Liputan6.com, Jakarta Berbagai gangguan dari hewan liar sering muncul tanpa tanda jelas, sehingga penghuni rumah perlu memahami pola kemunculannya secara cermat. Untuk membantu proses antisipasi, informasi terkait cara mengetahui posisi sarang ular di rumah dari bau dan suara bisa menjadi acuan awal, ketika muncul kecurigaan terhadap area tertentu. Pendekatan ini memanfaatkan indera penciuman serta pendengaran, agar identifikasi lebih mudah dilakukan meski tanpa kontak langsung.
Kondisi lingkungan dalam rumah juga menyediakan ruang tenang bagi reptil untuk bersembunyi, terutama pada sudut tertutup maupun area lembap. Melalui pemahaman mendalam tentang cara mengetahui posisi sarang ular di rumah dari bau dan suara, pemilik rumah dapat menemukan indikasi awal meski reptil tersebut tidak terlihat. Metode ini membantu proses penelusuran secara aman, tanpa perlu memindahkan perabot secara sembarangan.
Kepekaan terhadap aroma asing atau bunyi halus kerap memberikan petunjuk penting. Pengetahuan mengenai cara mengetahui posisi sarang ular di rumah dari bau dan suara, memungkinkan penghuni memahami sinyal tersebut sebagai indikator kehadiran reptil. Hal ini memberikan peluang untuk bertindak lebih cepat, melalui langkah perlindungan bagi seluruh anggota keluarga. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (27/11/2025).
Ciri Bau yang Menandakan Kehadiran Ular di Rumah
Pada dasarnya, reptil seperti ular bukanlah hewan yang selalu mengeluarkan aroma kuat secara terus-menerus. Banyak spesies bahkan bergerak tanpa meninggalkan jejak bau yang jelas. Meski demikian, terdapat situasi tertentu di mana beberapa jenis ular dapat menghasilkan aroma khas yang dapat terdeteksi oleh manusia, meskipun tingkat intensitasnya sangat bervariasi dan kadang hanya tercium samar.
Bau tersebut biasanya muncul ketika ular sedang mengalami reaksi pertahanan, berada dalam kondisi stres, atau baru saja melakukan aktivitas tertentu seperti memangsa mangsanya. Oleh sebab itu, mengenali karakter bau yang tidak biasa menjadi langkah penting dalam mendeteksi kemungkinan keberadaan ular di dalam rumah.
a. Bau Amis atau Anyir
Pada spesies pemangsa kecil—misalnya ular yang kerap mencari tikus sebagai makanan—sering muncul aroma amis menyerupai bau darah segar atau ikan yang baru dibersihkan. Aroma ini muncul pada keadaan tertentu, misalnya saat ular baru saja menelan mangsa dan masih meninggalkan residu bau khas hewani, atau ketika ular merasa terpojok sehingga mengeluarkan aroma pertahanan. Bau amis tersebut biasanya tercium di area sempit, seperti dekat tumpukan barang atau sudut gelap, dan dapat menjadi petunjuk awal bahwa ada aktivitas predator di sekitar tempat itu.
b. Bau Menyengat seperti Bau Karet Terbakar
Beberapa jenis ular memiliki kemampuan mengeluarkan cairan dari kelenjar kloaka sebagai mekanisme proteksi terhadap ancaman di sekitarnya. Cairan ini memiliki aroma sangat tajam, menyengat, dan sering digambarkan mirip bau karet terbakar atau bau kimia yang aneh.
Aroma tersebut biasanya muncul ketika ular berada dalam kondisi waspada tinggi atau merasa dirinya terancam oleh keberadaan manusia maupun hewan lain. Bau menyengat ini dapat bertahan sejenak di udara sehingga dapat membantu pemilik rumah memperkirakan tempat reptil tersebut sempat bersembunyi.
c. Bau Kotoran Ular
Kotoran ular memiliki karakter aroma yang sangat khas dan cenderung kuat, sehingga cukup mudah dikenali apabila berada di area tertutup. Bau ini menggambarkan perpaduan antara aroma kotoran burung dan bau busuk yang tajam, sering kali disertai tekstur kotoran yang mengandung bulu atau sisa mangsa pada ular pemakan hewan. Jika aroma tersebut tercium di area tertentu, terutama di sekitar sudut ruangan, kolong perabot, atau area lembap, besar kemungkinan reptil ini pernah melewati atau menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi singgah.
Aroma khas hewan pengerat seperti tikus dapat menjadi indikasi tidak langsung bahwa ular mungkin sedang berkeliaran. Keberadaan sarang tikus, terutama yang tidak dibersihkan dalam waktu lama, menciptakan bau menyengat yang menarik predator alami seperti ular. Ular sering mengikuti aroma tersebut untuk mencari sumber makanan. Jadi, apabila satu area rumah mengeluarkan bau kotoran tikus yang kuat, hal itu layak dijadikan sinyal bahwa predator seperti ular mungkin mulai mendekati area tersebut.
Ciri Suara yang Sering Mengindikasikan Keberadaan Ular
Walaupun sebagian besar spesies ular tidak memiliki kemampuan menghasilkan suara secara aktif seperti hewan berkaki, beberapa tanda akustik tertentu dapat memberi petunjuk mengenai keberadaan reptil tersebut di dalam rumah. Suara-suara ini biasanya tidak muncul secara terus-menerus, melainkan hanya terdengar ketika ular sedang bergerak, merasa terancam, atau berinteraksi dengan benda di sekitarnya. Oleh sebab itu, kemampuan mengenali pola bunyi yang tidak lazim dapat membantu penghuni rumah mengetahui adanya aktivitas mencurigakan tanpa harus melihat langsung reptil tersebut.
a. Suara Gesekan
Gerakan ular yang mengandalkan otot sepanjang tubuhnya menghasilkan suara khas berupa gesekan lembut ketika kulitnya bersentuhan dengan permukaan tertentu. Pada lantai berdebu, tumpukan kardus, plastik, kain, atau daun kering, suara ini dapat terdengar sebagai bunyi sangat halus seperti “serut… serut… serut…”.
Biasanya suara gesekan muncul di area sempit atau tertutup di mana ular merayap perlahan untuk mencari tempat aman atau bersembunyi. Meskipun terdengar pelan, pola gesekan tersebut memiliki karakter berulang yang berbeda dari suara serangga ataupun hewan kecil lain.
b. Suara Desisan (Hissing)
Desisan merupakan salah satu bentuk komunikasi pertahanan yang paling mudah dikenali dari ular. Ketika ular merasa terganggu oleh kehadiran manusia atau hewan lain, ia dapat mengeluarkan suara “ssssss” panjang sebagai tanda peringatan agar jarak tidak didekati.
Bunyi ini terjadi akibat udara yang dikeluarkan cepat melalui celah kecil di bagian mulut. Suara desis biasanya terdengar jelas ketika seseorang berada cukup dekat dengan lokasi persembunyian ular, misalnya di balik tumpukan barang, sela rak, atau sudut gelap ruangan.
c. Suara Benda Bergerak
Saat merayap di antara barang-barang rumah, tubuh ular dapat mendorong atau menggeser benda-benda kecil tanpa sengaja. Hal ini menimbulkan suara seperti kain yang terseret, kardus yang sedikit bergeser, plastik yang berdesir, atau benda ringan yang jatuh perlahan.
Walaupun suaranya tidak keras, bunyi tersebut sering cukup mencolok terutama jika area itu biasanya sunyi. Suara benda yang bergerak tiba-tiba tanpa angin atau tanpa aktivitas manusia dapat menjadi sinyal bahwa ada hewan besar—termasuk ular—sedang melintas.
d. Suara Mangsa yang Terganggu
Tanda tidak langsung lainnya adalah suara hewan kecil seperti tikus atau cicak yang terdengar mendadak panik. Hewan-hewan ini biasanya mengeluarkan bunyi lebih keras atau berlari terburu-buru ketika merasakan keberadaan predator di dekatnya.
Jika suara gaduh tiba-tiba muncul dari area gelap atau tumpukan barang, hal itu bisa menunjukkan bahwa ada ancaman termasuk kemungkinan ular sedang mendekati sarang mangsa. Perubahan perilaku hewan kecil ini dapat menjadi indikator penting sebelum ular terlihat secara fisik.
Langkah Aman Jika Mencurigai Keberadaan Sarang Ular
Ketika muncul dugaan bahwa seekor ular atau bahkan sarangnya berada di dalam rumah, tindakan yang diambil harus dilakukan secara hati-hati, terukur, serta mempertimbangkan keselamatan seluruh penghuni rumah. Pendekatan yang tenang sangat penting, sebab kesalahan kecil seperti menyentuh area sembarangan atau refleks panik justru dapat memicu respons defensif dari reptil tersebut. Berikut adalah langkah-langkah aman yang dapat membantu mengurangi risiko saat menghadapi situasi ini.
Tetap Tenang dan Tidak Menyentuh Area Mencurigakan
Sikap tenang menjadi fondasi utama dalam menghadapi potensi keberadaan ular. Mengangkat, menggeser, atau membuka tumpukan barang tanpa persiapan dapat memicu reaksi spontan dari ular yang merasa terpojok. Banyak kasus gigitan terjadi bukan karena ular menyerang, tetapi karena hewan tersebut terkejut oleh gerakan manusia yang terlalu dekat. Oleh sebab itu, apabila ada benda atau area yang mengundang kecurigaan, sebaiknya biarkan tetap tertutup sampai Anda memiliki bantuan atau peralatan pendukung.
Gunakan Senter
Untuk memeriksa area sempit atau gelap seperti kolong lemari, tumpukan kardus, gudang, dan celah kecil, penggunaan senter berkualitas tinggi sangat membantu. Cahaya terang memungkinkan Anda mengamati kondisi ruangan dari jarak aman tanpa perlu memasukkan tangan atau tubuh ke area yang berisiko. Menyorot area gelap juga membantu mendeteksi kilau mata, bayangan tubuh, atau pergerakan halus yang mungkin menunjukkan keberadaan reptil tersebut.
Amankan Anak & Hewan Peliharaan
Anak-anak dan hewan peliharaan sering kali tidak menyadari bahaya sehingga mereka bisa mendekati area mencurigakan tanpa berpikir panjang. Untuk menghindari risiko gigitan atau interaksi berbahaya, pastikan mereka berada di ruangan lain atau dijaga oleh orang dewasa. Tindakan ini juga membantu menciptakan suasana yang lebih terkendali sehingga orang dewasa dapat fokus mengamati situasi tanpa gangguan.
Hubungi Petugas Penanganan Ular
Jika indikasi keberadaan ular semakin kuat, langkah paling aman adalah menghubungi pihak yang memiliki pengalaman langsung dalam menangani reptil tersebut. Petugas pemadam kebakaran, komunitas pecinta reptil lokal, maupun layanan pengendalian hama profesional memiliki alat, keahlian, serta prosedur khusus untuk menangkap ular secara aman tanpa melukai hewan maupun manusia. Mengandalkan tenaga profesional jauh lebih baik daripada mencoba menangani situasi sendiri, terutama jika tidak memiliki pengetahuan mengenai jenis ular dan cara penanganannya.
Bersihkan Area Setelah Keberadaan Ular Diverifikasi
Setelah ular berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh pihak berkompeten, langkah berikutnya adalah pembersihan menyeluruh. Proses ini bertujuan menghilangkan aroma khas ular, kotoran, sisa kulit yang mengelupas, atau jejak mangsa seperti sarang tikus yang dapat menarik ular lain datang kembali. Membersihkan area juga membantu menutup potensi jalur masuk, seperti lubang kecil atau celah ventilasi, sehingga kemungkinan kejadian serupa di masa mendatang dapat diminimalkan.
Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah
Upaya pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk memastikan area hunian tetap aman dari ancaman hewan liar, termasuk ular yang kerap mencari tempat tenang, lembap, serta memiliki persediaan makanan alami seperti tikus atau serangga. Dengan melakukan serangkaian tindakan yang konsisten dan terencana, risiko ular memasuki rumah dapat ditekan secara signifikan. Berikut penjelasan lengkap mengenai cara-cara yang dapat diterapkan untuk menjaga lingkungan rumah tetap aman.
Tutup Celah Pintu, Ventilasi, dan Lubang di Dinding
Ular memiliki kemampuan tubuh yang lentur sehingga mudah melintas melalui celah sempit yang bahkan tidak terlihat mencolok oleh manusia. Oleh sebab itu, penting memastikan setiap bukaan, seperti celah di bawah pintu, lubang ventilasi yang tidak memiliki kawat pelindung, retakan pada dinding, serta rongga di bagian drainase, ditutup atau diperbaiki. Penggunaan karet peredam pintu, pemasangan kawat berukuran kecil pada ventilasi, serta penambalan retakan menggunakan semen atau sealant kuat dapat mencegah reptil tersebut menggunakan celah-celah itu sebagai akses masuk.
Rutin Membersihkan Halaman dari Semak atau Tumpukan Barang
Halaman yang dipenuhi rerumputan tinggi, semak lebat, atau tumpukan barang lama seperti kayu, pot, maupun plastik menjadi tempat ideal bagi ular untuk bersembunyi dan beristirahat. Membersihkan halaman secara rutin akan menghilangkan tempat persembunyian potensial tersebut.
Pemangkasan rumput, penataan ulang barang tidak terpakai, serta pemindahan tumpukan material yang dibiarkan terlalu lama dapat mengurangi peluang ular menjadikan area sekitar rumah sebagai habitat sementara. Lingkungan yang terang, rapi, dan minim tumpukan membuat ular enggan mendekat.
Kurangi Populasi Tikus yang Bisa Menarik Ular
Ular masuk ke rumah bukan hanya untuk mencari tempat berteduh, tetapi juga untuk memburu mangsa alami mereka seperti tikus. Jika populasi tikus tinggi, ular akan lebih tertarik mendatangi area tersebut.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan dapur, menutup celah tempat tikus keluar-masuk, memasang perangkap, serta mengurangi sumber makanan yang tercecer dapat membantu mengontrol populasi hewan pengerat. Ketika sumber makanan berkurang, peluang ular mengikuti aroma mangsa menjadi jauh lebih kecil.
Simpan Makanan Hewan dalam Wadah Tertutup Rapat
Makanan hewan peliharaan seperti pakan kucing, anjing, ataupun unggas dapat mengundang tikus jika dibiarkan terbuka. Kehadiran tikus selanjutnya dapat menarik ular datang ke rumah.
Untuk mengatasi hal ini, penting menyimpan pakan dalam wadah kedap udara, tertutup rapat, dan ditempatkan di area yang aman. Jika memiliki hewan peliharaan yang makan di luar rumah, pastikan sisa makanan segera dibersihkan setelah mereka selesai makan.
Pastikan Saluran Air Tetap Bersih
Saluran air seperti got, selokan, atau pipa pembuangan yang kotor dan tertutup sampah organik dapat menjadi jalur masuk bagi ular. Beberapa spesies ular mampu bergerak di area lembap dan sempit tersebut tanpa kesulitan.
Membersihkan saluran air secara berkala, memastikan alirannya lancar, serta menutup bukaan pipa menggunakan jaring atau penutup khusus dapat mengurangi kemungkinan ular memanfaatkan jalur itu sebagai akses masuk ke rumah. Saluran air yang bersih juga mengurangi populasi katak atau serangga yang dapat menarik ular.
FAQ Seputar Topik
Bagaimana cara mengetahui posisi sarang ular di rumah dari bau?
Bau sarang ular bisa berupa aroma musky, amis, apek, atau seperti mentimun, berasal dari sekresi kelenjar atau urin ular.
Suara apa saja yang bisa menjadi tanda keberadaan ular di rumah?
Suara gesekan sisik seperti amplas, desis peringatan, dengungan, atau geraman dapat menjadi petunjuk lokasi ular.
Selain bau dan suara, tanda fisik apa yang menunjukkan adanya sarang ular?
Tanda fisik meliputi ditemukannya kulit ular terkelupas, kotoran khas, jejak merayap, serta penurunan populasi hama pengerat.
Apa saja langkah pencegahan agar ular tidak masuk atau bersarang di rumah?
Langkah pencegahan meliputi menjaga kebersihan, menutup celah, memangkas rumput, dan menggunakan pengusir alami seperti cuka atau kapur barus.
Apa yang harus dilakukan jika menemukan ular di dalam rumah?
Jika menemukan ular, tetap tenang dan segera hubungi profesional pengendalian hama atau penyelamat satwa liar untuk penanganan aman.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)