7 Trik Mendesain Rumah Kecil agar Tetap Punya Ruang Hijau di Belakang, Cocok untuk Lahan Sempit

1 week ago 6

Liputan6.com, Jakarta Trik mendesain rumah kecil agar tetap punya ruang hijau di belakang menjadi penting di tengah keterbatasan lahan yang membuat banyak pemilik rumah kesulitan menghadirkan area hijau. Meski sempit, keinginan untuk memiliki ruang terbuka yang asri tetap tinggi karena keberadaan tanaman mampu meningkatkan kualitas udara dan menciptakan suasana yang lebih tenang serta sehat.

Dengan perencanaan yang tepat, taman belakang yang fungsional dan estetis tetap bisa diwujudkan. Area kecil pun dapat diubah menjadi oase hijau yang nyaman melalui strategi desain yang efektif, termasuk 7 trik yang dihadirkan Liputan6.com dan dirangkum khusus untuk Anda pada Kamis (20/11).

1. Memaksimalkan Ruang Vertikal dengan Taman Dinding

Memanfaatkan dinding sebagai media tanam adalah solusi utama untuk lahan terbatas. Taman vertikal memungkinkan penanaman berbagai jenis tanaman tanpa memerlukan area horizontal yang luas. Dinding kosong dapat diubah menjadi area hijau yang memberikan sentuhan artistik.

Struktur penopang seperti rak dinding atau pot susun dapat dipasang secara vertikal. Penggunaan rak vertikal memungkinkan penempatan pot-pot kecil di dinding. Ini tidak hanya menghemat ruang, tetapi juga memberikan efek visual yang menarik.

Taman vertikal dapat diisi dengan tanaman hias atau sayuran. Tanaman seperti paku, bromelia, dan selada cocok untuk sistem ini karena mudah dirawat. Perawatan meliputi penyiraman teratur dan pemberian nutrisi berkala.

2. Memilih Tanaman yang Sesuai untuk Lahan Terbatas

Pemilihan jenis tanaman sangat penting dalam mendesain ruang hijau. Tanaman yang ringkas dan tidak memerlukan banyak ruang untuk tumbuh menjadi pilihan yang tepat. Hindari tanaman berukuran besar yang dapat membuat taman terasa padat.

Jenis tanaman seperti kaktus dan sukulen adalah pilihan yang baik karena tidak membutuhkan perawatan intensif. Tanaman yang tumbuh cepat juga ideal untuk pot kecil atau rak vertikal. Pertimbangkan tanaman yang sesuai dengan kondisi cahaya dan iklim di lokasi taman.

Beberapa tanaman hias yang sering digunakan di taman kecil adalah sri rejeki dan bunga kertas. Pemilihan tanaman yang tepat akan menjaga ruang hijau tetap lega dan nyaman dipandang.

3. Menggunakan Pot dan Wadah Kreatif

Pot dan wadah menjadi elemen penting dalam menciptakan taman di lahan sempit. Penggunaan pot berukuran kecil hingga sedang yang ditata secara vertikal dapat menghemat ruang. Pot gantung juga merupakan solusi efektif untuk memanfaatkan ruang tanpa memakan area lantai.

Selain pot konvensional, wadah multifungsi dapat dimanfaatkan secara kreatif. Kaleng bekas atau botol plastik dapat diubah menjadi pot mini. Wadah bertingkat juga membantu menata tanaman secara efisien.

Pilih pot dengan desain seragam untuk memberikan tampilan yang rapi. Pastikan pot memiliki sistem drainase yang baik agar akar tidak membusuk. Dengan penataan yang cerdas, pot dan wadah dapat menjadi bagian integral dari desain taman.

4. Menerapkan Furnitur Multifungsi

Furnitur multifungsi berperan dalam mengoptimalkan penggunaan ruang di taman belakang yang sempit. Furnitur yang dapat dilipat atau memiliki fungsi ganda membantu menjaga area tetap lapang. Ini memungkinkan fleksibilitas dalam penggunaan ruang untuk berbagai aktivitas.

Contoh furnitur multifungsi meliputi bangku dengan penyimpanan terintegrasi atau meja lipat. Penambahan bantal outdoor dapat memberikan sentuhan nyaman. Furnitur sederhana seperti kursi santai dan meja kecil dapat menciptakan area relaksasi.

Desain taman belakang dapat dirancang fleksibel agar berfungsi ganda. Misalnya, sebagai area hijau sekaligus tempat menjemur pakaian. Dengan demikian, penghuni tetap memiliki ruang hijau tanpa mengorbankan kebutuhan fungsional harian.

5. Menciptakan Zona Hijau Terintegrasi

Mengintegrasikan ruang hijau dengan area lain di rumah dapat menciptakan kesan yang lebih luas. Taman belakang dapat menjadi sambungan ruang keluarga yang dibatasi dengan pintu kaca besar. Ini membuat interior rumah terasa lebih lapang.

Konsep taman belakang multifungsi memungkinkan area hijau tetap hadir melalui pot gantung. Beberapa desain bahkan mengintegrasikan area cuci atau dapur kecil di taman belakang. Ini meningkatkan efisiensi ruang.

Pemanfaatan lahan samping rumah sebagai kebun panjang juga dapat memperluas kesan visual. Integrasi ini menciptakan harmonisasi antara bangunan dan area hijau yang menyegarkan.

6. Pemanfaatan Pencahayaan Optimal

Pencahayaan memiliki peran penting dalam desain taman belakang. Pastikan lokasi taman mendapatkan cukup sinar matahari agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Untuk taman vertikal, penting untuk memilih area yang mendapatkan cahaya cukup.

Selain cahaya alami, pencahayaan buatan dapat menambah estetika taman. Penambahan lampu LED atau lampu taman dapat memberikan kesan artistik. Lampu juga dapat menciptakan suasana yang nyaman untuk kegiatan malam hari.

Pencahayaan yang tepat tidak hanya mempercantik tampilan. Ini juga meningkatkan fungsionalitas taman sebagai area bersantai di malam hari. Dengan perencanaan pencahayaan yang cermat, taman belakang dapat dinikmati kapan saja.

7. Desain Jalur dan Elemen Dekoratif Sederhana

Desain jalur dan penambahan elemen dekoratif sederhana dapat meningkatkan daya tarik taman belakang. Jalur batuan dapat memberikan kesan alami dan estetis. Elemen dekorasi kecil seperti bebatuan putih dapat memberikan sentuhan visual yang menenangkan.

Rumput sintetis juga dapat digunakan untuk menciptakan ilusi optik area taman yang lebih luas. Untuk mempertahankan kesan minimalis, hindari penambahan terlalu banyak dekorasi. Cukup tambahkan elemen yang memiliki fungsi penting.

Desain yang sederhana namun terencana dengan baik akan menciptakan taman yang indah. Dengan perhatian pada detail, taman belakang dapat menjadi ruang yang menyenangkan dan fungsional.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar

Q: Apa manfaat utama membuat kebun vertikal di rumah kecil?

A: Manfaat utama membuat kebun vertikal di rumah kecil meliputi memaksimalkan ruang sempit dan mempercantik hunian.

Q: Tanaman apa yang cocok untuk pemula dalam kebun vertikal?

A: Tanaman seperti selada, kangkung, dan sirih gading sangat cocok untuk pemula dalam kebun vertikal.

Q: Bagaimana cara agar kebun vertikal tidak cepat mati?

A: Pastikan pencahayaan cukup, penyiraman teratur, dan pemberian pupuk organik berkala.

Q: Apakah taman belakang minimalis dapat meningkatkan nilai properti rumah?

A: Ya, taman belakang minimalis dapat meningkatkan nilai properti karena lingkungan hijau lebih diminati.

Q: Berapa luas minimum teras yang dibutuhkan untuk membuat desain multifungsi?

A: Teras multifungsi dapat dibuat dalam ruang seluas 2x1,5 meter dengan pemilihan furnitur yang tepat.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |