Liputan6.com, Jakarta - Membeli wajan baru memang menyenangkan, namun sering kali menimbulkan masalah lengket saat pertama kali digunakan. Hal ini bisa membuat makanan hancur dan sulit dibersihkan, bahkan kadang meninggalkan rasa logam pada masakan. Masalah lengket pada wajan baru sebenarnya bisa diatasi dengan persiapan dan teknik yang tepat.
Fenomena wajan lengket padahal baru dibeli sering kali bukan disebabkan oleh kualitas produk yang buruk, melainkan adanya prosedur penggunaan awal yang terlewatkan atau kesalahan teknis saat pemakaian. Dengan perawatan awal yang benar, wajan akan lebih awet dan nyaman digunakan untuk menghasilkan masakan berkualitas.
Memahami cara menggunakan wajan baru agar tidak lengket sangat penting untuk menghasilkan masakan berkualitas. Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis dan 7 penyebab utama mengapa wajan baru cepat lengket. Berikut selengkapnya:
Tidak Melakukan Proses Seasoning Awal
Wajan baru, terutama yang berbahan dasar besi cor (cast iron) atau baja karbon, seringkali lengket karena belum melalui proses "seasoning" yang tepat. Proses ini bertujuan untuk menciptakan lapisan pelindung alami yang bersifat anti lengket melalui polimerisasi minyak di permukaan wajan akibat panas. Melewatkan tahap ini membuat permukaan wajan masih sangat mentah dan rentan terhadap gesekan bahan makanan.
Seasoning juga membantu menutup pori-pori pada lapisan wajan, sehingga mencegah makanan menempel dan lengket pada permukaan wajan. Ini adalah langkah krusial yang sering dilewatkan, padahal sangat menentukan apakah wajan Anda akan lengket atau tidak.
Proses pemanasan minyak secara tipis di permukaan berfungsi menutup pori-pori mikroskopis agar makanan tidak menempel. Tanpa lapisan pelindung ini, wajan baru Anda akan kehilangan fungsi anti lengketnya secara mendadak.
Wajan Tidak Dicuci Bersih dan Kering Sempurna Sebelum Digunakan
Sebelum digunakan, wajan harus dicuci bersih dan dikeringkan sempurna. Sisa kotoran, lapisan pelindung pabrik, atau kelembaban yang tertinggal dapat menyebabkan makanan lengket. Residu lengket ini biasanya berasal dari kombinasi minyak, lemak, dan sisa masakan yang terurai saat memasak.
Pastikan wajan sudah dalam kondisi kering sempurna dan tidak memiliki sisa makanan apapun sebelum memasak. Wajan yang kering akan bekerja kurang maksimal jika terdapat sisa makanan, karena sisa makanan inilah yang bisa menjadi penyebab wajan menjadi lengket.
Langkah pertama di tips agar wajan baru tidak lengket adalah dengan memastikan wajan dicuci bersih dan kering sempurna sebelum dipanaskan. Ini akan menghilangkan semua sisa yang tidak diinginkan dan mempersiapkan permukaan wajan untuk penggunaan optimal.
Tidak Memanaskan Wajan dengan Suhu yang Tepat
Memanaskan wajan hingga suhu yang merata dan tepat sebelum menambahkan minyak dan bahan makanan adalah kunci untuk mencegah lengket. Jangan terburu-buru memasukkan bahan masakan sebelum wajan panas, karena ini merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan wajan gampang lengket.
Jika wajan tidak cukup panas, makanan akan menempel. Proses pemanasan ini membantu membuka pori-pori wajan agar lebih siap menerima minyak dan menciptakan lapisan pelindung antara makanan dan permukaan wajan. Penting untuk memastikan wajan panas secara merata untuk mencegah makanan lengket.
Setelah permukaan wajan terasa panas, tambahkan sedikit minyak dan biarkan menyebar merata. Setelah itu, kecilkan api, dan tunggu minyak mendidih dan siap digunakan untuk menggoreng.
Penggunaan Suhu Api yang Terlalu Tinggi
Suhu panas yang melebihi batas aman dapat merusak struktur polimer pada lapisan anti lengket secara permanen. Lapisan ini dirancang untuk bekerja optimal pada api kecil hingga sedang, bukan untuk teknik memasak suhu tinggi. Kerusakan akibat panas berlebih akan membuat permukaan terasa kasar dan kehilangan daya tolak terhadap air maupun minyak.
Selain itu, suhu yang terlalu tinggi bisa membuat makanan cepat menempel pada wajan. Gunakan api kecil hingga sedang untuk memasak makanan yang mudah lengket agar lapisan anti lengket wajan tidak cepat rusak.
Kerusakan lapisan pelindung akibat panas berlebih ini akan mempercepat hilangnya fungsi anti lengket wajan baru Anda. Oleh karena itu, kontrol suhu api sangat krusial dalam menjaga keawetan wajan.
Penggunaan Minyak yang Kurang
Minyak berfungsi sebagai penghalang antara makanan dan permukaan wajan. Menggunakan minyak yang cukup, terutama saat awal penggunaan wajan baru atau saat menggoreng makanan yang mudah lengket, sangat penting untuk mencegah makanan menempel.
Jika Anda memasak bahan makanan yang gampang lengket, misalnya telur atau ikan, gunakan minyak lebih banyak. Pastikan minyak sudah panas sebelum memasukkan bahan makanan agar makanan tidak menempel pada wajan.
Setelah memastikan wajan kering dengan sempurna, langkah selanjutnya adalah melapisi wajan dengan minyak secara merata sebelum digunakan untuk menggoreng. Ini akan menciptakan permukaan yang licin dan minim gesekan.
Penggunaan Alat Masak Berbahan Logam
Spatula atau sendok berbahan logam dapat menimbulkan goresan halus yang kasat mata pada permukaan wajan baru, terutama wajan anti lengket. Goresan-goresan kecil ini menjadi tempat tersangkutnya serat makanan yang kemudian mengeraskan dan menjadi kerak.
Penggunaan alat masak yang tidak tepat sejak hari pertama akan mempercepat kerusakan lapisan pelindung secara permanen. Gesekan antara wajan berlapis teflon dan sodet berbahan logam berisiko akan menggores lapisan wajan menjadi terkikis.
Maka dari itu, sangat disarankan untuk menggunakan spatula berbahan non logam seperti kayu atau material silikon yang tahan panas untuk menjaga keawetan lapisan anti lengket wajan Anda.
Teknik Memasak yang Kurang Tepat
Beberapa teknik memasak dapat menyebabkan wajan lengket. Misalnya, terlalu sering membolak-balik makanan sebelum permukaannya benar-benar kering dapat membuat makanan menempel. Makanan yang baru setengah kering saat menempel di permukaan wajan pasti akan lengket.
Saat menggoreng dengan wajan baru, usahakan makanan dibalik saat benar-benar sudah kering, karena permukaannya yang kering saat dibalik tidak akan lengket di wajan. Selain itu, makanan yang sering dibolak-balik ini tidak hanya membuat masakan matang lebih lama, namun juga membuat makanan yang dimasak lengket pada bagian dasarnya wajan.
Makanan tertentu seperti yang mengandung gluten tinggi atau bumbu marinasi berbahan gula juga dapat membentuk karamel dan lengket pada wajan. Bumbu marinasi apalagi yang berbahan gula bisa membentuk karamel saat dipanaskan pada minyak, yang menyebabkan makanan lengket di wajan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Penyebab Wajan Cepat Lengket Meski Baru Dipakai
1. Apakah wajan baru wajib di-seasoning sebelum digunakan?
Ya, wajan baru sangat disarankan untuk di-seasoning, terutama wajan berbahan besi cor dan baja karbon. Seasoning membantu membentuk lapisan anti lengket alami dari minyak yang dipanaskan, sehingga makanan tidak mudah menempel dan wajan lebih awet. Tanpa proses ini, permukaan wajan masih kasar dan rentan lengket saat pertama kali digunakan.
2. Kenapa wajan anti lengket masih bisa lengket padahal baru?
Wajan anti lengket tetap bisa lengket jika suhu api terlalu tinggi, minyak kurang, atau wajan belum dipanaskan dengan benar. Selain itu, sisa lapisan pelindung pabrik yang belum dibersihkan juga dapat menyebabkan makanan menempel. Kesalahan teknis pemakaian awal sering menjadi penyebab utama, bukan kualitas wajan.
3. Apakah wajan baru perlu dicuci sebelum dipakai?
Ya, wajan baru wajib dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan. Proses pencucian bertujuan menghilangkan residu pabrik, debu, dan lapisan pelindung sementara yang menempel selama distribusi. Wajan juga harus dikeringkan sempurna agar tidak menimbulkan lengket saat dipanaskan.
4. Api besar atau kecil, mana yang lebih aman untuk wajan baru?
Api kecil hingga sedang adalah pilihan paling aman untuk wajan baru. Api terlalu besar dapat merusak lapisan anti lengket dan membuat permukaan wajan cepat kasar. Penggunaan suhu stabil membantu menjaga daya tahan lapisan sekaligus mencegah makanan lengket.
5. Minyak apa yang paling cocok agar wajan tidak lengket?
Minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak kelapa, minyak kanola, atau minyak jagung lebih cocok digunakan agar wajan tidak lengket. Minyak jenis ini lebih stabil saat dipanaskan dan membantu membentuk lapisan pelindung pada permukaan wajan, terutama saat awal pemakaian.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467005/original/088071500_1767859792-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467428/original/057339400_1767882325-point3d-commercial-imaging-ltd-bUXRoIaz6wE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288445/original/030995400_1532331567-Harga-Telur-Ayam3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377722/original/059855800_1760151759-unnamed__36_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463867/original/002935700_1767672789-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465255/original/026376000_1767762515-ChatGPT_Image_7_Jan_2026__12.06.09.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465426/original/011938200_1767768264-Desain_Rumah_Type_36__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466517/original/086557300_1767847037-keran_kamar_mandi_berkeran_dan_kotor.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467150/original/047586500_1767864513-pexels-valentinantonucci-1275393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4330608/original/069854700_1676890385-budi_daya_pepaya_california-HERMAN_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466984/original/079700100_1767859635-Gemini_Generated_Image_10xlpu10xlpu10xl.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464918/original/014018600_1767754250-Gemini_Generated_Image_8jddjo8jddjo8jdd.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466953/original/067837300_1767858923-Teras_Sejuk_dengan_Tanaman.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466925/original/073586200_1767858112-ikan_nila_di_ember_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466913/original/027376700_1767857857-cara_membersihkan_wajan_yang_gosong_bekas_minyak_lama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466629/original/062568800_1767849868-Media_Tanam_Kangkung_Campuran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466838/original/070636300_1767856541-Jenis_Sayuran.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2990194/original/099077300_1575825660-KAMPUNG_BERKEBUN-Ridlo__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3289397/original/066539600_1604663780-20201106-Budidaya-Ikan-Lele-di-Masa-Pandemi-COVID-19-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466703/original/072497400_1767852107-Pagar_Kombinasi_GRC.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347981/original/048168500_1757749990-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)