7 Tips Ternak Bebek Petelur dengan Kandang dari Bambu dan Seng Bekas, Telur Bisa untuk Dapur dan Dijual

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Ternak bebek petelur menjadi salah satu pilihan usaha rumahan yang masih relevan hingga kini karena relatif mudah dijalankan dan tidak membutuhkan modal besar. Dengan memanfaatkan kandang dari bambu dan seng bekas, biaya awal bisa ditekan tanpa mengurangi produktivitas bebek. Cara ini sangat cocok diterapkan di pedesaan maupun di pekarangan rumah yang lahannya terbatas.

Selain menghasilkan telur untuk konsumsi keluarga, ternak bebek petelur juga berpotensi memberikan penghasilan tambahan. Telur bebek memiliki pasar yang cukup stabil, baik untuk dijual mentah maupun diolah menjadi telur asin. Dengan pengelolaan yang tepat, hasilnya bisa menopang kebutuhan dapur sehari-hari.

Pemanfaatan bahan bekas seperti bambu dan seng juga mendukung konsep beternak yang ramah lingkungan. Selain mengurangi limbah, kandang sederhana ini tetap bisa dibuat kuat, kering, dan nyaman untuk bebek. Kunci utamanya terletak pada perencanaan dan perawatan yang konsisten.

Berikut tips beternak bebek petelur yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber pada Kamis (1/1/2026). Dengan panduan ini, diharapkan para peternak dapat mengoptimalkan hasil panen telur bebek untuk dapur pribadi maupun pasar, bahkan dengan modal yang efisien.

1. Pilih Lokasi Kandang yang Kering dan Tidak Lembap

Lokasi kandang menjadi faktor penting dalam keberhasilan ternak bebek petelur. Kandang sebaiknya ditempatkan di area yang tidak tergenang air agar bebek terhindar dari penyakit. Lingkungan yang kering juga membantu menjaga kualitas telur tetap baik.

Dengan menggunakan bambu dan seng bekas, posisi kandang perlu sedikit ditinggikan dari permukaan tanah. Hal ini bertujuan agar air hujan tidak masuk ke dalam kandang dan sirkulasi udara tetap lancar. Selain itu, kandang yang kering membuat bebek lebih nyaman untuk bertelur.

Penempatan kandang yang tepat juga memudahkan proses pembersihan. Dengan kondisi kandang yang bersih dan tidak bau, produktivitas bebek petelur bisa terjaga secara optimal.

2. Buat Kandang Sederhana tapi Kokoh

Kandang dari bambu dan seng bekas harus dirancang dengan struktur yang kuat agar tahan lama. Bambu bisa digunakan sebagai rangka utama, sementara seng berfungsi sebagai atap pelindung dari hujan dan panas. Pastikan setiap sambungan terikat dengan kuat agar kandang tidak mudah roboh.

Meskipun sederhana, kandang tetap perlu memiliki ventilasi yang baik. Sirkulasi udara yang lancar membantu mengurangi kelembapan dan mencegah penyakit. Selain itu, pencahayaan alami juga penting agar bebek tetap aktif dan sehat.

Dengan kandang yang kokoh dan nyaman, bebek petelur akan lebih tenang. Kondisi ini sangat berpengaruh pada jumlah dan kualitas telur yang dihasilkan setiap hari.

3. Sesuaikan Kepadatan Bebek dalam Kandang

Kepadatan kandang yang terlalu tinggi dapat menyebabkan stres pada bebek. Idealnya, satu meter persegi kandang diisi oleh dua hingga tiga ekor bebek petelur. Dengan ruang yang cukup, bebek bisa bergerak bebas dan tidak mudah bertengkar.

Bebek yang tidak stres cenderung lebih rajin bertelur. Selain itu, kebersihan kandang juga lebih mudah dijaga jika jumlah bebek sesuai kapasitas. Hal ini penting untuk mencegah bau dan penyebaran penyakit.

Mengatur kepadatan sejak awal juga membantu peternak mengontrol pakan dan hasil telur. Dengan perhitungan yang tepat, produksi telur bisa lebih stabil dan menguntungkan.

4. Perhatikan Pola Pakan yang Konsisten

Pakan merupakan faktor utama yang memengaruhi produktivitas telur bebek. Bebek petelur membutuhkan pakan bernutrisi yang mengandung protein, karbohidrat, dan mineral. Pakan bisa dikombinasikan antara pakan pabrikan dan bahan alami seperti dedak atau sisa nasi.

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara teratur pada waktu yang sama setiap hari. Pola makan yang konsisten membantu bebek beradaptasi dan bertelur lebih teratur. Selain itu, air minum bersih harus selalu tersedia di dalam kandang.

Dengan manajemen pakan yang baik, telur bebek tidak hanya lebih banyak tetapi juga memiliki kualitas cangkang yang kuat. Hal ini penting jika telur ingin dijual ke pasar.

5. Jaga Kebersihan Kandang Secara Rutin

Kandang dari bambu dan seng bekas tetap membutuhkan perawatan kebersihan yang rutin. Kotoran bebek harus dibersihkan secara berkala agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau. Lingkungan yang bersih juga mencegah munculnya lalat dan penyakit.

Pembersihan kandang bisa dilakukan setiap dua hingga tiga hari sekali. Selain itu, alas kandang dapat diganti atau dijemur agar tetap kering. Kebiasaan ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan bebek petelur.

Dengan kandang yang bersih, bebek akan lebih nyaman dan produktivitas telur bisa meningkat. Kebersihan juga membuat telur yang dihasilkan lebih layak untuk dikonsumsi maupun dijual.

6. Pastikan Bebek Mendapat Sinar Matahari

Sinar matahari pagi sangat penting bagi kesehatan bebek petelur. Paparan sinar matahari membantu pembentukan vitamin D yang berperan dalam pembentukan cangkang telur. Oleh karena itu, kandang sebaiknya memiliki area terbuka atau halaman umbaran.

Bebek yang rutin terkena sinar matahari cenderung lebih aktif dan sehat. Aktivitas ini juga membantu mengurangi risiko penyakit kulit dan jamur. Selain itu, bebek akan lebih rileks sehingga proses bertelur berjalan lancar.

Mengombinasikan kandang bambu dengan area terbuka adalah solusi sederhana namun efektif. Cara ini mendukung produktivitas tanpa perlu biaya tambahan.

7. Pisahkan Telur untuk Konsumsi dan Penjualan

Agar ternak bebek petelur lebih terarah, sebaiknya telur dipisahkan sesuai peruntukannya. Telur untuk konsumsi keluarga bisa dipilih dari hasil harian, sementara telur untuk dijual dikumpulkan secara khusus. Dengan pemisahan ini, pengelolaan hasil menjadi lebih rapi.

Telur yang akan dijual perlu dibersihkan dan disimpan di tempat yang kering. Penyimpanan yang baik menjaga kualitas telur tetap segar hingga sampai ke pembeli. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan konsumen.

Dengan manajemen sederhana ini, ternak bebek petelur tidak hanya mencukupi kebutuhan dapur. Usaha kecil ini juga bisa berkembang menjadi sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Apakah kandang bambu dan seng bekas cukup awet untuk ternak bebek?

Ya, selama dibuat kokoh dan dirawat secara rutin, kandang dari bambu dan seng bekas bisa digunakan dalam jangka waktu cukup lama.

2. Berapa lama bebek petelur mulai menghasilkan telur?

Bebek petelur umumnya mulai bertelur pada usia sekitar 5–6 bulan.

3. Apakah ternak bebek petelur cocok untuk pemula?

Cocok, karena perawatannya relatif mudah dan tidak memerlukan modal besar.

4. Apakah telur bebek mudah dijual?

Telur bebek memiliki pasar yang stabil, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan industri telur asin.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |