7 Prompt Gemini AI Salju Viral ala Utada Hikaru First Love, Penuh Romansa dan Puitis

3 weeks ago 16

Liputan6.com, Jakarta Prompt Gemini AI salju viral ala Utada Hikaru First Love menghadirkan estetika musim dingin yang puitis, dengan nuansa biru-abu yang dingin, atmosfir vintage, serta sentuhan melankolis khas lagu dan serial “First Love”. Karakter visual seperti salju lembut, ekspresi emosional, dan latar kota atau pedesaan Jepang yang sunyi menjadi elemen kunci untuk menciptakan vibe sinematik era 90-an.

Prompt Gemini AI salju viral ala Utada Hikaru First Love perlu menekankan efek film grain, low saturation, depth of field dangkal, hingga detail seperti outfit vintage dan stasiun kereta bersalju untuk menghasilkan visual yang autentik dan nostalgic. Kumpulan prompt ini dirancang untuk membantu Anda menciptakan gambar bernuansa romantis dan dramatis, mulai dari potret close-up hingga lanskap penuh emosi. Anda dapat memilih prompt yang paling sesuai untuk menghadirkan kembali suasana ikonik “First Love”.

1. Bidikan Close-up Melankolis di Tengah Salju 

Prompt ini berfokus pada close-up wajah untuk menangkap ekspresi emosional yang intens dan melankolis, ciri khas dari vibe "First Love". Salju berfungsi sebagai latar belakang bokeh yang lembut.

Penting untuk mendeskripsikan outfit vintage (misalnya: turtleneck atau wool coat) dan detail salju yang menempel di rambut atau bulu mata. Tujuan adalah menciptakan potret yang sangat intim, puitis, dan menyampaikan kerinduan. Gunakan tone warna dingin dan efek film grain yang halus.

Gaya ini sangat kuat secara emosional dan ideal untuk foto profil yang memiliki depth dan storytelling.

Contoh Prompt:

Potret *close-up* wajah sedih seorang wanita Indonesia di tengah hujan salju. Matanya berkaca-kaca, ia mengenakan *turtleneck sweater* abu-abu. Pencahayaan *low-light* yang lembut dan dingin, efek *bokeh* salju di latar belakang, *tone* warna biru keabu-abuan, *film grain* 35mm, gaya sinematik 90an. --ar 3:4

2. Momen Romantis di Stasiun Kereta Bersalju (Adegam Ikonik) 

Stasiun kereta adalah setting ikonik dalam banyak drama romantis Jepang. Prompt ini fokus pada adegan pasangan yang berpisah atau bertemu di peron stasiun yang diselimuti salju tebal.

Aksi yang ideal adalah saling berpandangan sedih dari jauh atau berjalan berlawanan arah. Tujuan adalah menciptakan scene yang dramatis, puitis, dan penuh sense of longing. Minta arsitektur stasiun kereta Jepang yang vintage dan lampu peron yang hangat.

Gaya ini sangat relatable dengan tema "First Love" tentang kerinduan dan takdir. Hasilnya harus terlihat seperti still frame dari sebuah film indie.

Contoh Prompt:

Bidikan sinematik pasangan Indonesia yang sedang berdiri di peron stasiun kereta Jepang yang diselimuti salju tebal saat malam hari. Mereka saling memandang dari kejauhan. Lampu peron yang hangat menciptakan kontras dengan salju dingin. *Low saturation*, *heavy film grain*, *vibe* melankolis dan nostalgia 90an. --ar 16:9

3. Street Photography di Jalanan Kota Sapporo/Otaru 

Untuk mendapatkan vibe kota Jepang yang bersalju, prompt ini fokus pada jalanan sempit, lampu jalanan kuno, dan arsitektur bata/kayu yang diselimuti salju tipis (mirip Otaru atau Sapporo).

Aksi yang ideal adalah berjalan sendirian sambil menunduk atau menatap refleksi di jendela toko. Tujuan adalah menciptakan mood yang solitary, dingin, dan artistic. Tekankan efek wet snow atau reflections on the street untuk menambah kedalaman.

Gaya ini cocok untuk self-portrait yang menampilkan traveler yang merenung. Hasilnya adalah potret yang realistis namun memiliki vibe sinematik yang kuat.

Contoh Prompt:

Foto *street photography* seorang pria Indonesia berjalan sendirian di jalanan kota Jepang yang sempit dan bersalju tebal. Lampu jalanan kuno memancarkan cahaya lembut. Ia mengenakan *wool coat* panjang. *Tone* warna dingin, kabut salju tipis, *low exposure*, sangat fotorealistik, tahun 2000an awal. --ar 2:3

4. View di dalam Mobil dengan Jendela Berkabut 

Adegan di dalam mobil saat salju turun adalah klise yang sempurna untuk romansa melancholic. Prompt ini fokus pada interior mobil yang gelap dan wajah subjek yang disorot oleh cahaya luar atau lampu jalan.

Anda harus secara spesifik meminta detail jendela mobil yang berembun atau berkabut dan rintik salju yang terlihat buram di luar. Tujuan adalah menciptakan suasana yang sangat intim, hangat (di dalam), namun dingin (di luar).

