Liputan6.com, Jakarta - Payung merupakan perlengkapan penting untuk menghadapi hujan di berbagai musim. Menyimpan payung basah secara sembarangan sering menimbulkan bau apek dan membuat kain cepat rusak. Artikel ini membahas cara menyimpan payung basah agar tidak bau, sehingga alat pelindung tetap higienis dan siap digunakan setiap saat. Pengetahuan tentang penyimpanan yang tepat membantu menjaga kebersihan rumah, sekaligus memperpanjang umur payung.
Kelembapan pada payung basah menjadi faktor utama munculnya aroma tidak sedap dan jamur pada kain maupun rangka. Tanpa perlakuan khusus, sisa air akan terserap ke kain atau tulang payung sehingga menimbulkan bau apek. Dengan memahami cara menyimpan payung basah agar tidak bau, pemilik rumah dapat menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah kerusakan alat. Proses pengeringan yang benar dan lokasi penyimpanan yang strategis menjadi kunci utama.
Selain masalah bau, payung basah yang ditaruh sembarangan berisiko merusak lantai atau barang di sekitarnya. Air menetes atau kelembapan tinggi bisa memicu kerusakan permukaan kayu atau logam, serta menimbulkan jamur pada benda lain. Cara menyimpan payung basah agar tidak bau dapat diterapkan melalui penggunaan gantungan vertikal, rak khusus, atau kain berpori untuk mengeringkan kain secara optimal sebelum disimpan. Teknik ini memastikan rumah tetap rapi dan nyaman.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (6/4/2026).
1. Keringkan Payung Sepenuhnya
Langkah paling awal dan paling krusial dalam merawat payung setelah hujan adalah membuka payung hingga bentuknya benar-benar terentang sempurna dan menjemurnya di udara terbuka. Proses pengeringan ini memiliki peranan penting untuk menghilangkan sisa air yang menempel pada permukaan kain maupun rangka payung, karena air yang tersisa dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur yang memicu munculnya aroma tidak sedap.
Menjemur payung di bawah sinar matahari pagi tidak hanya membantu mempercepat pengeringan, tetapi juga membunuh mikroorganisme penyebab bau apek. Sangat dianjurkan untuk tidak menumpuk beberapa payung basah di satu tempat, sebab kelembapan yang terperangkap justru mempercepat munculnya aroma apek dan membuat kain cepat rusak.
2. Gunakan Gantungan atau Rak Vertikal
Setelah dikeringkan, menyimpan payung dengan posisi vertikal pada rak khusus atau gantungan memiliki manfaat ganda. Pertama, air yang tersisa dapat menetes ke bawah sehingga kain mengering merata. Kedua, rak yang dilengkapi alas anti-air membantu menjaga lantai tetap kering, aman, dan bebas licin. Penempatan payung pada rak vertikal juga membuat ruang menjadi lebih rapi, tertata, dan mencegah timbulnya bau akibat penumpukan air pada bagian bawah payung. Metode ini sangat cocok diterapkan di rumah dengan ruang terbatas atau untuk menjaga kebersihan area masuk rumah.
3. Bungkus dengan Kain atau Plastik Berpori
Dalam situasi di mana menjemur payung sepenuhnya di luar rumah tidak memungkinkan, alternatif penyimpanan dapat dilakukan dengan membungkus payung basah menggunakan kain lap bersih atau kantong plastik berpori. Penggunaan bahan berpori ini sangat efektif karena menjaga sirkulasi udara tetap lancar sehingga kain dapat mengering perlahan, sekaligus mencegah munculnya aroma apek akibat kelembapan yang tertahan. Sebaliknya, penggunaan plastik rapat sepenuhnya justru tidak dianjurkan karena menahan air dan meningkatkan risiko timbulnya bau tidak sedap serta jamur pada kain.
4. Simpan di Tempat Bersirkulasi Udara Baik
Lokasi penyimpanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kondisi payung basah. Sebaiknya pilih tempat yang memiliki aliran udara lancar, tidak lembap, dan cukup terang, misalnya dekat jendela, ventilasi, atau ruang terbuka semi-indoor. Menyimpan payung di lemari tertutup atau ruangan minim udara dapat menyebabkan kain cepat berjamur dan menimbulkan bau apek. Sirkulasi udara yang baik membantu proses pengeringan secara alami dan menjaga kain tetap segar, bersih, serta nyaman saat digunakan kembali.
5. Gunakan Baking Soda atau Silica Gel
Bahan penyerap kelembapan seperti baking soda atau kantong silica gel dapat menjadi solusi tambahan untuk mencegah timbulnya bau pada payung yang disimpan. Taburkan sedikit baking soda di rak payung atau letakkan kantong silica gel di sekitar area penyimpanan. Kedua bahan ini memiliki kemampuan menyerap kelembapan berlebih sehingga kain payung tetap kering dan segar, terutama jika payung disimpan dalam jangka waktu cukup lama tanpa digunakan.
6. Lap Bagian Rangka Payung Secara Rutin
Selain memastikan kain payung kering, membersihkan rangka atau tulang payung secara rutin juga penting untuk menjaga kebersihan dan mencegah timbulnya bau logam atau lembap. Gunakan kain kering atau lap sedikit dibasahi alkohol untuk menghapus sisa air dan kotoran yang menempel pada rangka. Perawatan rutin ini tidak hanya menjaga higienitas payung, tetapi juga memperpanjang umur rangka dan memastikan payung selalu siap digunakan.
7. Simpan Payung Terpisah dari Bahan Lain
Sangat dianjurkan untuk tidak menumpuk payung basah di dekat barang lain seperti tas, pakaian, atau benda lembap lainnya. Kelembapan dari payung dapat menular ke barang sekitarnya, sehingga menimbulkan bau apek pada benda lain. Penyimpanan terbaik dilakukan pada rak khusus atau sudut rumah yang memang diperuntukkan hanya untuk perlengkapan hujan, sehingga area penyimpanan tetap rapi, bersih, dan bebas aroma tidak sedap.
8. Pastikan Payung Kering Sebelum Dibawa ke Lemari
Langkah terakhir dan paling penting sebelum menaruh payung di lemari atau rak penyimpanan jangka panjang adalah memastikan kain payung benar-benar kering. Menyimpan payung basah di lemari akan memicu timbulnya jamur, bau apek, dan memperpendek umur kain secara signifikan. Dengan memastikan kondisi kain kering sepenuhnya, pemilik rumah dapat mencegah aroma tidak sedap dan menjaga kualitas payung tetap prima untuk digunakan dalam jangka waktu lama.
FAQ Seputar Topik
Mengapa payung basah cepat bau apek?
Payung basah cepat bau apek karena kelembapan yang terperangkap menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.
Bagaimana cara mengeringkan payung basah dengan efektif?
Buka payung sepenuhnya, angin-anginkan di tempat teduh berventilasi, dan hindari sinar matahari langsung.
Apa saja kesalahan umum saat menyimpan payung basah?
Kesalahan umum adalah melipat payung saat masih basah dan menyimpannya di tempat lembap atau sempit.
Apakah boleh menjemur payung basah di bawah sinar matahari?
Sebaiknya hindari menjemur payung langsung di bawah sinar matahari terik terlalu lama karena dapat merusak bahan dan memudarkan warna.
Bagaimana cara membersihkan payung yang kotor?
Bersihkan payung dengan kain lembut dan air sabun hangat, bilas, lalu keringkan secara alami.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545753/original/054922700_1775207567-unnamed_-_2026-04-03T160429.281.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547301/original/069524200_1775455342-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539897/original/055136500_1774666238-Cara_Menanam_Pohon_Buah_Hidroponik_dengan_Pipa_PVC_yang_Mudah_Buat_Pemula_dan_Bisa_Untung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511394/original/091996800_1771908244-cara_menanam_sayur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4716377/original/080053600_1705304282-steamed-dumpling-chinese-bun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547192/original/058948700_1775449758-Gemini_Generated_Image_l512w5l512w5l512.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547126/original/096181400_1775447470-Depan_Rumah_Coran_Minimalis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547227/original/084723400_1775451382-es_buah_enak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5135898/original/048391500_1739796434-Mencuci_pisau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547221/original/088964800_1775451196-kandang_drum_bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547187/original/038416100_1775449308-nodaa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542341/original/033210600_1774940604-Usaha_Rumahan_untuk_IRT_di_Daerah_Perkotaan_yang_Minim_Risiko_dan_Banyak_Peluang_Model_Jualan_Sayuran_Siap_Masak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514346/original/030318200_1772087704-unnamed__25_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545692/original/051321000_1775204807-unnamed__95_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547085/original/022794300_1775444456-Kandang_Ayam_Umbaran_Modern.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545689/original/069442800_1775204806-unnamed__90_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547092/original/008134300_1775444571-unnamed__58_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545340/original/036879000_1775184096-0cf37437-3bc4-4615-a2f6-12710841126f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541925/original/061072800_1774925629-Desain_Limasan_Tanpa_Plafon__Hadirkan_Ruang_Dalam_yang_Luas_dan_Sejuk.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2752731/original/038080600_1552704493-shutterstock_724191844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460967/original/070159800_1767330511-Rumah_subsidi_Gunakan_Karpet_Berukuran_Besar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410367/original/068469000_1762930652-Gemini_Generated_Image_kwy80xkwy80xkwy8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461005/original/069066700_1767332221-model_cincin_emas_batu_opal__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470864/original/039639300_1768266170-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460978/original/052255100_1767330693-desain_halaman_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2933931/original/040277800_1570552737-IMG_20191008_230441.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460928/original/003883700_1767327681-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397086/original/041488200_1761800911-Gemini_Generated_Image_tlzh05tlzh05tlzh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463669/original/097446700_1767667328-Gemini_Generated_Image_1cspbg1cspbg1csp.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775954/original/075855900_1710744786-girl-wearing-hat-sitting-green-lawn-near-lake.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436022/original/067178400_1765152630-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464943/original/048760100_1767754973-Kulkas_1_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436979/original/072179000_1765190214-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436776/original/033283700_1765185210-rambut_korea_7a.jpg)