7 Tips Merawat Blender agar Tetap Awet dan Tidak Bau Meski Dipakai Setiap Hari

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Blender merupakan salah satu alat dapur esensial yang sangat membantu dalam mengolah berbagai bahan makanan dan minuman. Dari menghaluskan bumbu, membuat jus segar, hingga mencampur adonan ringan, blender menjadi perangkat andalan di banyak rumah tangga.

Namun, penggunaan yang intensif setiap hari tanpa perawatan yang tepat dapat menyebabkan blender cepat rusak, berbau tidak sedap, atau bahkan kehilangan performanya. Oleh karena itu, memahami cara merawat blender dengan benar adalah kunci untuk memperpanjang usia pakainya dan menjaga kebersihan dapur Anda.

Merawat blender tidak hanya sekadar membersihkannya setelah digunakan, melainkan melibatkan serangkaian langkah komprehensif. Perawatan yang baik akan memastikan pisau tetap tajam, motor tidak cepat panas, dan tidak ada sisa makanan yang menempel yang bisa mengundang bakteri atau bau tak sedap. Melansir dari berbagai sumber, Rabu (7/1), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Segera Bersihkan Blender Setelah Digunakan

Langkah paling krusial dalam merawat blender adalah membersihkannya segera setelah pemakaian. Tindakan ini sangat penting untuk menjaga keawetan alat dan mencegah munculnya bau tidak sedap. Jika sisa makanan dibiarkan mengering dan menempel pada permukaan blender, proses pembersihan akan menjadi jauh lebih sulit.

Penundaan pembersihan dapat menyebabkan sisa makanan mengeras dan menempel kuat pada dinding serta pisau blender. Hal ini tidak hanya menyulitkan pembersihan, tetapi juga dapat membuat pisau blender cepat tumpul seiring waktu. Lebih jauh lagi, sisa makanan yang tertinggal lama berpotensi mengundang bakteri dan menimbulkan bau tidak sedap yang sulit dihilangkan.

Untuk pembersihan cepat, isi wadah blender dengan air hangat hingga setengahnya, lalu tambahkan beberapa tetes sabun cuci piring cair. Nyalakan blender selama 20-30 detik hingga berbusa, kemudian buang air sabun dan bilas dengan air bersih sampai tidak ada residu sabun. Metode ini efektif mengangkat sisa makanan tanpa perlu menyentuh pisau secara langsung.

Jika blender digunakan untuk menghaluskan bumbu berminyak, air hangat sangat disarankan karena minyak lebih mudah larut di dalamnya. Jangan lupakan bagian luar mesin blender; lap dengan kain lembap atau tisu basah secara perlahan untuk menjaga kebersihannya.

2. Gunakan Metode Pembersihan Khusus untuk Noda dan Bau Membandel

Untuk mengatasi noda membandel atau bau yang sulit hilang, beberapa bahan dapur dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami yang sangat efektif. Bahan-bahan ini tidak hanya membersihkan tetapi juga membantu menetralkan bau tak sedap.

Baking soda dan cuka adalah kombinasi ampuh untuk masalah ini. Baking soda dikenal efektif menghilangkan noda membandel dan bau tak sedap, sementara cuka merupakan bahan pembersih serbaguna yang mampu melenyapkan noda, kotoran, dan bau.

Anda bisa mencampurkan satu sendok teh baking soda dengan air hangat di dalam blender, lalu nyalakan beberapa detik. Alternatif lain adalah mencampurkan air panas, sabun cuci piring, dan cuka, lalu nyalakan blender selama sekitar 10 detik.

Selain itu, perasan lemon atau jeruk nipis dengan tambahan air juga efektif untuk menghilangkan bau. Garam kasar yang dicampur air juga dapat melarutkan sisa makanan dan menghilangkan bau cabai. Untuk noda membandel pada tabung plastik, campurkan 1 sendok makan sodium percarbonate dengan setengah tabung air panas; buihnya akan membantu mengangkat kotoran.

3. Keringkan Seluruh Bagian Blender dengan Sempurna

Setelah dicuci bersih, sangat penting untuk memastikan semua bagian blender, terutama area di sekitar mata pisau, benar-benar kering sebelum disimpan. Kelembapan yang tertinggal dapat menimbulkan berbagai masalah serius pada blender Anda.

Kelembapan sisa dapat menyebabkan karat pada pisau dan komponen logam lainnya, yang pada akhirnya memperpendek usia pakai blender. Selain itu, kondisi lembap memicu pertumbuhan jamur atau bakteri, yang tidak hanya merusak kebersihan tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap.

Untuk mengeringkan blender dengan sempurna, biarkan semua bagian mengering secara alami di udara terbuka. Anda juga bisa menggunakan handuk dapur bersih dan bebas serat untuk mengelap setiap bagian secara menyeluruh. Menempatkan aksesori di rak piring pada area berventilasi baik dapat mempercepat proses pengeringan. Setelah mencuci, simpan blender dengan tutup terbuka untuk mencegah penumpukan kelembapan dan pertumbuhan jamur.

4. Jaga Ketajaman Pisau Blender Secara Berkala

Pisau blender yang tumpul akan membuat motor bekerja lebih keras, menghasilkan suara yang lebih kencang, dan mesin mudah panas. Kondisi ini pada akhirnya dapat memperpendek umur blender Anda. Oleh karena itu, menjaga ketajaman pisau secara berkala adalah bagian penting dari perawatan.

Pisau yang tajam tidak hanya menghasilkan olahan yang lebih halus dan optimal, tetapi juga mengurangi beban kerja motor blender, sehingga mesin tidak cepat rusak. Dengan menerapkan tips menajamkan pisau blender secara rutin, performa alat akan tetap terjaga.

Ada beberapa metode sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk menajamkan pisau blender. Salah satunya adalah dengan es batu: masukkan es batu berukuran sedang secukupnya ke dalam blender dan nyalakan mesin. Tekstur es batu yang keras efektif untuk mengasah pisau.

Selain es batu, garam kasar juga bisa digunakan; masukkan secukupnya dan haluskan selama 1-2 menit. Garam bertindak sebagai abrasif ringan yang membantu memperbaiki ketajaman pisau. Cangkang telur juga memiliki kemampuan alami untuk menajamkan pisau blender yang mulai tumpul. Potongan aluminium foil kecil yang diblender selama beberapa menit juga bisa membantu. Terakhir, mengolesi pisau blender dengan minyak goreng bersih dapat menjaga kekuatan logam pisau dan mencegah karat.

5. Hindari Mengisi Blender Terlalu Penuh dan Membebani Motor

Mengisi blender melebihi batas maksimal atau memblender bahan terlalu banyak adalah kebiasaan yang dapat membebani motor. Hal ini menyebabkan motor cepat panas dan mempercepat keausan komponen, yang pada akhirnya dapat merusak blender.

Mengisi bahan melebihi batas yang ditandai pada wadah blender dapat membuat motor bekerja terlalu keras, bahkan berisiko menyebabkan mesin cepat panas dan rusak. Idealnya, isi tabung blender hanya sekitar 70-80% dari kapasitas maksimal agar hasilnya lebih optimal dan mesin tetap aman.

Beberapa praktik yang benar dapat membantu menghindari beban berlebih pada motor. Potong bahan makanan menjadi bagian kecil sebelum dimasukkan ke dalam blender untuk meringankan kerja mesin dan mempercepat proses penghalusan. Hindari menyalakan blender terlalu lama tanpa jeda; sebaiknya gunakan dalam durasi 30 detik hingga 1 menit, lalu beri jeda beberapa detik.

Urutan memasukkan bahan juga penting: masukkan cairan terlebih dahulu, diikuti bubuk, lalu bahan padat seperti buah, dan bahan beku terakhir. Selain itu, hindari memblender bahan panas langsung dari kompor karena suhu ekstrem bisa membuat tabung retak atau berubah bentuk; biarkan bahan dingin terlebih dahulu.

6. Simpan Blender di Tempat yang Tepat

Penyimpanan yang benar adalah faktor penting untuk menjaga kebersihan dan keawetan blender Anda. Lingkungan penyimpanan yang tidak tepat dapat memicu berbagai masalah, mulai dari kerusakan komponen hingga pertumbuhan bakteri.

Simpan blender dalam keadaan kering di tempat yang kering dan terlindung dari debu. Hindari menyimpan blender di tempat lembap atau dekat dengan kompor, karena panas dan kelembapan dapat merusak komponen elektronik dan bagian logam pada pisau. Lingkungan lembap juga dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.

Setelah mencuci, pastikan blender disimpan dengan tutup terbuka untuk mencegah pertumbuhan jamur atau bakteri yang dapat menyebabkan bau tidak sedap. Selain itu, perhatikan kondisi kabel; pastikan kabel tidak tertekuk tajam saat disimpan agar tidak mudah putus atau mengalami korsleting.

7. Lakukan Inspeksi Berkala dan Perawatan Komponen

Pemeriksaan rutin pada setiap bagian blender dapat mencegah kerusakan yang lebih parah dan memastikan blender berfungsi optimal. Mengabaikan inspeksi berkala bisa berujung pada masalah yang lebih besar di kemudian hari.

Sebelum setiap penggunaan, periksa kondisi umum blender, termasuk kabel, tabung, dan bilah pisau. Pastikan tidak ada kerusakan seperti keretakan atau bagian yang terkelupas. Gunakan sikat kecil, seperti sikat gigi bekas, untuk membersihkan area yang sulit dijangkau, seperti mata pisau atau sela-sela antara dasar dan wadah blender, karena area ini rentan menumpuk sisa makanan.

Periksa dan kencangkan seal atau karet penutup secara berkala, karena seal yang longgar dapat menyebabkan kebocoran. Setidaknya sebulan sekali, bongkar blender hingga melepas bilah pisau, gasket, dan komponen lainnya. Cuci dengan air hangat dan kain lembut, lalu keringkan sempurna sebelum dirakit kembali. Ini juga kesempatan untuk memeriksa apakah ada komponen yang perlu diganti.

Terakhir, pastikan setiap bagian blender terpasang dengan benar sebelum menyalakannya. Bagian yang tidak terpasang dengan baik dapat membuat kinerja blender tidak maksimal dan bahkan berbahaya. Selalu gunakan blender sesuai fungsinya dan baca buku panduan untuk mengetahui batasan serta fitur spesifik alat Anda, agar tidak memaksanya untuk menggiling bahan yang terlalu keras jika tidak didukung.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tips Merawat Blender agar Tetap Awet & Tidak Bau

1. Mengapa penting membersihkan blender segera setelah digunakan?

Jawaban: Membersihkan blender segera setelah digunakan mencegah sisa makanan mengering dan menempel, yang dapat menyulitkan pembersihan, menumpulkan pisau, dan menyebabkan bau tidak sedap serta pertumbuhan bakteri.

2. Bahan alami apa yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau membandel pada blender?

Jawaban: Baking soda dan cuka sangat efektif untuk menghilangkan noda dan bau membandel. Selain itu, perasan lemon/jeruk nipis, garam kasar, dan sodium percarbonate juga dapat digunakan.

3. Bagaimana cara menjaga ketajaman pisau blender?

Jawaban: Pisau blender dapat diasah menggunakan es batu, garam kasar, cangkang telur, atau aluminium foil. Mengolesi pisau dengan minyak goreng bersih juga membantu mencegah karat.

4. Apa akibat mengisi blender terlalu penuh?

Jawaban: Mengisi blender melebihi batas maksimal dapat membebani motor, menyebabkannya cepat panas, mempercepat keausan komponen, dan berisiko merusak blender.

5. Di mana tempat terbaik untuk menyimpan blender?

Jawaban: Blender sebaiknya disimpan di tempat yang kering, terlindung dari debu, dan jauh dari sumber panas seperti kompor. Pastikan semua bagian kering sempurna dan tutup dibiarkan sedikit terbuka.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |