk ikan juga mudah dikembangkan dengan menambah varian rasa seperti pedas, bawang, keju, atau rumput laut. Dengan modal kecil dan proses produksi yang bisa dilakukan secara bertahap, usaha ini sangat cocok untuk pemula.
5. Bakso Ikan Beku
Bakso ikan menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang ingin mengurangi konsumsi daging merah. Produk ini memiliki segmen pasar yang luas, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Proses pembuatannya cukup sederhana, yaitu menggiling ikan hingga halus lalu mencampurnya dengan tepung dan bumbu. Setelah dibentuk menjadi bulatan, bakso direbus dan kemudian dibekukan agar tahan lebih lama. Produk bakso ikan beku sangat cocok dijual melalui layanan ojek online maupun dititipkan ke warung terdekat.
Dengan modal sekitar Rp300.000, pelaku usaha dapat menghasilkan sekitar 15 kemasan bakso ikan ukuran 500 gram. Harga jual di pasaran berkisar antara Rp25.000–Rp40.000 per kemasan, tergantung komposisi ikan dan kualitas kemasan. Di era belanja online, bakso ikan beku semakin banyak dicari karena mudah dimasak dan bisa menjadi stok makanan praktis di rumah. Jika dikemas dengan baik dan diberi label informasi gizi atau cara masak, produk akan terlihat lebih profesional dan meningkatkan kepercayaan pembeli.
Dalam satu minggu, jika seluruh 15 kemasan terjual dengan harga rata-rata Rp30.000, omzet yang diperoleh mencapai Rp450.000. Keuntungan bersih diperkirakan mencapai Rp270.000 setelah dikurangi biaya produksi. Meski margin tidak sebesar otak-otak atau kerupuk ikan, bakso ikan memiliki keunggulan: tingkat repeat order yang tinggi karena banyak keluarga menjadikannya stok makanan rutin. Hal inilah yang membuat usaha bakso ikan beku layak dipertimbangkan.
6. Nugget Ikan
Nugget ikan menjadi produk olahan yang sangat diminati keluarga karena bentuknya menarik dan mudah disajikan. Teksturnya yang lembut serta baluran tepung panir yang renyah membuat anak-anak menyukai produk ini. Proses produksinya juga cukup mudah, yaitu menghaluskan ikan dan mencampurnya dengan bahan tambahan seperti kentang atau wortel, lalu mencetaknya ke dalam bentuk tertentu sebelum dilapisi tepung panir. Produk dapat digoreng langsung atau disimpan dalam freezer untuk dijual beku.
Modal awal sekitar Rp250.000 cukup untuk memproduksi sekitar 12 kemasan nugget ikan ukuran 250–300 gram. Bahan baku yang digunakan juga fleksibel; pelaku usaha bisa menggunakan jenis ikan apa pun yang mudah ditemukan. Harga jual nugget ikan berada pada kisaran Rp30.000–Rp45.000 per kemasan, tergantung kualitas dan varian rasa. Pengemasan yang rapi dengan label warna-warni akan menarik minat pembeli, terutama para orang tua yang mencari makanan praktis untuk anak mereka.
Jika seluruh 12 kemasan terjual dalam seminggu dengan harga rata-rata Rp35.000, omzet yang diperoleh mencapai Rp420.000. Setelah dikurangi biaya produksi, estimasi keuntungan berada di kisaran Rp276.000. Potensi penjualan nugget ikan cenderung stabil karena produk ini selalu dibutuhkan sebagai stok makanan keluarga. Usaha ini berpeluang besar berkembang jika varian ditambah, misalnya nugget ikan sayur, nugget ikan pedas, atau nugget bentuk karakter.
7. Ikan Asap
Ikan asap memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan beberapa olahan ikan lainnya karena prosesnya menghasilkan rasa yang khas dan daya tahan lebih lama. Teknik pengasapan membuat ikan menjadi lebih gurih, aman disimpan tanpa bahan tambahan, dan memiliki aroma yang kuat. Produk ini sangat diminati sebagai lauk praktis maupun oleh-oleh dari berbagai daerah yang terkenal dengan kuliner asap.
Untuk memulai usaha ini, modal sekitar Rp300.000 sudah cukup untuk memproduksi sekitar 8 kemasan ikan asap siap jual. Ikan yang biasa digunakan antara lain bandeng, tongkol, atau patin, yang semuanya mudah ditemukan di pasar tradisional. Setelah diasapkan, ikan dipotong dan dikemas dengan plastik tebal atau vacuum agar terlihat lebih menarik dan memiliki daya tahan yang lebih panjang. Jika dikemas rapi, ikan asap dapat masuk ke pasar oleh-oleh, supermarket kecil, atau dijual secara online.
Dengan harga jual berkisar antara Rp40.000–Rp80.000 per kemasan, omzet mingguan mencapai sekitar Rp400.000 jika 8 kemasan terjual. Estimasi keuntungan bersih berada di angka Rp240.000 per minggu. Meski tidak secepat otak-otak atau kerupuk ikan dalam hal perputaran stok, ikan asap memiliki nilai jual yang lebih premium. Hal ini membuat usaha ikan asap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin menawarkan produk berbeda di pasaran.
8. Siomay dan Kroket Ikan
Siomay dan kroket ikan merupakan produk olahan yang mudah dibuat dan sangat cocok dijual keliling atau di pasar harian. Teksturnya yang lembut serta rasanya yang gurih membuat produk ini disukai berbagai kalangan. Proses pembuatannya tidak rumit dan dapat disesuaikan dengan selera pasar. Selain dijual langsung dalam kondisi hangat, varian beku juga banyak diminati sebagai stok makanan di rumah.
Modal sekitar Rp200.000 cukup untuk memproduksi sekitar 200 porsi siomay atau kroket ikan. Harga jual per porsi berada di kisaran Rp7.000–Rp15.000 tergantung lokasi penjualan dan ukuran produk. Pelaku usaha yang menjualnya secara keliling biasanya dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, terutama saat jam makan siang. Sementara itu, penjualan online memberikan peluang untuk menjual produk dalam bentuk paket isi banyak untuk keluarga.
Jika 200 porsi habis dalam seminggu dengan harga rata-rata Rp10.000 per porsi, omzet dapat mencapai Rp2.000.000. Potensi keuntungan bersih mencapai sekitar Rp1.400.000 setelah dikurangi biaya produksi. Usaha ini sangat menjanjikan bagi mereka yang ingin mendapatkan perputaran uang cepat tanpa harus memiliki modal besar. Stok bahan mudah didapat dan proses produksi bisa dilakukan setiap hari sesuai permintaan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik Ide Usaha Olahan Ikan Modal Kecil Untung Besar
1. Berapa modal minimal untuk memulai usaha olahan ikan?
Modal minimal berkisar Rp150.000–Rp300.000, tergantung jenis produk yang ingin dibuat. Produk seperti otak-otak, siomay, dan kerupuk ikan merupakan pilihan termurah untuk pemula.
2. Olahan ikan apa yang paling cepat laku?
Produk yang dijual dalam kondisi hangat seperti otak-otak, siomay, dan kroket biasanya cepat laku. Sementara abon dan kerupuk laris sebagai produk tahan lama.
3. Bagaimana menentukan harga jual olahan ikan?
Harga jual dapat ditentukan dengan menghitung HPP (bahan + kemasan) lalu menambahkan margin keuntungan sekitar 50–100%, tergantung pasar yang ditargetkan.
4. Apakah usaha olahan ikan cocok dipasarkan secara online?
Sangat cocok. Produk frozen seperti bakso ikan, nugget, pempek, dan siomay beku sangat diminati di marketplace karena praktis dan mudah dikirim.
5. Produk olahan ikan apa yang paling menguntungkan?
Siomay, kroket, dan otak-otak cenderung memberikan margin terbesar karena bahan murah dan penjualan cepat. Namun produk premium seperti ikan asap juga memberikan keuntungan stabil.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)