7 Model Gamis Batik Ramah Hijabers dengan Desain Simple Syar’i, Elegan dalam Kesederhanaan

2 days ago 7

Liputan6.com, Jakarta Indonesia kaya akan warisan budaya, dan salah satu mahakarya yang paling dicintai adalah batik. Bukan sekadar kain bermotif, batik adalah simbol keindahan, filosofi, dan identitas bangsa. Dalam perkembangan fashion Muslim kontemporer, batik telah bertransformasi menjadi busana yang sangat diminati, terutama dalam bentuk gamis. Perpaduan antara keagungan motif tradisional dan kebutuhan akan busana yang santun menciptakan harmoni yang unik.

Namun, bagi seorang hijabers yang berkomitmen pada gaya syar’i, pemilihan gamis batik seringkali menjadi tantangan. Banyak desain modern yang menonjolkan siluet tubuh atau menggunakan potongan yang terlalu ketat atau transparan. Kunci untuk menemukan fashion item yang tepat terletak pada kesederhanaan dan kepatuhan pada aturan syar’i. Sebuah gamis haruslah longgar, tidak membentuk lekuk tubuh, dan menutup aurat dengan sempurna.

Oleh karena itu, panduan inspiratif untuk memilih model gamis batik ramah hijabers dengan desain simple syar’i diperlukan. Liputan6.com akan mengulas bagaimana batik bisa tetap tampil anggun tanpa mengorbankan prinsip kesantunan. Dari corak klasik hingga motif modern yang minimalis, mari kita jelajahi berbagai pilihan yang memastikan Anda tampil modis, nyaman, dan sesuai syariat, Kamis (27/11/2025).

1. Model Gamis Batik A-Line Kerah Shanghai dengan Kombinasi Soft-Tone

Model A-Line selalu menjadi pilihan klasik untuk tampilan syar’i karena potongannya yang melebar dari dada hingga ke bawah, menciptakan siluet yang longgar dan sopan. Untuk menghadirkan kesan simple yang tetap syar’i, kerah Shanghai yang tertutup dapat menjadi sentuhan elegan yang menghadirkan nuansa formal sekaligus minimalis.

Potongan A-Line yang lebar dan panjang hingga mata kaki (atau menyentuh lantai) membuatnya aman dan nyaman digunakan. Lengan panjang dengan manset minimalis menjaga tampilan tetap rapi tanpa menonjolkan bentuk pergelangan tangan.

Batik ditempatkan pada bagian utama gamis dengan motif yang tidak terlalu ramai, lalu dipadukan dengan bahan polos bernuansa soft seperti dusty pink atau sage green pada manset atau outer lepas. Kombinasi ini meredam intensitas motif dan memberikan kesan ramah hijabers dengan gaya simple syar’i. Model ini cocok untuk acara semi-formal hingga undangan pernikahan, karena mampu memberikan tampilan yang sopan namun tetap berkelas.

Kain katun primisima atau rayon premium sangat disarankan karena adem, jatuh dengan baik, tidak mudah kusut, dan nyaman dipakai seharian. Teksturnya yang lembut membantu motif batik terlihat lebih hidup. Pastikan bagian pinggang tidak dijahit terlalu tinggi agar jatuhan kain tetap longgar, serta pertimbangkan keberadaan saku tersembunyi yang sangat berguna bagi hijabers yang sering membawa ponsel.

2. Gamis Batik Cape Syar’i Bersiluet Longgar

Model cape memberikan lapisan tambahan yang langsung menciptakan kesan syar’i dan modis. Cape yang menjuntai dari bahu hingga mendekati bagian bawah mampu menutupi area dada dan punggung secara elegan, menjadi interpretasi modern dari busana syar’i yang anggun. Cape bekerja sebagai penutup sempurna selama bahannya tidak licin dan tidak mudah tersingkap.

Batik diaplikasikan pada bagian dalam gamis, sementara cape menggunakan kain polos seperti crêpe atau wollpeach untuk menciptakan permainan dimensi yang menawan. Batik seolah menjadi bingkai tersembunyi di balik cape polos, menghadirkan kesan visual yang lembut namun berkarakter. Model ini ideal bagi hijabers yang ingin tampil berbeda tanpa mengurangi kesantunan.

Pilih cape yang flowy agar jatuh tetap indah dan tidak mudah terangkat angin. Siluet longgar efektif menyamarkan bentuk tubuh, menjadikannya pilihan tepat untuk acara formal. Tambahan kancing bungkus di pergelangan membuatnya wudhu-friendly. Pastikan warna cape selaras dengan batik; jika batik gelap, pilih cape satu tingkat lebih cerah namun tetap senada sehingga tampilannya harmonis dan tidak berlebihan.

3. Gamis Batik dengan Outer Lepas Bergaya Loose Syar’i

Model ini terdiri dari dua potong busana, yaitu inner gamis polos berlengan panjang yang sudah menutup aurat dengan sempurna, serta outer panjang tanpa lengan atau dengan lengan sangat longgar berbahan batik. Kombinasi ini menciptakan tampilan syar’i yang tetap stylish dan fleksibel. Outer yang longgar memberikan penambahan dimensi tanpa membentuk tubuh sama sekali.

Batik diaplikasikan secara penuh pada outer sehingga motifnya dapat terlihat utuh dan memudahkan pemakai untuk menciptakan berbagai gaya mix and match. Fleksibilitas menjadi nilai utama model ini. Anda dapat menukar warna inner polos dengan mudah tanpa harus mengganti outer batik sehingga lebih ekonomis dan praktis.

Outer panjang yang jatuh dengan potongan lurus menciptakan kesan jenjang dan anggun. Untuk inner, bahan jersey tebal atau spandek premium yang adem dan tidak menerawang adalah pilihan terbaik. Outer sebaiknya minim ornamen agar fokus tetap pada keindahan batik. Pendekatan ini semakin menegaskan konsep simple syar’i dalam model gamis batik ramah hijabers.

4. Gamis Batik Full Pattern Berpotongan Lurus I-Line

Bagi hijabers yang menyukai motif batik menyeluruh, potongan lurus I-Line yang longgar menjadi kunci agar tetap syar’i dan tidak berlebihan. Siluetnya menyerupai kaftan tanpa lipatan pinggang, menjaga tubuh tetap terlindungi tanpa menonjolkan lekuk. Potongan harus longgar dan oversized tanpa kupnat atau lipatan yang menarik kain ke dalam.

Pilih motif batik yang kalem atau kontemporer dengan jarak motif renggang untuk menghindari kesan berat. Kesederhanaan potongan lurus membantu menyeimbangkan keramaian full pattern. Gamis ini ideal untuk kegiatan santai seperti pengajian atau acara keluarga. Karena motif sudah kuat, padankan dengan jilbab polos dan riasan natural. Bahan viscose atau sutra batik sangat direkomendasikan karena drape-nya mewah, luwes, dan tidak kaku meskipun potongannya lurus.

5. Gamis Batik Umbrella Bergaya Minimalis

Model umbrella menjadi salah satu favorit busana syar’i karena lingkar bawahnya yang sangat lebar, menciptakan siluet feminin yang anggun. Lebar klok yang maksimal memberikan kebebasan bergerak dan menjaga bentuk tubuh tetap tidak terlihat.

Untuk menghadirkan kesan simple, batik dapat diaplikasikan hanya pada bagian rok atau sekadar sebagai border bawah. Bagian atas menggunakan bahan polos sehingga keseimbangan visual tetap terjaga. Model ini sangat nyaman untuk aktivitas seharian bahkan untuk mobilitas tinggi karena bagian bawah yang lebar tidak menghalangi langkah.

Pilih bahan polos yang cukup tebal seperti toyobo atau madinah cotton agar tidak menerawang. Jika menggunakan motif batik sebagai border, motif Pesisiran seperti Pekalongan atau Cirebon dapat menjadi pilihan karena detailnya yang cantik dan rapi.

6. Gamis Batik Nursing-Friendly untuk Tampilan Busui Simple Syar’i

Model ini mengutamakan fungsionalitas tanpa meninggalkan konsep syar’i. Bukaan menyusui tersembunyi di bagian dada harus tertutup rapi sehingga tidak terlihat ketika tidak digunakan. Resleting yang cukup panjang dan dilapisi kain ganda memastikan area dada tetap aman saat dibuka.

Batik digunakan sebagai aksen manis di bagian manset atau patchwork di bahu, sementara bagian utama tetap polos untuk menjaga kesederhanaan. Potongan loose fit atau sedikit babydoll membantu menyesuaikan perubahan bentuk tubuh pascamelahirkan. Pilih bahan yang mudah dicuci dan cepat kering mengingat intensitas penggunaannya. Sentuhan batik yang minimalis menjadi cara cerdas untuk tetap tampil tradisional tanpa mengorbankan kenyamanan.

7. Gamis Batik dengan Detail Smock di Lengan

Detail smock atau kerutan pada pergelangan tangan dapat menjadi pengganti manset kancing yang cenderung kaku, sekaligus menambah volume cantik yang tetap syar’i. Kerutan elastis harus menutup pergelangan tangan dengan baik tanpa terlalu ketat sehingga tetap nyaman dan memudahkan wudu.

Batik ditempatkan secara vertikal pada bagian depan gamis untuk menciptakan ilusi tampilan yang lebih tinggi dan ramping. Dua panel batik di sisi kanan dan kiri yang dipisahkan panel polos tengah sering menjadi trik visual yang efektif sekaligus memperkuat tampilan loose syar’i.

Detail smock menambah tekstur lembut pada lengan polos. Model ini cocok untuk acara formal di mana kenyamanan tetap menjadi prioritas. Pastikan panjang gamis mencapai batas syar’i yang ideal agar tampilan semakin anggun dan proporsional.

FAQ Seputar Cara Berpenampilan Syar’i

1. Apa perbedaan utama antara hijab modis dan hijab syar’i?

Perbedaan utamanya terletak pada tujuan dan fungsi busana. Hijab modis seringkali berfokus pada tren, warna, dan potongan yang menarik, terkadang mengabaikan beberapa kaidah menutup aurat (misalnya, menggunakan bahan transparan, menonjolkan bentuk tubuh, atau panjang kerudung yang tidak menutupi dada). Sebaliknya, hijab syar’i berfokus pada kepatuhan pada kaidah Islam: busana harus longgar, tidak transparan, tidak menarik perhatian berlebihan, dan kerudung harus menjulur menutupi dada hingga perut.

2. Apakah gamis batik bisa dianggap syar’i, mengingat motifnya yang ramai?

Ya, gamis batik tetap bisa dianggap syar’i asalkan memenuhi kriteria utama busana syar’i: potongannya longgar, tidak membentuk lekuk tubuh (misalnya model A-Line atau Umbrella), dan bahannya tidak menerawang. Untuk motif yang ramai, pilihlah model gamis batik ramah hijabers dengan desain simple syar’i dengan kombinasi bahan polos (seperti yang diulas di atas), atau padukan dengan jilbab polos dan minim aksesoris untuk menyeimbangkan keramaian motif, sehingga tidak menimbulkan tabarruj (berhias berlebihan).

3. Bagaimana cara memastikan bahan gamis tidak menerawang tanpa harus menggunakan furing yang tebal dan panas?

Ada beberapa pilihan: (1) Memilih bahan gamis yang secara alami sudah tebal dan padat, seperti wollpeach premium, katun toyobo, atau crêpe berkualitas tinggi. (2) Menggunakan lapisan furing yang terpisah dari gamis utama (manset dan rok inner), yang terbuat dari bahan tipis dan adem seperti hyget super atau katun errow agar sirkulasi udara tetap baik dan tidak panas.

4. Bolehkah menggunakan ikat pinggang pada gamis syar’i?

Dalam kaidah syar’i, busana tidak boleh menonjolkan lekuk tubuh. Penggunaan ikat pinggang, terutama yang ditarik kencang, dikhawatirkan akan membentuk area pinggang dan perut. Jika ingin memberikan sedikit bentuk, Anda bisa menggunakan tali pinggang yang diikat longgar atau diletakkan sedikit di bawah pinggul, atau memilih gamis dengan aksen lipatan di pinggang yang tidak mengencang. Sebaiknya, pilih model H-Line atau A-Line yang benar-benar longgar tanpa detail tali pinggang.

5. Selain gamis, apa saja elemen penting lain dalam berpenampilan syar’i?

Elemen penting lainnya adalah jilbab/khimar yang panjang dan menjulur menutupi dada dan punggung, serta kaus kaki untuk menutupi telapak kaki (karena kaki termasuk aurat yang wajib ditutup oleh wanita). Selain itu, hindari penggunaan parfum yang wanginya menyengat dan make-up yang berlebihan (tabarruj) saat keluar rumah, karena busana syar’i pada hakikatnya adalah tentang kesederhanaan dan penjagaan diri.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |