Liputan6.com, Jakarta Cara agar lalat tidak hinggap ke buah-buahan dan dapur rumah menjadi perhatian penting karena lalat mudah tertarik pada aroma manis dari buah yang dibiarkan terbuka. Selain mengganggu, lalat juga berpotensi membawa kuman, sehingga menjaga kebersihan dapur dan penyimpanan buah harus dilakukan setiap hari agar kesehatan keluarga tetap terjaga. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan ketika lalat berkembang biak dengan cepat dan membuat area dapur tidak nyaman.
Berbagai langkah praktis dan alami dapat diterapkan untuk mencegah lalat masuk dan hinggap, mulai dari pengaturan ventilasi, penggunaan penghalang aroma, hingga memanfaatkan bahan rumah tangga yang ampuh mengusir lalat. Berikut Liputan6.com merangkum cara sederhana yang bisa diterapkan di berbagai jenis hunian agar dapur tetap bersih, rapi, dan bebas gangguan lalat.
1. Simpan Buah dalam Wadah Tertutup
Menyimpan buah dalam wadah tertutup adalah cara paling efektif untuk menghindari lalat. Wadah tertutup akan menahan aroma manis yang biasanya menarik perhatian lalat. Metode ini juga membantu menjaga kesegaran buah lebih lama.
Kotak penyimpanan dengan tutup kedap udara dapat digunakan untuk berbagai jenis buah. Selain praktis, metode ini membuat tampilan dapur tetap rapi dan higienis. Buah juga akan terhindar dari risiko terkontaminasi kotoran lalat.
Jika tidak memiliki wadah khusus, Anda bisa menggunakan mangkuk dan menutupnya dengan kain bersih. Cara sederhana ini cukup membantu menurunkan risiko lalat hinggap. Pastikan kain diganti secara berkala agar tetap higienis.
2. Jangan Biarkan Buah Terlalu Matang
Buah yang terlalu matang memiliki aroma yang sangat kuat dan cepat menarik perhatian lalat. Kondisi ini memicu datangnya lalat buah yang muncul dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, penting untuk memantau kondisi buah secara rutin.
Segera buang buah yang terlalu lembek atau mulai busuk. Ini akan mencegah proses pembusukan menyebar ke buah lain. Selain itu, rajin membersihkan area penyimpanan dapat mencegah lalat berkembang biak.
Jika Anda membeli buah dalam jumlah banyak, sebaiknya pisahkan berdasarkan tingkat kematangan. Buah yang masih keras bisa disimpan di area terbuka, sementara yang sudah matang sebaiknya dipindahkan ke kulkas. Dengan begitu, potensi lalat datang bisa dikurangi.
3. Bersihkan Tumpahan Jus atau Air Buah
Tumpahan air buah sering kali menjadi sumber datangnya lalat tanpa disadari. Aroma manis yang tersisa menjadi magnet bagi lalat untuk hinggap. Karena itu, kebersihan permukaan meja dapur harus dijaga setiap kali mengolah buah.
Gunakan lap bersih dan sabun cair untuk memastikan area tersebut benar-benar bebas lengket. Membersihkan segera akan mencegah lalat mendeteksi aroma manis. Kebiasaan sederhana ini sangat membantu menjaga dapur tetap higienis.
Selain itu, biasakan membuang kulit buah segera setelah selesai memotong. Kulit buah yang dibiarkan terlalu lama juga dapat menjadi sumber bau dan menarik lalat. Tempatkan wadah sampah tertutup di area dapur untuk mencegah bau menyebar.
4. Gunakan Perangkap Lalat Alami
Perangkap lalat alami dapat menjadi solusi yang aman dan murah. Campuran cuka apel dan sabun cair merupakan perangkap yang umum digunakan. Aroma cuka apel akan menarik lalat, sementara sabun membuat mereka tidak bisa keluar.
Perangkap dapat ditempatkan di sudut dapur atau dekat tempat menyimpan buah. Cara ini efektif mengurangi populasi lalat dalam waktu singkat. Anda dapat mengganti cairan setiap dua hingga tiga hari sekali untuk hasil maksimal.
Selain cuka apel, potongan lemon dengan cengkeh juga dapat digunakan sebagai pengusir lalat alami. Kombinasi aromanya tidak disukai lalat dan membuat area dapur lebih wangi. Cara ini cocok untuk membantu mengusir lalat secara perlahan.
5. Tutup Jendela atau Pasang Kasa
Lalat biasanya masuk melalui ventilasi atau jendela yang terbuka. Dengan memasang kasa, Anda dapat tetap mendapatkan udara segar tanpa khawatir lalat masuk. Kasa juga efektif mencegah masuknya serangga lain seperti nyamuk.
Jika tidak menggunakan kasa, tutup jendela terutama saat sore hari. Pada jam tersebut, lalat lebih aktif mencari sumber makanan. Menjaga ventilasi tetap terkontrol dapat membantu mengurangi risiko lalat masuk ke rumah.
Selain itu, Anda bisa menambahkan tirai tipis untuk memperlambat pergerakan lalat. Meskipun tidak sepenuhnya mencegah, tirai cukup membantu sebagai penghalang tambahan. Usaha ini akan mendukung kebersihan dapur secara keseluruhan.
6. Simpan Buah dalam Kulkas
Menyimpan buah di dalam kulkas dapat memperlambat proses pembusukan dan mengurangi aroma manis. Lalat tidak akan tertarik pada buah yang berada di tempat dingin dan tertutup. Oleh karena itu, kulkas menjadi pilihan utama penyimpanan buah matang.
Pastikan buah dicuci terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke kulkas. Hal ini mencegah kontaminasi bakteri dan membantu menjaga kualitas buah. Buah yang bersih dan dingin cenderung lebih tahan lama.
Namun, tidak semua buah cocok disimpan di kulkas. Beberapa jenis seperti pisang dan alpukat akan menghitam lebih cepat. Untuk itu, kenali karakteristik buah agar penyimpanan tetap optimal.
7. Jaga Kebersihan Tempat Sampah
Tempat sampah yang terbuka menjadi sumber makanan bagi lalat. Aroma kuat dari sisa makanan akan menarik mereka datang. Oleh karena itu, pastikan tempat sampah selalu tertutup rapat.
Gantilah kantong sampah setiap hari atau saat sudah penuh. Tempat sampah yang lembap dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan mengundang lebih banyak lalat. Kebiasaan rutin ini sangat penting untuk menjaga kebersihan.
Membersihkan bagian luar tempat sampah juga tidak boleh diabaikan. Terkadang ada noda yang tidak terlihat namun tetap berbau. Membersihkannya secara rutin akan membantu mengurangi risiko lalat masuk ke dapur.
8. Gunakan Aromaterapi atau Tanaman Pengusir Lalat
Aromaterapi dengan aroma tertentu seperti lavender dan eucalyptus dapat mengusir lalat. Lalat tidak menyukai aroma kuat yang berasal dari minyak esensial. Anda dapat meletakkan diffuser di dapur untuk hasil lebih maksimal.
Selain aromaterapi, beberapa tanaman juga efektif mengusir lalat. Tanaman seperti mint, basil, dan serai wangi menghasilkan aroma yang tidak disukai lalat. Meletakkannya dekat meja dapur membuat area tersebut tetap aman.
Menempatkan tanaman ini dalam pot kecil juga membuat tampilan dapur lebih segar. Selain estetis, manfaatnya sangat besar dalam menjaga kebersihan rumah. Cara ini aman dan bisa diterapkan di ruang dapur berukuran kecil.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Apa penyebab utama lalat masuk ke dapur?
Lalat tertarik pada aroma manis, sisa makanan, dan tempat lembap di dapur. Kondisi ini membuat mereka mudah berkembang biak.
2. Apakah aman menggunakan perangkap lalat alami?
Aman. Perangkap berbahan cuka apel atau lemon tidak mengandung bahan kimia keras sehingga aman digunakan dalam rumah.
3. Kenapa buah cepat didatangi lalat meskipun dapur terlihat bersih?
Karena aroma buah yang matang sangat kuat dan mudah menarik perhatian lalat meskipun permukaan dapur bersih.
4. Seberapa sering dapur harus dibersihkan untuk mencegah lalat?
Idealnya setiap hari, terutama area meja makan, tempat sampah, dan tempat persiapan makanan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)