Liputan6.com, Jakarta - Usaha budidaya perikanan skala kecil semakin diminati masyarakat perkotaan. Salah satu peluang menarik datang dari cara ternak udang rumahan sebagai aktivitas produktif berbasis lahan terbatas. Konsep pemeliharaan sederhana mampu diterapkan di halaman rumah, garasi, maupun pekarangan kosong. Potensi hasil panen bernilai ekonomi, menjadikan kegiatan ini layak dipertimbangkan.
Bagi pencari usaha alternatif, cara ternak udang rumahan menawarkan peluang pendapatan tambahan dari sektor perikanan. Skema produksi fleksibel, memungkinkan penyesuaian skala sesuai kemampuan modal. Proses pemeliharaan terencana juga membantu menjaga stabilitas pertumbuhan udang. Hasil panen pun berpeluang memenuhi kebutuhan pasar lokal.
Minat konsumen terhadap hasil perikanan segar terus meningkat setiap tahun. Kondisi tersebut membuka ruang bagi penerapan cara ternak udang rumahan, sebagai solusi penyediaan produk berkualitas. Kegiatan budidaya berbasis rumah memberikan kontrol penuh terhadap proses pemeliharaan, di mana strategi pengelolaan tepat akan berpotensi menciptakan usaha berkelanjutan.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (12/1/2026).
1. Ternak Udang Menggunakan Kolam Terpal
Pemanfaatan kolam terpal menjadi pilihan paling banyak digunakan dalam praktik ternak udang rumahan, terutama oleh pemula. Hal ini disebabkan biaya pembuatan kolam terpal relatif terjangkau dan tidak memerlukan konstruksi permanen. Kolam terpal dapat dirancang sesuai kebutuhan lahan, baik ditempatkan di halaman belakang rumah, sisi samping bangunan, maupun area pekarangan yang terbatas. Selain fleksibel dari sisi ukuran dan bentuk, kolam terpal juga mudah dibersihkan saat pergantian siklus budidaya serta mudah diperbaiki apabila terjadi kebocoran, sehingga sangat mendukung proses belajar budidaya udang skala kecil.
2. Budidaya Udang di Drum Plastik
Penggunaan drum plastik atau tong berukuran besar menjadi solusi praktis bagi rumah yang tidak memiliki cukup ruang untuk membangun kolam. Volume air yang lebih kecil pada drum memungkinkan pengawasan kualitas air dilakukan secara lebih intensif dan terkontrol. Aktivitas perawatan harian seperti pemberian pakan, pembersihan dasar wadah, serta pemantauan perilaku udang dapat dilakukan tanpa kesulitan. Metode ini sering dimanfaatkan sebagai tahap pengenalan bagi calon pembudidaya agar memahami pola pertumbuhan udang sebelum mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar.
3. Ternak Udang Vaname Skala Rumah
Udang vaname dikenal sebagai jenis udang yang memiliki kemampuan adaptasi sangat baik terhadap lingkungan budidaya buatan. Laju pertumbuhannya relatif cepat sehingga waktu panen dapat lebih singkat dibandingkan jenis udang lain. Karakteristik ini menjadikan udang vaname sangat cocok untuk ternak udang rumahan, khususnya bagi pemula. Selama kualitas air terjaga dan pemberian pakan dilakukan secara teratur, metode pemeliharaan udang vaname tidak membutuhkan teknik yang rumit. Manajemen kolam yang baik akan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup udang yang cukup tinggi.
4. Budidaya Udang Galah di Kolam Air Tawar
Udang galah memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sehingga menarik minat banyak pelaku usaha rumahan. Budidaya udang galah dapat dilakukan menggunakan kolam air tawar sederhana di sekitar rumah. Fokus utama dalam metode ini terletak pada pengelolaan kualitas air agar tetap stabil dan bersih. Pemberian pakan yang teratur serta pemantauan kondisi kolam secara berkala berperan penting dalam menunjang pertumbuhan udang galah. Apabila dikelola secara konsisten, metode ini mampu menghasilkan panen bernilai jual tinggi.
5. Ternak Udang Sistem Bioflok Sederhana
Sistem bioflok merupakan pendekatan budidaya yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk menjaga keseimbangan kualitas air kolam. Pada ternak udang rumahan, sistem bioflok sederhana dapat diterapkan untuk mengurangi akumulasi limbah organik dari sisa pakan dan kotoran udang. Metode ini membantu menekan kebutuhan penggantian air secara rutin, sehingga lebih hemat air dan efisien. Pengelolaan bioflok yang tepat mampu menciptakan lingkungan kolam yang lebih stabil dan mendukung pertumbuhan udang secara optimal.
6. Budidaya Udang Hias di Akuarium
Budidaya udang hias dilakukan menggunakan akuarium atau wadah kecil sebagai media pemeliharaan. Fokus utama metode ini bukan pada produksi konsumsi, melainkan pada nilai estetika dan keindahan visual. Udang hias memerlukan perhatian khusus terhadap kebersihan air, pencahayaan, serta stabilitas lingkungan. Meskipun dilakukan dalam skala kecil, budidaya udang hias memiliki nilai jual yang cukup menarik dan menargetkan segmen pasar penghobi, sehingga dapat menjadi alternatif usaha rumahan yang unik.
7. Ternak Udang dengan Padat Tebar Rendah
Metode padat tebar rendah sangat dianjurkan bagi pemula yang baru memulai ternak udang rumahan. Jumlah udang yang tidak terlalu banyak dalam satu kolam membantu menurunkan tingkat stres dan risiko kematian. Lingkungan kolam menjadi lebih stabil dan mudah dikontrol, sementara pengawasan kondisi udang dapat dilakukan secara menyeluruh. Pendekatan ini sangat efektif untuk membangun pengalaman serta pemahaman dasar sebelum meningkatkan kepadatan tebar di tahap selanjutnya.
8. Budidaya Udang Rumahan dengan Pergantian Air Berkala
Pergantian air sebagian secara rutin merupakan metode sederhana namun memiliki peran besar dalam menjaga kualitas lingkungan kolam. Cara ini membantu mengurangi penumpukan kotoran, sisa pakan, dan zat berbahaya yang dapat memengaruhi kesehatan udang. Metode ini tidak membutuhkan peralatan canggih sehingga mudah diterapkan di rumah. Konsistensi dalam melakukan pergantian air menjadi faktor penting agar pertumbuhan udang tetap stabil hingga memasuki masa panen.
Cara Ternak Udang Rumahan yang Efektif
Menentukan Jenis Udang yang Paling Sesuai
Langkah awal dalam memulai ternak udang rumahan terletak pada pemilihan jenis udang yang akan dibudidayakan. Setiap jenis udang memiliki karakteristik pertumbuhan, kebutuhan perawatan, serta potensi nilai jual yang berbeda. Udang vaname dikenal memiliki pertumbuhan relatif cepat dan daya tahan tubuh cukup baik terhadap perubahan lingkungan, sehingga sangat cocok untuk skala rumahan. Udang galah menawarkan nilai jual lebih tinggi dan menarik bagi pasar tertentu. Sementara itu, udang windu menyasar segmen premium, meskipun membutuhkan perhatian lebih intensif. Bagi pemula, udang vaname menjadi pilihan paling aman dan efisien untuk meminimalkan risiko kegagalan.
Menyiapkan Wadah Kolam Secara Tepat
Wadah kolam tidak harus berupa konstruksi permanen untuk dapat mendukung ternak udang rumahan. Kolam terpal, drum plastik, bak fiber, maupun kolam semen kecil sudah cukup memadai untuk skala rumah tangga. Hal terpenting dalam pemilihan kolam adalah memastikan wadah tidak mengalami kebocoran dan memudahkan pemantauan kualitas air. Penempatan kolam sebaiknya berada di area yang terlindung dari hujan langsung serta paparan sinar matahari berlebihan agar kondisi air tetap stabil sepanjang waktu.
Pengolahan Air sebagai Faktor Penentu Keberhasilan
Kualitas air memiliki peranan sangat besar dalam menentukan keberhasilan ternak udang rumahan. Air bersih dari sumur atau PDAM perlu diendapkan terlebih dahulu agar zat berbahaya mengendap sebelum digunakan. Rentang pH ideal berada di kisaran 7,5 hingga 8,5 untuk mendukung pertumbuhan udang secara optimal. Penambahan probiotik dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem air. Proses pengendapan air selama minimal satu hingga dua hari sangat dianjurkan sebelum benur ditebarkan ke dalam kolam.
Pemilihan Benur Berkualitas Tinggi
Benur atau bibit udang merupakan pondasi utama dalam budidaya udang rumahan. Benur sehat umumnya memiliki gerakan lincah, warna tubuh cerah, ukuran seragam, serta tidak menunjukkan gejala penyakit. Memilih benur dari penyedia terpercaya memang memerlukan biaya sedikit lebih tinggi, tetapi langkah ini mampu menekan risiko kematian massal serta meningkatkan peluang panen yang optimal. Kualitas benur yang baik akan berpengaruh langsung pada tingkat pertumbuhan dan hasil akhir.
Menentukan Kepadatan Tebar Ideal
Kepadatan tebar perlu disesuaikan dengan kapasitas kolam serta kemampuan perawatan. Untuk skala rumahan, jumlah 100 hingga 300 ekor per meter persegi dianggap ideal, khususnya bagi pemula. Kepadatan berlebihan dapat memicu stres pada udang dan meningkatkan risiko penyakit. Pengaturan jumlah tebar yang tepat membantu pertumbuhan udang lebih merata dan memudahkan pengelolaan kolam secara keseluruhan.
Pemberian Pakan secara Efisien dan Terukur
Pakan memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan udang dan kualitas air kolam. Penggunaan pakan khusus udang berkadar protein sekitar 30 hingga 35 persen sangat disarankan. Pemberian pakan dilakukan secara bertahap sebanyak tiga hingga empat kali dalam sehari. Jumlah pakan perlu dikontrol agar tidak berlebihan, mengingat sisa pakan dapat mencemari air. Untuk menekan biaya, pakan pabrikan dapat dikombinasikan bersama pakan alami berupa plankton yang tumbuh di kolam.
Perawatan Kolam dan Pengelolaan Air Secara Konsisten
Perawatan rutin menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan udang. Penggantian air sebagian sekitar 10 hingga 20 persen setiap minggu membantu menjaga kebersihan lingkungan kolam. Kotoran di dasar kolam sebaiknya disedot atau disifon secara berkala. Pemantauan bau dan warna air dapat menjadi indikator awal perubahan kualitas lingkungan. Penambahan probiotik secara rutin mendukung kestabilan mikroorganisme dan membantu menciptakan kondisi air yang ideal untuk pertumbuhan udang.
FAQ Seputar Topik
Apa saja keuntungan cara ternak udang rumahan?
Cara ternak udang rumahan menawarkan keuntungan besar karena permintaan pasar tinggi, tidak memerlukan lahan luas, modal awal relatif terjangkau (kurang dari Rp10 juta untuk kolam terpal), dan tidak membutuhkan izin rumit untuk skala kecil.
Jenis udang apa yang cocok untuk budidaya rumahan?
Udang vaname sangat populer karena tumbuh cepat, tahan penyakit, dan masa panen singkat. Udang galah juga pilihan baik untuk air tawar dengan nilai ekonomis tinggi. Udang windu juga dapat dipertimbangkan.
Bagaimana cara mempersiapkan kolam terpal untuk ternak udang?
Pilih lokasi jauh dari limbah dan dekat sumber air, gunakan terpal tebal berkualitas, kubur pinggiran terpal, dan lindungi dari hujan. Air kolam sebaiknya dari sumur/sungai dan difermentasi dengan probiotik selama 1-2 minggu sebelum diganti dengan air baru.
Kapan waktu ideal untuk panen udang vaname?
Panen udang vaname umumnya dilakukan saat bobotnya mencapai 16 hingga 20 gram per ekor, atau ketika usianya sekitar 3-4 bulan (90-100 hari). Sebelum panen, air kolam dapat diberi kapur agar udang tidak molting.
Bagaimana cara mencegah penyakit pada udang budidaya?
Pencegahan penyakit meliputi penggunaan benur berkualitas SPF, penerapan biosekuriti (sanitasi, perlakuan air tepat), penggunaan fasilitas pelindung, pemberian probiotik, dan pemeriksaan udang atau sampel air secara rutin.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470300/original/048386800_1768202185-Menanam_Cabai_di_Pot_Tempel_Geometris_pada_Dinding_Pagar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470225/original/030936900_1768200664-Wispy_Birkin_Bangs_yang_Super_Tipis__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470485/original/016708400_1768207249-unnamed-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465527/original/018574400_1767769932-ilustrasi_lantai_dapur_rumah_licin_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470424/original/050227100_1768205079-Memanfaatkan_Keranjang_Plastik_Bekas_Agar_Tidak_Jadi_Sampah_di_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470197/original/057411700_1768199866-cara_tanam_terong_di_galon_bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470408/original/082887800_1768204831-unnamed-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470187/original/016340500_1768199537-tas_spunbond__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220803/original/013925100_1747292889-ChatGPT_Image_May_15__2025__01_47_15_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469988/original/022676500_1768193641-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470311/original/066712200_1768202518-Gemini_Generated_Image_x9s472x9s472x9s4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470318/original/083680200_1768202545-Model_Dapur_Industrial_Minimalis_Bentuk_L_dengan_Tanaman_Sayur_Selada_Air_di_Botol.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470422/original/066668000_1768205020-WhatsApp_Image_2026-01-12_at_14.49.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470147/original/090688200_1768198387-desain_teras_rumah_agar_terang_alami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470239/original/057313800_1768201052-lemari_dapur_berminyak_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470106/original/033474400_1768198099-Taman_Samping_Carport.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469709/original/011865600_1768178392-Desain_Rumah_dengan_Konsep__Hutan_Pangan__di_Halaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470220/original/007860000_1768200662-unnamed-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3396087/original/023545400_1615193519-pexels-mali-maeder-802221__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470082/original/006100700_1768197026-gambar_labu_siam.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360305/original/022331900_1758704064-DGDFE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)