7 Jenis Ular yang Bisa Muncul di Rumah Kosong dan Cara Mengamankannya

1 week ago 9

Liputan6.com, Jakarta Musim hujan seringkali meningkatkan frekuensi kemunculan ular di area pemukiman, termasuk rumah kosong. Fenomena ini bukanlah mitos belaka, melainkan perilaku alami ular yang dipicu oleh perubahan kondisi lingkungan. Ular mencari tempat berlindung yang aman, kehangatan, serta sumber makanan seperti tikus yang juga sering bermunculan saat musim hujan.

Perubahan cuaca ekstrem, seperti banjir atau genangan air, seringkali mengusir ular dari habitat aslinya. Kondisi ini mendorong mereka mencari tempat perlindungan yang lebih kering dan hangat di dalam rumah. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk mengenali jenis ular yang paling sering ditemukan di perumahan Indonesia, baik yang berbisa maupun tidak.

Memahami ciri-ciri fisik, kebiasaan, dan potensi bahaya setiap jenis ular akan membantu dalam mengambil tindakan pencegahan yang efektif demi menjaga keamanan dan ketenangan di rumah. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif jenis-jenis ular yang bisa muncul di rumah kosong saat musim hujan, alasan kemunculannya, dan cara mengamankannya secara tepat.

1. Ular Kobra Jawa

Ular kobra jawa dikenal sebagai salah satu spesies paling berbahaya yang bisa ditemukan di rumah kosong. Warna tubuhnya kecokelatan hingga hitam dengan ciri khas leher melebar ketika merasa terancam. Ular ini biasanya mencari tempat yang gelap, kering, dan jarang disentuh manusia.

Selain sifatnya agresif, kobra jawa memiliki bisa neurotoksin yang dapat menyerang sistem saraf manusia. Kehadirannya di rumah kosong sering tidak disadari karena ular ini mampu bersembunyi di tumpukan barang, kardus, atau lubang-lubang kecil. Kondisi rumah yang tidak dirawat membuat risiko kemunculannya semakin tinggi.

Untuk mengamankan rumah, pemilik harus menutup celah di pintu, merapikan barang menumpuk, dan memastikan tidak ada tikus sebagai sumber makanan ular. Menghubungi petugas pemadam kebakaran atau snake handler profesional sangat disarankan bila terlihat keberadaannya.

2. Ular Sanca Kembang

Ular sanca kembang merupakan ular besar yang sering memasuki rumah kosong untuk mencari tempat bertelur atau mengincar tikus. Ukurannya yang bisa mencapai beberapa meter membuat kehadirannya sangat mencolok. Meski tidak berbisa, lilitan ular ini sangat kuat dan berbahaya bagi hewan peliharaan.

Rumah yang memiliki plafon rusak atau ruang atap yang jarang dibersihkan menjadi tempat ideal bagi sanca kembang untuk bersembunyi. Ular ini juga sering masuk melalui got atau saluran air. Kehadirannya biasanya terdeteksi dari suara gesekan atau jejak kulit yang terkelupas.

Untuk mencegah masuknya sanca kembang, pastikan saluran air tertutup rapat, periksa area atap secara rutin, dan hilangkan akses masuk dari lubang-lubang besar. Jika ukurannya sudah terlalu besar, warga wajib meminta bantuan profesional.

3. Ular Hijau Ekor Merah

Ular hijau ekor merah adalah ular berbisa yang sering berada di area pepohonan tetapi dapat masuk ke rumah kosong jika habitatnya terganggu. Warna tubuhnya hijau terang dengan ekor merah oranye, membuatnya mudah dikenali. Meski kecil, bisanya dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri hebat.

Rumah kosong yang memiliki halaman rimbun atau tidak terawat menjadi tempat favorit bagi ular ini. Mereka bisa masuk melalui ventilasi atau lubang-lubang dinding menuju dalam rumah. Keberadaannya sering tidak terlihat karena mampu berkamuflase dengan dedaunan.

Pemilik rumah perlu memangkas tanaman liar, membersihkan pekarangan, dan memasang kawat pada ventilasi untuk mencegah masuknya ular. Saat bertemu langsung, hindari mendekat dan segera panggil petugas evakuasi ular.

4. Ular Welang (Banded Krait)

Ular welang dikenal dengan pola tubuh kuning-hitam seperti zebra. Meski tampak mencolok, ular ini sering masuk ke rumah yang lembap, gelap, dan jarang dibersihkan. Bisanya sangat kuat dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Kehadiran ular welang sering ditemukan di bawah tumpukan kayu, gudang, atau ruangan yang tidak terpakai. Pergerakannya lebih lambat dibandingkan ular berbisa lainnya, tetapi tetap berbahaya bila disentuh. Rumah kosong menjadi lokasi favorit karena minimnya gangguan manusia.

Untuk mencegah masuknya ular welang, pastikan area rumah tidak lembap, pasang penerangan cukup, dan periksa setiap sudut rumah secara berkala. Hindari menyentuh benda mencurigakan tanpa sarung tangan.

5. Ular Piton Batik

Jenis ular ini merupakan salah satu varian piton yang umum ditemukan di lingkungan rumah warga. Meski tidak berbisa, tubuhnya besar dan mampu memangsa hewan peliharaan seperti ayam atau kucing. Piton batik sering memasuki rumah kosong untuk mencari tempat istirahat yang aman.

Rumah yang gelap dan berantakan menjadi lokasi persembunyian ideal bagi piton batik. Ular ini lebih sering ditemukan di bagian bawah rumah, dapur lama, atau ruang penyimpanan yang jarang dikunjungi. Mereka senang berada di tempat sejuk dan lembap.

Salah satu cara mencegah kehadirannya adalah dengan menjaga kebersihan rumah dan memastikan tidak ada tikus berkeliaran. Lakukan pemeriksaan rutin terutama di area bawah rumah atau gudang.

6. Ular Sawah (Ricefield Snake)

Ular sawah biasanya hidup di area pertanian, namun dapat masuk ke rumah kosong saat habitatnya tergenang air. Ukurannya sedang dengan warna kecokelatan atau kehitaman. Meski tidak berbisa tinggi, ular ini bisa menggigit bila merasa terancam.

Rumah kosong yang dekat area persawahan memiliki risiko tinggi dimasuki jenis ular ini. Ia sering bersembunyi di kamar mandi, saluran pembuangan, atau ruang lembap lainnya. Jejak lumpur kadang menjadi tanda keberadaannya.

Untuk mencegahnya, pemilik rumah harus memastikan saluran air tertutup dan bebas kebocoran. Jaga agar kamar mandi tetap kering dan bersih agar tidak menarik ular sawah masuk ke dalam rumah.

7. Ular Kornet (Rat Snake)

Jenis ular tidak berbisa ini sering masuk rumah untuk mencari tikus sebagai makanan utamanya. Walau tidak berbahaya bagi manusia, kehadirannya tetap menimbulkan ketakutan. Ular ini memiliki tubuh ramping dengan warna cokelat atau abu-abu.

Rumah kosong yang dipenuhi tikus atau memiliki banyak celah dapat mengundang ular kornet masuk dan menjadikannya tempat berburu. Mereka biasanya berada di plafon, loteng, atau tumpukan kardus. Keberadaannya sering baru diketahui saat ular merayap keluar dari persembunyian.

Cara mengamankannya cukup sederhana: pastikan rumah bebas tikus, tutup celah dinding, dan bersihkan ruangan secara rutin. Meski jinak, ular tetap sebaiknya ditangani petugas bila muncul di dalam rumah.

Mengapa Ular Sering Muncul di Rumah Kosong Saat Musim Hujan?

Fenomena ular masuk rumah saat musim hujan bukanlah mitos, melainkan perilaku alami ular yang dipicu oleh perubahan kondisi lingkungan. Beberapa alasan utamanya meliputi:

  • Mencari Tempat Berlindung dari Genangan Air dan Banjir

    Musim hujan menyebabkan habitat alami ular, seperti lubang di tanah atau semak-semak, tergenang air atau bahkan banjir. Ular, yang bernapas dengan paru-paru, tidak dapat terus-menerus terendam air. Kondisi ekstrem ini memaksa mereka untuk meninggalkan sarangnya dan mencari tempat yang lebih kering, aman, dan tinggi. Rumah atau bangunan manusia seringkali menjadi pilihan alternatif yang menarik.

  • Mencari Kehangatan

    Ular adalah hewan berdarah dingin (ektotermik) yang suhu tubuhnya bergantung pada suhu lingkungan. Saat musim hujan, suhu udara cenderung lebih dingin dan lembap, membuat mereka rentan terhadap hipotermia. Oleh karena itu, ular akan mencari tempat yang lebih hangat dan terisolasi, seperti di bawah perabotan atau di sudut-sudut ruangan yang menawarkan suhu stabil.

  • Mencari Mangsa

    Hewan pengerat seperti tikus, katak, dan serangga, yang merupakan makanan utama ular, juga sering mencari perlindungan di dalam rumah saat hujan. Peningkatan populasi mangsa ini menarik ular untuk mendekat ke area pemukiman manusia. Keberadaan tikus di dalam rumah menjadi daya tarik tersendiri bagi ular, menjadikan rumah bukan hanya tempat berlindung tetapi juga lokasi perburuan yang strategis.

  • Musim Kawin dan Penetasan Telur

    Musim hujan juga bertepatan dengan musim kawin dan penetasan telur bagi beberapa jenis ular. Peningkatan aktivitas reproduksi ini menyebabkan lebih banyak ular dewasa bergerak mencari pasangan, dan kemudian anak-anak ular yang baru menetas juga akan menyebar mencari tempat berlindung dan makanan. Induk ular, khususnya kobra, menaruh telurnya di sekitar rumah pada bulan Agustus-September, dan telur-telur tersebut menetas pada bulan Oktober-Desember.

Langkah Efektif Mengamankan Rumah dari Ular

Untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah, terutama saat musim hujan, beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan secara proaktif.

  1. Jaga Kebersihan dan Kerapian Lingkungan Rumah

    Pastikan tidak ada sisa makanan atau sampah yang dapat menarik hewan pengerat, yang merupakan mangsa ular. Bersihkan area tempat ular berpotensi bersembunyi dan buang tumpukan barang yang tidak perlu. Rumah yang rapi dan bersih tidak hanya nyaman bagi penghuni, tetapi juga kurang menarik bagi ular.

  2. Tutup Setiap Celah dan Lubang Potensial

    Periksa dan tutup celah atau lubang di dinding, lantai, dan atap yang dapat menjadi jalan masuk hewan. Ular dapat masuk melalui celah kecil atau lubang yang tidak disadari. Pastikan pintu dan jendela terpasang rapat atau gunakan kasa untuk mencegah ular masuk.

  3. Kurangi Populasi Tikus dan Katak di Sekitar Rumah

    Hewan pengerat seperti tikus adalah sumber makanan utama bagi ular. Pastikan rumah tidak memiliki masalah tikus dengan menjaga kebersihan dan menutup setiap potensi sumber makanan mereka. Pasang jebakan tikus di tempat-tempat strategis untuk mengendalikan populasi.

  4. Pangkas Rumput dan Rapikan Tanaman

    Pangkas rumput hingga pendek dan rapikan tanaman semak di sekitar rumah. Ular suka bersembunyi di balik semak atau rumput tinggi karena mereka hewan berdarah dingin. Tanaman yang terlalu rimbun dapat menarik hewan kecil dan ular untuk bersembunyi.

  5. Hindari Menumpuk Barang di Area Gelap dan Lembap

    Ular suka bersembunyi di tumpukan barang, entah di pojok kamar, di halaman, atau di gudang. Rapikan barang-barang agar tidak menyisakan celah bagi ular untuk bersembunyi dan berdiam diri.

  6. Pasang Saringan di Saluran Air dan Lubang Pembuangan

    Ular dapat masuk melalui saluran air atau lubang pembuangan. Pasang kawat pada saluran pembuangan dan saringan di saluran air untuk menghalangi akses mereka ke dalam rumah.

  7. Gunakan Aroma yang Tidak Disukai Ular

    Aroma tajam bawang putih dan bawang bombay bisa mencegah dan mengusir ular karena mengandung asam sulfonat. Beberapa jenis tanaman pengusir ular yang diketahui baunya sangat dibenci ular adalah lidah mertua, marigold, tanaman sereh, dan daun mint. Gunakan juga pembersih lantai dengan aroma menyengat seperti karbol atau Wipol, karena ular tidak menyukai bau yang tajam.

  8. Pelihara Hewan Pengusir Ular Alami

    Memelihara hewan seperti kucing, terutama kucing kampung, dapat membantu menghalau ular yang mau masuk ke rumah. Kucing memiliki insting pemburu yang kuat dan seringkali dapat mendeteksi serta mengusir ular.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Apa tanda-tanda rumah kosong dimasuki ular?

Beberapa tanda yang umum terlihat adalah adanya kulit ular yang terkelupas, bau khas reptil, suara gesekan, serta jejak tanah atau lumpur.

2. Mengapa ular sering masuk ke rumah saat musim hujan?

Karena habitat asli mereka tergenang air, sehingga ular mencari tempat lebih kering, hangat, dan aman seperti rumah kosong.

3. Apa yang harus dilakukan jika menemukan ular di dalam rumah?

Jangan panik, jangan mendekat, dan segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau penangan ular profesional untuk evakuasi aman.

4. Bagaimana cara mencegah ular masuk ke rumah?

Tutup semua celah, bersihkan halaman, buang tumpukan barang, kurangi populasi tikus, dan jaga agar rumah tetap terang dan kering.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |