Liputan6.com, Jakarta - Memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah untuk budidaya ikan kini menjadi tren produktif yang diminati banyak kalangan, terutama bagi masyarakat perkotaan. Metode budidaya di kolam terpal menawarkan solusi efisien untuk menghasilkan sumber protein mandiri atau bahkan penghasilan tambahan. Keterbatasan lahan bukan lagi penghalang untuk mendapatkan panen yang melimpah dan berkualitas, berkat teknologi seperti kolam terpal, sistem bioflok, hingga budikdamber.
Keberhasilan dalam budidaya ikan di lahan terbatas sangat bergantung pada pemilihan jenis ikan yang tepat. Beberapa spesies ikan konsumsi memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi air yang minim oksigen dan kepadatan tebar yang tinggi, menjadikannya ideal bagi pemula. Selain itu, siklus panen yang relatif singkat juga menjadi faktor penting untuk perputaran modal yang efisien dan keuntungan optimal.
Berikut jenis ikan konsumsi yang cocok untuk kolam terpal, dilengkapi dengan tips budidaya agar Anda bisa meraih panen melimpah dari lahan sempit, Selasa (6/1/2026).
1. Ikan Lele: Primadona Budidaya Kolam Terpal
Ikan lele merupakan salah satu primadona budidaya di kolam terpal karena ketahanannya yang luar biasa dan kemampuannya tumbuh cepat. Ikan ini sangat tahan terhadap kondisi air dengan minim oksigen dan dapat dibudidayakan di lahan sempit. Permintaan pasar terhadap ikan lele stabil dan luas, mencakup konsumsi rumah tangga dan industri katering, serta ketersediaan pakan yang terjangkau turut mendukung daya tarik budidaya ini.
Budidaya ikan lele memiliki siklus panen yang cepat, yaitu sekitar 2,5 hingga 4 bulan. Beberapa sumber bahkan menyebutkan panen bisa dilakukan dalam waktu 40 hari dengan manajemen yang tepat. Perawatan budidaya lele di kolam terpal mudah dilakukan, bahkan untuk pemula.
Persiapan kolam meliputi pembersihan terpal dengan sabun, pembilasan, pengeringan, dan pengaplikasian desinfektan alami. Air kolam perlu didiamkan selama 7-10 hari untuk pembentukan lumut dan fitoplankton sebelum bibit ditebar.
2. Ikan Nila: Pertumbuhan Cepat dan Adaptif
Ikan nila sangat populer karena pertumbuhannya yang cepat dan toleransinya terhadap berbagai kondisi lingkungan. Nila dapat ditebar dengan kepadatan tinggi di kolam terpal bulat tanpa memerlukan lahan yang luas, terutama dengan sistem bioflok. Ikan ini mudah dipelihara, cepat tumbuh, dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Ikan nila bisa dipanen dalam 4–6 bulan setelah mencapai ukuran konsumsi, yaitu sekitar 300–500 gram per ekor. pH air ideal untuk nila sekitar 6,5–8,5, suhu 25–30°C, dan kadar oksigen yang cukup. Penting untuk memilih benih yang sehat, lincah, dan berukuran seragam, di mana bibit nila jantan cenderung tumbuh lebih cepat.
3. Ikan Mas: Komoditas Populer dengan Perawatan Mudah
Ikan mas merupakan komoditas perikanan yang populer di Indonesia dan mudah diternakkan di kolam terpal. Budidaya ikan mas di kolam terpal menjadi pilihan yang efisien dan efektif karena biaya yang relatif lebih rendah dan perawatan yang mudah. Ikan mas dapat mencapai berat 1 kg dalam waktu 4 hingga 5 bulan.
pH air yang baik untuk ikan mas adalah 6,5 hingga 8 dengan suhu sekitar 25 hingga 30 derajat Celcius. Pergantian air 20-30% setiap pekan disarankan untuk menjaga kualitas air. Permintaan pasar yang konsisten dan harga jual yang stabil menjadikan budidaya ikan mas berpotensi menguntungkan.
4. Ikan Patin: Pertumbuhan Masif dan Tahan Banting
Ikan patin memiliki tekstur daging yang lembut dan pertumbuhan yang masif. Ikan ini dapat dipelihara di kolam terpal sedang asalkan manajemen air dan pemberian pakan dilakukan secara rutin. Ikan patin memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai berat 1 kilogram dalam waktu singkat.
Umumnya, ikan patin siap dipanen saat usia 4 hingga 6 bulan dengan ukuran sekitar 700 gram hingga 1 kilogram per ekor. Ikan patin tahan terhadap perubahan suhu air dan kepadatan yang tinggi. Meskipun tahan banting, ikan patin membutuhkan air yang bersih dan oksigen yang cukup untuk tumbuh dengan baik, sehingga penggantian air secara rutin (sekali dalam 2-3 minggu) disarankan untuk membuang sisa kotoran.
Kolam terpal untuk patin sebaiknya menggunakan terpal berkualitas baik (tingkat ketebalan A5/A6) agar awet hingga 5 tahun. Kedalaman kolam patin sebaiknya antara 1,5 hingga 2 meter.
5. Ikan Gurame: Nilai Ekonomi Tinggi dan Panen Menguntungkan
Ikan gurame dikenal sebagai ikan konsumsi yang memiliki rasa lezat dan nilai jual tinggi. Walaupun pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan lele, gurame memiliki harga jual yang stabil dan tinggi. Gurame biasanya siap panen setelah 6-8 bulan dengan berat sekitar 1-1,5 kg per ekor.
Ikan gurame dapat tumbuh optimal pada suhu air antara 28-30 derajat Celcius dan kepadatan 5-10 ekor/m². Ikan ini membutuhkan air yang bersih dan makanan yang cukup. Budidaya gurame di kolam terpal memungkinkan penghematan lahan, waktu, dan biaya produksi, serta kolam terpal juga lebih mudah dipindahkan atau dibongkar pasang.
6. Ikan Gabus: Potensi Medis dan Nilai Ekonomis Tinggi
Ikan gabus kini banyak dilirik karena nilai ekonomisnya yang tinggi, terutama untuk kebutuhan medis. Permintaan pasar terhadap ikan gabus terus meningkat karena manfaat kesehatannya, dan harga jualnya lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Proses budidaya ikan gabus relatif mudah karena ikan ini memiliki daya tahan yang baik.
Ikan gabus bisa hidup di kolam dengan air yang tenang dan minim sirkulasi. Budidaya gabus dapat dilakukan dalam skala kecil dengan modal awal yang terjangkau dan dapat dibudidayakan di kolam terpal, menawarkan fleksibilitas lokasi.
7. Ikan Bawal Air Tawar: Pertumbuhan Cepat dan Pasar Stabil
Ikan bawal air tawar memiliki pertumbuhan cepat dan cocok untuk dibudidayakan di kolam kecil. Bentuk tubuhnya yang pipih dan dagingnya yang padat menjadikan bawal pilihan konsumsi menarik. Ikan ini dapat mencapai ukuran panen dalam waktu sekitar 4 hingga 5 bulan.
Siklus panen yang relatif singkat memungkinkan perputaran modal yang efisien. Permintaan pasar terhadap bawal air tawar cukup stabil, menjadikannya pilihan yang layak untuk diversifikasi produk ikan konsumsi. Kemampuan adaptasinya terhadap berbagai kondisi lingkungan juga mendukung kemudahan budidaya.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Apa saja jenis ikan konsumsi yang cocok untuk kolam terpal?
Jenis ikan konsumsi yang cocok untuk kolam terpal meliputi lele, nila, mas, patin, gurame, mujair, gabus, dan bawal air tawar, yang dikenal mudah dipelihara dan cepat panen.
2. Berapa lama waktu panen ikan lele di kolam terpal?
Ikan lele di kolam terpal memiliki siklus panen yang cepat, yaitu sekitar 2,5 hingga 4 bulan, bahkan ada yang menyebutkan bisa dipanen dalam waktu 40 hari dengan manajemen yang tepat.
3. Mengapa ikan nila populer untuk budidaya di kolam terpal?
Ikan nila populer karena pertumbuhannya yang cepat, toleransinya terhadap berbagai kondisi lingkungan, dan kemampuannya ditebar dengan kepadatan tinggi di kolam terpal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4198302/original/043556500_1666264639-shutterstock_1512654956.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423420/original/003871000_1764061981-Menggoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465281/original/051871800_1767763718-Pakan_Ternak_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464591/original/053798500_1767695765-kamar_mandi_lembab_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465907/original/015748300_1767779912-Detergen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458199/original/012280200_1767074008-Kebun_Sayur_dari_Botol_Bekas_yang_Cocok_untuk_Hiasan_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465794/original/008294800_1767776622-model4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3211959/original/094472000_1597727288-wastafel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5228947/original/067300900_1747900323-f94905fe-9af1-49af-95d4-5d5d894ed04b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465756/original/034701800_1767775650-rumah_subsidi_pagar_rendah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465684/original/063900500_1767773775-noda_kunyit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466016/original/064324600_1767790256-KEbun_Sayur_di_Talang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465666/original/079938300_1767773449-Pagar_Besi_Rel_Atas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465623/original/068657700_1767772650-ilustrasi1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460479/original/070294400_1767252745-gambar5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4856857/original/046820500_1717773693-20240606_125556.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465613/original/047853100_1767772190-cincin_hadian_pernikahan_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460826/original/050398800_1767322846-Ide_jualan_camilan_di_bulan_Ramadhan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465865/original/093041000_1767778449-wastafel_dapur.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347777/original/072783500_1757736538-hl_39393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347356/original/093309300_1757667913-Gemini_Generated_Image_k68zk1k68zk1k68z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344811/original/023366400_1757493743-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345053/original/058577600_1757501490-01325d16-633b-4633-90e6-950efdbca489.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344370/original/041842400_1757484704-ChatGPT_Image_Sep_10__2025__12_58_44_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344958/original/029872800_1757497950-hl1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354601/original/013523100_1758259145-ChatGPT_Image_Sep_19__2025__12_08_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5333184/original/050501600_1756610400-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354530/original/059277200_1758256607-Gemini_Generated_Image_5vkn9p5vkn9p5vkn.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354654/original/036226500_1758261026-Gemini_Generated_Image_9notrf9notrf9not.jpg)