Gaya ini menonjolkan ekspresi wajah yang mendalam dan ideal untuk foto close-up yang puitis.

Contoh Prompt:

Potret *close-up* seorang wanita Indonesia di dalam mobil saat malam hari. Jendela mobil berembun, salju terlihat buram di luar. Wajahnya disorot oleh cahaya biru dari dasbor, ekspresi serius dan merenung. *Shallow depth of field*, *dark and moody tone*, *cinematic portrait*. --ar 4:5

5. Komposisi Wide Shot di Lapangan Salju Terbuka 

Untuk menunjukkan skala lanskap yang luas dan rasa keterasingan, prompt ini menggunakan lapangan terbuka yang diselimuti salju putih tebal. Sosok manusia harus kecil di tengah lanskap yang dingin.

Aksi yang ideal adalah berjalan menjauh atau berdiri sendiri di tengah hamparan putih luas. Tujuan adalah menciptakan mood yang ephemeral, dingin, dan minimalis, menekankan isolasi dan keindahan alam. Gunakan wide angle dan tone warna dingin yang mendominasi.

Gaya ini sangat puitis dan cocok untuk cover atau header yang ingin menyampaikan rasa kehilangan atau pencarian.

Contoh Prompt:

Lanskap *wide angle* seorang pria Indonesia berdiri sendirian di tengah lapangan salju putih tebal. Tidak ada pohon, hanya salju dan langit abu-abu. Sosoknya kecil dan terasing. *Minimalist composition*, *tone* warna putih kebiruan dingin, *cinematic look*. --ar 21:9

6. Nuansa Nostalgia Vintage Kamera Analog 

Untuk mendapatkan look tahun 90-an yang autentik, prompt ini harus secara eksplisit meminta gaya fotografi film analog. Anda harus menekankan mood nostalgia dan ketidaksempurnaan yang justru estetik.

Anda dapat meminta detail seperti light leaks (kebocoran cahaya), soft focus, dan expired film colors. Setting bisa berupa indoor (kafe atau kamar) dengan vibe yang hangat, kontras dengan mood salju di luar.

Gaya ini meniru hasil kamera tua yang sekarang sangat dicari. Hasilnya adalah foto yang terlihat authentic vintage dan penuh kenangan.

Contoh Prompt:

Potret *vintage* dengan *aesthetic* Utada Hikaru. Foto seorang wanita dengan wajah orang Indonesia tersenyum samar, diambil dengan kamera film 35mm. Ada *light leaks* oranye di sudut, *tone* warna pudar *expired film*. Di luar jendela terlihat salju tebal, *nostalgic vibe*. --ar 4:5

7. Gaya Monokrom (Hitam Putih) yang Klasik dan Dramatis 

Fotografi hitam putih adalah cara tercepat untuk meningkatkan drama dan melankoli. Prompt ini mengabaikan warna dan fokus pada kontras, tekstur salju, dan ekspresi subjek.

Anda harus meminta salju yang tebal dan pencahayaan yang menghasilkan bayangan tajam (high contrast) untuk mood yang kuat. Tujuan adalah menciptakan potret yang abadi (timeless) dan sangat emosional. Gunakan grainy effect untuk meningkatkan kesan vintage.

Gaya ini menonjolkan esensi emosi, cocok untuk look yang sangat serius dan puitis.

Contoh Prompt:

Foto hitam putih *high contrast* seorang pria berwajah Indonesia di jalanan yang diselimuti salju. Ia menutupi wajahnya dengan tangan, ekspresi kesedihan yang mendalam. Pencahayaan tunggal yang dramatis menciptakan bayangan tajam. Efek *film grain* tebal, fotografi monokrom yang puitis dan melankolis. --ar 3:4

FAQ

1. Bagaimana cara memastikan moodnya melankolis, bukan ceria? 

Gunakan kata sifat yang kuat seperti melancholic, sad expression, longing gaze, lonely, atau somber tone. Hindari kata-kata seperti smiling atau happy. Selain itu, gunakan tone warna dingin (biru, abu-abu, low saturation) untuk mendukung emosi tersebut.

2. Apa pentingnya film grain dan 35mm dalam prompt ini? 

Film grain dan 35mm secara eksplisit meminta AI meniru tekstur dan kualitas visual dari film analog tahun 90-an dan 2000-an awal. Ini adalah kunci untuk mendapatkan vibe nostalgia dan sinematik yang otentik, membedakannya dari foto digital modern yang terlalu bersih.

3. Selain stasiun kereta, setting ikonik Jepang apa lagi yang bisa digunakan? 

Anda bisa menggunakan Hokkaido architecture (untuk setting salju yang luas), small Japanese ramen shop yang bersalju, retro Japanese cafe, atau Shinto shrine during winter. Pastikan Anda tetap mendeskripsikan salju dan low-light untuk menjaga mood "First Love".

4. Apa rasio aspek terbaik untuk vibe sinematik J-Drama? 

Untuk vibe sinematik yang kuat, gunakan --ar 16:9 atau --ar 21:9. Rasio widescreen ini paling sering digunakan dalam film dan serial TV, membantu menciptakan shot yang dramatis dan puitis, terutama untuk adegan di stasiun kereta atau lanskap bersalju.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |