7 Cara Menyalakan Api Arang Tanpa Kipas, Praktis dan Anti Gagal

23 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Menyalakan api arang untuk kegiatan bakar-bakaran seringkali menjadi tantangan tersendiri, terutama jika tidak ingin bergantung pada kipas atau cairan pemantik yang berbau. Memahami prinsip dasar terbentuknya api, yaitu 'segitiga api' yang terdiri dari panas, bahan bakar, dan oksigen, adalah kunci untuk menciptakan bara yang sempurna. Tanpa salah satu elemen ini, api tidak akan menyala dengan optimal.

Banyak orang mencari metode yang lebih praktis dan efisien untuk mendapatkan arang yang membara merata, sehingga hasil panggangan tidak hanya lezat tetapi juga bebas dari aroma bahan kimia. Menguasai teknik menyalakan arang tanpa kipas tidak hanya mempermudah proses, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman memanggang Anda. Melansir dari berbagai sumber, Rabu (31/12), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Menggunakan Chimney Starter (Cerobong Asap)

Chimney starter adalah alat yang dirancang khusus untuk mempermudah proses penyalaan arang atau briket batu arang dengan memanfaatkan prinsip konveksi panas. Alat ini memastikan seluruh arang menyala secara merata, menjadikannya pilihan yang sangat efektif.

Untuk menggunakannya, isi cerobong asap dengan jumlah arang yang dibutuhkan. Kemudian, letakkan beberapa lembar koran yang digumpalkan atau bahan bakar kecil lainnya seperti kayu bakar di bagian bawah cerobong, tepat di bawah lubang ventilasi. Nyalakan kertas atau bahan bakar tersebut dari bawah, dan biarkan panas merambat ke atas, memanaskan arang secara bertahap.

Tunggu hingga seluruh arang di dalam cerobong mulai memerah dan tertutup lapisan abu tipis, yang biasanya memakan waktu sekitar 15-20 menit. Setelah itu, arang siap dituang ke panggangan. Metode ini sangat mudah, efektif, dan menghasilkan arang yang menyala merata tanpa perlu cairan pemantik api yang dapat meninggalkan bau kimia pada makanan.

2. Kertas Koran/Tisu dan Minyak Goreng

Metode ini memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah untuk memicu pembakaran arang, dengan kertas sebagai media pembentuk api awal dan minyak goreng membantu api bertahan lebih lama.

Caranya, remas beberapa lembar kertas bekas seperti koran atau tisu dapur hingga membentuk gumpalan atau gulungan cekung. Letakkan gumpalan kertas tersebut di tengah tumpukan arang yang sudah disusun, lalu tuangkan sedikit minyak goreng atau minyak jelantah ke atas kertas.

Nyalakan kertas dengan korek api dan biarkan api membakar kertas serta merambat ke arang. Jangan langsung dikipas terlalu kencang. Setelah terlihat bara merah kecil, Anda bisa mengipas atau meniup ringan secara berkala untuk mempercepat proses pembakaran.

3. Lilin sebagai Pemantik Api

Lilin dapat menjadi alternatif pemantik api yang efektif karena nyalanya yang stabil dan tahan lama, memungkinkan panas merambat secara perlahan ke arang di sekitarnya.

Susun arang seperti biasa di panggangan, lalu selipkan satu hingga tiga batang lilin di antara tumpukan arang. Pastikan lilin tertanam cukup dalam agar api dapat menjalar ke arang. Nyalakan sumbu lilin, dan api dari lilin yang stabil akan perlahan membakar arang di sekitarnya.

Proses ini mungkin membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit, tergantung pada kualitas arang dan jumlah lilin yang digunakan. Metode ini tidak memerlukan bahan bakar tambahan dan api lilin yang stabil membantu memicu arang secara bertahap.

4. Menggunakan Obor Gas (Propane Torch)

Obor gas propana menawarkan solusi yang sangat cepat dan praktis untuk menyalakan arang, karena alat ini memungkinkan aplikasi panas langsung dan intens ke arang.

Untuk menggunakannya, siapkan tumpukan arang di area panggangan. Nyalakan obor gas dan arahkan api langsung ke bagian permukaan arang. Gerakkan obor secara merata hingga sebagian besar permukaan arang mulai memerah.

Arang biasanya akan siap digunakan dalam waktu singkat dengan metode ini. Namun, penggunaan obor gas memerlukan perhatian ekstra; pastikan obor tidak menyentuh bagian lain dan selalu gunakan di area terbuka untuk keamanan.

5. Memanfaatkan Api Kompor

Api kompor dapat digunakan sebagai pemantik awal untuk beberapa potong arang, yang kemudian akan digunakan untuk menyulut sisa arang lainnya. Metode ini sangat praktis karena memanfaatkan peralatan dapur yang sudah tersedia.

Ambil beberapa potong arang yang cukup besar, lalu bakar arang tersebut di atas api kompor. Arang bisa diletakkan di atas rak kawat atau alat panggangan seperti capit.

Setelah arang mulai menjadi bara, pindahkan arang yang sudah membara ini ke tumpukan arang yang belum menyala di panggangan. Susun arang yang belum menyala di sekitar arang yang sudah membara untuk mempercepat proses pembakaran.

6. Penyusunan Arang yang Tepat (Piramida/Kerucut) dengan Bahan Bakar Alami

Penyusunan arang yang benar sangat penting untuk memastikan sirkulasi udara yang optimal, yang merupakan kunci agar arang dapat menyala dan membara dengan baik tanpa perlu dikipas. Pastikan arang dalam kondisi kering, karena arang yang basah akan sulit menyala dan menghasilkan asap berlebih.

Susun arang menyerupai bentuk kerucut atau piramida di panggangan. Bentuk ini membantu panas terkumpul di satu titik dan api lebih cepat menyebar. Sisakan ruang di bagian bawah tumpukan arang untuk bahan pemantik dan aliran udara.

Tempatkan bahan bakar alami yang mudah terbakar seperti kertas, tisu, lidi, atau serbuk kayu kering di tengah tumpukan arang sebagai pemicu awal. Nyalakan bahan bakar tersebut, dan panas akan merambat ke arang di sekitarnya. Dengan potongan arang yang lebih kecil, area permukaan yang terpapar api menjadi lebih banyak, mempercepat proses pembakaran.

7. Menggunakan Fire Starter Khusus

Fire starter khusus adalah produk komersial yang dirancang untuk membantu menyalakan arang dengan cepat dan efisien, seringkali dengan panas yang konsisten dan minim asap.

Untuk menggunakannya, susun arang di panggangan, lalu letakkan fire starter yang biasanya berbentuk blok atau kubus di bagian bawah tumpukan arang. Nyalakan fire starter sesuai petunjuk pada kemasan.

Api dari fire starter biasanya bertahan cukup lama sehingga arang bisa menyala merata tanpa perlu sering dikipas. Metode ini sangat efisien, terutama untuk acara bakar-bakaran besar, karena menghasilkan panas yang konsisten dan minim asap, sehingga arang dapat siap digunakan dalam waktu kurang dari 20 menit.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menyalakan Api Arang Tanpa Kipas

1. Apa itu chimney starter dan bagaimana cara menggunakannya?

Jawaban: Chimney starter adalah alat yang dirancang khusus untuk menyalakan arang secara merata menggunakan konveksi panas. Caranya, isi cerobong dengan arang, letakkan koran atau bahan bakar kecil di bawahnya, lalu nyalakan. Panas akan merambat ke atas hingga arang memerah dalam 15-20 menit.

2. Bisakah minyak goreng digunakan untuk menyalakan arang?

Jawaban: Ya, minyak goreng dapat digunakan. Caranya, gumpalkan kertas atau tisu, tuangkan sedikit minyak goreng di atasnya, lalu letakkan di tengah tumpukan arang dan nyalakan. Minyak goreng membantu api bertahan lebih lama sehingga arang tersulut.

3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan lilin untuk menyalakan arang?

Jawaban: Menggunakan lilin sebagai pemantik api membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit, tergantung pada kualitas arang dan jumlah lilin yang digunakan. Nyala lilin yang stabil akan perlahan membakar arang di sekitarnya.

4. Mengapa penyusunan arang berbentuk piramida penting?

Jawaban: Penyusunan arang berbentuk piramida atau kerucut penting karena membantu sirkulasi udara yang optimal dan mengumpulkan panas di satu titik, sehingga api lebih cepat menyebar dan arang membara merata.

5. Apa keuntungan menggunakan fire starter khusus?

Jawaban: Fire starter khusus sangat efisien karena menghasilkan panas yang konsisten dan minim asap, sehingga arang dapat menyala merata dalam waktu kurang dari 20 menit. Ini sangat cocok untuk acara bakar-bakaran besar.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |