7 Kebiasaan di Kamar Mandi yang Bikin Bau dan Cepat Kotor, Sepele tapi Dampaknya Besar

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Kamar mandi merupakan salah satu area rumah yang paling sering digunakan setiap hari, namun juga menjadi ruangan yang paling mudah kotor dan menimbulkan bau tidak sedap jika kebersihannya kurang diperhatikan secara konsisten. Banyak orang merasa sudah membersihkan kamar mandi secara rutin, tetapi tanpa disadari masih melakukan kebiasaan kecil yang justru mempercepat munculnya noda, jamur, dan aroma tidak nyaman.

Kebiasaan-kebiasaan ini sering dianggap sepele karena terlihat praktis dan menghemat waktu, padahal dampaknya bisa membuat kamar mandi terasa lembap, pengap, dan tidak higienis dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk mengenali apa saja kebiasaan di kamar mandi yang bikin bau dan cepat kotor agar bisa segera diperbaiki demi kenyamanan seluruh penghuni rumah.

1. Jarang Membilas Lantai dan Dinding Setelah Dipakai

Kebiasaan tidak membilas lantai dan dinding setelah mandi membuat sisa sabun, sampo, dan kotoran tubuh menempel dan mengering sehingga membentuk lapisan licin yang menjadi sumber bau tidak sedap. Endapan tersebut lama-kelamaan akan bercampur dengan kelembapan ruangan, menciptakan lingkungan ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang. Jika dibiarkan terus-menerus, noda yang terbentuk akan semakin sulit dibersihkan meskipun menggunakan cairan pembersih khusus.

Selain itu, lantai dan dinding yang tidak dibilas akan terlihat kusam dan cepat berubah warna, sehingga kamar mandi tampak selalu kotor meski baru saja digunakan. Percikan air yang mengandung sabun juga dapat meninggalkan bercak putih yang mengganggu estetika ruangan. Kondisi ini sering membuat orang merasa kamar mandi cepat kotor tanpa menyadari penyebab utamanya berasal dari kebiasaan sehari-hari.

Membilas lantai dan dinding dengan air bersih setelah mandi sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama, namun mampu mengurangi penumpukan kotoran secara signifikan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kebersihan kamar mandi lebih lama dan mencegah bau apek yang sering muncul akibat sisa sabun yang mengendap.

2. Handuk Lembap Digantung Terlalu Lama

Handuk yang digantung dalam kondisi lembap dan jarang dikeringkan di bawah sinar matahari akan menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau tidak sedap. Kelembapan pada serat handuk membuat mikroorganisme mudah tumbuh dan menghasilkan aroma apek yang menyebar ke seluruh kamar mandi. Bau ini sering kali sulit dihilangkan meski handuk sudah dicuci berulang kali.

Selain menyebabkan bau, handuk lembap juga dapat menjadi media penyebaran jamur yang berpotensi memicu masalah kesehatan kulit. Ketika handuk tersebut digunakan kembali, bakteri yang menempel bisa berpindah ke tubuh dan menimbulkan iritasi. Hal ini membuat kamar mandi tidak hanya terasa kotor, tetapi juga kurang higienis.

Membiasakan diri untuk mengeringkan handuk dengan benar dan menggantinya secara rutin merupakan langkah penting menjaga kebersihan kamar mandi. Dengan memastikan handuk benar-benar kering sebelum digantung, risiko bau dan pertumbuhan jamur dapat diminimalkan secara efektif.

3. Saluran Pembuangan Jarang Dibersihkan

Saluran pembuangan air yang jarang dibersihkan sering menjadi penyebab utama bau menyengat di kamar mandi. Rambut rontok, sisa sabun, dan kotoran kecil yang masuk ke dalam saluran akan menumpuk dan membusuk seiring waktu. Proses pembusukan inilah yang menghasilkan aroma tidak sedap dan menyebar ke seluruh ruangan.

Jika dibiarkan terlalu lama, saluran pembuangan yang kotor juga dapat menyebabkan air menggenang karena alirannya tersumbat. Air yang tidak mengalir dengan lancar akan menambah tingkat kelembapan dan mempercepat pertumbuhan bakteri. Kondisi ini membuat kamar mandi terasa semakin pengap dan tidak nyaman digunakan.

Membersihkan saluran pembuangan secara rutin dapat mencegah penumpukan kotoran dan mengurangi risiko bau. Kebiasaan sederhana seperti mengangkat rambut yang tersangkut dan menyiram saluran dengan air panas bisa membantu menjaga kebersihannya.

4. Tidak Menutup Tutup Toilet Saat Disiram

Kebiasaan menyiram toilet tanpa menutup tutupnya memungkinkan percikan air halus menyebar ke udara dan permukaan sekitar. Percikan ini dapat membawa bakteri dan partikel kotoran yang menempel di lantai, dinding, atau peralatan kamar mandi. Akibatnya, area sekitar toilet menjadi lebih cepat kotor dan berbau.

Selain memengaruhi kebersihan, kebiasaan ini juga berdampak pada kualitas udara di dalam kamar mandi. Partikel tak kasat mata yang menyebar dapat menimbulkan aroma tidak sedap yang bertahan lama. Hal ini sering tidak disadari karena prosesnya terjadi secara perlahan.

Menutup tutup toilet sebelum menyiram merupakan langkah kecil namun penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi. Dengan kebiasaan ini, penyebaran kuman dapat diminimalkan dan kamar mandi tetap terasa lebih bersih serta segar.

5. Sisa Sabun dan Botol Kosmetik Berserakan

Sisa sabun batangan, botol kosong, dan kemasan kosmetik yang dibiarkan berserakan akan membuat kamar mandi terlihat berantakan dan cepat kotor. Cairan sabun yang menetes dari botol dapat meninggalkan noda lengket yang menarik debu dan kotoran. Noda ini lama-kelamaan menjadi sulit dibersihkan.

Selain itu, area yang dipenuhi barang-barang tidak terpakai akan mempersulit proses pembersihan rutin. Sudut-sudut yang tertutup botol atau wadah sering terlewat saat dibersihkan, sehingga menjadi tempat berkembangnya jamur. Hal ini memperparah kondisi kebersihan kamar mandi.

Merapikan dan menyingkirkan barang yang tidak digunakan dapat membuat kamar mandi lebih mudah dibersihkan. Dengan area yang lebih tertata, kebersihan dapat terjaga dan risiko bau tidak sedap pun berkurang.

6. Jarang Mengelap Area yang Selalu Basah

Area seperti wastafel, keran, dan sudut lantai sering kali dibiarkan basah setelah digunakan. Air yang mengendap di permukaan ini menciptakan kondisi lembap yang disukai jamur dan lumut. Dalam waktu singkat, noda hitam atau kehijauan bisa muncul dan menimbulkan bau apek.

Kebiasaan jarang mengelap area basah juga menyebabkan permukaan cepat kusam dan terlihat kotor. Percikan air yang bercampur dengan sisa sabun akan meninggalkan bercak yang sulit dihilangkan jika dibiarkan mengering sendiri. Hal ini membuat kamar mandi tampak kurang terawat.

Mengelap area basah setelah digunakan hanya membutuhkan waktu singkat, namun manfaatnya sangat besar. Permukaan yang kering akan lebih bersih, bebas jamur, dan terasa lebih nyaman digunakan setiap hari.

7. Ventilasi Tidak Pernah Dibuka

Kamar mandi tanpa ventilasi yang baik akan menahan udara lembap di dalam ruangan. Kelembapan yang tinggi ini mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab bau tidak sedap. Udara pengap juga membuat aroma tidak enak bertahan lebih lama.

Ventilasi yang jarang dibuka membuat sirkulasi udara terhambat, sehingga uap air dari aktivitas mandi tidak bisa keluar dengan optimal. Akibatnya, dinding dan langit-langit menjadi mudah berjamur dan meninggalkan noda. Kondisi ini membuat kamar mandi terasa cepat kotor meski sudah dibersihkan.

Membuka ventilasi atau jendela secara rutin dapat membantu mengurangi kelembapan dan menjaga udara tetap segar. Dengan sirkulasi udara yang baik, kamar mandi akan lebih sehat dan bebas bau.

Pertanyaan dan Jawaban

Q: Kenapa kamar mandi cepat bau meski sering dibersihkan

A: Karena masih ada kebiasaan sehari-hari yang memicu kelembapan dan penumpukan kotoran.

Q: Apa penyebab utama bau di kamar mandi

A: Saluran pembuangan kotor, handuk lembap, dan ventilasi yang buruk.

Q: Seberapa sering saluran kamar mandi harus dibersihkan

A: Idealnya seminggu sekali agar tidak terjadi penumpukan kotoran.

Q: Apakah ventilasi berpengaruh pada kebersihan kamar mandi

A: Sangat berpengaruh karena membantu mengurangi kelembapan dan bau.

Q: Kebiasaan paling sederhana agar kamar mandi tidak bau

A: Membilas lantai, mengeringkan handuk, dan membuka ventilasi secara rutin.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |