7 Kesalahan Menaruh Tabung Gas di Dapur yang Sering Diabaikan, Perhatikan Panduan Amannya

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan gas LPG di dapur sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan rumah tangga modern. Hampir setiap hari, tabung gas digunakan untuk memasak berbagai hidangan bagi keluarga. Sayangnya, karena sudah terbiasa, banyak orang mulai mengabaikan aspek keselamatan dalam penempatan dan pemasangan tabung gas.

Padahal, kesalahan kecil dalam menaruh tabung gas bisa berdampak besar. Kebocoran gas, kebakaran, bahkan ledakan sering kali bermula dari hal-hal yang terlihat sepele dan dianggap biasa. Kurangnya pengetahuan serta kebiasaan yang keliru membuat risiko ini semakin tinggi.

Oleh karena itu, penting bagi setiap rumah tangga untuk memahami kesalahan menaruh tabung gas di dapur yang sering diabaikan serta mengetahui panduan pemasangan yang aman sesuai anjuran resmi agar keselamatan keluarga tetap terjaga. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (14/1/2026).

1. Meletakkan Tabung Gas di Ruangan Tanpa Ventilasi

Salah satu kesalahan paling umum adalah menempatkan tabung gas di dapur yang minim ventilasi atau bahkan tertutup rapat. Ruangan tanpa sirkulasi udara berisiko tinggi jika terjadi kebocoran gas, karena gas LPG dapat mengendap dan memicu ledakan.

Berdasarkan pedoman dari Ditjen Migas Kementerian ESDM, tabung LPG seharusnya ditempatkan di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik dan memiliki ventilasi di bagian bawah dekat lantai.

2. Menaruh Tabung Gas Terlalu Dekat dengan Sumber Panas

Masih banyak dapur yang meletakkan tabung gas bersebelahan dengan kompor, oven, atau alat masak lainnya. Padahal, paparan panas langsung dapat meningkatkan tekanan dalam tabung dan memperbesar risiko kebocoran.

Kesalahan ini sering terjadi karena alasan kepraktisan, padahal seharusnya tabung gas diletakkan jauh dari sumber api, kompor minyak, arang, atau kayu bakar.

3. Posisi Tabung Tidak Tegak

Menidurkan atau memiringkan tabung gas adalah kesalahan serius yang kerap disepelekan. Posisi tabung yang tidak tegak dapat mengganggu sistem katup dan berpotensi menyebabkan gas keluar tidak terkendali.

Pedoman resmi menyebutkan bahwa tabung LPG harus selalu dalam posisi berdiri tegak dengan katup menghadap ke atas untuk menjaga keamanan aliran gas.

4. Menempatkan Tabung Gas di Bawah Kompor Tanpa Pengaman

Banyak dapur rumah tangga menaruh tabung gas tepat di bawah kompor tanpa sekat atau pengaman. Jika terjadi tumpahan minyak panas atau api menyambar ke bawah, risiko kebakaran akan meningkat drastis.

Sebaiknya, tabung gas ditempatkan di area khusus yang terpisah atau memiliki pelindung, serta tidak langsung terpapar panas dari kompor.

5. Menyimpan Tabung Gas di Tempat Terkena Sinar Matahari Langsung

Tabung gas yang terkena panas matahari secara langsung dapat mengalami peningkatan tekanan di dalamnya. Ini merupakan salah satu kesalahan menaruh tabung gas di dapur yang sering diabaikan, terutama pada dapur semi-terbuka.

Tabung LPG harus terlindung dari hujan dan panas matahari langsung agar kondisinya tetap stabil dan aman digunakan.

6. Mengabaikan Kondisi Selang dan Regulator

Penempatan tabung gas sering kali tidak memperhatikan posisi selang yang tertindih, tertekuk, atau dekat sumber panas. Selain itu, penggunaan selang dan regulator non-SNI masih sering dijumpai.

Selang yang tertindih atau aus berpotensi bocor tanpa disadari. Inilah sebabnya pemeriksaan rutin sangat penting dilakukan.

7. Menaruh Tabung Gas di Ruang Bawah Tanah atau Area Tertutup

Gas LPG lebih berat dari udara. Jika bocor di ruang tertutup atau bawah tanah, gas akan mengendap dan sulit keluar, sehingga risiko ledakan sangat tinggi. Karena itu, penempatan tabung gas di area tertutup merupakan kesalahan fatal yang harus dihindari.

Panduan Memasang Tabung Gas yang Aman Menurut Laman Resmi

Agar penggunaan LPG di dapur tetap aman, berikut panduan pemasangan tabung gas yang merujuk pada Pedoman Teknis Ditjen Migas Kementerian ESDM:

  1. Pastikan tabung LPG baru masih memiliki segel plastik pada katupnya.
  2. Periksa rubber seal (karet pengaman) di dalam katup sebelum memasang regulator.
  3. Pasang regulator dengan benar tanpa alat bantu berlebihan, cukup dengan tangan.
  4. Pastikan regulator terpasang kuat dan tidak kendur.
  5. Hubungkan selang dari regulator ke kompor, lalu kencangkan dengan klem di kedua ujung.
  6. Pastikan tombol kompor dalam posisi mati (off) sebelum membuka aliran gas.
  7. Lepaskan segel plastik, lalu putar knop regulator searah jarum jam hingga posisi vertikal.
  8. Lakukan pemeriksaan kebocoran dengan mencium bau khas LPG atau menggunakan air sabun.
  9. Jika tercium bau gas:
    • Jangan menyalakan api atau listrik
    • Buka pintu dan jendela
    • Lepaskan regulator dan bawa tabung ke tempat terbuka
    • Hubungi agen atau dealer LPG terdekat
  10. Pastikan selang tidak tertindih, tertekuk, atau terkena panas.

Panduan ini penting untuk dipahami agar kesalahan menaruh tabung gas di dapur yang sering diabaikan tidak berujung pada kecelakaan serius.

FAQ Seputar Tabung Gas

1. Apakah tabung gas boleh diletakkan di bawah kompor?

Boleh, asalkan ada ventilasi yang baik dan tabung tidak langsung terkena panas dari kompor.

2. Seberapa sering selang gas harus diganti?

Idealnya setiap 2–5 tahun, atau lebih cepat jika terlihat retak atau aus.

3. Apa tanda awal kebocoran gas LPG?

Bau menyengat khas LPG, suara mendesis, atau muncul gelembung saat diuji dengan air sabun.

4. Apakah aman menaruh tabung gas di dapur tertutup?

Tidak dianjurkan. Dapur harus memiliki ventilasi agar gas tidak mengendap jika terjadi kebocoran.

5. Apa yang harus dilakukan saat mencium bau gas?

Segera buka pintu dan jendela, jangan menyalakan api atau listrik, lepaskan regulator, dan bawa tabung ke tempat terbuka.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |