7 Penyebab Cabai Subur tapi Buah Sedikit, Ini Cara Memperbaikinya

2 days ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Para pekebun seringkali dihadapkan pada fenomena tanaman cabai yang tumbuh rimbun dan hijau, namun hasil buahnya tidak sesuai harapan. Kondisi ini, di mana tanaman terlihat subur namun minim buah, tentu menimbulkan pertanyaan besar bagi siapa saja yang mendambakan panen melimpah. Fenomena ini bisa sangat mengecewakan, terutama setelah upaya perawatan yang intensif.

Masalah cabai subur tapi buah sedikit bukanlah hal baru, melainkan keluhan umum yang kerap dialami petani maupun penghobi tanaman. Berbagai faktor dapat menjadi pemicu di balik kondisi ini, mulai dari kondisi lingkungan, asupan nutrisi, hingga ancaman serangan hama dan penyakit yang tidak terdeteksi. Memahami akar permasalahan adalah langkah krusial sebelum menerapkan solusi yang tepat guna.

Berikut tujuh penyebab utama mengapa tanaman cabai Anda mungkin subur namun buahnya sedikit, dirangkum Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber pada Selasa (13/1/2026). 

Suhu Ekstrem Memengaruhi Pembentukan Buah Cabai

Tanaman cabai dikenal sangat peka terhadap fluktuasi suhu ekstrem, baik saat terlalu dingin maupun terlalu panas. Kondisi suhu yang tidak ideal ini dapat secara signifikan menghambat proses penting seperti pembungaan dan pembuahan pada tanaman. Idealnya, cabai membutuhkan suhu sekitar 21 hingga 29 derajat Celcius di siang hari dan 15 hingga 21 derajat Celcius pada malam hari untuk tumbuh optimal.

Ketika suhu berada di bawah rentang ideal, pertumbuhan tanaman cenderung terhambat, mengurangi potensi produksi buah. Sebaliknya, suhu di atas 32 derajat Celcius akan menyebabkan tanaman cabai menghasilkan bunga yang lebih sedikit dan buah dengan kualitas yang kurang baik. Oleh karena itu, menjaga stabilitas suhu menjadi kunci keberhasilan panen cabai.

Untuk mengatasi masalah suhu ekstrem, penting untuk menjaga lingkungan tanaman tetap stabil. Pemberian naungan dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung saat suhu terlalu panas. Sementara itu, melindungi tanaman dengan penutup atau memindahkannya ke lokasi yang lebih hangat dapat menjadi solusi saat menghadapi suhu dingin ekstrem.

Pentingnya Paparan Sinar Matahari yang Cukup

Kekurangan sinar matahari merupakan salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan tanaman cabai sulit berbuah, meskipun terlihat subur. Tanaman cabai memerlukan paparan sinar matahari penuh, setidaknya 6 hingga 8 jam setiap hari, agar proses fotosintesis berjalan optimal. Proses ini krusial untuk pembentukan energi yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan pembentukan buah.

Tanpa asupan sinar matahari yang memadai, fotosintesis tidak dapat berlangsung secara efisien. Akibatnya, tanaman tidak memiliki cukup energi untuk mengembangkan bunga dan buah secara maksimal. Hal ini menyebabkan tanaman hanya fokus pada pertumbuhan vegetatif seperti daun dan batang, sementara produksi buah terhambat.

Maka dari itu, pastikan tanaman cabai ditanam di lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung selama durasi yang disarankan. Jika Anda menanam cabai dalam pot, memindahkannya ke area yang lebih terang dan terbuka dapat menjadi solusi efektif untuk memastikan kebutuhan sinar matahari terpenuhi.

Keseimbangan Nutrisi dan Dampak Kelebihan Nitrogen

Pemberian pupuk nitrogen yang berlebihan seringkali menjadi penyebab tanaman cabai terlihat sangat subur dengan daun dan batang yang rimbun, namun buahnya sedikit. Nitrogen memang mendorong pertumbuhan vegetatif, tetapi jika kadarnya terlalu tinggi, justru dapat menekan pembentukan bunga dan buah. Tanaman cabai sebenarnya membutuhkan fosfor dan kalium lebih banyak untuk fase pembentukan buah.

Saat tanaman mulai berbunga atau memasuki fase generatif, kelebihan nitrogen dapat memicu kerontokan bunga, sehingga potensi buah yang terbentuk menjadi sangat minim. Keseimbangan nutrisi yang tepat sangat penting agar tanaman mengalokasikan energinya untuk produksi buah, bukan hanya pertumbuhan daun.

Untuk memperbaiki kondisi ini, kurangi atau hentikan sementara penggunaan pupuk tinggi nitrogen saat tanaman memasuki fase generatif. Beralihlah ke pupuk yang kaya fosfor dan kalium, seperti pupuk NPK seimbang. Selain itu, larutan garam Epsom yang disemprotkan secara berkala dapat membantu memfasilitasi pembungaan dan pembuahan.

Penyerbukan Tidak Optimal dan Kerontokan Bunga Cabai

Penyerbukan yang tidak memadai atau kerontokan bunga merupakan penghambat serius dalam pembentukan buah cabai. Kurangnya polinator, seperti serangga penyerbuk, dapat menyebabkan bunga tidak terbuahi, sehingga tidak ada buah yang terbentuk. Kondisi ini seringkali luput dari perhatian, padahal sangat vital untuk keberhasilan panen.

Kerontokan bunga juga bisa dipicu oleh berbagai faktor stres pada tanaman. Ini termasuk kelebihan nitrogen, serangan hama seperti trips, kekurangan atau kelebihan air, hingga penggunaan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang berlebihan. Semua faktor ini dapat mengganggu proses alami pembentukan bunga dan buah.

Untuk mengoptimalkan penyerbukan, Anda bisa membantu secara manual dengan menggoyangkan tanaman secara lembut atau menggunakan alat bantu seperti sikat kecil. Penting juga untuk menjaga kelembapan dan suhu yang stabil di sekitar tanaman guna mengurangi stres, serta mengendalikan hama yang berpotensi merusak bunga.

Pengelolaan Air yang Tepat untuk Cabai Berbuah Lebat

Kondisi air yang tidak seimbang, baik terlalu sedikit maupun terlalu banyak, dapat berdampak negatif signifikan pada tanaman cabai. Kekurangan air akan menyebabkan tanaman mengalami stres, layu, dan memicu kerontokan bunga serta bakal buah. Ini secara langsung mengurangi potensi hasil panen.

Di sisi lain, penyiraman yang terlalu sering atau berlebihan juga tidak kalah merugikan. Kelebihan air dapat menyebabkan bunga berguguran dan bahkan memicu busuk akar, yang pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan dan pembentukan buah. Keseimbangan dalam penyiraman sangat krusial untuk kesehatan tanaman.

Oleh karena itu, siram tanaman cabai secara rutin dan teratur untuk menjaga kelembapan tanah yang konsisten, terutama saat musim kemarau. Pastikan tanah tidak mengering sepenuhnya di antara sesi penyiraman. Selain itu, penggunaan pot atau lahan dengan drainase yang baik sangat penting untuk menghindari genangan air.

Ancaman Hama dan Penyakit pada Tanaman Cabai

Serangan hama dan penyakit menjadi faktor biologis signifikan yang dapat menghambat pertumbuhan dan produktivitas buah cabai. Hama seperti trips, tungau, dan kutu seringkali menyerang bagian daun muda serta bunga cabai, menghisap cairan dan menyebabkan kerontongan bunga. Ini berujung pada penurunan drastis potensi panen.

Selain hama, penyakit seperti virus, contohnya Cucumber Mosaic Virus, juga dapat secara serius menghambat pembentukan buah. Identifikasi dini dan penanganan yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran dan dampak yang lebih luas pada seluruh tanaman.

Lakukan pemeriksaan rutin pada tanaman cabai untuk mendeteksi tanda-tanda serangan hama atau penyakit sejak awal. Gunakan pestisida alami atau sesuai dosis anjuran untuk mengendalikan hama. Memastikan sirkulasi udara yang baik di sekitar tanaman juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jamur.

Peran pH Tanah dan Kualitas Benih dalam Produktivitas Cabai

Kemampuan tanaman cabai menyerap nutrisi secara optimal sangat bergantung pada tingkat keasaman atau pH tanah. Cabai tumbuh subur pada tanah dengan pH sekitar 6.0 hingga 6.8, yang berarti sedikit asam hingga netral. Tanah yang terlalu asam atau terlalu basa dapat menghambat penyerapan nutrisi penting, mengganggu fase pembungaan.

Selain pH tanah, kualitas benih juga memegang peranan krusial. Penggunaan benih yang bukan unggul atau berasal dari benih simpanan sendiri dapat menyebabkan tanaman tumbuh subur secara vegetatif, namun gagal memasuki fase generatif atau pembungaan dan pembuahan. Ini karena faktor genetika benih yang kurang optimal.

Untuk mengatasi masalah ini, lakukan uji pH tanah dan sesuaikan jika perlu, misalnya dengan kapur pertanian untuk menaikkan pH atau belerang untuk menurunkannya. Selalu pilih benih cabai berkualitas tinggi yang tahan hama, penyakit, dan sesuai dengan kondisi iklim setempat, karena varietas unggul cenderung lebih produktif.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Kenapa tanaman cabai banyak daun tapi jarang berbuah?

Tanaman cabai yang banyak daun namun jarang berbuah umumnya disebabkan oleh kelebihan unsur nitrogen. Nitrogen merangsang pertumbuhan vegetatif seperti daun dan batang, tetapi jika berlebihan dapat menekan pembentukan bunga dan buah. Selain itu, kurang sinar matahari, stres suhu, dan penyerbukan yang tidak optimal juga dapat memperparah kondisi ini.

2. Apakah pupuk tertentu bisa membuat cabai cepat berbuah?

Ya, pupuk tinggi fosfor (P) dan kalium (K) sangat berperan dalam merangsang pembungaan dan pembuahan cabai. Pupuk NPK seimbang atau pupuk dengan kandungan P dan K lebih tinggi sangat dianjurkan saat tanaman memasuki fase generatif. Penggunaan magnesium seperti garam Epsom juga dapat membantu meningkatkan kualitas bunga dan buah.

3. Berapa lama cabai mulai berbuah setelah ditanam?

Secara umum, tanaman cabai mulai berbunga pada usia 30–45 hari setelah tanam, dan buah pertama dapat dipanen sekitar 70–90 hari, tergantung varietas dan kondisi lingkungan. Jika tanaman sudah melewati usia tersebut tetapi belum berbuah, kemungkinan terdapat masalah pada nutrisi, cahaya, air, atau suhu.

4. Apakah cabai perlu diserbuki agar bisa berbuah?

Ya, meskipun cabai termasuk tanaman menyerbuk sendiri, proses penyerbukan tetap memerlukan bantuan getaran atau angin. Kurangnya serangga penyerbuk, udara terlalu lembap, atau suhu ekstrem dapat menghambat penyerbukan dan menyebabkan bunga rontok sebelum menjadi buah.

5. Bagaimana cara agar bunga cabai tidak mudah rontok?

Agar bunga cabai tidak mudah rontok, pastikan tanaman tidak stres. Jaga keseimbangan air, hindari kelebihan nitrogen, pastikan suhu dan kelembapan stabil, serta lindungi tanaman dari serangan hama seperti trips. Penyemprotan nutrisi mikro secara tepat dan pengelolaan lingkungan yang baik sangat membantu mempertahankan bunga hingga menjadi buah.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |