7 Potret Eks Bangunan Hotel Yamato, Saksi Bisu Kemerdekaan Indonesia di Surabaya

2 weeks ago 14

Liputan6.com, Jakarta Di jantung Kota Surabaya, berdiri megah sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan Indonesia,  Hotel Yamato, yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit Surabaya. Bangunan bergaya kolonial yang anggun ini bukan sekadar tempat peristirahatan, tetapi juga simbol keberanian arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kehormatan bangsa.

Peristiwa yang terjadi pada 19 September 1945 di hotel ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Dari sinilah berkibar untuk pertama kalinya bendera merah putih hasil perobekan warna biru dari bendera Belanda, menandai semangat perlawanan rakyat Surabaya terhadap penjajahan yang mencoba bangkit kembali.

Kini, di tengah hiruk pikuk Jalan Tunjungan, Hotel Majapahit tetap berdiri tegak, membawa aroma masa lalu dan cerita heroik yang tak lekang oleh waktu. Melalui arsitekturnya yang klasik dan orisinalitasnya yang terjaga, hotel ini menjadi pengingat nyata bahwa kemerdekaan tidak pernah datang tanpa perjuangan. Berikut ulasan Liputan6.com, Senin (10/11/2025).

1. Bernama Hotel Oranje di Masa Hindia Belanda

Hotel Majapahit awalnya dibangun oleh Lucas Martin Sarkies bersaudara, keluarga pengusaha perhotelan asal Armenia, pada 1 Juni 1910. Batu pertama diletakkan langsung oleh Eugene Lucas Sarkies, dengan rancangan arsitek Inggris James Afprey. Pada masa Hindia Belanda, hotel ini dikenal dengan nama Hotel Oranje, menjadi tempat singgah kalangan elit dan selebritas dunia, termasuk Charlie Chaplin pada tahun 1936.

2. Menjadi Markas Pasukan Jepang

Namun, sejarah hotel berubah drastis saat pendudukan Jepang pada 1942. Hotel ini berganti nama menjadi Yamato Hoteru dan digunakan sebagai markas pasukan komando Jepang di Jawa Timur. Setelah Jepang menyerah, rakyat Indonesia segera mengibarkan bendera Merah Putih di berbagai tempat, termasuk Surabaya.

3. Saksi Situasi Surabaya yang Memanas

Ketegangan memuncak ketika pada 18 September 1945, kelompok Belanda di bawah pimpinan W.V.Ch. Ploegman mengibarkan bendera merah-putih-biru di atap Hotel Yamato tanpa izin pemerintah Indonesia. Hal ini dianggap sebagai penghinaan terhadap kemerdekaan yang baru saja diproklamasikan.

4. Perobekan Bendera Belanda di Atap Hotel

Keesokan harinya, 19 September 1945, terjadi perundingan antara pemuda Indonesia dan pihak Belanda. Namun, sikap arogan Ploegman yang menolak menurunkan bendera membuat situasi memanas. Pertikaian pun pecah di dalam hotel. Dalam kekacauan itu, Ploegman tewas dicekik, dan pemuda bernama Hariyono serta Koesno Wibowo berhasil memanjat atap hotel untuk merobek bagian biru bendera Belanda, menyisakan merah dan putih,  lambang kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa heroik ini menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme dan menjadi cikal bakal Pertempuran Surabaya yang puncaknya terjadi pada 10 November 1945, kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

5. Transformasi Menjadi Hotel Merdeka

Pasca-insiden bendera, hotel sempat berganti nama menjadi Hotel Merdeka, lalu Hotel L.M.S (Lucas Martin Sarkies) pada 1946, dan akhirnya sejak 1969 resmi bernama Hotel Majapahit. Meskipun mengalami berbagai perubahan kepemilikan, bangunan hotel tetap mempertahankan arsitektur kolonial khas abad ke-20, dengan taman-taman indah dan interior antik.

6. Kini Dikelola Perusahaan Swata

Pada tahun 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan Hotel Majapahit sebagai landmark warisan budaya nasional karena perannya yang penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Kini hotel ini dikelola oleh pihak swasta (CCM Group) namun tetap berada di bawah pengawasan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya sebagai Cagar Budaya.

7. Arsitektur Kolonial Dipertahankan

Bangunan putih bergaya kolonial Eropa ini menampilkan keanggunan arsitektur era Hindia Belanda. Ornamen klasik dan jendela besar memperlihatkan kemewahan masa lalu yang masih terjaga.

FAQ Seputar Hotel Yamato (Hotel Majapahit Surabaya)

1. Di mana lokasi Hotel Majapahit Surabaya?

Hotel Majapahit beralamat di Jalan Tunjungan No. 65, Surabaya, berseberangan dengan deretan pusat perbelanjaan bersejarah Tunjungan Plaza.

2. Apa peristiwa penting yang terjadi di Hotel Yamato?

Pada 19 September 1945, terjadi perobekan bendera Belanda oleh pemuda Surabaya — simbol penolakan terhadap kembalinya penjajahan. Peristiwa ini dikenal sebagai Insiden Bendera.

3. Siapa tokoh yang terlibat dalam peristiwa perobekan bendera?

Tokoh penting dalam insiden ini antara lain Hariyono dan Koesno Wibowo, yang berhasil memanjat atap hotel untuk menurunkan bendera Belanda.

4. Apakah Hotel Majapahit masih mempertahankan bentuk aslinya?

Ya. Sebagai Cagar Budaya Kota Surabaya, hotel ini masih mempertahankan sebagian besar arsitektur kolonialnya, termasuk lantai marmer dan taman dalam.

5. Apa yang bisa dilakukan pengunjung di Hotel Majapahit?

Selain menginap, pengunjung dapat mengikuti tur sejarah, mengunjungi lokasi insiden bendera, dan menikmati interior antik yang menceritakan masa perjuangan bangsa.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |