Liputan6.com, Jakarta Kehadiran ular sanca di dalam kandang menjadi salah satu ancaman paling serius bagi peternak, karena reptil berukuran besar ini mampu memangsa hewan ternak dalam hitungan menit sehingga memunculkan kerugian yang tidak sedikit jika tidak segera ditangani dengan langkah yang tepat dan terukur. Situasi ini kerap terjadi terutama pada area peternakan yang berada dekat dengan lahan semak atau daerah yang banyak dihuni hewan pengerat yang menjadi makanan alami sanca. Kondisi ini membuat reptil tersebut tertarik mendekati kandang dan masuk mencari sumber makanan baru.
Peternak harus memahami bahwa ular sanca tidak selalu masuk karena agresivitas, melainkan karena insting berburu yang membuatnya mengikuti jejak bau atau pergerakan hewan kecil yang bersembunyi di area kandang sehingga langkah pencegahan menjadi kunci untuk meminimalkan kemungkinan reptil besar itu menyelinap ke dalam area peternakan. Semakin cepat peternak mengetahui adanya pergerakan sanca, semakin besar peluang untuk mengamankan ternak dan mencegah kerugian.
Berikut cara yang dapat dilakukan peternak ketika ular sanca sudah terlanjur masuk ke dalam kandang serta bagaimana mencegah kejadian serupa di kemudian hari melalui penguatan area kandang, manajemen kebersihan, hingga evaluasi pola lingkungan sekitar kandang secara menyeluruh untuk meminimalkan risiko yang berulang.
1. Mengamati Pergerakan Ular dari Jarak Aman
Mengamati keberadaan ular sanca dari jarak aman menjadi langkah pertama yang harus dilakukan agar peternak tidak terlibat kontak langsung yang dapat memicu gerakan defensif dari reptil tersebut dan mengakibatkan risiko cedera yang lebih besar. Ular sanca biasanya bergerak perlahan namun memiliki kekuatan lilitan yang sangat kuat, sehingga jarak aman memungkinkan peternak menentukan langkah berikutnya tanpa membahayakan diri.
Selain itu, observasi awal memberikan informasi tentang ukuran ular, arah gerak, serta titik masuk yang digunakan saat menyelinap ke dalam kandang, sehingga peternak dapat memahami kondisi lingkungan sekitar kandang dan mencatat jalur yang mungkin digunakan untuk masuk kembali pada kesempatan lain. Pergerakan ular juga menunjukkan apakah reptil tersebut dalam kondisi aktif berburu atau hanya mencari tempat untuk bersembunyi.
Dengan memahami pola pergerakannya, peternak dapat memutuskan metode pengamanan yang paling sesuai, termasuk kapan waktu yang aman untuk memanggil bantuan serta langkah yang tepat agar reptil tersebut dapat diarahkan keluar kandang tanpa menciptakan situasi yang lebih berbahaya bagi hewan ternak.
2. Menjauhkan Hewan Ternak dari Area Pergerakan Ular
Langkah berikutnya adalah memindahkan ternak ke area yang benar-benar aman agar tidak berada dalam radius bahaya ketika ular sanca sedang bergerak di dalam kandang, karena hewan ternak yang panik dapat memicu ketegangan tambahan dan membuat situasi semakin sulit dikendalikan. Pemindahan ternak juga membantu mengurangi risiko ular merasa terancam atau lebih agresif saat manusia mendekat.
Memindahkan ternak juga memungkinkan peternak memiliki ruang gerak yang lebih lapang dalam menangani reptil tersebut karena kandang yang kosong memberikan sudut pandang lebih jelas tanpa adanya hambatan dari tiang, jerami, atau tubuh hewan yang dapat menghalangi upaya pengamanan. Selain itu, area kosong membantu memudahkan pemantauan posisi ular secara menyeluruh.
Dengan mengeluarkan ternak dari area bahaya, peternak bisa lebih fokus menentukan teknik pengusiran atau penangkapan yang aman serta mencari tahu apakah ular datang sendiri atau terdapat kemungkinan lebih dari satu ekor yang berkeliaran di sekitar lokasi peternakan.
3. Menutup Sumber Cahaya dan Membatasi Sudut Gelap
Ular sanca cenderung bergerak menuju area gelap untuk bersembunyi sehingga peternak perlu mengatur pencahayaan dengan bijak agar reptil tersebut tidak mendapatkan ruang persembunyian yang sulit dijangkau. Mengatur intensitas cahaya membantu mengarahkan ular ke titik tertentu yang memungkinkan penanganan lebih mudah tanpa memaksa reptil bergerak bebas ke seluruh bagian kandang.
Selain mengatur sumber cahaya, peternak bisa menutup sudut-sudut tertentu yang biasanya menjadi tempat persembunyian ular seperti tumpukan jerami, celah kayu, atau area bawah kandang sehingga reptil tersebut tidak dapat memanfaatkan area tersebut untuk kabur atau membangun posisi bertahan. Tindakan ini membantu memperkecil ruang gerak ular dan mengontrol posisinya.
Dengan meminimalkan ruang gelap, ular akan lebih mudah terlihat dan cenderung menghindari area yang terlalu terang sehingga peternak dapat mengarahkan pergerakannya menuju pintu keluar atau zona penanganan tanpa memicu respons agresif dari reptil tersebut.
4. Mengarahkan Ular Keluar Kandang Menggunakan Alat Panjang
Jika memungkinkan, peternak dapat mengarahkan ular ke luar kandang dengan menggunakan alat panjang seperti kayu atau tongkat agar tidak perlu mendekati reptil tersebut secara langsung yang berpotensi menimbulkan kontak fisik berbahaya. Alat panjang memungkinkan peternak mengatur arah gerak sambil menjaga jarak aman.
Metode ini hanya dilakukan jika ular berukuran kecil atau sedang karena ular berukuran besar dapat memiliki kekuatan cukup besar untuk melilit alat atau bergerak agresif ketika merasa terpojok sehingga membutuhkan bantuan profesional untuk penanganannya. Penggunaan alat panjang ini berfungsi sebagai alat pengarah bukan untuk memukul atau melukai reptil.
Dengan teknik yang tepat, ular dapat diarahkan ke pintu keluar kandang secara perlahan hingga akhirnya meninggalkan area peternakan tanpa situasi yang merugikan ternak atau peternak, sehingga proses penanganan berlangsung lebih aman dan terkontrol.
5. Memanggil Ahli Reptil Saat Ular Berukuran Besar
Ular sanca berukuran besar memiliki kemampuan melilit yang sangat kuat sehingga penanganannya harus dilakukan oleh ahli reptil atau petugas berwenang agar tidak menimbulkan kecelakaan bagi peternak yang tidak terlatih. Bantuan profesional akan memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur keamanan yang tepat.
Ahli reptil memiliki alat khusus seperti snake hook, karung penangkap, dan peralatan keselamatan lainnya yang dapat mengamankan reptil tanpa mencederainya, sehingga pergerakan ular dapat dikendalikan sepenuhnya tanpa menimbulkan kepanikan pada ternak. Keberadaan profesional juga meminimalkan risiko ular melarikan diri ke bagian lain kandang.
Selain itu, ahli reptil dapat memberikan rekomendasi langsung mengenai kelemahan struktural kandang yang membuat reptil mudah masuk dan menawarkan solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang sehingga peternak dapat memperbaiki sistem keamanan kandang secara lebih efektif.
6. Menutup Semua Akses Masuk yang Berpotensi Digunakan Ular
Setelah ular berhasil dikeluarkan, peternak harus segera memeriksa celah-celah yang memungkinkan reptil masuk kembali seperti ventilasi terbuka, lubang tanah, atau sela-sela kayu karena celah kecil sekalipun dapat menjadi jalur masuk ular sanca yang mengikuti bau hewan kecil di dalam kandang. Pengecekan harus dilakukan menyeluruh dan tidak terburu-buru.
Peternak dapat menggunakan kawat ram, semen, atau papan kayu untuk menutup celah tersebut sehingga akses masuk tertutup rapat dan tidak memberi kesempatan reptil lain masuk ke area peternakan. Penutupan akses ini merupakan bagian penting dari tindakan pencegahan jangka panjang.
Dengan memastikan semua akses tertutup, risiko masuknya ular lain akan berkurang signifikan karena lingkungan kandang tidak lagi menarik bagi reptil dan tidak memberikan jalur masuk mudah yang bisa dimanfaatkan pada kondisi malam hari atau saat peternak tidak sedang mengawasi.
7. Mengatur Kebersihan Kandang untuk Menghilangkan Daya Tarik Ular
Kebersihan kandang menjadi salah satu faktor utama yang menentukan apakah ular tertarik masuk atau tidak karena lingkungan yang kotor sering kali memicu kedatangan tikus yang merupakan mangsa utama ular sanca sehingga membuat reptil tersebut mengikuti bau dan jejak keberadaan hewan pengerat. Lingkungan bersih dapat memutus rantai makanan tersebut.
Selain menjaga kebersihan dasar seperti membuang kotoran ternak dan sisa pakan, peternak perlu memastikan tidak ada tumpukan barang yang tidak diperlukan yang dapat menjadi sarang tikus atau tempat persembunyian ular sehingga area kandang tetap terbuka dan mudah diawasi. Kondisi kandang yang bersih juga mengurangi risiko penyakit pada ternak.
Dengan menjaga kebersihan secara rutin, peternak menciptakan lingkungan yang tidak menarik bagi hewan pengerat maupun ular sehingga kemungkinan reptil datang mendekat menjadi lebih kecil dan sistem peternakan berjalan lebih aman dan efisien bagi seluruh aktivitas harian.
8. Melakukan Pengawasan Malam Hari untuk Mencegah Kejadian Berulang
Ular sanca biasanya lebih aktif pada malam hari sehingga pengawasan pada jam-jam tertentu diperlukan untuk mencegah reptil tersebut masuk kembali ke area kandang tanpa terdeteksi. Pengawasan dapat dilakukan secara langsung atau dengan memasang penerangan yang memadai di sekitar kandang.
Penerangan yang baik membantu meminimalkan sudut gelap yang menjadi tempat favorit ular untuk bergerak dan bersembunyi sehingga memudahkan deteksi keberadaan reptil sejak awal sebelum sempat mendekati hewan ternak. Lampu juga membuat tikus kurang aktif sehingga mengurangi daya tarik bagi ular.
Dengan pengawasan rutin, peternak dapat mengamankan kandang lebih cepat jika ada pergerakan mencurigakan dan menciptakan sistem perlindungan berlapis yang meminimalkan peluang ular masuk kembali sehingga aktivitas peternakan dapat berjalan tanpa gangguan.
Pertanyaan & Jawaban
1. Apa penyebab ular sanca masuk kandang ternak?
Ular sanca biasanya masuk kandang karena mengikuti keberadaan tikus atau hewan kecil lainnya yang menjadi mangsa utama sehingga kandang yang tidak bersih atau memiliki banyak celah menjadi lebih berisiko.
2. Apakah ular sanca berbahaya untuk hewan ternak?
Ular sanca dapat membahayakan hewan ternak karena lilitan dan kekuatan tubuhnya mampu melumpuhkan hewan kecil hingga sedang sehingga menyebabkan kerugian bagi peternak.
3. Bagaimana cara aman mengusir ular sanca dari kandang?
Cara aman dilakukan dengan menjaga jarak, menggunakan alat panjang untuk mengarahkan ular keluar, atau memanggil ahli reptil jika ukuran ular terlalu besar untuk ditangani sendiri.
4. Apa tanda-tanda kandang sedang diincar ular?
Tanda-tanda meliputi bekas jejak melata di tanah, suara pergerakan di area gelap, berkurangnya populasi tikus tiba-tiba, atau hewan ternak yang menunjukkan tanda stres mendadak.
5. Bagaimana mencegah ular sanca masuk kembali ke kandang?
Pencegahan dilakukan dengan menutup celah akses, menjaga kebersihan kandang, memasang penerangan memadai, dan memastikan tidak ada sarang tikus di sekitar area peternakan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)