8 Ide Jualan Bahan Mi Modal Minim, Cocok untuk Pemula dan Gampang Balik Modal

1 week ago 10

Liputan6.com, Jakarta Mi telah lama menjadi primadona kuliner di Indonesia, digemari oleh berbagai kalangan usia karena teksturnya yang kenyal dan kemampuannya menjadi pengganti nasi. Popularitas mi yang tak lekang oleh waktu ini menciptakan pasar yang sangat luas, menjadikannya pilihan menarik bagi para pelaku usaha.

Dengan modal yang relatif terjangkau, bisnis berbahan mi menawarkan potensi keuntungan yang besar. Tingginya permintaan masyarakat terhadap makanan ini memastikan adanya basis pelanggan yang solid, bahkan mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah.

Artikel ini akan mengulas berbagai ide jualan bahan mi yang prospektif, baik untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman. Kami akan menyajikan analisis keuangan yang jelas, menunjukkan bagaimana memulai usaha mi tidak selalu memerlukan modal besar, sebab bahan baku dan peralatannya mudah didapatkan. Jadi simak kumpulan ide jualan mi selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (21/11/2025).

Mie Ayam Pedas Level

Mie Ayam Pedas Level adalah konsep jualan mi ayam yang menawarkan berbagai tingkat kepedasan, menarik bagi pencinta tantangan rasa. Inovasi menu seperti mie ayam yamin, mie ayam pedas manis, atau mie ayam keriting dengan aneka topping dapat meningkatkan daya tarik.

Target pasar untuk Mie Ayam Pedas Level sangat luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang menyukai mi pedas dengan harga terjangkau. Mi ayam sendiri merupakan makanan favorit yang digemari banyak orang, dari anak sekolah sampai pekerja kantoran.

Modal awal: Untuk membuat sekitar 18 porsi Mie Ayam Pedas Level bisa kurang dari Rp 50.000, dengan rincian bahan baku sekitar Rp 58.840. Modal per porsi diperkirakan sekitar Rp 3.269.

Potensi cuan: Dengan harga jual per porsi antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000, potensi omzet harian jika menjual 25 porsi seharga Rp 10.000 adalah Rp 250.000. Potensi keuntungan kotor per minggu (6 hari) bisa mencapai sekitar Rp 1.441.242 setelah dikurangi modal bahan baku.

Warmindo (Warung Indomie)

Warmindo merupakan warung makan sederhana yang menyajikan olahan mi instan sebagai menu utama, dilengkapi berbagai tambahan seperti sayuran, telur, dan sosis. Keunikannya terletak pada variasi penyajian yang lebih kreatif dan "naik kelas", dengan tambahan topping seperti kornet, keju, hingga level kepedasan yang bisa disesuaikan.

Target pasar Warmindo sangat luas dan loyal, terutama di kalangan mahasiswa, pekerja, atau siapa saja yang mencari makanan cepat, hangat, dan terjangkau. Lokasi strategis seperti dekat kampus, area perkantoran, atau kawasan kos-kosan sangat potensial untuk usaha ini.

Modal awal: Untuk Warmindo bisa lebih besar, sekitar Rp 24.700.000, yang mencakup sewa tempat, renovasi, perlengkapan, dan bahan baku awal. Namun, modal ini dapat dipangkas dengan berjualan di rumah atau menggunakan alat yang sudah ada.

Potensi cuan: Estimasi keuntungan Warmindo menunjukkan pendapatan per hari bisa mencapai Rp 1.650.000 jika menjual 80 porsi mi, 150 nasi, dan 200 minuman. Dengan asumsi penjualan 80 porsi mi per hari, omzet bulanan bisa mencapai Rp 32.400.000, dengan keuntungan bersih bulanan diperkirakan sekitar Rp 7.700.000.

Mie Ayam Gerobakan

Usaha mie ayam gerobakan adalah pilihan tepat bagi yang mencari ide jualan bahan mi dengan modal terjangkau namun peluang keuntungan menjanjikan. Konsep ini cocok untuk lokasi ramai dan dapat menjangkau berbagai segmen pasar.

Target pasar untuk mie ayam gerobakan sangat luas, mulai dari anak sekolah hingga orang kantoran, serta masyarakat umum. Mi ayam telah menjadi favorit hampir semua orang, memastikan permintaan yang stabil.

Modal awal: Untuk usaha mie ayam gerobakan diperkirakan antara Rp 10.000.000 hingga Rp 12.000.000. Rincian modal ini termasuk gerobak, peralatan masak, bahan baku awal, meja, kursi sederhana, perlengkapan makan, dan biaya lain-lain.

Potensi keuntungan: Dengan harga jual sekitar Rp 15.000 per porsi, jika dapat menjual 60 porsi per hari, omzet bulanan bisa mencapai Rp 27.000.000. Setelah dikurangi biaya operasional bulanan (sekitar Rp 12.997.500), keuntungan bersih di bulan selanjutnya bisa mencapai sekitar Rp 9.000.000 atau lebih.

Mie Instan Kekinian dengan Topping Beragam

Ide jualan bahan mi ini berfokus pada penjualan mi instan yang disajikan dengan berbagai tambahan topping seperti telur, keju, sosis, kornet, dan sayuran. Konsep ini memungkinkan kreasi menu yang unik dan menarik, seperti mie kepal atau mie fantasi.

Target pasar utamanya adalah anak muda, mahasiswa, dan pekerja yang mencari makanan cepat saji, mengenyangkan, dan dengan harga ramah di kantong. Inovasi menu dengan topping kekinian atau rasa pedas yang bisa disesuaikan dapat menarik pelanggan.

Modal awal: Untuk usaha mi kekinian dapat bervariasi, namun estimasi awal adalah Rp 14.305.000, terdiri dari modal awal sebesar Rp 5.605.000 dan modal bulanan Rp 8.700.000. Jika dimulai dari skala kecil, modal dapat disesuaikan.

Potensi untung: Harga jual per porsi mi instan kekinian dapat berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Jika diasumsikan dapat menjual 50 porsi per hari dengan harga rata-rata Rp 12.500, omzet bulanan bisa mencapai sekitar Rp 18.750.000. Dengan estimasi biaya operasional bulanan sekitar Rp 8.700.000, potensi keuntungan bersih bulanan bisa mencapai sekitar Rp 10.050.000.

Mie Basah & Mie Kering Homemade

Usaha ini melibatkan produksi dan penjualan mi basah atau mi kering buatan sendiri (homemade). Mi basah memiliki proses pembuatan yang lebih mudah dibandingkan mi instan, dan mesin yang dibutuhkan tidak terlalu banyak.

Target pasar untuk mi basah dan mi kering homemade sangat luas, mencakup penjual makanan (seperti pedagang mi ayam), restoran, hingga rumah tangga yang mencari bahan baku mi berkualitas. Kualitas dan kebersihan mi basah sangat penting untuk diperhatikan.

Modal awal: Untuk usaha produksi mi homemade diperkirakan sekitar Rp 9.000.000, termasuk mesin giling mi, mixer, dan mesin hand sealer. Bahan baku seperti tepung terigu, tepung tapioka, dan bumbu penyedap juga mudah ditemukan dan tidak mahal.

Potensi untung: Dengan harga jual mi per kg sekitar Rp 17.000, jika dapat memproduksi dan menjual 20 kg mi per hari, omzet bulanan bisa mencapai Rp 10.200.000. Setelah dikurangi biaya operasional per bulan (sekitar Rp 7.947.000), laba bersih yang didapatkan adalah Rp 2.253.000.

Mie Ayam dengan Konsep Warung Permanen

Mi ayam dengan konsep warung permanen menawarkan tempat yang lebih nyaman dan variasi menu yang lebih lengkap dibandingkan gerobakan. Ini memungkinkan penawaran menu yang lebih beragam dan fasilitas yang lebih baik bagi pelanggan.

Target pasar untuk warung mi ayam permanen mencakup keluarga, pekerja kantoran, dan masyarakat umum yang mencari tempat makan yang nyaman dan konsisten dalam rasa. Lokasi strategis di area padat penduduk, dekat sekolah, kampus, atau perkantoran sangat direkomendasikan.

Modal awal: untuk membuka warung mi ayam permanen bisa lebih besar, berkisar antara Rp 20.000.000 hingga Rp 30.000.000, tergantung lokasi dan fasilitas yang disediakan. Total biaya peralatan untuk bisnis bakso dan mi ayam bisa mencapai Rp 11.400.000, dengan biaya operasional awal Rp 18.500.000.

Potensi untung: Harga jual per porsi mi ayam di warung permanen dapat berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 20.000. Jika diasumsikan dapat menjual 100 porsi per hari dengan harga rata-rata Rp 15.000, potensi omzet bulanan bisa mencapai Rp 45.000.000. Dengan laba bersih per porsi antara Rp 8.000 hingga Rp 12.000, potensi keuntungan bersih bulanan bisa mencapai sekitar Rp 15.000.000 atau lebih.

Mie Instan dengan Konsep Pop-Up atau Kios

Konsep ini melibatkan penjualan mi instan di acara tertentu, festival, pasar malam, atau lokasi sementara lainnya. Ini menawarkan fleksibilitas tinggi dan biaya operasional yang lebih rendah karena tidak memerlukan sewa tempat jangka panjang.

Target pasar utamanya adalah pengunjung event, pasar malam, atau keramaian temporer lainnya yang mencari makanan cepat dan praktis. Konsep pop-up juga bisa menjadi cara efektif untuk menguji pasar sebelum membuka usaha permanen.

Modal awal: untuk usaha mi instan pop-up atau kios dapat dimulai dari sekitar Rp 3.000.000, yang mencakup perlengkapan dasar seperti kompor portabel, panci, meja lipat, dan bahan baku awal. Modal ini bisa lebih rendah jika menggunakan peralatan yang sudah ada.

Potensi cuan: Harga jual per porsi mi instan di konsep pop-up atau kios dapat berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 12.000. Jika diasumsikan dapat menjual 40 porsi per hari selama event, omzet per event bisa mencapai sekitar Rp 400.000 hingga Rp 480.000. Potensi keuntungan sangat fleksibel, tergantung pada frekuensi dan durasi event yang diikuti.

Mie Kuah dengan Topping Premium

Ide jualan bahan mi ini berfokus pada penyajian mi kuah dengan tambahan topping premium seperti daging sapi iris, udang segar, jamur truffle, atau bahan berkualitas tinggi lainnya. Konsep ini bertujuan menarik pelanggan yang mencari pengalaman kuliner mi yang lebih mewah dan berbeda.

Target pasar untuk mi kuah dengan topping premium adalah pencinta kuliner, kalangan menengah ke atas, atau mereka yang bersedia membayar lebih untuk kualitas dan rasa istimewa. Inovasi rasa dan penyajian adalah kunci untuk menarik segmen pasar ini.

Modal awal: untuk usaha ini diperkirakan sekitar Rp 10.000.000, yang mencakup bahan baku premium, peralatan masak memadai, serta branding dan kemasan menarik. Biaya bahan baku per porsi akan lebih tinggi dibandingkan mi ayam biasa.

Potensi untung: Harga jual per porsi mi kuah premium dapat berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 25.000. Jika diasumsikan dapat menjual 30 porsi per hari dengan harga rata-rata Rp 22.500, omzet bulanan bisa mencapai sekitar Rp 20.250.000. Potensi keuntungan bersih bulanan bisa mencapai sekitar Rp 6.000.000, tergantung efisiensi pengelolaan biaya bahan baku premium.

FAQ

Q: Apa saja ide jualan bahan mi yang cocok untuk pemula?

A: Ide jualan bahan mi yang cocok untuk pemula antara lain mie ayam pedas, warmindo sederhana, atau mie instan kekinian dengan modal di bawah Rp 10 juta. Usaha mie ayam juga tidak terlalu rumit dan susah untuk dijalankan.

Q: Berapa modal yang dibutuhkan untuk jualan mie ayam?

A: Modal yang dibutuhkan untuk jualan mie ayam sangat bervariasi, mulai dari Rp 58.840 untuk 18 porsi bahan baku awal, hingga sekitar Rp 10.000.000 – Rp 12.000.000 untuk usaha gerobakan lengkap. Bahkan, ada tips untuk memulai bisnis mie ayam dengan modal Rp 100 ribuan.

Q: Bagaimana cara menghitung keuntungan jualan mi?

A: Untuk menghitung keuntungan jualan mi, Anda dapat menggunakan rumus: Keuntungan = (Harga Jual − Biaya Bahan per Porsi) × Jumlah Penjualan − Biaya Operasional. Penting untuk mengelola keuangan bisnis dengan bijak, membuat anggaran, dan mencatat semua pengeluaran dan pendapatan.

Q: Apa saja tips sukses jualan bahan mi?

A: Tips sukses jualan bahan mi meliputi memilih lokasi strategis, menjaga konsistensi rasa, melakukan inovasi menu, memanfaatkan media sosial untuk promosi, memberikan pelayanan yang ramah, dan menjaga kebersihan. Mengadopsi sistem pembayaran digital seperti QRIS juga dapat meningkatkan efisiensi.

Q: Bisakah jualan mi dengan modal di bawah Rp 1 juta?

A: Ya, jualan mi bisa dilakukan dengan modal di bawah Rp 1 juta, terutama jika berjualan mie instan kekinian atau mie ayam sederhana dari rumah. Anda bisa memulai dengan memanfaatkan alat masak dan perlengkapan yang sudah ada untuk menekan biaya.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |