Liputan6.com, Jakarta Mendengar suara gesekan atau desisan dari plafon rumah bisa menjadi pengalaman yang menegangkan, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Fenomena ini lebih umum terjadi daripada yang dibayangkan, sebab plafon dan atap rumah menawarkan lingkungan ideal bagi beberapa jenis ular. Ular kerap kali menjadi tamu tak diundang di rumah-rumah warga Indonesia, seringkali mencari mangsa atau tempat berlindung yang aman.
Kemunculan ular di plafon rumah sering terjadi di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Kejadian ini biasanya berkaitan dengan kemampuan alami mereka untuk memanjat dinding dan struktur rumah. Ular memiliki beragam motivasi untuk menyusup ke dalam struktur bangunan, termasuk melalui atap rumah. Salah satu daya tarik utama adalah ketersediaan sumber makanan, seperti tikus, tupai, burung, atau serangga yang sering bersarang di loteng.
Selain mencari mangsa, ular juga memanfaatkan atap dan loteng sebagai tempat berlindung yang ideal dari predator, cuaca ekstrem, atau gangguan manusia. Mereka mencari tempat yang aman untuk bersembunyi, beristirahat, atau bahkan bersarang. Kebutuhan akan kelembaban atau air juga menjadi faktor pendorong ular masuk, terutama saat musim panas atau jika ada kebocoran di atap. Berikut 7 jenis ular yang suka tinggal di atap atau plafon rumah, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (9/11/2025).
Ular Piton atau Sanca Batik
Ular piton, termasuk sanca batik (Malayopython reticulatus), adalah salah satu jenis ular yang sering ditemukan di rumah-rumah, terutama di area rawa atau sawah. Meskipun tubuhnya besar, ular ini memiliki kemampuan memanjat yang luar biasa. Mereka mampu menempel pada tembok kasar dengan kekuatan otot perut dan sisik bawah yang mencengkeram kuat.
Biasanya, ular piton naik ke plafon untuk mencari tempat hangat atau memangsa tikus dan ayam yang bersarang di atap. Banyak pemilik rumah di Indonesia telah menemukan ular-ular ini bersembunyi di atas panel plafon, dengan sabar menunggu untuk berburu tikus atau hewan lain. Kehadiran mangsa yang melimpah menjadi daya tarik utama bagi ular ini.
Meskipun ular piton tidak berbisa, ukuran tubuhnya yang besar membuat ular ini berbahaya karena kekuatan lilitannya. Lilitan mereka sangat kuat dan dapat membahayakan, terutama bagi anak-anak atau hewan peliharaan. Oleh karena itu, penanganan ular piton memerlukan kehati-hatian ekstra.
Untuk pencegahan, sangat disarankan untuk menutup semua lubang udara dan celah di antara genting. Periksa area sekitar plafon secara rutin, terutama jika Anda sering mendengar suara gesekan di malam hari, untuk memastikan tidak ada akses masuk bagi ular ini.
Ular Tikus dan Ular Jali
Ular tikus (Pantherophis spp.) dikenal sebagai pemanjat paling ulung di dunia reptil. Sementara itu, ular jali (Ptyas korros) atau Indo-Chinese rat snake, adalah ular yang aktif berburu pada siang hari dan merupakan pemanjat yang sangat baik. Kedua jenis ular ini sering ditemukan di lingkungan manusia karena kemampuannya beradaptasi.
Ular tikus sangat aktif pada malam hari dan tertarik dengan bau tikus yang bersembunyi di atap. Kemampuan mencium jejak mangsa membuat mereka bisa mengikuti jalur yang dilewati tikus hingga ke loteng. Ular jali juga memangsa tikus, katak, dan kadal, sehingga rumah dengan populasi hewan kecil tinggi lebih rentan didatanginya.
Ular tikus umumnya tidak berbisa dan tidak agresif, sehingga relatif tidak berbahaya bagi manusia. Meskipun tidak berbisa, kehadiran ular ini seringkali menjadi indikasi adanya masalah tikus di area tersebut, karena tikus dan kadal adalah makanan favorit mereka.
Sebagai langkah pencegahan, jaga kebersihan loteng dan pasang perangkap tikus secara teratur. Apabila sumber makanan berkurang, ular tidak akan tertarik untuk mendekat ke rumah Anda dan mencari tempat lain.
Ular Kobra Jawa
Ular kobra Jawa (Naja sputatrix) adalah salah satu jenis ular yang paling sering ditemukan di permukiman, khususnya di Pulau Jawa. Ular ini dapat tumbuh hingga 1,5 meter panjangnya dan mudah dikenali dari sisiknya yang gelap mengilap serta bagian bawah leher yang lebih terang. Penampilannya yang khas membuatnya mudah diidentifikasi.
Kobra tertarik pada tikus dan mencari tempat berlindung yang gelap dan tenang, seringkali di area yang tidak terganggu. Ular ini dikenal karena kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan manusia dan mencari tikus sebagai mangsa. Keberadaan mangsa seperti tikus menjadi daya tarik utama bagi kobra untuk masuk ke dalam rumah.
Ular kobra Jawa sangat berbisa dan mematikan, mampu menyemprotkan bisa dari jarak hingga dua meter. Bisa neurotoksik yang dimilikinya sangat kuat dan dapat menyebabkan kondisi medis darurat. Oleh karena itu, setiap pertemuan dengan ular ini harus ditangani dengan sangat hati-hati.
Untuk mencegah kedatangan ular kobra, pastikan tidak ada sampah atau tumpukan barang yang menarik tikus di sekitar rumah. Rajin memeriksa dan membersihkan rumah dari tikus, kadal, atau burung kecil akan menurunkan risiko ular datang.
Ular Welang dan Weling
Ular weling (Bungarus candidus) memiliki ciri khas belang hitam putih, sedangkan ular welang (Bungarus fasciatus) memiliki belang hitam dan kuning yang mencolok. Kedua jenis ular ini sering ditemukan di lingkungan rumah di berbagai daerah di Indonesia. Belang yang kontras membuat mereka mudah dikenali namun juga menjadi peringatan akan bahayanya.
Ular-ular ini mencari tempat persembunyian yang aman dan kering, terutama saat musim hujan. Plafon yang tinggi dan tersembunyi menjadi alternatif yang menarik bagi mereka untuk menghindari kelembaban dan dingin. Musim hujan menjadi periode puncak di mana ular lebih sering masuk ke dalam hunian untuk mencari perlindungan.
Ular welang dan weling sangat berbisa neurotoksik dan mematikan, menjadikannya salah satu ular paling berbahaya. Bisa yang kuat dapat menyebabkan kelumpuhan dan mengancam jiwa. Oleh karena itu, penanganan ular ini harus selalu dilakukan oleh profesional yang terlatih.
Sebagai langkah pencegahan, sangat penting untuk menutup celah kecil di fondasi dan saluran air. Ular-ular ini bisa menyelinap masuk melalui lubang atau retakan sekecil apapun, jadi perbaikan rutin sangat dianjurkan.
Ular Pohon Cokelat
Ular pohon cokelat (Boiga irregularis) adalah spesies invasif yang dikenal sangat lihai memanjat. Tubuhnya yang ramping dan lentur memungkinkan ular ini menempel bahkan pada permukaan pipa logam atau beton polos. Kemampuan memanjatnya yang ekstrem membuatnya mudah mengakses area tinggi seperti atap rumah.
Ular ini aktif pada malam hari dan cenderung masuk rumah tanpa disadari. Mereka sering mencari burung kecil atau tikus yang bersarang di atap rumah sebagai sumber makanan. Keberadaan mangsa di area atap menjadi daya tarik utama bagi ular nokturnal ini.
Ular pohon cokelat berbisa ringan, namun keberadaannya tetap harus diwaspadai, terutama jika ada anak-anak atau hewan peliharaan di rumah. Meskipun bisanya tidak mematikan bagi manusia dewasa, gigitannya bisa menimbulkan reaksi alergi atau ketidaknyamanan.
Untuk pencegahan, pangkas dahan pohon yang terlalu dekat dengan atap rumah. Dahan-dahan tersebut bisa menjadi jembatan alami yang mengundang ular naik ke plafon, memberikan akses mudah ke dalam hunian Anda.
Ular Cecak
Ular cecak (Lycodon capucinus) adalah jenis ular yang sering berkeliaran di atap dan genteng rumah. Sesuai namanya, ular ini secara harfiah mengikuti mangsanya, yaitu cecak, yang sering berkeliaran di plafon dan area atas dinding. Keberadaan cecak yang melimpah menjadi magnet bagi ular ini.
Ular cecak tidak berbisa dan tidak berbahaya bagi manusia. Mereka cenderung menghindari konfrontasi dan lebih memilih untuk berburu mangsanya secara diam-diam. Meskipun tidak berbahaya, penampakannya di dalam rumah tetap bisa menimbulkan kekhawatiran.
Kehadiran ular cecak di plafon umumnya merupakan indikasi tingginya populasi cecak di rumah Anda. Ular ini hanya mencari sumber makanan dan tidak memiliki niat untuk menyerang manusia.
Sebagai tips pencegahan, kurangi populasi cecak di rumah dengan menjaga kebersihan dari serangga kecil yang menjadi makanan cecak. Rajin membersihkan rumah akan membantu menurunkan risiko ular cecak datang.
Ular Pucuk atau Anggur Asia
Ular anggur Asia (Ahaetulla prasina) memiliki kepala ramping runcing dan tubuh ringan seperti tali. Warna hijau cerahnya membuatnya sering tak terlihat ketika sudah berada di plafon atau atap rumah, memberikan kamuflase yang sempurna di antara dedaunan atau struktur atap yang kotor.
Di wilayah tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia, ular ini kerap masuk ke rumah melalui tanaman merambat yang menempel pada atap. Tanaman rambat berfungsi sebagai jembatan alami yang memudahkan ular ini untuk naik dan mencari tempat berlindung atau mangsa.
Ular pucuk berbisa ringan, namun tidak berbahaya bagi manusia. Meskipun demikian, seperti semua ular, sebaiknya dihindari dan tidak ditangani secara langsung. Ular ini lebih sering ditemukan di pohon, namun dapat masuk rumah jika habitatnya terganggu dan mencari tempat aman.
Untuk mengurangi kemungkinan ular ini masuk ke rumah, potong dan rapikan tanaman rambat yang menempel pada dinding eksterior rumah. Menghilangkan jalur akses alami ini akan secara signifikan mengurangi risiko ular pucuk masuk ke plafon Anda.
FAQ
Q: Apa tanda-tanda bahwa ada ular di plafon rumah saya?
A: Tanda-tanda meliputi suara gesekan atau ketukan dari plafon, jejak sisik ular, kotoran ular berbentuk lonjong, bau anyir atau amis, serta perilaku gelisah pada hewan peliharaan yang menatap ke arah plafon.
Q: Apakah semua ular yang ada di plafon berbahaya?
A: Tidak semua ular di plafon berbahaya; beberapa jenis seperti ular tikus dan ular cecak tidak berbisa. Namun, kehadiran ular berbisa seperti kobra, weling, dan welang sangat berbahaya dan memerlukan penanganan serius.
Q: Bagaimana cara mengusir ular yang sudah terlanjur ada di plafon?
A: Jangan mencoba menangkap atau mengusir ular sendiri. Segera hubungi ahli penangkap ular, petugas pemadam kebakaran, atau dinas terkait yang menangani satwa liar karena mereka memiliki alat dan keahlian untuk menanganinya dengan aman.
Q: Benarkah ular di plafon bisa menjadi pengendali hama tikus yang alami?
A: Benar, ular seperti ular tikus dan sanca adalah predator alami tikus. Namun, risiko keberadaan ular, terutama yang berbisa, jauh lebih besar daripada manfaatnya. Lebih baik kendalikan tikus dengan metode lain seperti perangkap atau kucing.
Q: Langkah pertama apa yang harus saya lakukan jika melihat ular di plafon?
A: Jangan panik dan jangan mendekati ular. Amankan anak-anak dan hewan peliharaan dari area tersebut, awasi pergerakan ular dari jarak aman jika memungkinkan, lalu segera hubungi penangkap ular profesional.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)