7 Jenis Ular yang Tidak Suka Menggigit Manusia, Kenali Spesies dan Ciri-cirinya

1 week ago 10

Liputan6.com, Jakarta Ular sering kali menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat. Namun, tidak semua jenis ular bersifat agresif terhadap manusia. Banyak spesies ular lebih memilih untuk menghindar atau melarikan diri saat bertemu manusia, dan gigitan biasanya terjadi hanya sebagai bentuk pertahanan.

Memahami karakteristik dan perilaku ular dapat membantu mengurangi kesalahpahaman yang sering terjadi, sebab tidak semua hewan melata ini berbisa dan mematikan. Disampaikan ahli reptil dari ITB Ganjar Cahyadi, ular yang tidak berbahaya bagi manusia ini biasanya memiliki sejumlah karakter, dan paling umum adalah menjauhi manusia.

"Ular tidak berbisa, tidak memiliki taring dan bila didekati akan kabur,” kata Ganjar, dikutip Liputan6 dari situs resmi ITB.

Adapun pengetahuan ini agaknya penting untuk keselamatan dan pelestarian ular yang sering kali menjadi korban ketidaktahuan. Sisi baiknya, hewan tidak berbisa ini juga menjadi salah satu ekosistem dalam pengendalian hama di lingkungan sekitar. Sebagai edukasi, artikel ini akan membahas 7 jenis ular yang dikenal tidak suka menggigit manusia. Simak informasi selengkapnya, dirangkum, Sabtu (22/11).

1. Ular Jagung (Corn Snake)

Ular jagung, atau Pantherophis guttatus, merupakan jenis ular yang tenang dan jarang menggigit. Ular ini berasal dari Amerika Serikat dan sering ditemukan di perkebunan jagung. Pola sisiknya menyerupai biji jagung, sehingga dinamakan ular jagung.

Panjang ular jagung dapat mencapai 90 hingga 150 cm. Warna dan pola tubuhnya bervariasi, mulai dari oranye, merah, hingga cokelat. Ular ini memiliki pupil mata bulat, menandakan bahwa ular ini tidak berbisa.

Ular jagung aktif pada malam hari dan memiliki kemampuan merayap yang baik. Mereka lebih memilih untuk melarikan diri daripada menyerang manusia, menjadikannya pilihan populer sebagai hewan peliharaan.

2. Ular Tikus (Rat Snake)

Ular tikus, atau Ptyas korros, adalah ular tidak berbisa yang memakan mamalia kecil. Ular ini memiliki tubuh ramping dan dapat mencapai panjang hingga 2 meter. Warna tubuhnya bervariasi, biasanya coklat atau hitam dengan garis-garis.

Ular tikus aktif pada siang hari dan sering ditemukan di pemukiman. Meskipun bisa bersikap agresif jika diprovokasi, ular ini lebih memilih untuk menghindar dari manusia. Ular ini tidak memiliki bisa yang mematikan.

Ular tikus membunuh mangsanya dengan cara melilit. Mereka berperan penting dalam mengendalikan populasi hama di sekitar kita.

3. Ular Susu (Milk Snake)

Ular susu, atau Lampropeltis triangulum, adalah spesies ular tidak berbisa yang populer di kalangan penghobi reptil. Ular ini tersebar dari Kanada hingga Amerika Tengah. Pola warnanya mencolok dan sering menyerupai ular koral yang berbisa.

Panjang ular susu dapat mencapai 152 cm. Ular ini memiliki pola warna yang khas, dengan jalur merah-hitam-kuning. Ular susu lebih aktif pada malam hari dan memakan berbagai jenis mangsa.

Ular susu dikenal ramah dan dapat hidup hingga 20 tahun di penangkaran. Mereka tidak suka menggigit dan lebih memilih untuk melarikan diri saat merasa terancam.

4. Ular Garter (Garter Snake)

Ular garter adalah jenis ular dari genus Thamnophis, yang terdapat di Amerika Utara. Ular ini dikenal aktif dan lincah, serta cocok untuk peliharaan. Ular garter memiliki warna cerah dan garis-garis khas di tubuhnya.

Panjang ular garter bervariasi antara 46 cm hingga 137 cm. Ular ini hidup di berbagai habitat, termasuk hutan dan padang rumput. Makanan utama ular garter adalah amfibi dan hewan pengerat.

Ular garter sangat jarang menggigit dan cenderung ramah. Mereka dapat menunjukkan respons positif terhadap interaksi manusia setelah terbiasa.

5. Ular Boa Pasir (Sand Boa)

Ular boa pasir, dari genus Eryx, adalah ular yang ditemukan di daerah panas. Salah satu jenis yang terkenal adalah boa pasir Arab. Ular ini tidak berbahaya dan lebih suka melindungi diri dengan cara yang unik.

Boa pasir Arab memiliki ukuran kecil dengan kepala tumpul. Ular ini mampu bertahan dalam suhu ekstrem dan tidak akan menyerang jika tidak terancam. Makanan utama ular ini adalah mamalia kecil.

Ular boa pasir adalah pilihan baik untuk dipelihara karena sifatnya yang tidak agresif. Mereka lebih memilih untuk melarikan diri daripada menyerang.

6. Ular Sanca Kembang (Reticulated Python)

Ular sanca kembang, atau Malayopython reticulatus, adalah salah satu ular piton terbesar. Ular ini dapat mencapai panjang lebih dari 7 meter. Meskipun besar, ular ini cenderung tenang dan tidak menyerang kecuali merasa terancam.

Ular sanca kembang memiliki pola kulit yang membantu kamuflase di habitatnya. Ular ini lebih suka tempat lembap dan akan melarikan diri saat bertemu manusia.

Gigitan ular sanca biasanya terjadi jika ular merasa terganggu. Ular ini lebih memilih untuk menghindar daripada bertarung.

7. Ular Rumput (Grass Snake)

Ular rumput, atau Natrix helvetica, adalah ular diurnal yang cepat dan pemalu. Ular ini dapat ditemukan di Asia Tenggara, terutama di daerah berhutan. Ciri khas ular rumput adalah kerah pucat berbentuk bulan sabit.

Ular rumput memiliki warna hijau zaitun atau cokelat kehijauan. Mereka tidak agresif dan lebih memilih untuk melarikan diri saat terganggu. Gigitan ular ini jarang terjadi dan hanya menimbulkan gejala ringan.

Ular rumput bersifat semi-akuatik dan memakan katak serta ikan kecil. Mereka dapat hidup di lingkungan urban selama ada sumber air yang stabil.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jenis Ular yang Tidak Suka Menggigit Manusia

Q: Apakah sebagian besar ular di permukiman tidak berbisa?

A: Ya, sebagian besar ular yang ditemukan di sekitar pemukiman manusia tidak berbisa.

Q: Tanaman apa yang tidak disukai ular?

A: Beberapa tanaman beraroma kuat seperti serai wangi dan lavender dapat membantu mengusir ular.

Q: Apakah pestisida dapat mengusir ular?

A: Tidak, pestisida tidak dirancang untuk mengusir ular.

Q: Mengapa banyak ular tidak menyukai kehadiran manusia?

A: Ular lebih suka menghindari manusia dan tidak menyerang kecuali merasa terancam.

Q: Apa yang membuat ular menjadi 'bersahabat' untuk dipelihara?

A: Ular yang dijinakkan telah dikembangbiakkan selama beberapa generasi untuk sifat yang lebih ramah.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |