7 Desain Kandang Ayam agar Tidak Becek saat Hujan, Jaga Kesehatan dan Produktivitas Unggas

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi para peternak ayam. Kondisi kandang yang becek dan lembap bukan hanya tidak nyaman bagi ayam, tetapi juga berpotensi menjadi sarang penyakit yang dapat mengganggu kesehatan dan produktivitas unggas.

Kelembapan berlebih dapat memicu pertumbuhan bakteri, jamur, serta meningkatkan kadar amonia yang berbahaya bagi pernapasan ayam. Oleh karena itu, desain kandang yang tepat menjadi kunci utama untuk memastikan lingkungan yang kering dan sehat bagi ayam.

Artikel ini akan mengulas tujuh desain dan tips penting untuk menciptakan kandang ayam yang tahan terhadap cuaca hujan, sehingga tetap kering, bersih, dan mendukung pertumbuhan ayam secara optimal.

Desain Kandang Panggung atau di Lahan Miring

Salah satu solusi paling efektif untuk mencegah kandang ayam becek adalah dengan mendesainnya dalam bentuk panggung atau menempatkannya di lahan yang sedikit miring. Desain panggung mengangkat lantai kandang dari permukaan tanah, sementara lahan miring memungkinkan air hujan mengalir menjauh secara alami.

Penempatan kandang di tanah yang kering dan tidak cekung sangat krusial. Area yang cekung atau becek akan mempercepat timbulnya bau tidak sedap karena kotoran ayam bercampur air. Tanah yang kering akan menjaga alas kandang tetap gembur dan tidak lembap, terutama jika menggunakan metode deep litter.

Metode deep litter, yang mengandalkan penumpukan alas kandang untuk proses fermentasi, hanya akan bekerja optimal dalam kondisi kering. Kandang panggung, misalnya, dapat dibuat dengan lantai yang ditinggikan sekitar 50-70 cm dari permukaan tanah menggunakan bahan seperti bambu tua yang kuat dan ekonomis. Celah pada lantai bambu akan memungkinkan kotoran dan air langsung jatuh ke bawah, menjaga permukaan kandang tetap kering.

Atap Kandang yang Kokoh dan Lebar

Atap kandang memiliki peran vital dalam melindungi ayam dari hujan. Pastikan atap kandang tidak mengalami kebocoran sedikit pun yang dapat menyebabkan air menetes ke dalam. Perbaikan segera diperlukan jika ditemukan kerusakan pada atap.

Selain kokoh, atap kandang juga harus memiliki lebar yang cukup atau teritisan (overhang) yang memadai. Lebar atap yang kurang dapat menyebabkan air hujan tampias atau masuk ke dalam kandang, meskipun atap tidak bocor.

Overhang yang lebar akan mengarahkan air hujan jatuh jauh dari dinding kandang, sehingga bagian dalam tetap kering. Pertimbangkan material atap yang tahan lama dan mampu menahan beban angin serta hujan lebat.

Sistem Ventilasi yang Baik

Ventilasi yang memadai sangat penting untuk menjaga sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan di dalam kandang. Kelembapan tinggi dapat menyebabkan alas kandang (litter) menggumpal, licin, dan tidak mampu menyerap air dengan baik.

Kondisi lembap ini juga dapat meningkatkan kandungan gas amonia di dalam kandang, yang tidak hanya berbahaya bagi kesehatan pernapasan ayam tetapi juga menarik lalat. Peternak perlu rutin memantau sistem ventilasi untuk memastikan udara bersirkulasi dengan lancar.

Meskipun hujan deras, usahakan tetap ada celah ventilasi, misalnya di dinding atas dengan lebar sekitar 20 cm. Atur sistem buka tutup tirai pada kandang dengan sigap, pastikan sisi tirai yang menghadap hujan diatur agar air tidak masuk, namun tetap mempertahankan sedikit celah udara.

Penggunaan Alas Kandang (Litter) yang Tepat

Pemilihan alas kandang atau litter yang tepat sangat krusial untuk menjaga kondisi kandang tetap kering. Alas kandang harus memiliki daya serap tinggi untuk menyerap kelembapan dan kotoran ayam secara efektif.

Material seperti serbuk gergaji atau jerami merupakan pilihan yang baik karena kemampuannya menyerap kelembapan dengan optimal. Penggunaan alas kandang yang tepat akan membantu menjaga kandang tetap kering dan mencegah bau tidak sedap.

Pastikan ketebalan litter mencukupi dan lakukan penggantian atau penambahan secara berkala, terutama di musim hujan. Litter yang basah atau lembap menjadi sarang mikroorganisme berbahaya, sehingga menjaga kekeringannya adalah prioritas.

Pembersihan Kandang dan Feses Secara Rutin

Kebersihan kandang adalah faktor fundamental dalam menjaga ayam tetap sehat dan mencegah kondisi becek. Kotoran dan sisa-sisa makanan harus dibersihkan secara teratur dari kandang.

Pembersihan rutin ini membantu mencegah penyebaran penyakit dan mempertahankan kesehatan ayam secara keseluruhan. Lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko penumpukan kelembapan dan bau.

Disarankan untuk melakukan pengerukan feses ayam di bagian bawah kandang setidaknya setiap 3 hari sekali. Frekuensi ini dapat disesuaikan tergantung pada jumlah ayam dan kondisi cuaca untuk memastikan kandang selalu dalam keadaan optimal.

Memaksimalkan Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari memiliki peran alami sebagai desinfektan dan pengering. Meskipun terbatas saat musim hujan, usahakan kandang mendapatkan paparan sinar matahari sebisa mungkin.

Manfaatkan setiap kesempatan saat matahari muncul untuk membantu mengeringkan area kandang. Sinar matahari pagi sangat direkomendasikan karena efektif namun tidak terlalu panas.

Desain kandang sebaiknya memungkinkan masuknya sinar matahari pagi, namun tetap menyediakan area teduh untuk melindungi ayam dari panas berlebih saat siang hari. Keseimbangan ini penting untuk kenyamanan dan kesehatan ayam.

Kontrol Suhu dan Kelembapan Kandang

Kontrol suhu dan kelembapan kandang secara rutin sangat penting karena dapat memengaruhi berbagai aspek, mulai dari kesehatan ayam hingga tingkat konsumsi air minum. Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan ayam minum lebih banyak, yang berpotensi membuat alas kandang menjadi basah.

Untuk membantu mengontrol kelembapan, desain atap dengan teritisan yang lebar sangat disarankan agar air hujan tidak langsung masuk ke dalam kandang. Dinding kandang sebaiknya dibuat setengah terbuka menggunakan anyaman bambu atau kawat ram. Desain ini tidak hanya menjaga sirkulasi udara tetap baik, tetapi juga membantu kandang cepat kering setelah hujan.

Pastikan arah kandang tidak langsung menghadap arah datangnya angin dan hujan. Orientasi kandang yang tepat dapat mengurangi kelembapan dan menjaga suhu tetap stabil. Bagi peternak dengan modal terbatas, kandang lantai tanah masih bisa digunakan asalkan dimodifikasi dengan memadatkan tanah, meninggikannya, serta membuat saluran drainase di sekelilingnya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Desain Kandang Ayam agar Tidak Becek saat Hujan

1. Mengapa kandang ayam mudah becek saat musim hujan?

Kandang ayam mudah becek saat musim hujan karena drainase yang buruk, posisi kandang di lahan cekung, atap yang kurang lebar, serta ventilasi yang tidak optimal. Air hujan dan kelembapan tinggi membuat alas kandang sulit kering dan memicu penumpukan kotoran basah.

2. Desain kandang ayam seperti apa yang paling cocok saat musim hujan?

Desain kandang panggung atau kandang di lahan miring paling cocok saat musim hujan karena mampu mencegah genangan air. Lantai kandang yang ditinggikan membantu menjaga alas tetap kering dan memperlancar pembuangan kotoran serta air.

3. Apa dampak kandang lembap terhadap kesehatan ayam?

Kandang yang lembap dapat memicu pertumbuhan bakteri, jamur, dan peningkatan gas amonia. Kondisi ini berisiko menyebabkan gangguan pernapasan, penurunan nafsu makan, hingga meningkatkan angka kematian ayam jika tidak segera ditangani.

4. Alas kandang apa yang paling efektif menyerap air saat hujan?

Alas kandang seperti serbuk gergaji, sekam padi, atau jerami kering sangat efektif menyerap kelembapan. Material ini membantu menjaga kandang tetap kering, mengurangi bau, serta mencegah perkembangan mikroorganisme berbahaya.

5. Seberapa sering kandang ayam harus dibersihkan saat musim hujan?

Saat musim hujan, kandang ayam sebaiknya dibersihkan lebih sering, minimal setiap 2–3 hari sekali. Pembersihan rutin membantu mencegah penumpukan kotoran basah, menjaga kelembapan tetap terkendali, dan mendukung kesehatan ayam secara optimal.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |