Liputan6.com, Jakarta Kehadiran ular di kandang ayam merupakan masalah serius bagi para peternak, tidak hanya mengancam keselamatan ternak tetapi juga berpotensi membahayakan manusia di sekitarnya. Berbagai jenis ular, baik yang berbisa maupun tidak, seringkali tertarik pada lingkungan kandang ayam karena ketersediaan sumber makanan dan tempat berlindung yang ideal. Memahami jenis-jenis ular yang umum ditemukan di area tersebut adalah langkah pertama untuk melakukan pencegahan yang efektif.
Ular-ular ini biasanya masuk ke kandang ayam karena mencari mangsa seperti tikus, telur, atau bahkan anak ayam yang mudah diakses. Selain itu, kondisi kandang yang kurang terawat atau area sekitarnya yang rimbun dapat menjadi daya tarik bagi ular untuk bersembunyi. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif yang aman dan berkelanjutan untuk mencegah masuknya reptil berbahaya ini.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam jenis-jenis ular yang paling sering masuk kandang ayam, alasan di balik kedatangan mereka, serta memberikan panduan praktis dan aman untuk mengusir dan mencegahnya. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat menciptakan lingkungan kandang ayam yang lebih aman dan terhindar dari ancaman ular. Melansir dari berbagai sumber, Kamis (13/11), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Ular Tikus (Coelognathus radiatus / Ptyas korros)
Ular tikus, atau yang dikenal juga sebagai ular jali, merupakan salah satu jenis ular yang paling sering ditemukan di sekitar pemukiman dan kandang ayam. Ular ini dikenal sebagai predator alami tikus, namun tidak jarang juga memangsa telur dan anak ayam yang tersedia di kandang.
Ular ini memiliki tubuh ramping dengan panjang hingga 2 meter, serta warna bervariasi dari cokelat muda hingga abu-abu gelap dengan pola garis-garis gelap di bagian depan tubuhnya. Ular tikus tertarik pada kandang ayam karena dua alasan utama: sumber makanan berupa tikus yang melimpah di kandang ayam, serta telur dan anak ayam yang menjadi mangsa mudah.
Untuk mengusirnya secara aman, penting untuk menjaga sanitasi kandang dari sisa pakan yang menarik tikus, menutup semua lubang atau celah di dinding, lantai, atau atap kandang, serta memasang pagar kawat kasa dengan ukuran lubang kecil yang tertanam beberapa inci ke dalam tanah.
2. Ular Sanca Kembang (Malayopython reticulatus)
Ular sanca kembang, atau piton batik, adalah salah satu ular terpanjang di dunia dan merupakan predator oportunistik yang kuat. Meskipun sering memangsa mamalia besar, ular sanca muda atau berukuran sedang tidak akan ragu memangsa ayam dewasa, anak ayam, atau telur.
Pola kulitnya yang khas menyerupai jaring atau batik dengan warna dasar cokelat kekuningan hingga cokelat gelap membuatnya mudah dikenali. Ular sanca kembang tertarik pada kandang ayam karena ayam dewasa merupakan mangsa yang cukup besar dan mudah ditangkap, serta kandang yang tidak terawat dapat menjadi tempat persembunyian ideal.
Mengusir ular sanca kembang memerlukan perkuatan kandang dengan kawat tebal dan tanpa celah besar, pembersihan lingkungan dari tumpukan kayu atau semak belukar, serta penerangan yang cukup di malam hari untuk menghalau mereka.
3. Ular Kobra (Naja spp.)
Ular kobra, khususnya kobra Jawa (Naja sputatrix) atau kobra Sumatera (Naja sumatrana), adalah ular berbisa tinggi yang juga dapat ditemukan di sekitar kandang ayam. Meskipun dikenal sebagai pemangsa tikus dan katak, kobra juga dapat memangsa telur dan anak ayam, dan kehadirannya sangat berbahaya karena bisanya yang mematikan.
Kobra Jawa, misalnya, memiliki bisa neurotoksin kuat dan kemampuan menyemburkan bisa.Ular kobra tertarik pada kandang ayam karena keberadaan tikus, telur, dan anak ayam sebagai sumber makanan, serta area gelap, lembap, dan tersembunyi sebagai tempat berlindung.
Pengendalian hama tikus menjadi krusial untuk mencegah kobra, diikuti dengan penutupan semua celah dan lubang di kandang, serta pembersihan lingkungan rutin dari tumpukan barang atau vegetasi lebat. Pemasangan jaring kawat halus di bagian bawah kandang yang tertanam dalam tanah juga dapat mencegah masuknya kobra.
4. Ular Weling (Bungarus candidus)
Ular weling adalah ular berbisa tinggi yang sering ditemukan di sekitar kandang ayam, terutama di daerah pedesaan. Ular ini aktif di malam hari (nokturnal) dan memangsa ular lain, kadal, tikus, serta terkadang telur dan anak ayam, dengan bisa yang sangat mematikan.
Bisanya bersifat neurotoksin kuat yang dapat menyebabkan kelumpuhan pernapasan. Ular weling tertarik pada kandang ayam karena keberadaan tikus dan kadal, serta telur dan anak ayam yang mudah diakses. Mereka juga menyukai tempat gelap dan tersembunyi untuk berlindung di siang hari.
Untuk mengusirnya, pastikan lingkungan bersih dari tumpukan barang di malam hari, pasang penerangan yang cukup, tutup semua celah atau lubang di kandang, dan lakukan pengendalian hama tikus.
5. Ular Hijau Ekor Merah (Trimeresurus albolabris)
Ular hijau ekor merah, atau ular bangkai laut, adalah ular berbisa yang sering ditemukan di pepohonan atau semak belukar. Ular ini dapat masuk ke kandang ayam jika ada pohon atau semak yang menempel pada kandang, atau jika mencari mangsa seperti anak ayam.
Bisanya bersifat hemotoksin yang dapat menyebabkan pembengkakan dan kerusakan jaringan. Ular ini tertarik pada kandang ayam karena akses mudah dari cabang pohon atau semak yang menyentuh kandang, anak ayam atau burung kecil sebagai target mangsa, serta kandang yang rimbun sebagai tempat berlindung.
Cara mengusirnya adalah dengan memangkas semua cabang pohon atau semak yang terlalu dekat dengan kandang, menutup celah di atap atau dinding atas kandang, dan menjaga kebersihan lingkungan dari tumpukan daun atau sampah.
6. Ular Cincin Emas (Boiga dendrophila)
Ular cincin emas, atau ular tali pinggang, adalah ular berbisa ringan yang aktif di malam hari (nokturnal) dan arboreal. Ular ini dapat masuk ke kandang ayam untuk mencari telur atau anak ayam, terutama jika kandang memiliki akses dari atas atau samping yang rimbun.
Meskipun bisanya tidak mematikan bagi manusia dewasa, gigitannya bisa sangat menyakitkan. Ular cincin emas tertarik pada kandang ayam karena akses dari vegetasi yang menyentuh kandang, telur dan anak ayam sebagai mangsa yang mudah, serta aktivitas nokturnalnya saat ayam sedang tidur.
Untuk mengusirnya secara aman, pangkas semua vegetasi yang berdekatan dengan kandang, tutup semua celah di dinding dan atap kandang, dan sediakan penerangan yang cukup di malam hari.
7. Ular Air (Enhydris spp. / Homalopsis buccata)
Beberapa jenis ular air, seperti ular kadut (Homalopsis buccata) atau ular air tawar lainnya (Enhydris spp.), dapat masuk ke kandang ayam jika kandang berada di dekat sumber air atau mencari tempat berlindung yang lembap. Mereka juga dapat memangsa telur atau anak ayam jika ada kesempatan.
Ular air tawar lainnya juga dapat ditemukan di sawah atau parit dekat pemukiman. Ular air tertarik pada kandang ayam karena kedekatan dengan sumber air, tempat berlindung yang lembap, dan telur atau anak ayam sebagai mangsa oportunistik.
Untuk mengusirnya, pastikan area sekitar kandang memiliki drainase yang baik, bangun kandang sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah, tutup semua lubang atau celah di bagian bawah kandang, dan jaga kebersihan area di sekitar sumber air terdekat.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jenis Ular yang Sering Masuk Kandang Ayam dan Cara Mengusirnya Secara Aman
1. Mengapa ular sering masuk kandang ayam?Jawaban: Ular tertarik pada kandang ayam karena mencari sumber makanan seperti tikus, telur, dan anak ayam, serta tempat berlindung yang aman dan tersembunyi.
2. Bagaimana cara mengusir ular dari kandang ayam secara aman?
Jawaban: Cara aman meliputi menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, menutup semua celah, memasang pagar kawat kasa, mengendalikan hama tikus, dan menyediakan penerangan yang cukup.
3. Apakah semua ular yang masuk kandang ayam berbahaya?
Jawaban: Tidak semua ular berbisa, namun beberapa jenis seperti kobra dan weling sangat berbahaya. Penting untuk selalu berhati-hati dan tidak mendekati ular tanpa keahlian.
4. Apa peran tikus dalam menarik ular ke kandang ayam?
Jawaban: Tikus adalah mangsa utama bagi banyak jenis ular. Keberadaan tikus di kandang ayam karena sisa pakan akan menarik ular untuk datang mencari makanan.
5. Apakah ada bahan kimia yang efektif mengusir ular?
Jawaban: Penggunaan bahan kimia beracun atau repelan ular komersial seringkali tidak efektif dan dapat membahayakan ayam, hewan peliharaan, lingkungan, serta manusia. Lebih baik gunakan metode pencegahan fisik dan sanitasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)