Liputan6.com, Jakarta - Memiliki penghasilan tambahan dari rumah menjadi impian banyak ibu rumah tangga (IRT). Kabar baiknya, peluang tersebut tidak selalu membutuhkan lahan luas atau modal besar. Saat ini, ada berbagai jenis ternak mini yang bisa dijalankan di pekarangan sempit, halaman belakang, bahkan di sudut rumah yang tidak terpakai.
Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, ternak mini juga berpotensi menjadi sumber pemasukan rutin. Dengan perawatan yang relatif mudah dan biaya operasional yang tidak terlalu tinggi, usaha ini cocok bagi IRT yang ingin tetap produktif sambil mengurus keluarga. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber beberapa ide ternak mini yang hasilnya bisa dijual untuk menambah uang dapur.
1. Ternak Lele dalam Ember
Lele dalam ember atau budikdamber menjadi pilihan favorit karena bisa dilakukan di lahan yang sangat terbatas. Satu ember berukuran 80 liter dapat menampung puluhan benih lele sekaligus.
Estimasi Modal Awal:
Ember besar: Rp80.000–Rp150.000
Benih lele 100 ekor: Rp30.000–Rp50.000
Pakan awal: Rp100.000–Rp150.000
Total modal: sekitar Rp250.000–Rp350.000.
Cara Perawatan:
- Beri pakan 2–3 kali sehari.
- Ganti sebagian air setiap 1–2 minggu.
- Hindari kepadatan ikan yang berlebihan.
- Pisahkan ikan yang sakit atau pertumbuhannya terlalu lambat.
Potensi Keuntungan: Dalam waktu sekitar 2 hingga 3 bulan, lele sudah bisa dipanen dan dijual ke tetangga, warung makan, atau pasar tradisional. Permintaan ikan lele yang stabil membuat peluang usaha ini cukup menjanjikan.
Dari satu siklus budidaya, keuntungan bersih bisa mencapai Rp150.000–Rp500.000 tergantung jumlah panen dan harga jual di daerah masing-masing.
Keuntungan lainnya, sistem budidaya lele dalam ember bisa dikombinasikan dengan menanam sayuran di bagian atas ember sehingga lebih hemat tempat.
2. Ternak Puyuh Petelur
Puyuh dikenal sebagai unggas yang cepat bertelur dan tidak memerlukan kandang yang terlalu besar. Burung puyuh dikenal memiliki masa produktif yang cepat dibandingkan ayam petelur Telurnya banyak dicari untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner.
Estimasi Modal Awal:
Kandang sederhana: Rp300.000–Rp700.000
Bibit puyuh 50 ekor: Rp250.000–Rp400.000
Pakan awal: Rp150.000–Rp250.000
Total modal: sekitar Rp700.000–Rp1,3 juta.
Cara Perawatan:
- Pastikan kandang bersih dan kering.
- Berikan pakan berkualitas setiap hari.
- Sediakan air minum yang cukup.
- Jaga sirkulasi udara agar puyuh tidak stres.
Potensi Keuntungan: Seekor puyuh dapat menghasilkan hampir satu telur per hari. Dengan 50 ekor puyuh produktif, hasil penjualan telur dapat memberikan tambahan pemasukan ratusan ribu rupiah setiap bulan. Dalam usia sekitar 6 hingga 7 minggu, puyuh sudah mulai menghasilkan telur.
3. Ternak Jangkrik
Jangkrik memiliki pasar yang luas karena dibutuhkan sebagai pakan burung, ikan hias, dan reptil. Budidayanya cocok dilakukan di rumah dengan memanfaatkan kotak kayu atau kandang sederhana.
Estimasi Modal Awal:
Kotak ternak: Rp200.000–Rp400.000
Bibit jangkrik: Rp100.000–Rp200.000
Pakan: Rp50.000–Rp100.000
Total modal: sekitar Rp350.000–Rp700.000.
Cara Perawatan:
- Jaga kelembapan kandang.
- Berikan pakan berupa sayuran segar dan pakan tambahan.
- Hindari gangguan semut dan tikus.
- Bersihkan kandang secara berkala.
Potensi Keuntungan: Siklus panennya juga tergolong cepat, yakni sekitar 30 hingga 45 hari. Satu siklus budidaya sekitar 30–45 hari. Jika pemasaran berjalan baik, keuntungan bisa mencapai Rp300.000–Rp1 juta per periode panen.
4. Ternak Cacing Tanah
Meski terdengar kurang populer, cacing tanah memiliki nilai ekonomi yang menarik. Cacing sering dibutuhkan untuk pakan ikan, bahan pupuk organik, hingga kebutuhan industri tertentu.
Ternak cacing dapat dilakukan menggunakan kotak plastik, bak semen kecil, atau wadah sederhana lainnya. Pakan yang digunakan pun berasal dari limbah organik rumah tangga seperti sisa sayuran dan daun kering.
Selain menghasilkan cacing, peternak juga dapat menjual kascing atau pupuk hasil budidaya cacing yang banyak diminati para penghobi tanaman.
Cacing tanah memiliki banyak manfaat, mulai dari bahan pupuk organik hingga pakan ikan dan unggas. Budidayanya termasuk salah satu yang paling hemat tempat.
Estimasi Modal Awal:
Wadah budidaya: Rp100.000–Rp200.000Bibit cacing: Rp150.000–Rp300.000Media tanam: Rp50.000–Rp100.000Total modal: sekitar Rp300.000–Rp600.000.
Cara Perawatan:
- Gunakan media yang lembap.
- Beri pakan berupa limbah organik rumah tangga.
- Hindari paparan sinar matahari langsung.
- Jaga kelembapan media secara rutin.
Potensi Keuntungan: Selain menjual cacing, peternak juga bisa menjual pupuk kascing yang dihasilkan. Penghasilan tambahan dapat mencapai ratusan ribu rupiah setiap bulan.
5. Ternak Kelinci Pedaging
Kelinci pedaging menjadi peluang usaha yang menarik karena pertumbuhannya cepat dan kemampuan berkembang biaknya tinggi. Hewan ini relatif mudah dirawat dan tidak membutuhkan area yang terlalu luas. Pakan utamanya berupa rumput, hijauan, dan beberapa jenis sayuran yang mudah ditemukan.
Estimasi Modal Awal:
Kandang: Rp500.000–Rp1 juta
Indukan 2 pasang: Rp600.000–Rp1,2 juta
Pakan awal: Rp100.000–Rp200.000
Total modal: sekitar Rp1,2 juta–Rp2,4 juta.
Cara Perawatan:
- Bersihkan kandang setiap hari.
- Berikan pakan hijauan dan pelet.
- Sediakan air minum yang cukup.
- Pisahkan kelinci yang sedang bunting atau sakit.
Potensi Keuntungan: Anak kelinci dapat dijual saat berusia beberapa bulan. Jika berkembang biak dengan baik, keuntungan bisa mencapai jutaan rupiah dalam beberapa siklus pemeliharaan.
6. Ternak Ayam Kampung Skala Rumahan
Ayam kampung dikenal lebih tahan terhadap kondisi lingkungan dibandingkan beberapa jenis ayam lainnya. Jika dikelola dengan baik, hasil penjualan telur maupun ayam siap panen dapat menjadi tambahan pemasukan yang cukup menjanjikan.
Kotoran ayam juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman di pekarangan rumah.
Estimasi Modal Awal:
Kandang sederhana: Rp500.000–Rp1 juta
DOC atau bibit ayam 50 ekor: Rp300.000–Rp600.000
Pakan awal: Rp300.000–Rp500.000
Total modal: sekitar Rp1,1 juta–Rp2,1 juta.
Cara Perawatan:
- Beri pakan dan air minum secara teratur.
- Lakukan vaksinasi sesuai kebutuhan.
- Jaga kebersihan kandang.
- Pisahkan ayam yang sakit agar tidak menular.
Potensi Keuntungan: Ayam kampung memiliki harga jual lebih tinggi dibanding ayam ras. Hasil penjualan telur maupun ayam siap panen dapat menjadi sumber tambahan uang dapur yang cukup stabil.
7. Ternak Maggot BSF
Maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) semakin populer karena memiliki nilai jual yang tinggi sebagai pakan ternak dan ikan.
Budidaya maggot dapat memanfaatkan limbah organik rumah tangga sehingga membantu mengurangi sampah dapur. Dalam waktu relatif singkat, maggot dapat dipanen dan dijual kepada peternak ikan, peternak unggas, maupun komunitas budidaya lainnya.
Estimasi Modal Awal:
Rak atau wadah budidaya: Rp200.000–Rp500.000
Bibit telur BSF: Rp50.000–Rp150.000
Peralatan pendukung: Rp100.000–Rp200.000
Total modal: sekitar Rp350.000–Rp850.000.
Cara Perawatan:
- Sediakan limbah organik sebagai pakan.
- Jaga kelembapan media.
- Hindari genangan air yang berlebihan.
- Pisahkan maggot siap panen dari media budidaya.
Potensi Keuntungan: Maggot dapat dipanen dalam waktu sekitar 2–3 minggu. Selain dijual dalam bentuk segar atau kering, sisa media budidaya juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang bernilai jual.
Mengapa Ternak Mini Cocok untuk IRT?
Ternak mini menjadi pilihan menarik karena dapat dijalankan dari rumah tanpa mengganggu aktivitas mengurus keluarga. Sebagian besar jenis ternak tersebut tidak memerlukan lahan luas, modal besar, maupun peralatan yang rumit.
Dengan memilih jenis ternak yang sesuai kondisi lingkungan dan kemampuan perawatan, ibu rumah tangga dapat memperoleh tambahan uang dapur secara bertahap. Bahkan, jika dikelola secara konsisten, usaha ternak mini berpotensi berkembang menjadi sumber penghasilan keluarga yang lebih besar.
Pertanyaan Seputar Ide Ternak Mini untuk IRT yang Hasilnya Bisa Dijual
1. Ternak mini apa yang paling cocok untuk pemula?
Lele dalam ember dan puyuh petelur termasuk pilihan yang cocok untuk pemula. Keduanya relatif mudah dirawat, tidak membutuhkan lahan luas, dan memiliki pasar yang cukup stabil.
2. Berapa modal awal untuk memulai ternak mini di rumah?
Modal awal bervariasi tergantung jenis ternaknya. Untuk lele dalam ember atau ternak jangkrik, modal bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah. Sementara ternak puyuh atau ayam kampung biasanya membutuhkan modal yang lebih besar karena perlu kandang dan bibit ternak.
3. Apakah ternak mini bisa dilakukan di lahan sempit?
Bisa. Banyak jenis ternak mini yang dirancang untuk area terbatas, seperti lele dalam ember, cacing tanah, jangkrik, dan maggot BSF. Bahkan sebagian dapat ditempatkan di teras atau halaman belakang rumah.
4. Ternak mini apa yang memiliki masa panen paling cepat?
Maggot BSF dan jangkrik termasuk ternak mini dengan masa panen yang relatif cepat. Maggot dapat dipanen dalam waktu sekitar 2 hingga 3 minggu, sedangkan jangkrik biasanya siap panen dalam 30 hingga 45 hari.
5. Bagaimana cara menjual hasil ternak mini agar cepat laku?
Hasil ternak dapat dipasarkan melalui tetangga, warung makan, pasar tradisional, komunitas peternak, hingga media sosial. Memanfaatkan grup Facebook atau WhatsApp di lingkungan sekitar juga bisa menjadi cara efektif untuk menemukan pembeli pertama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8200211/original/068981600_1781058759-Budikdamber_di_Teras_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8198905/original/055124100_1781057422-Gemini_Generated_Image_8dxe9n8dxe9n8dxe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478554/original/057404800_1768904586-Beternak_Jangkrik_Pakan_Ternak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574261/original/062250200_1777966768-gambar_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8137540/original/004114700_1780989753-14749645581037529322.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8131528/original/034685700_1780983339-roster_2a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7433506/original/071263800_1780210129-Sistem_Hidroponik_Vertikal_Sederhana_untuk_Efisiensi_Lahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8142447/original/032529000_1780994900-Gemini_Generated_Image_f0593df0593df059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480522/original/030415100_1769058579-image_c2783999.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8142340/original/042147300_1780994756-WhatsApp_Image_2026-06-09_at_15.44.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7071846/original/038231500_1779850761-72b2bb92-631f-488b-a208-8ae23426b064.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8141483/original/059362900_1780994006-coffee-litter-waste-bags-coffee-bag-748736-pxhere.com.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7514070/original/074213500_1780286149-Model_Kebun_dan_Peternakan_Mini_yang_Bisa_Jadi_Penghasilan_Tambahan_di_Rumah_Model_Ternak_Ayam_Kampung_Skala_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8136594/original/032587300_1780988719-4133960011547598077.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8135682/original/054368000_1780987838-Gemini_Generated_Image_ry5dqxry5dqxry5d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8134513/original/098624400_1780986431-sirsak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8133294/original/006008900_1780985143-udang2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8133835/original/000670500_1780985710-Screenshot_2026-06-09_131238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8133235/original/015782200_1780985078-Desain_Pagar_Anti_Debu_Jalan_Raya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355083/original/038870300_1758273243-Gemini_Generated_Image_c3a3pvc3a3pvc3a3.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533446/original/043365700_1773737304-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530617/original/099175500_1773466166-mud1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3931642/original/069846400_1644592691-pexels-alleksana-6478943_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522319/original/072750000_1772755216-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502437/original/033356900_1770980242-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539244/original/040883000_1774594881-rumah_minimalis_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500178/original/098184400_1770818954-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522345/original/079886200_1772757830-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522260/original/039984700_1772750807-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501131/original/045808700_1770887809-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401674/original/056918100_1681909694-20230419-Mudik-Jalur-Pantura-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528599/original/064914600_1773288962-Ashera_Dress_Sq1_1770721983416.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1045202/original/018183200_1446724420-151105-THR-PNS-Grafis-Abdillah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522506/original/039967800_1772767694-Teras_rumah_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500146/original/022964600_1770816549-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500984/original/066237900_1770884136-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5521841/original/047869500_1772701578-open_space_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522537/original/050337400_1772768376-Model_Rambut_Pendek_Wanita_Cina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522634/original/031632000_1772771522-Gemini_Generated_Image_68hqe168hqe168hq.jpg)