7 Model Rumah Kecil Konsep Open Space untuk Tinggal Bersama Mertua, Nyaman Tanpa Kehilangan Privasi

5 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta Tinggal bersama mertua sering menjadi tantangan tersendiri, terutama bila rumah memiliki ukuran yang kecil. Namun, konsep open space membuat ruangan terasa lebih luas tanpa harus menambah bangunan. Desain ini membantu keluarga tetap nyaman meski tinggal dalam satu rumah.

Konsep open space memberikan fleksibilitas dalam penyusunan ruang. Tanpa banyak sekat, cahaya alami mengalir lebih optimal sehingga rumah tampak lebih lega. Selain itu, sirkulasi udara yang lebih baik membuat suasana tinggal lebih menyenangkan.

Model rumah kecil dengan open space juga bisa menciptakan ruang bersama yang hangat. Baik anak, pasangan, maupun mertua dapat beraktivitas tanpa saling mengganggu. Tata ruang yang tepat memastikan semua orang tetap memiliki area pribadi masing-masing.

Dengan pemilihan desain yang cermat, rumah kecil bisa terasa lapang, rapi, dan tetap memberikan kenyamanan untuk seluruh anggota keluarga. Berikut tujuh model rumah kecil konsep open space yang cocok untuk tinggal bersama mertua.

1. Open Space Ruang Tamu: Ruang Keluarga yang Menyatu

Menggabungkan ruang tamu dan ruang keluarga membuat area depan rumah terasa lebih luas. Tanpa sekat pemisah, aktivitas sehari-hari dapat berlangsung lebih cair. Mertua juga dapat menikmati kegiatan keluarga tanpa terasa terisolasi.

Desain menyatu seperti ini memungkinkan tata perabot lebih fleksibel. Kursi, sofa, dan meja dapat disusun mengikuti kebutuhan agar tetap nyaman. Selain itu, cahaya dari jendela besar bisa menerangi seluruh ruang secara merata.

Model ini cocok untuk rumah kecil dengan lebar terbatas. Pemilik rumah bisa menambahkan karpet besar untuk memberi batas visual halus antar area. Dengan begitu, ruang tetap terasa luas sekaligus tertata rapi.

2. Dapur dan Ruang Makan Tanpa Sekat

Menghilangkan sekat antara dapur dan ruang makan membuat area memasak terlihat lebih terbuka. Mertua bisa ikut beraktivitas tanpa merasa terpisah saat keluarga menyiapkan makanan. Suasana kehangatan pun lebih mudah tercipta.

Model open space ini juga membantu mempercepat sirkulasi udara. Aroma masakan tidak mudah terperangkap sehingga ruangan terasa lebih segar. Tampilan dapur pun terlihat lebih modern dan rapi bila peralatan tertata baik.

Rumah kecil sangat terbantu dengan desain seperti ini. Penggunaan meja makan multifungsi bisa membuat area lebih efisien dan nyaman. Selain itu, ruang makan dapat berfungsi ganda sebagai tempat berkumpul keluarga.

3. Ruang Kerja Mini di Sudut Open Space

Ruang kerja kecil bisa dibuat di salah satu sudut area open space. Tanpa sekat tertutup, area ini tetap terasa terhubung dengan ruang utama. Mertua dapat beraktivitas tanpa mengganggu fokus penghuni lain yang bekerja.

Desain ini cocok untuk keluarga muda yang bekerja dari rumah. Meja compact dan rak dinding membuat sudut kecil terasa cukup fungsional. Selain itu, area ini tidak memakan banyak ruang dalam rumah kecil.

Dengan pencahayaan yang cukup, sudut kerja terlihat nyaman dan tetap bergaya. Pembatas visual seperti tanaman atau karpet kecil dapat memberikan sentuhan privasi. Ruang kerja pun tetap tenang tanpa membuat rumah terasa sempit.

4. Kamar Mertua dengan Akses Mudah ke Area Utama

Kamar mertua bisa ditempatkan dekat ruang utama agar akses lebih mudah. Lokasi strategis ini membantu kenyamanan, terutama bagi mertua yang sudah lanjut usia. Area kamar tetap terpisah tetapi tidak terisolasi dari aktivitas rumah.

Walaupun berada dalam rumah kecil, desain kamar bisa dibuat tetap nyaman. Ventilasi yang baik dan pencahayaan alami membuat suasana lebih sehat. Furnitur minimalis membantu ruangan tetap terlihat luas.

Desain open space mendukung akses dari kamar mertua ke dapur atau ruang keluarga. Alurnya terasa lebih ringan tanpa melewati banyak pintu. Hal ini tentu meningkatkan kenyamanan seluruh anggota keluarga.

5. Ruang Keluarga Outdoor Semi Terbuka

Ruang keluarga semi-outdoor bisa menjadi solusi untuk memperluas rumah tanpa renovasi besar. Area ini biasanya ditempatkan di belakang rumah sebagai tempat santai bersama. Mertua dapat menikmati waktu luang dengan udara segar sepanjang hari.

Desain semi terbuka juga dapat memperbaiki sirkulasi udara. Rumah terasa lebih lega karena area luar menyatu secara visual dengan ruang dalam. Cahaya alami pun lebih mudah masuk ke seluruh ruangan.

Model ini cocok untuk rumah kecil dengan lahan belakang yang sederhana. Furnitur outdoor yang minimalis bisa membuat area tetap nyaman tanpa penuh. Ruang keluarga semi-outdoor juga memberi suasana baru yang menyenangkan.

6. Konsep Open Space dengan Pembatas Transparan

Pembatas kaca atau partisi transparan bisa digunakan untuk menjaga privasi tanpa membuat ruang terasa sempit. Mertua tetap memiliki ruang tersendiri tetapi masih terhubung secara visual. Cahaya tetap mengalir bebas sehingga rumah tampak cerah.

Pembatas transparan sangat cocok untuk rumah kecil dengan banyak aktivitas keluarga. Area makan, ruang keluarga, dan ruang tamu tetap terpisah rapi. Namun, ruangan tidak terasa tertutup atau penuh.

Desain ini memberikan keseimbangan antara privasi dan open space. Rumah bisa berfungsi optimal tanpa membuat penghuni merasa sumpek. Selain itu, partisi transparan membuat rumah terlihat lebih modern.

7. Area Mezanin sebagai Ruang Tambahan

Mezanin bisa menjadi solusi cerdas untuk rumah kecil tanpa menambah luas tanah. Area ini dapat difungsikan sebagai ruang santai, ruang tidur tambahan, atau ruang baca. Mertua tetap mendapat area utama, sementara mezanin bisa dipakai keluarga muda.

Desain mezanin memanfaatkan tinggi ruangan, bukan luas lantai. Konsep open space tetap terjaga karena mezanin biasanya dibiarkan terbuka. Visual rumah pun terlihat lebih unik dan modern.

Dengan penataan tepat, mezanin dapat menambah ruang tanpa kesan sesak. Tangga minimalis membantu tampilan agar tetap rapi dan ringan. Rumah kecil pun terasa lebih fungsional dan nyaman untuk semua penghuni.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Apakah konsep open space cocok untuk rumah yang sangat kecil?

Cocok, karena mengurangi sekat yang membuat ruangan terasa sempit. Konsep ini menciptakan aliran ruang yang lebih terbuka. Rumah pun tampak lebih luas dan nyaman.

2. Bagaimana cara menjaga privasi jika memakai open space?

Bisa menggunakan partisi kaca, tirai tipis, atau pembatas visual seperti tanaman. Pembatas tersebut tidak membuat ruang terasa tertutup. Privasi tetap terjaga tanpa mengurangi kelapangan ruangan.

3. Apakah open space membuat rumah mudah berantakan?

Tidak, asalkan perabot dipilih yang minimalis dan fungsional. Penyimpanan tertutup dapat membantu rumah tetap rapi. Tata ruang yang baik membuat rumah tetap bersih meski tanpa sekat.

4. Apakah tinggal dengan mertua membutuhkan desain khusus?

Ya, desain sebaiknya memperhatikan akses, kenyamanan, dan privasi. Ruang pribadi tetap diperlukan meski tinggal bersama. Konsep open space membantu menciptakan ruang bersama yang nyaman.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |