7 Peluang Usaha untuk IRT yang Sekaligus Bisa Mengurangi Pengeluaran Dapur Rumah Tangga, Cuan Banget

9 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Peluang usaha untuk IRT yang sekaligus bisa mengurangi pengeluaran dapur rumah tangga kini semakin diminati karena dapat membantu menambah pemasukan tanpa mengganggu aktivitas mengurus rumah dan keluarga. Di tengah naik turunnya harga kebutuhan pokok, banyak IRT mulai memilih usaha rumahan yang tidak hanya menghasilkan cuan, tetapi juga membantu menghemat belanja harian.

Konsep usaha ini memanfaatkan aset yang ada di rumah, seperti pekarangan, dapur, atau waktu luang untuk memproduksi kebutuhan sehari-hari yang biasanya dibeli. Selain bisa dijual untuk menambah penghasilan, hasil produksinya juga dapat dikonsumsi sendiri sehingga tetap memberi manfaat saat penjualan sedang sepi. Berikut beberapa ide usaha kreatif yang efektif membantu menekan biaya dapur rumah tangga, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (16/6/2026). 

1. Budidaya Sayuran Hidroponik dan Sayur Organik Pekarangan

Memanfaatkan area teras, balkon, atau pekarangan rumah yang sempit untuk menanam sayuran adalah langkah awal terbaik untuk mandiri pangan. Anda bisa menggunakan sistem hidroponik vertikal menggunakan pipa PVC atau sekadar menanam di dalam pot/polibag. Jenis sayuran yang memiliki perputaran panen cepat dan bernilai jual tinggi antara lain selada, pakcoy, kangkung, bayam jepang, hingga cabai rawit.

Efek Pengurangan Pengeluaran Dapur: Sayuran dan cabai adalah komoditas dapur yang harganya sering kali melonjak tidak tertebak di pasar. Dengan memiliki kebun sendiri, Anda bisa mencabut kangkung segar atau memetik cabai langsung dari pohonnya setiap kali ingin memasak. Anggaran belanja sayur mingguan Anda di tukang sayur keliling bisa ditekan hingga mendekati angka nol rupiah.

Peluang Usahanya: Sayuran hidroponik dan organik memiliki pangsa pasar premium yang sangat luas saat ini. Ibu-ibu di lingkungan sekitar atau komunitas sekolah anak pasti akan lebih memilih membeli sayuran segar yang baru dipetik dari kebun Anda karena bebas dari pestisida kimia. Anda bisa menjualnya dalam bentuk ikatan rapi per 250 gram.

2. Usaha Katering Harian dan Menu Bekal Anak Sekolah

Jika Anda memiliki hobi dan keahlian memasak menu rumahan yang lezat, membuka sistem pre-order (PO) katering harian untuk tetangga perumahan atau pekerja kantoran adalah pilihan yang sangat logis. Anda bisa menawarkan menu matang siap santap yang berganti setiap harinya, seperti sayur asem, ayam goreng lengkuas, sambal goreng ati, hingga capcay.

Efek Pengurangan Pengeluaran Dapur: Saat memasak dalam porsi besar untuk keperluan katering, Anda bisa membeli bahan baku (bumbu dapur, minyak goreng, daging, dan sayur) dalam skala grosir di pasar induk yang harganya jauh lebih murah daripada membeli eceran. Anda cukup menyisihkan sebagian porsi masakan katering tersebut untuk menu makan keluarga hari itu tanpa perlu mengeluarkan biaya masak terpisah.

Peluang Usahanya: Banyak pasangan muda pekerja yang tidak memiliki waktu untuk memasak di pagi hari. Menawarkan katering harian keliling kompleks dengan sistem langganan mingguan atau bulanan akan memberikan arus kas masuk yang sangat stabil dan mengikat loyalitas pelanggan.

3. Ternak Ayam Petelur Skala Rumahan

Daging dan telur adalah sumber protein hewani utama yang wajib ada di setiap kuliner keluarga. Anda bisa memanfaatkan sudut halaman belakang rumah untuk memelihara sekitar 10 hingga 20 ekor ayam petelur menggunakan kandang sistem baterai yang ringkas dan tidak memakan banyak tempat.

Efek Pengurangan Pengeluaran Dapur: Dari 20 ekor ayam petelur yang sehat, Anda bisa memanen sekitar 15–18 butir telur segar setiap harinya. Kebutuhan telur untuk membuat sarapan anak, membuat kue, atau campuran mie instan harian keluarga sudah terpenuhi secara gratis dari kandang belakang rumah Anda sendiri tanpa perlu membelinya di warung kelontong.

Peluang Usahanya: Telur ayam yang baru dipanen memiliki kualitas kuning telur yang lebih segar, kental, dan tidak berbau daripada telur yang sudah mengendap lama di agen. Kelebihan produksi telur harian yang tidak dikonsumsi keluarga bisa Anda kemas per satu kilogram untuk dijual kepada tetangga sekitar dengan harga bersaing.

4. Produksi Bumbu Dapur Giling dan Sambal Kemasan

Membuat bumbu dasar (bumbu putih, bumbu merah, bumbu kuning) siap pakai serta aneka sambal rumahan (sambal bawang, sambal cumi, sambal teri) dalam kemasan stoples kaca atau plastik mika saat ini sangat digemari karena menawarkan kepraktisan bagi ibu rumah tangga modern yang sibuk.

Efek Pengurangan Pengeluaran Dapur: Proses pembuatan bumbu giling ini mengharuskan Anda membeli stok bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah dalam jumlah karungan saat harganya sedang panen murah di pasar. Dengan menyetok bumbu dasar buatan sendiri di dalam freezer, waktu memasak Anda untuk keluarga menjadi 5 kali lebih cepat dan meminimalisir bahan bumbu yang membusuk sia-sia di kulkas.

Peluang Usahanya: Juallah bumbu giling siap pakai ini melalui media sosial atau grup WhatsApp warga kompleks. Konsumen sangat menyukai produk bumbu rumahan karena higienis, murni tanpa campuran air berlebih, dan membuat aktivitas memasak mereka menjadi sangat instan tanpa perlu mengulek lagi.

5. Bisnis Pembuatan Tempe dan Tahu Organik Skala Rumahan

Tempe dan tahu adalah makanan merakyat yang hampir selalu dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat Indonesia. Proses pembuatan tempe rumahan sebenarnya cukup sederhana, hanya membutuhkan bahan baku kacang kedelai berkualitas, ragi tempe, wadah perebusan, dan daun pisang atau plastik pembungkus.

Efek Pengurangan Pengeluaran Dapur: Keluarga Anda tidak akan pernah kekurangan stok makanan pelengkap tinggi protein setiap harinya. Sisa ampas tahu dari proses produksi juga tidak dibuang begitu saja; ampas tersebut bisa diolah kembali menjadi lauk pauk lezat seperti menjes/tempe gembus, atau dimanfaatkan sebagai pakan tambahan jika Anda memiliki ternak ayam di rumah.

Peluang Usahanya: Tempe segar buatan rumahan yang menggunakan ragi pilihan dan dibungkus daun pisang memiliki rasa gurih alami yang jauh lebih lezat dan bersih daripada tempe pasar pasaran. Anda bisa menitipkan tempe ini ke tukang sayur keliling atau membuka lapak kecil di depan pagar rumah setiap pagi subuh.

6. Produksi Minyak Kelapa Murni (VCO) dan Minyak Klenteng Rumahan

Minyak goreng kelapa tradisional (minyak klenteng) atau Virgin Coconut Oil (VCO) dibuat dengan cara mengekstrak santan kelapa tua melalui proses pemanasan bertahap atau fermentasi alami tanpa menggunakan zat kimia penjernih buatan pabrik.

Efek Pengurangan Pengeluaran Dapur: Dengan memproduksi minyak sendiri, Anda bisa memotong total anggaran pembelian minyak goreng kemasan kelapa sawit pabrikan. Minyak kelapa buatan sendiri juga jauh lebih hemat karena bisa digunakan untuk menggoreng hingga berkali-kali tanpa cepat menghitam, serta menyumbang aroma masakan yang jauh lebih harum dan gurih.

Peluang Usahanya: Minyak VCO memiliki nilai jual yang sangat mahal di pasaran karena sering diburu untuk kebutuhan suplemen kesehatan, diet, obat herbal, hingga bahan baku kosmetik organik. Sementara sisa ampas pembuatan minyak kelapa (disebut blondo) bisa dijual sebagai bahan masakan tradisional yang sangat gurih.

7. Pembuatan Sabun Cuci Piring Cair dan Pembersih Lantai Literan

Peluang yang satu ini memang bukan bahan makanan, namun sabun cuci piring adalah produk sanitasi dapur yang paling boros penggunaannya di setiap rumah tangga. Anda bisa membeli paket formula bahan baku sabun cair (seperti surfaktan, texapon, parfum lemon, dan pewarna) yang banyak dijual bebas di toko kimia atau marketplace.

Efek Pengurangan Pengeluaran Dapur: Satu paket bahan kimia sederhana seharga puluhan ribu rupiah bisa diolah menjadi 15 hingga 20 liter sabun cuci piring cair berkualitas kental dengan busa melimpah. Anda tidak perlu lagi membeli sabun cuci piring kemasan botol bermerek di supermarket yang harganya terus merangkak naik setiap bulannya.

Peluang Usahanya: Kemas sabun cuci piring hasil produksi Anda ke dalam botol jerigen ukuran 1 liter atau 5 liter. Targetkan pasar Anda pada tetangga rumah, pemilik warung makan, katering, hingga jasa laundry pakaian di sekitar tempat tinggal Anda dengan menawarkan harga grosir yang jauh lebih murah daripada produk bermerek di toko ritel.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Peluang Usaha untuk IRT

Bagaimana cara membagi waktu antara mengurus anak, rumah tangga, dan menjalankan usaha ini?

Pilihlah jenis usaha yang sistem produksinya fleksibel atau menggunakan sistem Pre-Order (PO), seperti usaha katering atau bumbu giling. Anda hanya akan memproduksi barang ketika sudah ada pesanan yang masuk dan uang muka (DP) yang dibayarkan, sehingga waktu kerja Anda lebih terukur dan tidak ada modal yang tertahan dalam bentuk barang tidak laku.

Apakah limbah dari usaha ayam petelur di rumah tidak mengganggu kenyamanan tetangga?

Jika Anda hanya memelihara skala mikro (10-20 ekor), bau kotoran bisa diredam total dengan menyemprotkan cairan probiotik pengurai (seperti EM4 peternakan) pada alas kandang secara berkala. Selain itu, kotoran ayam yang kering tersebut bisa langsung Anda manfaatkan menjadi pupuk kompos gratis untuk kebun sayuran hidroponik Anda.

Apakah usaha sabun cuci piring rumahan memerlukan izin edar resmi?

Untuk penjualan skala kecil di lingkup tetangga RT/RW atau teman dekat, Anda bisa langsung menjualnya secara personal. Namun, jika bisnis Anda mulai merambah ke toko kelontong besar atau minimarket lokal, Anda wajib mengurus izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menjamin keamanan produk kimia tersebut.

Mana di antara 7 usaha di atas yang paling ramah bagi IRT yang memiliki modal di bawah Rp 200 ribu?

Usaha bumbu dapur giling/sambal kemasan dan produksi sabun cuci piring cair adalah dua opsi dengan modal awal paling minim. Anda hanya membutuhkan modal untuk membeli bahan baku eceran di pasar dan botol/plastik kemasan sederhana untuk memulai jualan di hari pertama.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |