7 Tanda Tikus Aktif di Rumah yang Jarang Disadari, Jangan Disepelekan Kehadirannya

4 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta Tanda tikus aktif di rumah yang jarang disadari sering kali luput dari perhatian penghuni, padahal tikus dapat membawa dampak serius bagi kesehatan. Selain mencemari makanan dan merusak barang, hewan ini juga menjadi sumber berbagai penyakit berbahaya yang dapat menyebar dengan cepat.

Tanda tikus aktif di rumah yang jarang disadari penting dikenali karena tikus mampu berkembang biak dalam waktu singkat, sehingga risikonya semakin besar jika dibiarkan. Dengan memahami ciri-ciri keberadaannya lebih awal, Anda bisa mencegah kerusakan dan bahaya yang ditimbulkan sebelum semakin meluas.

1. Kotoran Tikus

Kotoran tikus menjadi indikasi utama aktivitas hewan pengerat ini. Kotoran ini berukuran kecil, berwarna gelap, dan berbentuk silinder. Umumnya, kotoran tikus rumah menyerupai butiran beras dengan panjang sekitar 0,3 hingga 0,6 cm. Tak jarang, kotoran juga dikelilingi bekas genangan kecil yang sudah kering, berwarna kekuningan.

Kotoran tikus sering ditemukan di area yang sering dilalui, seperti sudut ruangan dan dekat kemasan makanan. Kotoran segar biasanya berwarna coklat tua dan memiliki tekstur lembut. Seiring waktu, kotoran ini akan menjadi lebih gelap dan rapuh.

Kotoran tikus tidak boleh dianggap remeh. Kotoran ini dapat membawa berbagai jenis penyakit dan bakteri berbahaya. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan melalui kotoran tikus antara lain leptospirosis dan salmonellosis.

2. Jejak atau Bekas Minyak

Tikus cenderung bergerak mengikuti jalur yang sama, seringkali di sepanjang dinding. Akibatnya, kotoran dan minyak dari bulu tikus akan menempel pada permukaan, meninggalkan noda atau jejak berminyak. Jejak ini sering terlihat sebagai noda kotor di sepanjang dinding.

Jejak berminyak ini berfungsi sebagai penanda jalur bagi tikus. Jika jejak tersebut mudah dibersihkan, hal itu menunjukkan tikus baru saja melewati area tersebut. Keberadaan jejak ini mengindikasikan adanya rute aktif yang digunakan tikus untuk bergerak di dalam rumah.

Noda minyak dan kotoran yang ditinggalkan tikus dapat mencemari permukaan. Kontak dengan permukaan yang terkontaminasi ini dapat menjadi jalur penularan penyakit. Oleh karena itu, pembersihan area yang terdapat jejak minyak tikus perlu dilakukan secara menyeluruh.

3. Suara Gesekan atau Cicitan

Suara yang berasal dari dalam dinding atau plafon, terutama pada malam hari, dapat menjadi tanda keberadaan tikus. Tikus adalah hewan nokturnal, yang berarti mereka lebih aktif pada malam hari. Suara yang terdengar bisa berupa gesekan, gigitan, atau langkah kaki kecil.

Suara ini ditimbulkan karena tikus menggali atau menggerogoti material untuk membuat rute baru atau membangun sarang. Mereka dapat membuat lubang di dinding, plafon, hingga loteng. Suara cicitan juga merupakan indikasi komunikasi antar tikus.

Meskipun tikus memiliki bobot ringan, suara langkah kaki mereka saat berlari dapat terdengar. Suara-suara ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menjadi pengingat akan potensi kerusakan struktural yang dapat ditimbulkan tikus pada bangunan.

4. Bau Tidak Sedap

Kehadiran tikus sering disertai dengan bau tidak sedap. Bau ini umumnya berasal dari urine tikus yang memiliki aroma amonia yang kuat. Bau urine ini sering digunakan tikus untuk menandai wilayah atau sarang mereka.

Bau tidak sedap ini dapat tercium menyengat, terutama di area tertutup seperti di dalam lemari atau dapur. Jika ada bangkai tikus yang mati di suatu tempat tersembunyi, bau busuk yang sangat kuat juga akan muncul. Bau ini dapat menjadi indikasi adanya masalah tikus yang lebih besar.

Hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat membantu mendeteksi bau ini. Bau yang tidak biasa di dalam rumah dapat menjadi tanda pasti keberadaan tikus.

5. Bekas Gigitan atau Kerusakan

Tikus memiliki kebiasaan menggerogoti berbagai benda. Kebiasaan ini meninggalkan bekas gigitan pada kemasan makanan, kabel listrik, dan kayu. Kerusakan ini dapat terlihat pada perabot rumah tangga atau struktur bangunan.

Bekas gigitan yang baru biasanya memiliki warna terang. Gigitan pada kabel listrik merupakan bahaya serius karena dapat menyebabkan hubungan arus pendek. Tikus juga dapat merusak pipa air dan struktur bangunan dari kayu.

Kerusakan yang ditimbulkan tikus tidak hanya terbatas pada barang-barang. Mengidentifikasi bekas gigitan ini dapat membantu memperkirakan ukuran tikus yang ada di rumah.

6. Adanya Sarang Tikus

Penemuan sarang tikus merupakan bukti adanya populasi tikus di dalam rumah. Tikus membangun sarang dari bahan-bahan yang mereka temukan, seperti kertas, kain, dan kardus. Sarang ini sering ditemukan di tempat-tempat yang hangat dan tersembunyi.

Area seperti loteng, atap, dan sudut gudang merupakan lokasi potensial bagi tikus untuk membangun sarang. Penemuan tumpukan bahan sarang mengindikasikan aktivitas perkembangbiakan tikus.

Sarang tikus tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat aktivitas mereka. Keberadaan sarang menunjukkan bahwa tikus telah menetap dan berpotensi berkembang biak di dalam rumah.

7. Kucing Mengeong Keras di Rumah

Hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat menunjukkan perubahan perilaku jika ada tikus di dalam rumah. Anjing atau kucing adalah predator alami bagi tikus. Perubahan perilaku ini bisa berupa gonggongan atau meongan yang berlebihan.

Hewan peliharaan mungkin juga menunjukkan ketertarikan pada area tertentu di rumah. Perilaku ini merupakan respons terhadap suara, bau, atau gerakan tikus yang mereka deteksi.

Jika hewan peliharaan Anda tiba-tiba menjadi gelisah atau menunjukkan minat yang tidak biasa, hal itu bisa menjadi indikasi adanya tikus. Mengamati perilaku hewan peliharaan dapat memberikan petunjuk awal mengenai keberadaan tikus.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar

Q: Penyakit apa saja yang bisa ditularkan oleh tikus?

A: Tikus dapat menularkan lebih dari 35 penyakit, termasuk leptospirosis dan salmonellosis.

Q: Bagaimana cara tikus masuk ke dalam rumah?

A: Tikus dapat masuk melalui lubang kecil, pipa, atau celah ventilasi.

Q: Bau apa yang tidak disukai tikus?

A: Tikus tidak menyukai bau minyak peppermint, kayu putih, dan bawang putih.

Q: Kapan tikus paling aktif di rumah?

A: Tikus paling aktif pada malam hari saat suasana rumah sepi.

Q: Apa saja tanda-tanda sarang tikus di rumah?

A: Tanda-tanda sarang tikus meliputi kotoran, bau busuk, dan bekas gigitan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |