Liputan6.com, Jakarta Ular dengan warna cerah sering menarik perhatian karena tampak cantik dan unik. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa warna mencolok sering menjadi tanda bahaya. Oleh karena itu, mengenali jenis-jenisnya sangat penting untuk keselamatan.
Warna cerah dapat menjadi mekanisme pertahanan alami yang menunjukkan bahwa ular tersebut beracun. Banyak orang yang tidak sengaja mendekatinya karena tertarik dengan tampilan fisiknya. Padahal, bahaya bisa muncul dalam hitungan detik.
Pengetahuan mengenai ular berwarna cerah perlu dimiliki terutama bagi orang yang sering beraktivitas di alam. Hal ini membantu Anda lebih waspada ketika berada di hutan, kebun, atau area terbuka. Pengenalan visual sederhana bisa mencegah risiko yang lebih besar.
Artikel ini merangkum beberapa jenis ular berwarna cerah yang tampak memukau namun menyimpan potensi bahaya. Penjelasan ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih berhati-hati. Ular-ular ini tidak boleh diremehkan meski tampilannya indah.
Ular Welang (Banded Krait - Bungarus fasciatus)
Ular welang (Bungarus fasciatus) dikenal dengan pola warna kuning dan hitam yang membentuk cincin di sekujur tubuhnya, menjadikannya terlihat sangat cantik. Namun, di balik keindahannya, ular ini menyimpan racun neurotoksin kuat yang dapat menyebabkan koma dan bahkan menghentikan jantung korbannya. Racun ini bekerja dengan menyerang sistem saraf, sehingga penanganan medis segera sangat dibutuhkan.
Ular welang memiliki panjang rata-rata sekitar 2,20 hingga 2,45 meter dan tersebar luas di Indonesia. Spesies ini cenderung lebih aktif pada malam hari untuk berburu mangsa. Kulitnya yang dominan hitam membantu ular welang berkamuflase dengan baik dalam kegelapan malam, sehingga sulit terlihat oleh mangsa maupun predator.
Meskipun penampilannya memukau, keberadaan ular welang di alam harus selalu diwaspadai. Aktivitas malam hari di area yang diketahui menjadi habitat ular ini memerlukan kehati-hatian ekstra. Mengenali pola cincin kuning dan hitamnya adalah kunci untuk menghindari kontak langsung yang berpotensi membahayakan.
Ular Karang (Coral Snake)
Ular karang adalah kelompok besar ular elapid yang terkenal dengan pola cincin berwarna merah, hitam, dan kuning (atau putih) yang membentang di tubuhnya. Meskipun penampilannya mencolok, gigitan ular karang berpotensi menyebabkan neurotoksisitas parah, termasuk kegagalan pernapasan total jika tidak segera diobati. Bisa ular karang mengandung neurotoksin kuat yang melumpuhkan otot pernapasan.
Gejala gigitan ular karang dapat muncul beberapa jam setelah kejadian, meliputi pembengkakan, mual, muntah, bicara cadel, penglihatan ganda, kelopak mata terkulai, kedutan otot, kelemahan, hingga kelumpuhan. Salah satu jenisnya, Ular Karang Biru Malaya (Calliophis bivirgata), memiliki warna biru tua dengan kepala dan ekor merah cerah yang sangat mencolok.
Bisa ular karang biru sangat kuat, mampu memicu semua saraf korban bekerja sekaligus, menyebabkan kejang seluruh tubuh, kelumpuhan, dan kematian cepat. Ular ini juga memiliki kelenjar bisa terpanjang dari semua ular, memanjang hingga seperempat panjang tubuhnya. Keberadaan ular karang, terutama yang berwarna cerah, menjadi peringatan serius bagi para penjelajah alam.
Ular Kepala Merah (Red-headed Krait - Bungarus flaviceps)
Ular kepala merah (Bungarus flaviceps) menampilkan kontras warna yang menakjubkan dengan tubuh hitam atau biru kehitaman yang tajam, dipadukan kepala dan terkadang ekor berwarna merah cerah. Ular ini sangat berbisa dan memiliki neurotoksin kuat yang menyerang sistem saraf, berpotensi menyebabkan kelumpuhan dan kematian akibat sesak napas. Meskipun gigitannya jarang dilaporkan, bisanya sangat mematikan.
Ular kepala merah umumnya bersifat jinak saat didekati, namun kemampuan menyerangnya dari berbagai arah tanpa posisi defensif dapat mengejutkan. Mereka aktif pada malam hari, menjadikannya sangat berbahaya bagi siapa pun yang beraktivitas di habitatnya pada jam-jam tersebut. Keindahan warnanya tidak mengurangi tingkat bahaya yang dimilikinya.
Spesies ini biasanya ditemukan di hutan dataran rendah, perbukitan, dan pegunungan rendah di bawah ketinggian 900 meter. Oleh karena itu, saat menjelajahi area hutan, terutama setelah senja, penting untuk selalu waspada terhadap keberadaan ular kepala merah ini. Mengenali ciri khas warna kepalanya dapat membantu identifikasi dini.
Ular Laut Perut Kuning (Yellow-bellied Sea Snake - Hydrophis platurus)
Ular laut perut kuning (Hydrophis platurus) memiliki kombinasi warna yang sangat mencolok: hitam atau coklat tua di bagian atas dan perut kuning cerah. Pola warna ini berfungsi sebagai peringatan alami bahwa ular tersebut sangat berbisa dan mungkin tidak enak dimakan oleh predator. Ular ini memiliki bisa neurotoksin mematikan yang dapat menyebabkan kelemahan progresif dan kelumpuhan otot, berujung pada kegagalan pernapasan.
Meskipun bisanya sangat beracun, ular laut perut kuning umumnya tidak agresif dan jarang menggigit manusia, kecuali jika merasa terancam, ditangani, atau diprovokasi. Gigitan ular ini jarang terjadi, namun gejalanya bisa meliputi nyeri hebat di lokasi gigitan, bengkak, mual, muntah, dan kelemahan otot. Dalam kasus yang parah, kesulitan bernapas dan kelumpuhan dapat terjadi.
Ular ini hidup di perairan tropis dan subtropis di seluruh dunia, sering terlihat mengapung di permukaan laut. Meskipun jarang menimbulkan ancaman langsung bagi manusia di darat, para penyelam atau nelayan harus tetap berhati-hati. Kehadiran warna kuning cerah pada perutnya adalah sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Ular Hijau Mamba Timur (Eastern Green Mamba - Dendroaspis angusticeps)
Ular hijau mamba timur (Dendroaspis angusticeps) adalah ular ramping dengan punggung hijau cerah dan sisik perut hijau-kuning. Ular ini sangat berbisa, meskipun bisanya dianggap paling tidak beracun di antara tiga spesies mamba hijau. Bisanya bekerja cepat dan mengandung neurotoksin serta kardiotoksin, yang menyebabkan sindrom kelemahan progresif dan melumpuhkan paru-paru hingga menyebabkan kematian.
Meskipun sangat berbisa, ular ini umumnya pemalu dan cenderung menghindar dari manusia. Sebagian besar kasus gigitan terjadi ketika ular merasa terpojok atau diprovokasi, seringkali pada penangkap ular atau penjaga kebun binatang. Gigitan dari ular ini memerlukan penanganan medis sesegera mungkin, meskipun volume bisa yang disuntikkan seringkali kecil.
Ular hijau mamba timur merupakan penghuni asli wilayah pesisir Afrika Timur bagian selatan. Keindahan warna hijaunya yang menyatu dengan dedaunan membuatnya sulit terlihat di habitat alaminya. Oleh karena itu, saat berada di hutan atau area bervegetasi lebat di wilayah tersebut, penting untuk selalu waspada dan tidak sembarangan menyentuh dahan atau semak-semak.
Ular Viper Gaboon (Gaboon Viper - Bitis gabonica)
Ular viper Gaboon (Bitis gabonica) memiliki pola warna yang menakjubkan, kombinasi coklat muda dan gelap, merah muda, serta ungu yang tersusun dalam bentuk berlian dan garis-garis di sepanjang punggungnya. Pola ini berfungsi sebagai kamuflase yang sangat efektif di habitat aslinya, membantu ular ini menyatu sempurna dengan serasah daun di lantai hutan. Ular ini adalah viper terbesar di Afrika, dengan taring terpanjang (hingga 5 cm) dan hasil bisa tertinggi dari semua ular berbisa.
Bisanya mengandung neurotoksin dan hemotoksin, yang bekerja dengan menghancurkan sel darah dan pembuluh darah, menyebabkan kerusakan jaringan parah. Meskipun memiliki bisa mematikan, ular viper Gaboon dikenal memiliki sifat tenang dan sangat jarang menggigit manusia. Sebagian besar insiden gigitan terjadi ketika ular tidak sengaja terinjak sebelum sempat melarikan diri.
Ular ini dapat tumbuh hingga 2,2 meter dengan berat mencapai 10 kg, menjadikannya salah satu ular yang paling mengesankan secara fisik. Meskipun demikian, perilakunya yang tidak agresif tidak boleh membuat kita lengah. Saat berjalan di hutan Afrika, terutama di area yang banyak serasah daun, kehati-hatian ekstra sangat diperlukan untuk menghindari kontak tak sengaja dengan viper Gaboon yang cantik namun mematikan ini.
Ular Kobra Raja (King Cobra - Ophiophagus hannah)
Kobra raja (Ophiophagus hannah) adalah ular berbisa terbesar di dunia, dengan panjang yang bisa mencapai 5,6 meter, meskipun sebagian besar tidak melebihi 3,6 meter. Ular ini memiliki variasi warna yang beragam, mulai dari kuning, hijau, coklat, hingga hitam, seringkali dihiasi dengan garis melintang atau chevron kekuningan atau putih yang mencolok. Penampilannya yang megah dan ukurannya yang besar membuatnya mudah dikenali.
Bisanya sangat kuat dan mengandung neurotoksin yang dapat melumpuhkan sistem saraf. Satu gigitan kobra raja mampu membunuh sepuluh orang dewasa dalam satu serangan, menunjukkan tingkat bahaya yang luar biasa. Racun ini bekerja cepat, menyebabkan kelumpuhan dan gagal napas jika tidak segera ditangani dengan antivenom.
Kobra raja tersebar luas di Asia Tenggara, mulai dari India utara hingga Tiongkok selatan, termasuk Semenanjung Malaya dan Indonesia bagian barat. Keberadaannya di hutan-hutan tropis menjadikan ular ini sebagai salah satu predator puncak yang paling dihormati. Pertemuan dengan kobra raja di alam harus dihindari sebisa mungkin, dan selalu menjaga jarak aman adalah tindakan terbaik.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
Apa saja jenis ular berwarna cerah yang berbahaya?
Beberapa jenis ular berwarna cerah yang berbahaya antara lain Ular Welang, Ular Karang, Ular Kepala Merah, Ular Laut Perut Kuning, Ular Hijau Mamba Timur, Ular Viper Gaboon, dan Ular Kobra Raja.
Mengapa ular berwarna cerah seringkali berbahaya?
Warna cerah pada ular sering berfungsi sebagai aposematisme, yaitu sinyal peringatan kepada predator bahwa ular tersebut berbisa atau beracun. Ini adalah mekanisme pertahanan diri alami.
Bagaimana cara mengenali ular welang dan ular karang?
Ular welang memiliki pola cincin kuning dan hitam. Ular karang umumnya memiliki pola cincin merah, hitam, dan kuning (atau putih) di tubuhnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427662/original/074436000_1764405599-desain_teras_kecil_tapi_longgar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427557/original/006454100_1764395808-model_gamis_longgar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427540/original/079115400_1764394651-model_gamis_woolpeach.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418576/original/019602200_1763622219-Gemini_Generated_Image_bhu2n9bhu2n9bhu2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4186583/original/033169100_1665391530-SVOD_-_Go_Go_Squid_-_Poster_Landscape__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379366/original/064024100_1760342880-Gemini_Generated_Image_k09528k09528k095.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427600/original/081786700_1764399970-unnamed_-_2025-11-29T140315.653.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427583/original/038793800_1764398290-unnamed_-_2025-11-29T133706.230.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427469/original/035461200_1764389837-kebun_mini_di_balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427532/original/056138500_1764394611-unnamed_-_2025-11-29T123454.290.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403869/original/062616900_1762339506-ular_kecil__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427449/original/000760300_1764388798-Cover___Lead__8_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427382/original/078277900_1764384996-unnamed_-_2025-11-29T095239.039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427436/original/034359700_1764388266-model_gamis_chiffon_flowy__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311486/original/045216400_1754885061-ChatGPT_Image_Aug_11__2025__11_01_20_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427406/original/065025500_1764386466-unnamed_-_2025-11-29T100931.357.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3988054/original/054672600_1649316223-eduardo-jaeger-K7FJOFiCmOU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427395/original/053252400_1764385572-301b5cfb-aa90-4aa9-90cf-010c50b6899c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427376/original/005091900_1764383918-090f8ff3-10df-410d-b1f3-1f1fc46b9fd0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427229/original/037745600_1764337636-pexels-shardar-tarikul-islam-84327533-8983394.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5317655/original/048753600_1755399607-Screenshot_2025-08-17_095559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324162/original/055401400_1755843647-20250822-Lisa_M-HEL_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3955423/original/001688200_1646706636-hands-waving-flags-indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303579/original/041631700_1754114018-Gemini_Generated_Image_ruwvxaruwvxaruwv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307626/original/077318000_1754473554-bende4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5302883/original/072474400_1754037653-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_15.36.16_1c69c972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291523/original/075298800_1753175918-Gemini_Generated_Image_pszk0vpszk0vpszk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320725/original/097582500_1755607274-gal1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)