8 Cara Menghalau Anakan Ular yang Masuk Lewat Celah Kecil di Rumah, Terbukti Efektif

3 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta Rumah memiliki berbagai titik terbuka, mulai dari retakan, ventilasi, hingga celah di bawah pintu. Kondisi tersebut menciptakan akses bagi reptil berukuran kecil untuk masuk dan bersembunyi di area gelap. Pemilik rumah perlu memperoleh panduan tepat, mengenai cara menghalau anakan ular yang masuk lewat celah kecil supaya masalah tidak berulang. Upaya penutupan celah serta penataan ruang bisa meminimalkan kemungkinan reptil menyusup.

Lingkungan kurang terawat juga memiliki sudut lembap yang menarik bagi hewan kecil. Keberadaan tumpukan barang, rumput tinggi, atau sampah organik dapat menjadi tempat persembunyian alami. Untuk menjaga hunian tetap terlindungi, pemilik rumah harus mengetahui cara menghalau anakan ular yang masuk lewat celah kecil melalui metode aman serta efektif. Perubahan kecil pada pola perawatan rumah akan memberi dampak signifikan.

Selain tindakan fisik, pendekatan non-kontak juga banyak diterapkan oleh masyarakat. Aroma tertentu, cahaya terang, serta getaran ringan mempunyai pengaruh kuat sehingga hewan kecil enggan mendekat. Informasi mengenai cara menghalau anakan ular yang masuk lewat celah kecil sangat penting, agar penghuni bisa bertindak tanpa risiko. Penguasaan metode sederhana ini memberi rasa aman lebih besar bagi seluruh anggota keluarga.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (26/11/2025).

Anakan ular memiliki kemampuan fisik yang sangat luwes sehingga dapat merayap melalui celah berukuran sangat kecil, kira-kira berkisar antara setengah sentimeter hingga satu sentimeter, sehingga tindakan preventif pertama yang harus dilakukan oleh penghuni rumah ialah melakukan inspeksi menyeluruh pada seluruh elemen konstruksi bangunan, untuk menemukan semua celah mikro yang berpotensi menjadi jalur masuk.

  • Adapun titik-titik rawan yang umum ditemui pada bangunan antara lain:
  • Celah di bawah pintu — periksa ambang pintu untuk mengetahui apakah ada space terbuka akibat pemasangan yang longgar atau penyusutan material, karena celah sekecil itu cukup untuk dilewati ular berukuran kecil.
  • Retakan dinding — lakukan pengamatan pada plesteran dinding internal maupun eksternal karena retakan halus sering berkembang menjadi jalur masuk hewan kecil apabila tidak segera ditambal.
  • Ventilasi tanpa kawat — ventilasi yang dibiarkan terbuka tanpa pemasangan kawat ram dapat berfungsi sebagai koridor langsung dari luar menuju rongga atap atau langit-langit.
  • Lubang dekat pipa kamar mandi atau dapur — sambungan pipa yang kurang rapat, sela di sekitar sambungan, ataupun penetrasi pipa pada area basah seringkali menyisakan celah yang luput dari perhatian.
  • Sudut lantai yang renggang — pada pemasangan lantai keramik ataupun parket, sambungan yang longgar dapat menciptakan celah pada sambungan lantai dan dinding.

Untuk menutup celah-celah tersebut dianjurkan penggunaan bahan penutup yang sesuai fungsi masing-masing lokasi, antara lain karet door seal atau sweep pintu untuk menutup celah dinamis pada ambang pintu tanpa mengganggu operasional buka-tutup, adukan semen atau campuran plesteran untuk memperbaiki retakan struktural permanen pada dinding, pemasangan kawat ram anti-ular atau jaring berpori kecil pada ventilasi agar tetap menjaga sirkulasi udara namun mencegah infiltrasi fauna kecil.

2. Bersihkan Area Rumah dari Tempat Persembunyian

Lingkungan domestik yang berantakan, lembap, atau penuh tumpukan barang pada berbagai sudut rumah cenderung menyediakan mikrohabitat ideal bagi anakan ular untuk bersembunyi, berkembang, serta berburu mangsa kecil. Oleh sebab itu, tindakan sanitasi dan penataan ruang merupakan langkah pencegahan yang sangat krusial, mencakup kegiatan berikut:

  • Rapikan tumpukan kardus — alih-alih menumpuk kotak dan kardus di lantai gudang atau sudut, simpan barang di rak tertutup atau buang yang tidak diperlukan agar tidak tercipta ruang gelap yang aman bagi hewan kecil.
  • Singkirkan barang bekas yang tidak dipakai — barang-barang terabaikan seperti perabot usang, selempang kain, atau ban bekas akan menjadi tempat sembunyi bagi ular muda sehingga sebaiknya dikurangi atau disimpan rapi.
  • Potong rumput halaman agar tidak terlalu tinggi — vegetasi yang dibiarkan tumbuh lebat di sekitar pekarangan menyediakan jalur aman serta cover bagi ular; pemangkasan rutin mengurangi tempat berlindung tersebut.
  • Jauhkan pot tanaman dari pintu atau jendela — penempatan pot dan media tanam dekat titik akses memudahkan hewan melompat atau merayap masuk; sebaiknya pindahkan pot ke lokasi yang lebih jauh atau gunakan rak.
  • Pastikan area bawah wastafel dan kamar mandi tetap kering — area lembap menarik kehadiran amfibi dan serangga yang menjadi sumber pakan ular; jaga kebersihan serta ventilasi agar permukaan cepat mengering.

Lingkungan yang bersih, terang, serta terorganisir mengurangi daya tarik bagi anakan ular sehingga peluang mereka mencari tempat berlindung di dalam rumah menjadi sangat kecil.

3. Gunakan Aroma yang Tidak Disukai Ular

Pendekatan non-kontak melalui pemanfaatan aroma tertentu dapat menjadi lapisan proteksi tambahan yang relatif mudah diterapkan oleh penghuni rumah tanpa membahayakan hewan. Beberapa opsi bahan aromatik atau agen pengusir yang umumnya dipakai antara lain:

  • Kapur barus (camphor) — simpan dalam kantong kain di sudut-sudut ruangan, ambang pintu, atau dekat ventilasi sebagai penghalau bau yang relatif kuat sehingga membuat ular kecil enggan mendekat.
  • Serai wangi / citronella — pendirian tanaman serai di pekarangan atau penggunaan minyak aromatik berbasis citronella berfungsi sebagai repelan alami yang ramah lingkungan.
  • Belerang — penaburan tipis di area luar rumah, khususnya di sekitar saluran air atau saluran got, dapat memberikan efek menjauh, meskipun penggunaannya harus hati-hati karena baunya tajam dan bisa mengganggu penghuni.
  • Amonia atau cuka — larutan pembersih yang mengandung amonia atau cuka dapat dipakai untuk mengepel area tertentu sebagai cara menetralkan bau yang mungkin menarik mangsa, di mana penggunaannya perlu dikontrol agar tidak merusak permukaan atau mengganggu kesehatan.

Perlu diingat bahwa penggunaan aroma harus mempertimbangkan kenyamanan penghuni serta keselamatan hewan peliharaan, sehingga dosis dan lokasi penempatan ditentukan secara bijaksana.

4. Gunakan Perangkap Aman Jika Ular Sudah Terlanjur Masuk

Apabila upaya pencegahan gagal dan seekor anakan ular benar-benar telah memasuki ruang hunian, penting untuk menahan diri dari kontak langsung serta menerapkan teknik penanganan yang minim risiko; opsi aman yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Gunakan sapu panjang untuk menghalau perlahan ke arah pintu — arahkan ular dengan gerakan pelan sehingga hewan dapat diarahkan keluar tanpa disentuh oleh manusia.
  • Siapkan ember terbalik lalu tutup ular secara hati-hati, kemudian geser menggunakan karton tebal — teknik perangkap improvisasi ini memungkinkan memerangkap sementara ular tanpa kontak langsung, setelah itu hewan dilepaskan jauh dari pemukiman.
  • Gunakan perangkap lem khusus reptil (bukan lem tikus biasa) — ada produk komersial yang didesain untuk menangkap reptil sementara tanpa menyebabkan cedera fatal; gunakan sesuai petunjuk produsen.
  • Panggil bantuan pemadam atau snake handler bila ragu mengatasi sendiri — apabila ada keraguan mengenai identifikasi spesies atau situasi berisiko, intervensi profesional lebih aman bagi manusia maupun hewan.

Hindari tindakan agresif seperti memukul ular karena selain berbahaya bagi penghuni, langkah tersebut dapat melukai reptil serta memicu respons defensif yang berisiko.

5. Periksa Apakah Ada Induk Ular di Sekitar Rumah

Kemunculan anakan ular secara berulang pada titik tertentu sangat berpeluang mengindikasikan adanya induk yang bersarang atau biasa berada di lingkungan sekitar. Untuk mengkonfirmasi kemungkinan tersebut, lakukan pemeriksaan terstruktur pada area-area berikut:

  • Tumpukan batu — bongkahan batu yang ditumpuk sering menjadi lokasi ideal bagi induk ular bertengger atau menyusun sarang.
  • Got terbuka — saluran air yang kurang tertutup dapat menjadi koridor serta tempat berlindung bagi reptil.
  • Halaman belakang yang jarang dibersihkan — area yang kurang perawatan memfasilitasi pembentukan habitat bagi satwa kecil.
  • Area kosong dekat rumah — kawasan semak atau lahan kosong di sekitarnya dapat menjadi tempat berkumpul induk serta mangsa.
  • Kolong rumah atau gudang — rongga di bawah bangunan sering menjadi lokasi favorit satwa mencari tempat teduh.

Jika ditemui indikasi keberadaan ular dewasa atau sarang, langkah bijaksana adalah segera menghubungi petugas berwenang atau ahli penanganan reptil supaya evakuasi serta tindakan konservasi dapat dilakukan secara aman dan terkontrol.

6 Kurangi Sumber Makanan Ular

Salah satu motivator utama ular memasuki area pemukiman ialah tersedianya mangsa; oleh karena itu strategi preventif harus menyertakan pengurangan sumber pakan yang menarik bagi reptil muda, misalnya:

  • Cecak — minimalisir populasi cicak dengan menutup titik masuk cahaya berlebih yang menarik serangga, sehingga rantai makanan menjadi terputus.
  • Katak kecil — hindari genangan air di sekitar rumah yang dapat menjadi habitat amfibi.
  • Serangga besar — lakukan pengendalian hama terintegrasi untuk mengurangi ketersediaan makanan bagi predator kecil.
  • Tikus kecil — simpan makanan manusia dalam wadah tertutup, gunakan perangkap tikus yang aman, serta kelola sampah organik agar tidak menarik pengerat.

Dengan menerapkan langkah-langkah kebersihan dan pengendalian vektor makanan, lingkungan sekitar rumah menjadi kurang menguntungkan bagi ular sehingga frekuensi kunjungan dapat berkurang signifikan.

7. Pasang Barier Anti-Ular di Area Rawan

Untuk perlindungan jangka panjang terutama bagi rumah yang lokasinya dekat area persawahan, kebun, atau semak belukar, pemasangan penghalang fisik memberikan manfaat preventif besar. Beberapa solusi teknis yang dapat diterapkan antara lain:

  • Kawat ram anti reptil pada ventilasi — pemasangan jaring berpori kecil menjaga sirkulasi udara sekaligus mencegah infiltrasi reptil.
  • Karet penutup celah pintu — seal karet berkualitas menutup celah ambang pintu tanpa menghambat fungsi buka-tutup.
  • Lampu halaman terang agar ular enggan mendekat — pencahayaan eksterior yang memadai mengurangi kenyamanan bagi hewan nokturnal.
  • Lantai dan dinding bebas retakan — perbaikan struktur bangunan mencegah terbentuknya celah baru yang dapat dimanfaatkan ular.

Langkah-langkah tersebut sangat efektif bila dipadukan dengan rutinitas perawatan lingkungan, sehingga risiko invasi berulang dapat diminimalkan.

8. Ketahui Tanda-Tanda Kehadiran Ular

Deteksi dini terhadap keberadaan ular dapat mempermudah respons preventif; beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Kulit ular yang terkelupas — penemuan sisik yang tertinggal menandakan aktivitas ular di area tersebut.
  • Bau khas seperti amis atau anyir — aroma tertentu dapat mengindikasikan keberadaan atau aktivitas metabolik hewan.
  • Gerakan cepat pada sudut gelap — pengamatan visual pada waktu malam hari sering menjadi indikator langsung.
  • Suara gesekan di dalam tumpukan barang — bunyi halus pada tumpukan yang tidak biasa dapat menandakan adanya satwa kecil yang bergerak.

Apabila gejala-gejala tersebut muncul, lakukan pemeriksaan menyeluruh dan segera terapkan langkah-langkah pencegahan yang telah diuraikan guna mencegah perkembangan populasi ular di lingkungan rumah.

FAQ Seputar Topik

Mengapa anakan ular bisa masuk ke dalam rumah?

Anakan ular masuk rumah karena mencari sumber makanan, tempat berlindung yang hangat dan aman, atau menghindari perubahan musim seperti saat musim hujan. Mereka bisa menyelinap melalui celah sekecil 1,5 cm.

Apa yang harus dilakukan saat menemukan anakan ular di rumah?

Tetap tenang, jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan. Gunakan alat panjang untuk menggiringnya keluar atau semprot dengan air. Jika ragu atau ular agresif, segera hubungi profesional seperti pawang ular.

Bagaimana cara mencegah anakan ular masuk rumah?

Tutup semua celah dan lubang di rumah, seperti di bawah pintu atau retakan dinding. Jaga kebersihan lingkungan dengan membuang tumpukan sampah dan memotong rumput secara teratur, serta kendalikan hama.

Apakah anakan ular berbahaya?

Ya, anakan ular, terutama jenis berbisa, bisa sama berbahayanya dengan ular dewasa. Mereka sudah memiliki bisa mematikan dan seringkali menyuntikkan seluruh bisanya saat menggigit.

Apakah garam efektif untuk mengusir ular?

Tidak, garam tidak efektif untuk mengusir ular karena tubuh ular dilapisi sisik, berbeda dengan hewan berlendir seperti siput. Gunakan pengusir alami lain seperti kapur barus atau minyak esensial.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |