Liputan6.com, Jakarta Memulai bisnis kuliner kini tak harus dengan modal besar. Banyak pilihan jajanan yang bisa diolah dengan cara dikukus, sehingga menawarkan potensi keuntungan melimpah meski dengan modal awal yang minim. Konsep jualan kukusan modal kecil untung besar ini menjadi solusi cerdas bagi Anda yang ingin meraup cuan harian.
Berbagai jenis makanan kukusan, mulai dari kue tradisional hingga camilan modern, memiliki daya tarik yang mulai tinggi di pasar. Selain proses pembuatannya yang relatif mudah dan bahan baku yang terjangkau, makanan kukusan juga sering dianggap lebih sehat. Ini menjadikannya pilihan ideal untuk usaha rumahan yang berpeluang laku tiap hari.
Jika Anda berencana membangun usaha makanan kukusan dari awal dengan modal yang kecil, Liputan6 mencoba menawarkan 8 referensi ide jualan kukusan modal kecil untung besar yang berpeluang laku tiap hari. Simak selengkapnya berikut, dirangkum untuk Anda, Minggu (9/11).
1. Bolu Kukus Mini Berbagai Rasa
Salah satu ide jualan kukusan yang paling populer dan menjanjikan adalah bolu kukus mini. Dengan modal awal sekitar Rp10.000 hingga Rp25.000, Anda sudah bisa menghasilkan puluhan buah bolu kukus yang siap dijual. Ukurannya yang mungil dan rasanya yang lezat membuatnya disukai berbagai kalangan, dari anak-anak hingga dewasa.
Daya tarik bolu kukus mini juga terletak pada variasi rasanya yang beragam. Anda bisa menawarkan pilihan seperti red velvet, pisang, stroberi, moka coklat, pandan meses, atau bahkan pelangi. Keberagaman ini akan menarik lebih banyak pembeli dan membuat produk Anda selalu dinanti.
Bolu kukus mini sangat cocok dijual dengan harga Rp1.000-an per buah, menjadikannya camilan yang sangat terjangkau. Selain itu, produk ini juga ideal untuk isian snack box, hidangan arisan, atau acara lainnya. Potensi keuntungannya pun besar karena cepat laku dan mudah diproduksi dalam jumlah banyak.
2. Kue Lapis dan Apem Kukus
Kue lapis merupakan jajanan pasar tradisional yang selalu memiliki penggemar setia. Dibuat dengan cara dikukus, kue ini dikenal dengan lapisan warna-warninya yang menarik dan teksturnya yang kenyal. Bahan-bahan pembuatannya pun relatif sederhana, seperti tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, santan, dan pewarna makanan.
Tak kalah populer, kue apem juga menjadi pilihan ide jualan kukusan yang menarik. Kue tradisional ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis yang khas, cocok sebagai camilan ringan kapan saja. Bahan utamanya meliputi tepung terigu, gula pasir, ragi instan, santan, dan air, yang mudah didapatkan di pasaran.
Kedua kue ini memiliki daya tahan yang cukup baik dan sering menjadi pilihan camilan untuk berbagai acara atau sekadar teman minum teh. Dengan menyajikan kue lapis dan apem, Anda tidak hanya melestarikan kuliner tradisional, tetapi juga menawarkan produk yang disukai banyak orang.
3. Inovasi Kue Lumpur Kukus
Kue lumpur surga menawarkan sentuhan inovasi pada jajanan kukusan tradisional. Kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut dan rasa manisnya yang memikat, seringkali menggunakan bahan dasar ubi atau talas. Potensi jualannya sangat baik karena dapat dijual dengan harga terjangkau, sekitar Rp10.000 per porsi.
Untuk meningkatkan daya tarik, Anda bisa berkreasi dengan varian isi kue lumpur surga. Pilihan seperti kelapa parut manis, kacang, cokelat, keju, atau buah-buahan musiman dapat menambah nilai jual. Inovasi ini akan membuat produk Anda berbeda dan lebih diminati oleh konsumen.
Selanjutnya, ada kue mendut, jajanan tradisional yang terbuat dari tepung ketan dengan isian kelapa parut manis. Dibungkus daun pisang dan dikukus, kue ini memiliki aroma khas yang menggoda. Proses pembuatannya sederhana dan bahan-bahannya mudah didapat, menjadikannya pilihan tepat untuk usaha rumahan modal kecil.
4. Serabi Pandan dan Dimsum Ayam Kukus Modern
Serabi pandan kukus menghadirkan variasi menarik dari serabi tradisional yang umumnya dipanggang. Dengan bahan dasar telur, santan, tepung, dan pasta pandan, serabi ini dikukus hingga matang sempurna. Penyajiannya yang biasanya disertai gula merah cair menjadikannya camilan manis yang digemari banyak orang.
Beralih ke jajanan kekinian, dimsum ayam adalah ide jualan kukusan yang sangat populer dan laris manis di pasaran. Anda bisa memproduksinya dalam jumlah besar, lalu membekukannya untuk dijual sebagai frozen food. Konsep ini memberikan fleksibilitas bagi pembeli yang hanya perlu mengukusnya sebentar di rumah.
Potensi penjualan dimsum ayam sangat luas, baik melalui penjualan online maupun dititipkan di kantin-kantin. Dengan rasa yang lezat dan kepraktisan penyajian, dimsum ayam beku menjadi pilihan favorit banyak konsumen. Ini adalah peluang besar untuk meraup keuntungan signifikan dengan modal yang terkontrol.
5. Roti Kukus Meleleh Legit
Roti kukus meleleh adalah salah satu ide jualan kuliner terbaru yang sedang viral dan laris manis di pasaran. Konsep ini menawarkan roti yang dikukus dengan isian yang lumer dan memikat. Sensasi lelehan isian seperti cokelat atau keju menjadi daya tarik utama yang membuat banyak orang penasaran.
Keunggulan roti kukus meleleh terletak pada teksturnya yang lembut dan empuk, berpadu sempurna dengan isian yang hangat dan meleleh di mulut. Kombinasi ini menciptakan pengalaman rasa yang unik dan disukai berbagai kalangan. Produk ini sangat cocok untuk menarik perhatian konsumen yang mencari camilan kekinian.
Dengan potensi viralitas yang tinggi, roti kukus meleleh bisa menjadi sumber keuntungan besar bagi Anda. Promosi yang tepat melalui media sosial dapat mempercepat penyebaran popularitasnya. Ini adalah peluang emas untuk memulai usaha kuliner dengan produk yang sedang tren.
6. Siomay Kukus dengan Tekstur Lembut dan Gurih
Siomay menjadi pilihan pertama bagi pemula karena bahan baku utama seperti ikan, tahu, dan tepung relatif murah dan mudah diperoleh. Untuk memulai, siapkan resep dasar yang distandarisasi untuk porsi harian; uji coba beberapa kali sampai tekstur dan bumbu stabil, lalu catat HPP sebagai dasar penetapan harga. Dalam fase awal, jual di lokasi dengan lalu lintas manusia tinggi seperti dekat sekolah atau gedung perkantoran; respon awal pelanggan akan menentukan apakah resep perlu penyesuaian.
Setelah mendapatkan penerimaan pasar, atur produksi secara batch agar efisien: siapkan stok bahan beku atau semi-olah untuk mengurangi waktu persiapan harian. Saat permintaan meningkat, tambahkan varian sambal dan paket hemat yang mendorong pembelian berulang. Pada tahap skala, pertimbangkan kerja sama dengan warung kecil sebagai reseller untuk memperluas jangkauan tanpa investasi gerobak baru.
Untuk menjaga margin, evaluasi setiap minggu biaya bahan dan porsi; bila harga ikan naik, adaptasi komposisi dengan menambah proporsi tahu atau tepung tanpa mengorbankan rasa. Dokumentasikan SOP sederhana untuk pegawai agar kualitas terjaga saat produksi ditingkatkan, sehingga pelanggan lama tetap mendapat pengalaman rasa yang sama.
7. Ubi, Pisang dan Jagung Kukus Sehat
Produk kukus berbahan ubi, pisang, atau jagung menarik segmen konsumen yang mencari camilan sehat tanpa minyak goreng. Untuk memulai, lakukan uji bahan musiman guna menemukan varietas yang paling manis dan tahan lama saat dikukus; dokumentasi hasil uji membantu meminimalkan fluktuasi kualitas. Susun menu yang sederhana namun menarik, misalnya variasi topping minimalis yang menonjolkan bahan utama.
Distribusi awal efektif melalui paket sarapan kantor dan penjualan di kantin kampus; tawarkan opsi langganan harian agar produksi lebih mudah diprediksi. Saat menerapkan model langganan, komunikasikan jadwal pengantaran dan metode pengemasan yang menjaga kesegaran. Pencatatan pesanan dan feedback konsumen menjadi sumber data untuk menyesuaikan porsi dan frekuensi produksi.
Untuk memperluas pasar, gunakan konten edukatif di media sosial yang menonjolkan manfaat sehat produk; testimoni pelanggan yang relevan memperkuat klaim sehat dan mendorong pembelian. Jika permintaan meningkat, pertimbangkan pembelian bahan grosir musiman untuk menekan HPP tanpa menurunkan kualitas.
8. Jagung Susu Keju yang Rasanya Disukai Banyak Kalangan
Jagung susu keju atau jasuke termasuk jajanan kukus yang konsisten diminati berbagai kalangan, dari anak sekolah hingga pekerja malam. Cita rasa manis dan gurihnya membuat produk ini mudah diterima, sementara bahan bakunya murah dan mudah didapat sepanjang tahun. Untuk memulai, pelaku usaha cukup menyiapkan kukusan sederhana, jagung pipil segar, susu kental manis, dan parutan keju. Faktor utama keberhasilan terletak pada keseimbangan rasa dan penyajian hangat yang menggugah selera.
Tahap awal dapat dilakukan dengan berjualan di lokasi padat aktivitas seperti depan sekolah, taman kota, atau area kuliner malam. Waktu jual paling ramai biasanya sore hingga malam, saat konsumen mencari camilan hangat. Pengemasan menggunakan gelas kertas atau wadah mika kecil memberi kesan bersih dan praktis, sementara taburan keju di atas permukaan menjadi daya tarik visual. Untuk menarik pelanggan pertama, pelaku usaha bisa memberikan promo pembuka, seperti tambahan topping atau potongan harga untuk pembelian kedua.
Setelah memperoleh pelanggan tetap, strategi pengembangan bisa diarahkan pada diversifikasi rasa, dengan menambahkan topping cokelat, meses, atau keju parut halus untuk segmen anak muda. Penjualan juga bisa dikombinasikan dengan minuman hangat atau dingin agar nilai transaksi meningkat. Di tahap lanjut, jasuke dapat dikemas untuk delivery dengan sistem made to order agar kualitas tetap terjaga. Jika branding dan kebersihan terjaga, produk sederhana ini mampu memberi margin tinggi dan berpotensi menjadi usaha kukusan yang cepat berkembang di pasar lokal.
People Also Ask
1. Berapa modal awal untuk memulai usaha kukusan?
Modal awal sangat fleksibel: dengan modal seminimal mungkin Anda dapat mulai memakai kukusan tradisional dan peralatan dasar; untuk gerobak dan stok awal, modal bisa meningkat. Yang terpenting adalah memprioritaskan kualitas bahan dan porsi yang konsisten sehingga modal kecil dapat cepat kembali.
2. Bagaimana cara menentukan harga jual kukusan agar untung?
Tentukan harga dengan menghitung HPP (bahan, kemasan, tenaga, dan biaya operasional), lalu tambahkan margin yang wajar sambil memantau harga pasar setempat. Perhatikan juga model penjualan—delivery atau reseller memerlukan penyesuaian karena adanya biaya tambahan seperti komisi platform.
3. Produk kukusan apa yang paling cepat laku?
Produk yang cepat laku biasanya yang bersifat impulsif dan familiar, misalnya siomay, putu, dan kue kukus tradisional. Namun keberhasilan dipengaruhi lokasi, kualitas rasa, serta kemasan; di beberapa area, varian sehat seperti ubi kukus bisa lebih laku.
4. Apakah kukusan cocok dijual lewat layanan pesan-antar?
Cocok, asalkan kemasan dirancang agar produk tetap terjaga tekstur dan suhu saat diantarkan. Pilih varian yang tahan pengiriman atau siapkan instruksi reheating jika produk rentan lembek.
5. Bagaimana cara meningkatkan repeat order pelanggan kukusan?
Jaga konsistensi rasa dan porsinya, tawarkan program langganan atau paket hemat, dan aktif melakukan komunikasi melalui chat/WA serta update promo di media sosial. Layanan cepat dan responsif pada keluhan juga meningkatkan loyalitas.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)