7 Kesalahan Merawat Wajan Anti Lengket yang Bikin Cepat Rusak

2 days ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Wajan anti lengket menjadi andalan banyak rumah tangga karena kemudahannya dalam memasak tanpa banyak minyak dan membersihkannya dengan cepat. Namun di balik kepraktisan tersebut, tidak sedikit pengguna mengeluhkan wajan yang baru dibeli justru cepat rusak, mengelupas, atau kehilangan daya anti lengketnya.

Masalah ini sering kali bukan disebabkan oleh kualitas produk semata, melainkan kebiasaan perawatan yang keliru dan dilakukan berulang tanpa disadari. Kesalahan kecil di dapur bisa berdampak besar pada struktur lapisan anti lengket yang sejatinya cukup sensitif terhadap panas, gesekan, dan perubahan suhu ekstrem.

Sejumlah pola kesalahan sering terjadi dalam penggunaan wajan dan menjadi penyebab utama wajan anti lengket cepat aus. Jika tidak dihindari sejak awal, fungsi wajan akan menurun dan usia pakainya menjadi jauh lebih singkat dari seharusnya.

Berikut selengkapnya:

1. Menggunakan Alat Masak Logam yang Mengikis Lapisan

Kesalahan paling umum dalam penggunaan wajan anti lengket adalah memakai spatula, sendok, atau garpu berbahan logam saat memasak. Kontak langsung antara logam dan permukaan wajan dapat menimbulkan goresan halus yang lama-kelamaan merusak lapisan pelindungnya.

Goresan yang terjadi tidak selalu terlihat secara kasat mata, namun secara bertahap akan membuat lapisan anti lengket menipis dan kehilangan kemampuannya mencegah makanan menempel. Kondisi ini sering menjadi awal dari pengelupasan lapisan yang lebih parah.

Lapisan anti lengket dirancang untuk bersentuhan dengan bahan yang lebih lunak seperti silikon, kayu, atau nilon karena tekanan dan gesekannya jauh lebih aman bagi permukaan wajan.

2. Memasak dengan Api Besar Secara Terus-Menerus

Api besar akan mempercepat proses memasak, padahal kebiasaan ini justru menjadi musuh utama wajan anti lengket. Suhu tinggi dapat merusak struktur kimia lapisan pelapis yang sensitif terhadap panas ekstrem.

Wajan anti lengket pada umumnya dirancang untuk digunakan pada api kecil hingga sedang agar panas menyebar merata tanpa merusak lapisan. Paparan panas berlebihan dalam waktu lama dapat menyebabkan perubahan warna hingga menurunkan daya rekat lapisan anti lengket.

Penggunaan api besar berulang kali membuat lapisan cepat aus dan berpotensi mengeluarkan residu yang menempel pada permukaan wajan.

3. Mencuci Wajan Saat Masih Panas dan Mengalami Thermal Shock

Kebiasaan mencuci wajan segera setelah digunakan sering dianggap praktis, namun menyiram air dingin ke permukaan wajan yang masih panas dapat menimbulkan thermal shock. Perubahan suhu ekstrem ini berisiko membuat material wajan melengkung atau retak secara perlahan.

Thermal shock juga berdampak pada daya rekat lapisan anti lengket yang dapat melemah akibat tekanan suhu mendadak. Akibatnya, permukaan wajan menjadi tidak rata dan lapisan mudah terkelupas.

Wajan sebaiknya dibiarkan hingga suhu normal sebelum dicuci agar struktur material dan lapisan pelindung tetap stabil.

4. Menggunakan Sabut Baja atau Spons Kasar Saat Membersihkan

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah membersihkan wajan anti lengket menggunakan sabut baja atau spons kasar. Gesekan dari alat pembersih ini dapat menggores permukaan dan merusak lapisan pelindung secara permanen.

Meskipun noda terlihat membandel, penggunaan alat kasar justru mempercepat kerusakan wajan dan membuat makanan semakin mudah lengket di kemudian hari. Lapisan yang tergores juga lebih sulit dibersihkan pada penggunaan berikutnya.

Direkomendasikan penggunaan spons lembut atau bagian busa halus dengan sabun cair ringan agar permukaan wajan tetap terjaga.

Menumpuk wajan anti lengket secara langsung dengan peralatan masak lain sering dianggap sepele, padahal gesekan antar permukaan dapat menyebabkan goresan halus yang merusak lapisan. Risiko ini semakin besar jika wajan disimpan bersama panci atau alat berbahan logam.

Gesekan berulang saat diambil dan disimpan akan mempercepat penurunan kualitas lapisan anti lengket. Kerusakan ini biasanya tidak disadari hingga fungsi wajan mulai menurun drastis.

Disarankan untuk meletakkan kain, tisu, atau pelindung khusus di antara wajan saat harus ditumpuk agar permukaannya tidak saling bergesekan.

6. Terlalu Sering Memasak Makanan yang Sangat Asam

Bahan makanan dengan tingkat keasaman tinggi seperti tomat, cuka, atau jeruk dapat memengaruhi lapisan anti lengket jika digunakan terlalu sering dalam jangka panjang. Sifat asam berpotensi mengganggu kestabilan lapisan pelindung pada wajan.

Paparan asam yang terus-menerus dapat menyebabkan lapisan menjadi rapuh dan lebih mudah terkelupas. Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari karena prosesnya berlangsung perlahan.

Penggunaan bahan sangat asam sebaiknya dibatasi atau diimbangi dengan perawatan yang lebih hati-hati agar lapisan wajan tetap awet.

7. Memanaskan Wajan Kosong Tanpa Minyak atau Makanan

Memanaskan wajan anti lengket dalam kondisi kosong merupakan kesalahan serius yang sering terjadi, terutama saat mempersiapkan masakan. Panas berlebih tanpa adanya bahan penyerap dapat merusak lapisan pelindung secara langsung.

Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan warna, munculnya noda permanen, hingga penurunan drastis fungsi anti lengket. Dalam beberapa kasus, lapisan bahkan bisa terkelupas lebih cepat dari usia pakainya.

Wajan anti lengket sebaiknya selalu diberi minyak, air, atau bahan makanan sebelum dipanaskan untuk menjaga kestabilan lapisan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Wajan Anti Lengket (People Also Ask)

1. Apakah wajan anti lengket boleh dicuci saat masih panas?

Tidak disarankan karena perbedaan suhu ekstrem dapat menyebabkan thermal shock dan merusak struktur wajan.

2. Alat masak apa yang paling aman untuk wajan anti lengket?

Alat berbahan silikon, kayu, atau nilon paling aman karena tidak menggores permukaan.

3. Mengapa wajan anti lengket cepat mengelupas?

Penggunaan api besar, alat logam, dan pembersih kasar menjadi penyebab utama lapisan cepat rusak.

4. Apakah wajan anti lengket boleh dipanaskan tanpa minyak?

Tidak dianjurkan karena panas langsung dapat merusak lapisan dan menimbulkan noda permanen.

5. Bagaimana cara menyimpan wajan anti lengket agar awet?

Gunakan pelindung seperti kain atau tisu saat menumpuk agar permukaan tidak saling bergesekan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |