Liputan6.com, Jakarta - Ternak mini yang cocok digabung dengan kebun vertikal semakin diminati oleh masyarakat perkotaan maupun pedesaan yang memiliki keterbatasan lahan. Konsep ini menggabungkan budidaya tanaman secara vertikal dengan pemeliharaan hewan berukuran kecil yang mudah dirawat dan tidak membutuhkan ruang luas.
Limbah organik dari tanaman dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan, sementara kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk untuk menyuburkan tanaman. Siklus ini menciptakan sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain memberikan hasil panen sayuran segar, model usaha terpadu ini juga mampu menghasilkan sumber protein hewani untuk kebutuhan keluarga maupun peluang bisnis. Artikel ini akan memaparkan ide ternak mini yang cocok digabung dengan kebun vertikal, sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (8/6/2026).
1. Ikan (Sistem Akuaponik Vertikal)
Sistem akuaponik merupakan metode budidaya inovatif yang mengintegrasikan pemeliharaan ikan dengan penanaman tanaman tanpa tanah dalam satu siklus tertutup. Pendekatan ini sangat ideal untuk lahan sempit karena memungkinkan sejumlah besar tanaman ditanam secara berlapis di atas area horizontal yang terbatas, memaksimalkan setiap jengkal ruang yang tersedia.
Dalam sistem ini, limbah yang dihasilkan oleh ikan, seperti kotoran dan sisa pakan, yang kaya nutrisi dialirkan ke media tanam vertikal. Tanaman kemudian menyerap nutrisi tersebut untuk pertumbuhannya, sekaligus secara alami membersihkan air sebelum air kembali ke kolam ikan. “Akuaponik adalah sistem budidaya yang mengintegrasikan ikan dan tanaman tanpa tanah dalam satu siklus, di mana limbah ikan menjadi nutrisi tanaman,” jelas Silvia Estefina Subitmele dari Liputan6.com.
Ikan lele dan nila adalah pilihan populer untuk sistem akuaponik vertikal karena ketahanan dan laju pertumbuhannya yang cepat. Sistem ini tidak hanya efisien dalam penggunaan air dan lahan, tetapi juga menghasilkan panen ganda berupa ikan dan sayuran segar secara berkelanjutan.
2. Burung Puyuh
Burung puyuh adalah unggas kecil yang sangat cocok untuk budidaya di lahan terbatas, bahkan di rumah tipe 36. Ukuran tubuhnya yang kecil membuat satu meter persegi lahan mampu menampung puluhan ekor puyuh petelur sekaligus, menjadikannya pilihan utama untuk memaksimalkan ruang vertikal.
Kandang puyuh dapat dibuat secara bertingkat atau vertikal, memungkinkan pemeliharaan ratusan ekor puyuh dalam area yang kecil. “Dengan modal yang terjangkau dan lahan yang tidak luas, peternak dapat mengelola ribuan ekor puyuh dalam ruang terbatas, bahkan dengan sistem kandang bertingkat yang memaksimalkan penggunaan lahan,” ungkap Fapet Unikama.
Kotoran puyuh dapat dimanfaatkan langsung sebagai pupuk organik yang kaya nutrisi untuk kebun vertikal. Puyuh menghasilkan telur hampir setiap hari dan daging, menjadikannya sumber pangan yang efisien dan memiliki siklus produksi yang cepat, sehingga hasil usaha dapat dirasakan lebih cepat.
3. Cacing Tanah (Vermikompos Vertikal)
Ternak cacing tanah secara vertikal, atau vermikompos, merupakan kegiatan ramah lingkungan yang sangat sesuai untuk rumah dengan lahan terbatas. Sistem ini memanfaatkan wadah bertingkat atau tumpukan untuk memelihara cacing tanah, yang secara efektif mengurai sampah organik.
Cacing tanah akan mengubah sampah organik, seperti sisa makanan, menjadi pupuk berkualitas tinggi yang dikenal sebagai kascing atau vermikompos. “Ternak cacing tanah secara vertikal, atau vermikompos, adalah kegiatan yang sangat ramah lingkungan dan cocok untuk rumah dengan lahan terbatas,” demikian laporan Liputan6.com.
Kascing sangat baik untuk menyuburkan kebun vertikal karena kaya akan nutrisi esensial bagi tanaman. Budidaya cacing tanah tidak memerlukan modal besar dan perawatannya relatif mudah, menjadikannya pilihan yang menjanjikan untuk mendukung keberlanjutan pertanian perkotaan.
4. Maggot Black Soldier Fly (BSF)
Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) secara vertikal adalah ide ternak yang sangat efisien untuk rumah sempit. Maggot BSF adalah larva lalat tentara hitam yang dikenal sangat rakus dalam memakan berbagai jenis sampah organik, termasuk sisa makanan dan kotoran ternak.
Sistem budidaya maggot BSF secara vertikal memungkinkan pemanfaatan ruang yang minimal, bahkan dapat dilakukan di ruangan tertutup. “Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) secara vertikal merupakan salah satu ide ternak yang sangat efisien untuk rumah sempit,” menurut laporan Liputan6.com.
Maggot yang kaya protein ini dapat digunakan sebagai pakan alternatif bernutrisi tinggi untuk ternak lain seperti ikan dan unggas. Sementara itu, frass (bekas maggot) yang dihasilkan adalah pupuk organik unggul untuk kebun vertikal, membantu mengurangi limbah dan menghasilkan pupuk berkualitas secara bersamaan.
5. Jangkrik
Ternak jangkrik dapat dilakukan di lahan terbatas menggunakan kotak atau rak bertingkat, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang memiliki ruang sempit. Budidaya ini tidak membutuhkan lahan luas dan dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan.
Jangkrik merupakan serangga herbivora yang memakan daun-daunan muda dan sayuran hijau, sehingga pakan mereka relatif mudah didapatkan. “Budidaya jangkrik dapat dilakukan di lahan dan yang terbatas dengan padat tebar tinggi,” demikian informasi dari Blog Institut Seni Indonesia Denpasar.
Jangkrik sering dibudidayakan sebagai pakan untuk hewan peliharaan seperti burung dan ikan. Kotoran jangkrik juga dapat dikumpulkan dan diolah menjadi kompos yang efektif untuk menyuburkan tanaman di kebun vertikal Anda, menciptakan siklus nutrisi yang saling menguntungkan.
6. Bekicot
Bekicot dapat dibudidayakan di lahan sempit menggunakan drum atau kandang kotak kayu yang dilengkapi penutup rapat untuk mencegahnya kabur. Metode ini terbilang lebih efisien dibandingkan dengan metode lainnya untuk lahan terbatas.
Hewan ini membutuhkan lingkungan yang lembap dan teduh untuk tumbuh optimal, dengan suhu kandang ideal antara 25 hingga 30 derajat Celcius. “Umumnya, kandang untuk bekicot terbagi menjadi 4 jenis, yakni kandang kayu, bak semen, drum, dan galian tanah,” tulis Kumparan.com, menunjukkan fleksibilitas pilihan wadah budidaya.
Bekicot dapat menjadi sumber protein dan bahkan digunakan dalam industri kosmetik atau obat-obatan. Kotoran bekicot, seperti ternak mini lainnya, dapat diolah menjadi pupuk organik yang berharga untuk menyuburkan kebun vertikal, menambah nilai dari budidaya ini.
7. Kelinci
Kelinci adalah hewan ternak mini yang populer dan sangat cocok dipelihara dalam kandang bertingkat atau vertikal untuk menghemat ruang. Mereka relatif mudah dirawat dan memiliki tingkat reproduksi yang cepat, mampu melahirkan banyak anak dalam setahun.
Penerapan desain vertikal, seperti kandang bertingkat untuk kelinci, dapat mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan. Keterbatasan lahan dapat diatasi dengan menerapkan desain vertikal, seperti kandang bertingkat untuk unggas atau kelinci, serta sistem aquaponik/hidroponik vertikal.
Kotoran kelinci dikenal sebagai pupuk organik yang sangat kaya nutrisi dan sangat baik untuk menyuburkan tanaman di kebun vertikal Anda. Dengan manajemen kebersihan yang baik, bau dari ternak kelinci dapat diminimalisir, menjadikan mereka pilihan ideal untuk urban farming yang bersih dan produktif.
Pertanyaan Seputar Ternak Mini yang Cocok Digabung dengan Kebun Vertikal
1. Apa itu konsep integrasi ternak mini dengan kebun vertikal?
Konsep ini adalah metode urban farming yang menggabungkan budidaya hewan kecil (ternak mini) dengan penanaman tanaman secara bertingkat (kebun vertikal) untuk mengoptimalkan penggunaan lahan terbatas dan menciptakan ekosistem yang saling mendukung.
2. Mengapa ikan cocok untuk kebun vertikal?
Ikan cocok karena dapat diintegrasikan dalam sistem akuaponik vertikal, di mana limbah kotoran ikan menjadi sumber nutrisi alami bagi tanaman, sementara tanaman membantu menyaring air untuk ikan.
3. Bagaimana cacing tanah membantu kebun vertikal?
Cacing tanah membantu kebun vertikal dengan mengurai sampah organik menjadi vermikompos (kascing), yaitu pupuk organik berkualitas tinggi yang sangat baik untuk menyuburkan tanaman.
4. Apa manfaat maggot BSF dalam sistem ini?
Maggot BSF sangat efisien dalam mengonsumsi sampah organik, mengurangi limbah, dan menghasilkan frass (bekas maggot) yang merupakan pupuk organik unggul untuk kebun vertikal.
5. Selain ikan dan puyuh, ternak mini apa lagi yang bisa diintegrasikan?
Selain ikan dan puyuh, ternak mini lain yang bisa diintegrasikan termasuk cacing tanah, maggot BSF, jangkrik, bekicot, dan kelinci, yang semuanya dapat dipelihara di ruang terbatas dan memberikan manfaat bagi kebun vertikal.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7535225/original/074106900_1780309735-tumpang_sari_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8061654/original/009565800_1780905849-spw.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8069597/original/039075000_1780914428-ide_ternak_ikan_cetol_di_ember_kecil.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8067830/original/010791000_1780912569-kolam_lele.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8058537/original/074709600_1780902325-Menggunakan_Kisi-Kisi_Dekoratif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8061335/original/030148800_1780905470-17599020251053171362.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5752394/original/012354700_1778653527-internet-akan-gantikan-sistem-pendidikan-non-formal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8058534/original/090833400_1780902322-HL_perumnas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8056901/original/018029700_1780900841-HL_delima.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8057758/original/069700800_1780901634-ab3183f2-a435-4d25-b964-ce08b0d2a13b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2843204/original/024991900_1562129195-20190703-Gerhana-Matahari-Total-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8055259/original/087892400_1780898896-HL_bebek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8059713/original/088394500_1780903651-300085739397858508.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6997500/original/045788300_1779767684-Rumah_Sederhana_dengan_Taman_Hijau_Terbuka.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8059193/original/051244800_1780903201-surat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8055045/original/060296500_1780898671-10575443836424921120.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5077844/original/010551300_1736042651-Screenshot_2025-01-05_090331.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470932/original/097583000_1768271396-Galon_untuk_Sarang_Bertelur__Nesting_Box___Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8050112/original/098350400_1780893528-kencur.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3931642/original/069846400_1644592691-pexels-alleksana-6478943_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522319/original/072750000_1772755216-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502437/original/033356900_1770980242-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522345/original/079886200_1772757830-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522260/original/039984700_1772750807-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500178/original/098184400_1770818954-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501131/original/045808700_1770887809-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1045202/original/018183200_1446724420-151105-THR-PNS-Grafis-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500146/original/022964600_1770816549-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522506/original/039967800_1772767694-Teras_rumah_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500984/original/066237900_1770884136-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521841/original/047869500_1772701578-open_space_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522537/original/050337400_1772768376-Model_Rambut_Pendek_Wanita_Cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522634/original/031632000_1772771522-Gemini_Generated_Image_68hqe168hqe168hq.jpg)